
"Maaf yah, tadi Ve gak tau apa-apa" ucap Ahmad
"Iya gak apa-apa, silahkan kalian duduk" ucap Ayah Ahmad
Ve dan Ahmad pun duduk di kursi bersebelahan. "Ayah, ini adalah calon istriku" ucap Ahmad memperkenalkan Ve
Ve pun lalu memperkenalkan dirinya. "Saya Veranica" ucap Ve
"Iya, saya M.Fatih" ucap Ayahnya Ahmad
"Ayah saya kesini selain memperkenalkan, saya juga mau membahas acara lamarannya" ucap Ahmad
"Tunggu dulu, sebelum itu saya ingin tau, apa agamanya Ve?" ucap Ayahnya Ahmad
"Dia kristen" ucap Ahmad
"Sebaiknya dia masuk islam dulu baru kita mengadakan acara lamaran" ucap Ayah Ahmad
"Saya maunya setelah lamaran apakah tidak bisa?" tanya Ahmad
"Tidak bisa, Ayah maunya dia mengenal islam terlebih dahulu" ucap Ayahnya Ahmad
Setelah mendengar hal itu Ve pun langsung spontan. "Saya akan masuk islam" sahut Ve
Ahmad pun agak kaget lalu melihat ke arah Ve. "Ve kamu sungguhan mau masuk islam demi aku?" tanya Ahmad
"Iya, saya bersungguh-sungguh" jawab Ve serius
"Besok kita akan pergi ke masjid dan ketemu ustad" ucap Ahmad
Setelah itu Ahmad dan Ve pun keluar dari kantor ayah Ahmad dan kembali ke penginapan Ve. Ahmad mengantar Ve dengan mobilnya dan selama perjalanan Ahmad pun berbincang ke Ve.
__ADS_1
"Ve, kamu serius dengan keputusanmu?" tanya Ahmad sambil menyetir kendaraannya
"Iya, saya serius Ahmad" ucap Ve sambil menoleh ke Ahmad
"Ve, lebih baik pikirkan dulu, gimana nanti dengan keluargamu mendengar keputusan ini?" tanya Ahmad
"Mereka pasti tidak setuju jika saya pindah agama, tapi ini adalah keputusan saya, saya tidak mau kehilangan orang yang akan mencintai saya sepenuh hati" ucap Ve
Dalam hati Ahmad terasa sedikit tersentuh mendengar perkataan indah dari Ve. Ahmad sadar betapa cintanya Ve terhadapnya, namun Ahmad juga merasa sedikit bersalah dengan keputusannya menikahi Ve. Ahmad ingin jujur tentang alasan Ahmad menikahi Ve namun itu akan menyakitinya. Ahmad merasa ini harus di sembunyikan agar dia tidak tau kebenaran tentang alasan Ahmad mau menikahinya.
Keesokan harinya, Ahmad berniat mengajak Ve kencan, agar Ahmad bisa lebih mengenalnya. Ahmad mau mengajaknya nonton film di bioskop. Ahmad pun menelpon Ve yang saat ini lagi kerja di kantornya.
Ve pun mengangkat telponnya. "Hai Ve" ucap Ahmad
"Iya Ahmad, ada apa menelpon saya?" tanya Ve
"Saya mau ajak kamu nonton film, kamu mau tidak?" tanya Ahmad
"Besok malam kita pergi nanti saya jemput pakai mobil" ucap Ahmad
Ahmad pun mematikan ponselnya, sementara itu di kantor Ve ternyata ada temen kantornya yang mendengar percakapan mereka berdua. Ve pun menjelaskan sama temen kantornya tentang Ahmad.
"Tadi siapa?" tanya Ratna
"Tunangan saya" ucap Ve
"Wah...selamat ya..." ucap Ratna
"Terima kasih" ucap Ve sambil tersenyum sedikit
"Kapan kalian tunangan?" tanya Ratna
__ADS_1
"Sekitar tiga hari yang lalu dia melamar" ucap Ve
"Namanya siapa?" tanya Ratna penasaran dengan calon suami Ve
"Namanya Ahmad Fahlevi" ucap Ve
"Haah...dia kan anak orang paling kaya di indonesia" ucap Ratna terkejut mendengar namanya
"Saya tau dia kaya, tapi gak terkenal sepertinya" ucap Ve
"Ve, kamu jangan terlalu polos dan jarang update informasi dong" ucap Ratna yang kemudian mengambil ponselnya lalu mencari tentang Ahmad
Setelah mendapatkan artikelnya, Ratna pun memberikan ke Ve." Ini artikel tentang Ahmad yang kamu ceritakan" ucap Ratna
Ve pun melihat dan membaca artikelnya, setelah Ve membacanya, Ve terkejut dan merasa tak percaya bahwa dia menikahi orang terkenal dan terkaya. Ve pun lalu mengembalikan ponsel Ratna.
"Gimana?, Percaya gak sama saya?" ucap Ratna
"Iya, saya percaya, tapi kenapa dia gak pernah bilang sama saya" ucap Ve
"Mungkin dia gak mau kamu menolaknya atau ada hal yang dia sembunyikan" ucap Ratna
"Maksudnya yang di sembunyikan?" tanya Ve
"Orang kaya itu pikirannya tentang uang mulu, kamu mesti hati-hati takutnya ini hanya pura-pura" ucap Ratna
"Tidak mungkin, Ahmad orang baik, tidak mungkin berbuat seperti itu" ucap Ve
"Terserah kamu mau percaya atau tidak" ucap Ratna
Bersambung
__ADS_1