
Ahmad dan Ve pun berangkat menuju ke kantor ayahnya Ahmad. Ve pun mencoba mengobrol kepada Ahmad tentang kenapa ayahnya pengen ketemuan.
"Ahmad!" tegur Ve saat Ahmad sedang menyetir
"Iya, ada apa?" tanya Ahmad sambil menoleh sekilas ke arah Ve
"Kamu kenapa mengajak saya bertemu orang tua kamu?" tanya Ve penasaran
"Karena dia mau melihat calon menantunya" jawab Ahmad
"Hanya melihat saja?" tanya Ve yang merasa kurang meyakinkan dengan jawaban Ahmad
"Iya Ve, kamu tenang saja, dia ramah pada semua orang" ucap Ahmad menenangkan perasaan Ve
Tak berapa lama sampailah mereka di kantor ayah Ahmad. Ternyata kantornya besar sekali tampak lantai di gedungnya banyak sekali. Ketika Ve keluar dari mobil, Ve menganga melihat kantor milik ayahnya Ahmad.
"Ahmad ini kantornya?" tanya Ve yang sudah keluar dari mobil sambil memandang ke atas
"Iya, ini kantornya" ucap Ahmad sambil sekilas melihat ke atas lalu berjalan perlahan untuk masuk ke dalam gedung
Namun ketika Ahmad sudah berjalan, Ve tetap diam melihat gedung ayahnya Ahmad.
Ahmad pun menegurnya, "Ve, kenapa diam saja, ayo kita masuk" ucap Ahmad untuk mengajak Ve masuk ke dalam gedung
Ve pun tersadar lalu mengikuti Ahmad untuk masuk ke dalam gedung. Setelah masuk ke dalam gedung, Ahmad dan Ve pun naik lift untuk menuju ke ruangan Ayahnya Ahmad. Setelah lift sampai di lantai kantor ayah Ahmad, Ahmad dan Ve pun keluar lalu berjalan menuju kantor ayahnya Ahmad.
Setelah mendekati kantor, Ahmad pun mengetok pintunya. "Assalamu'alaikum" ucap Ahmad.
__ADS_1
"Walaikumsalam" jawab ayahnya Ahmad dari dalam ruangan
Masuklah Ahmad ke dalam ruangan ayahnya lalu bersalaman sambil mencium tangan Ayahnya. Lalu Ve pun mencoba mengikuti apa yang di lakukan Ahmad karena dia tau bahwa orang indonesia suka bersalaman jika bertemu. Namun ketika Ve ingin bersalaman seperti yang dilakukan Ahmad.
Ayah Ahmad pun langsung menjauh dari tangan Ve dan menjawab. "Kita bukan muhrim" ucap ayah Ahmad sambil melihat Ve dengan tatapan aneh
"Apa yang kamu lakukan?" bisik Ahmad memarahi Ve
"Saya hanya ingin bersalaman" bisik Ve
"Ayahku itu taat agama, dia gak mau di sentuh oleh yang bukan muhrimnya" bisik Ahmad
"Maaf kalau gitu" bisik Ve
"Maaf yah, tadi Ve gak tau apa-apa" ucap Ahmad
Ve dan Ahmad pun duduk di kursi bersebelahan. "Ayah, ini adalah calon istriku" ucap Ahmad memperkenalkan Ve
Ve pun lalu memperkenalkan dirinya. "Saya Veranica" ucap Ve
"Iya, saya M.Fatih" ucap Ayahnya Ahmad
"Ayah saya kesini selain memperkenalkan, saya juga mau membahas acara lamarannya" ucap Ahmad
"Tunggu dulu, sebelum itu saya ingin tau, apa agamanya Ve?" ucap Ayahnya Ahmad
"Dia kristen" ucap Ahmad
__ADS_1
"Sebaiknya dia masuk islam dulu baru kita mengadakan acara lamaran" ucap Ayah Ahmad
"Saya maunya setelah lamaran apakah tidak bisa?" tanya Ahmad
"Tidak bisa, Ayah maunya dia mengenal islam terlebih dahulu" ucap Ayahnya Ahmad
Setelah mendengar hal itu Ve pun langsung spontan. "Saya akan masuk islam" sahut Ve
Ahmad pun agak kaget lalu melihat ke arah Ve. "Ve kamu sungguhan mau masuk islam demi aku?" tanya Ahmad
"Iya, saya bersungguh-sungguh" jawab Ve serius
"Besok kita akan pergi ke masjid dan ketemu ustad" ucap Ahmad
Setelah itu Ahmad dan Ve pun keluar dari kantor ayah Ahmad dan kembali ke penginapan Ve. Ahmad mengantar Ve dengan mobilnya dan selama perjalanan Ahmad pun berbincang ke Ve.
"Ve, kamu serius dengan keputusanmu?" tanya Ahmad sambil menyetir kendaraannya
"Iya, saya serius Ahmad" ucap Ve sambil menoleh ke Ahmad
"Ve, lebih baik pikirkan dulu, gimana nanti dengan keluargamu mendengar keputusan ini?" tanya Ahmad
"Mereka pasti tidak setuju jika saya pindah agama, tapi ini adalah keputusan saya, saya tidak mau kehilangan orang yang akan mencintai saya sepenuh hati" ucap Ve
Dalam hati Ahmad terasa sedikit tersentuh mendengar perkataan indah dari Ve. Ahmad sadar betapa cintanya Ve terhadapnya, namun Ahmad juga merasa sedikit bersalah dengan keputusannya menikahi Ve. Ahmad ingin jujur tentang alasan Ahmad menikahi Ve namun itu akan menyakitinya. Ahmad merasa ini harus di sembunyikan agar dia tidak tau kebenaran tentang alasan Ahmad mau menikahinya.
Bersambung
__ADS_1