
Inayah cuti melahirkan, ia tidak mengetahui perkembangan rumah sakit. Dirinya mendapatkan paket dari dokter Lita, salah satu sahabatnya waktu ia kuliah S1. Lita mengirimkan pakaian untuk si kembar, sekaligus ada surat darinya untuk berpamitan. Inayah menghela nafasnya ketika membaca surat dari Lita. Ia menyayangkan keputusan Lita tersebut, tapi ia juga tahu bagaimana rasanya laki-laki yang dicintai malah mencintai wanita lain. Lita tidak membenci Inayah karena Azril sangat mencintai Inayah.
Inayah bertanya dengan Syifa, kemana Lita pergi. Tapi sayangnya ketika Lita pergi, ia tidak memberitahukan kemana ia akan pergi. Inayah mencoba mengirim whatsapp dan menelepon, tapi nomor Lita sudah tidak aktif. Sahabat baik Inayah kini telah hilang entah kemana.
"Dari siapa Mah kadonya?" tanya Ramzi.
"Dari dokter Lita Ayah," jawab Inayah.
"Nggak kemari aja, sekalian lihat twins boys," ucap Ramzi.
"Dia resign dari rumah sakit, karena cinta," ucap Inayah.
"Memang dokter Lita cinta sama siapa? kamu kenal Mah?" tanya Ramzi penasaran.
"Sama Azril," jawab Inayah.
"Bikin susah orang aja tuh Azril, kelewatan banget sama perempuan." Ramzi sangat gemas mendengar nama Azril. Seperti mau jotos wajah Azril sampai babak belur. Laki-laki yang ingin merusak rumah tangganya, Ramzi mengingat Azril seperti itu.
Inayah menatap wajah Ramzi yang sedang menggerutu tentang Azril dan meninggalkan begitu saja dengan membawa kado dan menuju box bayi si kembar. Anak Inayah dan Ramzi bernama Haidar dan Haidir. Haidar mempunyai arti anak laki-laki yang tampan, sedangkan Haidir mempunyai arti anak laki-laki yang pemberani.
"Sayang...kok tinggalin aku sih." Ramzi mengejar Inayah tapi Emi memegang kaki Ramzi. Ia ingin di gendong oleh Ramzi.
Inayah memandang anaknya Haidir dan Haidar mereka sangat menggemaskan. Teringat yang membantu persalinan mereka adalah dokter Lita, sahabatnya Inayah. Inayah merasa kehilangan setelah Lita resign dari rumah sakit Cirebon.
Dedd dedd
Handphone Inayah bergetar, ia melihat layar handphone tertera ada nama dr. Dina, teman Inayah yang seorang dokter ketika ia belajar di Jepang.
Dina \=["Assalamu'alaikum Inayah, kamu apa kabar? kamu masih di Jepang atau di Indonesia sekarang."]
Inayah \=["Waalaikumsalam, aku baik-baik saja. Kamu bagaimana? aku sudah di Indonesia. Tepatnya di Cirebon."]
Dina \=["Anakmu bagaimana? sehat?"]
Inayah \=["Anak aku yang mana nih? anak aku sudah 3 π ."]
Dina \=[" π±π± 3? "]
Inayah \=["Anak pertama aku sehat, namanya Emi. Anak aku yang ke 2 dan ke 3 kembar baru 1 bulan usianya, nama mereka Haidar dan Haidir."]
Dina \=["Memang suami kamu..."]
Inayah \=["Aku dan suami sudah bersatu kembali, ketika bencana si Jepang itu. Suami aku menyusul aku dan menemaniku selama 1 tahun di sana."]
__ADS_1
Dina \=["Kapan-kapan aku ke tempatku deh."]
Inayah \=["Boleh, untukmu pintu rumahku selalu terbuka."]
Dina \=["Yah sudah, lain kali kita lanjutkan obrolan kita. Pasienku sudah mulai berdatangan. Assalamu'alaikum."]
Inayah \=["Waalaikumsalam."]
Setelah berbalas pesan Whatsapp dengan Dina, Inayah keluar kamar kembali. Ia melihat Ramzi sedang membuat Emi tidur. setelah 5 menit Inayah menunggu, Emi tertidur juga. Inayah menyuruh Ramzi untuk meletakkan Emi di atas Ranjang.
Inayah mendekatkan dirinya kepada Ramzi lalu ia duduk di samping Ramzi. Inayah mendadak membuka kancing koko Ramzi.
"Sayang, ini di taman, bukan di kamar. Kamu mau ngapai?" tanya Ramzi.
Inayah menatap mata Ramzi dengan lekat, dan tersenyum nakal. Inayah terus membuka kancing baju koko Ramzi. Setelah terlepas semua, Inayah mengangkat kaos dalam Ramzi. Ummi tidak sengaja datang dan melihat adegan buka-bukaan.
"Astagfirullah, kalian kalau mau buka-bukaan di kamar," protes ummi.
Inayah melihat ummi sedang menutup matanya. Inayah malah tertawa kecil.
"Ummi dan Mas Ramzi pikirannya sama. Inayah nggak ngapa-ngapain Ummi. Inayah hanya ingin periksa jahitan di dada Mas Ramzi. Karena Inayah belum sempat cek Mas Ramzi. 'Kan yang operasi dada Mas Ramzi adalah Ina." Inayah masih tertawa melihat ummi dan putranya mempunyai pemikiran yang sama. Jangan-jangan yang baca novel ini juga sama pemikirannya.
Ramzi mencubit hidung Inayah yang mancung, Inayah prank Ramzi. Karena sejak kemarin Ramzi ingin bermesrahan dengan Inayah tapi gagal terus, karena anak-anak mereka menangis.
"Sudah bagus Mas, hasil jahitannya. Tapi bekas jahitan akan terlihat yah. Coba kemarin pas penjahitan akhir aku jahit bentuk hati yah. Jadi bekas jahitnya akan berbentuk hati." Inayah tertawa kecil dengan ucapannya itu.
"Dokter sableng ini, dokter yang operasi Gus gendeng loh," ucap Inayah.
Ummi menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Ramzi dan Inayah. Ummi meninggalkan mereka daripada melihat kemesrahan putra dan menantunya itu.
"Ummi mau kemana?" tanya Inayah.
"Mau masak, kamu teruskan saja bermesrahannya," teriak ummi.
"Ummi aku bantu," ucap Inayah yang sudah tidak terdengar lagi dengan ummi.
Ketika Inayah berdiri dan ingin melangkahkan kakinya untuk menuju dapur, tangan Inayah di tarik dan Ramzi mengarahkannya untuk duduk di sampingnya.
"Sebentar sayang, aku melihat di matamu ada sesuatu," ucap Ramzi.
"Gak ada kok Mas, jangan ngadi-ngadi deh," protes Inayah.
"Beneran ada sayang, itu..." Ramzi menunjuk telunjuknya ke arah mata Inayah.
"Ada apa memangnya di mata aku?" tanya Inayah.
__ADS_1
"Di mata kamu ada cinta buat aku," ucap Ramzi.
Inayah tersenyum, suaminya itu masih saja buat gombalan untuk dirinya. Gombalan yang Inayah rindukan ketika Ramzi dalam keadaan koma. Tapi kini gombalan dari Ramzi ia dapatkan kembali. Rasanya seperti mimpi Ramzi sedang ada di sampingnya dengan membawakan gombalan cinta.
"Sayang, kamu tahu nggak kenapa Allah menciptakan jari tangan kita ada 5?" tanya Inayah.
"Memang Allah maunya gitu sayang, kalau satu bagaimana bisa menulis dan mencubit hidung kamu," jawab Ramzi.
"Salah Mas jawabannya. Masa nggak tahu sih?" tanya Inayah.
"Memangnya apa?" tanya Ramzi.
"Agar aku bisa genggam tanganmu dan menyelipkan jemariku di antara jemarimu," jawab Inayah.
Ahh memang dokter sableng dan Gus gendeng, raja dan ratu gombal. Sebulan yang lalu menangis histeris, sekarang mereka saling melempar gombalan. Untuk keluarga yang harmonis memang memuji pasangan itu sangat penting. Agar tetap merasakan kehangatan cinta walaupun pernikahan sudah berjalan lama dan umur semakin tua. Tapi untuk cinta nggak ada yang lama dan nggak ada yang tua asalkan cinta itu di jaga dan di rawat.
Cinta juga pasti ada cobaannya, dengan apa kita perkokoh cinta itu. Tentunya dengan doa yang utama dan dengan memberi kasih sayang kepada pasangan. Inayah dan Ramzi sering melontarkan kata-kata cinta, karena bagi Ramzi dan Inayah cinta mereka itu seperti perputaran. Perputaran cinta dengan dia lagi, dia lagi, dia lagi yang tiada batas.
Bersambung
ββRamaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yahππππ
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta
Salah lamar
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
__ADS_1
Love dari author sekebon karet β€π