
"Mas kamu mau ngapain Mas? Kok aku digendong sih?" Emi sudah berpikir jauh padahal Hasan hanya berniat menggendong Emi agar tidak terlalu lelah.
"Memang apa yang kamu pikirkan? Aku menggendong kamu agar kamu tidak lelah, kamu istirahatlah di kamar utama," jawab Hasan. Hasan menggendong Emi sampai ke atas ranjang. Kamar Emi dan Hasan sangat luas, Emi berdecak kagum dengan mamah mertuanya yang sudah menyiapkan rumah ini khusus untuk mereka.
"Mas, bareng-bareng ku masih ada di mobil loh, aku mau ambil dulu aja." Emi mau turun dari ranjang tapi di tahan oleh Hasan.
"Kamu mau ke mana sih? Kamu sudah ada di sini maka istirahatlah biar aku yang mengambil dan aku yang akan membereskan ke dalam lemari," ucap Hasan.
"Tapi Mas...," ucapan Emi dipotong karena Hasan mengacup bibir Emi.
"Sudah kamu istirahatlah. Aku nggak mau kamu sakit, kamu ini baru agak enakan belum sembuh total. Lagi pula tangan kanan kamu baru di buka pen seminggu yang lalu. Jadi kamu jangan mengangkat yang berat dulu, ingat tangan kamu ini adalah tangan emas, untuk menggambar desain sesuatu yang indah. Aku nggak mau tangan kanan Kamu ini kenapa kenapa." Hasan langsung turun dari ranjang dan ke lantai 1.
Hasan sangat perhatian kepada Emi. Emi sangat bersyukur mempunyai suami seperti Hasan yang sangat pengertian dan perhatian.
Hasan melihat kulkas, ia berdecap kagum kepada mamahnya karena isi kulkas sudah penuh semua.
"Masya Allah, Mamah is the best banget, kulkas sudah terisi semua, ada sayuran buah-buahan, daging, Emi pasti lelah aku akan masak untuk dia," gumang Hasan ketika ia melihat isi dalam kulkas.
Hasan sering masak nasi goreng, akhirnya ia pun masak nasi goreng untuk makan malam mereka. Hasan menaburkan sosis dan daging ayam di nasi gorengnya. Ia juga membuat telur mata sapi untuk dirinya dan juga Emi. Hasan mengiris ketimun agar lebih segar lagi. Hasan naik ke kamar utama dengan membawa nampan berisi dua piring nasi goreng yang sudah ia masak.
"Sayang makan malam dulu ya, aku sudah masakan nasi goreng untuk kamu," ucap Hasan.
"Kamu yang masak nasi goreng ini Mas? Kok kamu sih yang masak bukan aku seharusnya kan aku yang masak untuk kamu," protes Emi.
"Seharusnya yang pergi ke pasar, memasak, mencuci, itu suami. Pokoknya hari ini aku mau kamu istirahat aja. Aku tidak mau kamu terlalu lelah." Hasan membelai rambut Emi.
"Aku bersyukur Mas, punya suami seperti kamu. Ternyata kamu bukan hanya tampan wajahnya tapi hatinya sangat baik, terima kasih ya atas cintamu Mas untukku," ucap Emi.
__ADS_1
"Aku juga sangat bersyukur memiliki kamu bagiku kamu adalah istri yang sempurna, berwajah cantik, baik hati. Aku sayang kamu." Hasan membelai pipi Emi.
"Kamu makan ya, mumpung masih hangat." Hasan memberikan sepiring nasi goreng kepada Emi untuk makannya.
"Bagaimana rasanya?" tanya Hasan.
"Enak Mas nasi goreng buatan kamu, buatnya pakai cinta sih," ucap Emi. Ia tersenyum kepada Hasan.
"Habiskanlah agar kamu kenyang, habis itu salat isya kita berjamaah. Setelah salat kamu istirahatlah agar besok pagi segar ketika bangun," ucap Hasan.
"Iya Mas terima kasih ya untuk hari ini," ucap Emi.
Emi menghabiskan makanannya, kemudian ia ingin mencuci piring tapi lagi-lagi Hasan melarang Emi. Hasan yang mencuci piring setelah selesai mencuci piring Hasan kembali lagi ke kamarnya. Ia akan menjadi imam untuk salat Isya bersama ini.
Mereka salat berjamaah di dalam kamar.
"Besok kita berkunjung ke rumah mamah ya," ajak Hasan.
"Tidurlah sayang," ucap Hasan. Emi memegang tangan Hasan. Ia tersenyum terasa nyaman jika di peluk oleh Hasan.
***Noveltoon ***
Sebelum pagi menyingsing Emi terbangun di sepertiga malam, dia memang biasa untuk melakukan salat malam ternyata Hasan terlebih dahulu sudah bangun. Ia mendengar suara Hasan yang sedang membaca Alquran. Betapa sejuknya hati Emi ketika mendengar suara suaminya yang sedang membaca Alquran. Emi bergegas untuk mengambil air wudhu, dia langsung melakukan salat malam dan berdoa agar rumah tangga mereka dijaga oleh Allah. Setelah selesai melaksanakan salat sunnah, Hasan sudah selesai membaca Alquran. Ia tersenyum ketika Hasan menatapnya. Hasan menghampiri Emi dan duduk di sampingnya. Hasan menggenggam tangan Emi, dibelainya rambut Emi yang hitam.
"Aku sayang kamu." Hasan mencium setiap inci wajah Emi.
"Aku juga sayang kamu Mas," ucap Emi.
__ADS_1
Entah siapa yang memulai terlebih dahulu, mereka sekarang sudah di dalam 1 selimut. Mereka melakukan ritual ibadah malam pertama yang sudah tertunda selama 3 bulan. Dengan naluri sudah berstatus halal mereka melakukannya penuh dengan cinta.
"Terima kasih sayang, telah memberikan hak aku." Hasan mengecup pucuk kepala Emi. Emi menganggukan kepalanya lalu tersenyum, ia sudah merasa lega.
"Aku mau mandi dulu Mas, sebentar lagi subuh." Emi baru ingin berdiri tapi terasa perih jika berjalan. Hasan memperhatikan Emi, dia langsung menggendong dan membawa Emi untuk ke kamar mandi.
"Sebentar yah, aku akan isi air hangat bathub nya." Hasan mempersiapkan semua, Emi diperlakukan seperti ratu.
"Terima kasih Mas," ucap Emi.
"Iya sayang." Hasan keluar dari kamar mandi. Emi membersihkan tubuhnya. Sangat nyaman berendam air hangat. Fasilitas di rumahnya benar-benar memanjakan diri Emi. Emi yang biasa hidup sederhana, setelah menikah dengan Hasan hidupnya menjadi berubah karena mertua Emi memberikan fasilitas yang tidak pernah Emi bayangkan.
Setelah selesai mandi, Emi keluar dari kamar mandi. Ia melihat Hasan sudah mandi dan rapih memakai baju gamis.
"Mas Hasan sudah mandi?" tanya Emi.
"Sudah, di kamar mandi luar. Kita salat subuh berjamaah, setelah itu jika kamu mau tidur setelah salat nggak apa-apa " ucap Hasan.
"Aku akan tidur sebentar setelah fajar menyingsing," ucap Emi.
Rasulullah SAW melarang tidur setelah subuh.
Ada satu amalan yang jika dilakukan setelah subuh, pahalanya sama seperti pahala haji dan umrah, yaitu tidak beranjak setelah salat Subuh, isi dengan berbagai amalan agama (tadarus, zikir, dan sebagainya), sampai matahari terbit. Amalan itu yang di lakukan Emi setiap hari.
Emi tertidur setelah fajar, tubuhnya terasa sakit apalagi di bagian intinya. Ia sampai menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa nyeri.
"Masih sakit yah sayang? Maaf yah lepas kontrol pas terakhir," ucap Hasan.
__ADS_1
"Sudah Mas, jangan di bahas lagi. Aku malu," ucap Emi.
Hasan memeluk tubuh Emi. Mereka tidur bersama mengumpulkan tenaga agar setelah bangun sudah fresh dan bisa berkunjung ke rumah kedua orang tua Hasan.