Salah Lamar

Salah Lamar
Melamar


__ADS_3

Namun karena mengingat momen terindah saat bersama Vera. Ahmad menjadi tersadar kembali dari kegelisahannya dan terbangun dari kursi restoran itu. Ahmad lalu berdiri dari kursi dan berlari keluar restoran untuk mengejar Vera kembali. Namun ketika Ahmad sudah berada di luar restoran ternyata banyak orang lalu-lalang di depan restoran. Ini membuat Ahmad kesulitan dalam menemukan Vera.


Ahmad pun mencoba berjalan ke arah kanan dan teriak memanggil nama Vera seperti orang gila. Setelah lama mencari akhirnya Ahmad menemukan Vera yang mengenakan baju warna merah walau Ahmad hanya melihat dari belakang saja. Dan untuk meyakinkan tebakannya, Ahmad pun memanggil nama Vera dan wanita yang di panggil itu seperti mencari siapa yang memanggilnya.


Karena Ahmad sangat yakin jika itu adalah Vera maka Ahmad pun menghampiri dan menepuk pundaknya. Karena dia kaget setelah di tepuk Ahmad, dia pun berbalik ke arah belakang. Ahmad pun mengeluarkan cincin dari saku dan duduk jongkok seperti pangeran ingin melamar permaisuri. Ahmad pun lalu membuka kotak cincinnya dan menyodorkan tangannya ke depan.


"Do you marry me Vera?" Ucap Ahmad kepadanya


"Yes"


Betapa senangnya Ahmad ketika di terima Vera, dia pun memandang ke atas sambil berdiri untuk melihat wajah Vera namun Ahmad terkejut ternyata yang di lamarnya bukan Vera melainkan wanita bule cantik berambut pirang. Wanita itu tampak mempesona dengan tampilan elegannya.


"Who are you?" tanya Ahmad ke wanita itu


"I'm Vera"


"Bisa bahasa indonesia?" tanya Ahmad


"Bisa...sedikit...sedikit...." jawab wanita itu


"Kamu kenapa menerima padahal tidak kenal sama saya?"

__ADS_1


"Saya memang pengen punya suami orang indonesia"


"Tapi saya salah orang, harusnya saya melamar Vera"


"Vera yang lain?, Apakah dia menerima cincin kamu juga sebelumnya?"


"Iya, tapi dia tadi marah dan menolaknya, darimana kamu tau bahwa saya sudah memberikan cincin pada Vera yang lain?" jawab Ahmad sambil menundukkan kepalanya


"Ada bekas sambal di cincinnya"


"Maaf, saya tadi sangka bahwa kamu adalah Vera"


"Tidak apa..., saya akan anggap ini mimpi saja"


"Tunggu dulu Vera!!!" teriak Ahmad untuk memanggil Bule itu


Bule itu pun berbalik badan lagi "ada apa?"


"Saya belum memperkenalkan diri dengan lengkap, nama saya Ahmad Fahlevi"


"Kalau saya Veranica, saya biasa di panggil Ve"

__ADS_1


"Ve, bisakah saya melamar kamu satu kali lagi?"


"Kenapa kamu berubah pikiran dan ingin melamar saya?"


"Karena saya tidak ingin mengecewakan wanita yang sudah menerima cincin ini terlebih dahulu"


"Tapi kamu itu sangat cinta sama Vera satunya dan bukan saya kan?"


"Ada yang bilang bahwa cinta bisa kita temukan saat menikah, dan saya ingin mengenal kamu lebih dekat" Ahmad pun memegang tangan Veranica


"Jadi kamu sungguh ingin melamar saya?" tanya Ve


"Iya aku mau menjadikanmu wanita yang paling bahagia di dunia, apakah kamu menerimanya?" tanya Ahmad


"Iya, saya menerima" jawab Ve sambil sedikit menangis haru


Ve pun menerima lamaran Ahmad untuk menjadi istrinya. Ahmad tampak senang sekali karena di terima lamarannya. Lalu Ve dan Ahmad pun tukeran nomor kontak biar lebih mudah nantinya untuk komunikasi.


"Ve, kamu mau ke restoran?" tanya Ahmad


"Iya, saya mau kesana" jawab Ve

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2