
Hasan dengan setia menunggui Emi di ruang rawat inap. Emi pun tidak mau jika Hasan meninggalkannya. Pengantin baru, inginnya selalu dekat dan menggenggam tangannya. Ketika Inayah masuk ke ruang rawat Emi, ia tersenyum melihat Hasan menggenggam tangan Emi sambil tertidur padahal ada sofa untuk Hasan tidur. Tapi Hasan malah memilih meletakkan kepalanya di pinggir ranjang Emi. Tak lama Bilah pun datang melihat punggung Inayah. Bilah menyentuh pundak Inayah.
"Anak kita mesrah banget yah," bisik Inayah.
Bilah hanya menganggukan kepalanya, tidak bersuara dan mengajak Inayah untuk duduk di sofa.
"Aku masak, kamu belum makan kan." Bilah memberikan masakannya kepada Inayah. Inayah menerima pemberian Bilah.
"Emi baik-baik aja kan? Nggak ada yang serius akan lukanya?" tanya Bilah.
"Aku masih menunggu perkembangannya. Semoga sakit kepalanya itu hanya efek dari operasi bukan saraf di otaknya." Inayah berkata jujur dengan Bilah.
Emi terbangun, ia menggerakan jemarinya sehingga Hasanpun terbangun.
"Kamu haus?" tanya Hasan.
"Aku tidak haus, maaf yah aku bangunin kamu," ucap Emi.
"Nggak apa-apa sayang." Hasan membelai pipi Emi. Mereka tak sadar kedua mamah mereka sedang menonton kemesrahan Emi dan Hasan.
"Mas, maafkan aku yah. Kamu pasti lelah menunggu aku disini," ucap Emi.
"Siapa bilang, aku senang kok karena yang aku tunggui istriku tercinta. Kamu jangan ngomong aneh-aneh, aku nggak lelah untuk menunggu kamu." Emi mengambil tangan Hasan, ia mencium punggung tangan Hasan.
"Terima kasih Mas untuk segalanya," ucap Emi.
"Aku yang berterima kasih kepada. Dari sekian banyak laki-laki kamu memilih aku. Aku pria yang sangat bersyukur mendapatkan istri yang sangat cantik. Ning Emi kembang desa cirebon." Hasan mencubit kecil hidung Emi yang mancung.
"Pasti kamu juga banyak yang naksir yah Gus Hasan. Wajahmu mix seperti itu, tampan suamiku. Nanti anak kita wajahnya bagaimana yah. Gen nya kuatkan kamu atau aku?" tanya Emi. Hasan yang mendengar Emi membicarakan anak harus menunda malam pertamanya karena Emi sedang sakit. Bisa 3 atau 4 bulan untuk sembuh tangannya. Hasan berdiam, Emi mengerti karena ia salah ngomong.
"Maafkan aku belum bisa memberikan hakmu Mas. Padahal waktu itu aku sudah di...." Emi tidak bisa melanjutkan perkataannya karena Hasan langsung mencium singkat bibir Emi.
"Jangan ingat itu lagi yah karena akan membuat kamu sakit hati," ucap Hasan.
"Ehem." Suara dehem Bilah. Hasan dan Emi baru sadar bahwa mamah mereka melihat dan mendengar apa yang mereka lakukan. Wajah Emi memerah karena sangat malu.
"Sejak kapan Mamah duduk di sofa?" tanya Hasan.
"Sejak kamu tertidur sambil menggenggam tangan Emi sampai kamu mencium Emi." Bilah meledek Hasan.
__ADS_1
"Ih Mamah, ketahuan pengantin baru. Ngertiin dong Mah," protes Hasan.
"Bilah, anakmu protes tuh. Kita keluar aja yuk biar mereka bisa lanjut bermesrahannya." Inayah berdiri dan menarik tangan Bilah.
"Hasan, Mamah masak, suapin Emi yah. Mamah dan Mamah Ina keluar dulu. Satu lagi Hasan, tutup gordennya jika mau bermesrahan seperti kemarin." Bilah menyengir dan langsung keluar dari ruang rawat inap Emi.
"Astagfirullah, Mas main nyosor aja sih...aku malu di lihat Mamah," protes Emi. Kulitnya yang sangat putih memperlihatkan wajah yang memerah karena rasa malu.
"Kata Mamah di suruh tutup gordennya." Hasan tersenyum agar Emi tambah malu lagi. Karena wajah Emi menurut Hasan sangat gemas jika ia malu.
Hasan mengambil makanan yang sudah dibawakan Bilah kemudian ia menutup gordennya.
"Sarapan dulu yah." Hasan menyuapi Emi, Bilah tahu Emi tidak suka dengan masakan dari rumah sakit. Bilah masak spesial untuk mantunya tersebut.
***
Hasan sedang tidak ada di ruang rawat inap Emi. Emi dijaga oleh Bilah dan juga Inayah. Hasan keluar karena Emi meminta buah kepadanya. Hasan pun langsung membeli buah apa yang Emi mau. Di parkiran dia bertemu dengan Kenzo dan Dina, Kenzo melihat Hasan sangatlah tidak bersahabat. Hasan mencoba tetap sopan kepada Kenzo dan Dina karena Dina merupakan sahabat dari mamanya.
"Tante Dina, Abang Kenzo, mau jenguk Emi ya? Emi Alhamdulillah tiga hari yang lalu sudah sadar, dia ada di ruang VVIP," sapa Hasan sangat sopan.
"Kamu mau ke mana Hasan?" tanya Dina.
"Aku mau beli buah tante, Emi ingin makan buah. Di dalam ada Mamah dan Mamah Ina untuk menjaga Emi." Tanpa firasat apapun Kenzo langsung memukul wajah Hasan dengan membabi buta. Dina berusaha untuk melerainya. Tapi dia justru disikut oleh Kenzo, Dina terjatuh. Kenzo bagaikan gelap mata terus memukul Hasan.
"Hasan kenapa kamu tidak membalasnya?" Heelwa menegur Hasan.
Hasan memegang wajahnya yang tampak babak belur. "Kak percuma aku lawan, malah nanti akan menambah permusuhan." Hasan membantu Dina untuk berdiri. Kenzo baru sadar bahwa ia telah menyikut mamahnya sehingga mamahnya terjatuh.
"Mamah kecewa dengan kamu Kenzo, jodoh itu bukan kamu yang ngatur tapi Allah yang ngatur.Hasan sudah berjodoh dengan Emi, kenapa kamu tidak menerima itu? Itu merupakan takdir Allah." Dina sangat marah dengan Kenzo.
"Mah aku sangat mencintai Emi Mah, aku bisa menjaganya Mah," ucap Kenzo lirih.
"Kamu bisa menjaganya, tapi kamu tidak bisa mengambil hatinya. Emi sudah memilih Hasan," ucap Dina.
"Bang maafkan aku. Aku tidak mau menambah permusuhan yang jelas kini Emi sudah menjadi istriku. Siapapun yang menyentuh Emi itu akan berhadapan denganku. Abang jangan mencintai istri orang Bang, masih banyak wanita yang lain di luar sana. Aku ingatkan sekali lagi, Emi adalah istriku," ucap Hasan menatap Kenzo dengan tatapan yang tajam. Heelwa pun kesel dengan tingkah laku Kenzo. Heelwa langsung memberi obat kepada adiknya kebetulan di dalam mobilnya ada P3K sehingga ia langsung memberikan pertolongan pertama.
"Hasan, Tante minta maaf atas kelakuan dari Kenzo, barangkali nanti Tante datang lagi ke sini. Tante permisi dulu ya tidak jadi untuk menjenguk Emi, nanti Tante video call aja dengan mamah mertuamu," ucap Dina.
"Iya Tante, terima kasih ya," ucap Hasan.
__ADS_1
"Kenzo kamu masih mau di sini? Mamah akan balik ke hotel sendiri." Kenzo melihat lengan mamahnya mengeluarkan darah. Ia sangat menyesal telah melakukan hal itu kepada Mamahnya. Kenxo minta maaf kepada mamanya. Akhirnya Kenzo dan Dina tidak jadi menjenguk Emi.
"Aduh, pasti Emi akan terkejut melihat wajah kamu ini Hasan."Heelwa memberikan obat di wajah Hasan.
"Istriku cantik banget yah Kak, banyak banget laki-laki yang patah hati termasuk Kenzo jodoh Kak Heelwa itu." Heelwa menekan kasa ketika memberikan obat kepada Hasan, sehingga Hasan meringis kesakitan. "Sakit Kak," keluh Hasan. "Makanya kalau ngomong di kaga," kesal Heelwa.
Bersambung
✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan saya khususnya dan di diri yang membaca. Aamiin 💞
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)
Salah lamar
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
Dicampakkan suami setelah melahirkan
__ADS_1
Love dari author sekebon karet ❤💞