Salah Lamar

Salah Lamar
Dunia seperti selebar daun kelor


__ADS_3

Ahsan memberhentikan mobilnya di sebuah hotel bintang 5. Ia menggendong Emi yang tidak sadarkan diri. Sempat ditanya oleh resepsionis tapi Ahsan menjawab bahwa yang di gendong itu istrinya yang sedang sakit. Ahsan membawa Emi ke kamar yang sudah ia pesan. Emi diletakkan di atas ranjang.


"Cantik sekali kamu Emi, hari ini kamu akan menjadi seutuhnya wanitaku." Ahsan membelai pipi Emi yang sangat putih. Ia tersenyum dan mendekati wajahnya ke wajah Emi. Ahsan mencium pipi Emi. Ia melepas jilbab yang Emi kenakan, kini Ahsan melihat rambut Emi yang panjang hitam terurai.


"Wow kamu merawat diri kamu sekali sayang," gumam Ahsan.


Dia menciumi leher Emi, sambil tangannya membuka kancing baju Emi. Ahsan membuka bajunya sendiri dengan cepat, ia tak sabar untuk menyentuh tubuh Emi setiap inci nya. Ahsan mendekatkan wajahnya ke wajah Emi, ia melihat bibir Emi yang tipis. Ahsan ingin segera mencium bibir Emi tapi ketika 1 cm bibirnya menyentuh bibir Emi, pintu kamar terbuka Hasan langsung masuk.


"Astagfirullah, dasar lelaki bajingan." Ahsan langsung memukul wajah Ahsan.


"Siapa lu, mengganggu gua. Hotel ini payah, kenapa pintu hotel bisa terbuka dengan mudah. Pelayan...." teriak Ahsan.


"Kalian jangan masuk, sebelum saya yang menyuruh kalian untuk masuk." Hasan menahan pelayan hotel untuk masuk ke dalam kamar, karena melihat kondisi Emi yang sudah tidak menggunakan jilbab dan pakaian atas sudah terbuka.


"Kalian kenapa diam saja, cepat usir laki-laki ini! Aku ini tamu hotel ini, aku raja. Akan aku tuntut hotel ini." Ahsan bertolak pinggang, keadaan Ahsan sudah tidak menggunakan baju atasannya.


"Kamu akan saya laporkan polisi, karena ingin melecehkan Emi," ucap Hasan.


"Dia itu istri saya, apanya yang dilecehkan. Aku bisa menyentuhnya dengan bebas," teriak Ahsan.


Hasan marah, ia langsung menghajar Ahsan.


BUGH BUGH


Perkelahian diantara merekapun terjadi, tapi Hasan dengan mudah melumpuhkan Ahsan. Hasan tinggal di pesantren tak lepas dengan bela diri pancak silat.


"Tolong lemparkan tali," perintah Hasan.


Hasan pun mengikat tangan Ahsan.


Back on


Hasan mengikuti mobil Ahsan sampai ke hotel, Hasan terkejut pilihan hotel Ahsan adalah milik keluarganya. Hasan meminta resepsionis untuk mengatakan di mana Ahsan memesan kamarnya. Tapi pihak resepsionis menolak permintaan Hasan karena data dari customer tidak boleh di bocoran. Hasan sudah berkata bahwa dirinya anak ke dua dari pemilih hotel ini. Resepsionis tidak percaya dengan hal itu lalu Hasan langsung menelepon Mamahnya.


Hasan \=["Assalamu'alaikum Mah, Mah aku ada di hotel X, teman aku di bawa lelaki ke hotel ini dalam keadaan pingsan. Sepertinya dia mau berbuat jahat. Tolong Mah katakan kepada resepsionis bahwa aku anak Mamah dan suruh mereka memberitahu aku di mana kamar teman aku di bawa."]


Bilah \=["Waalaikumsalam, Hasan arahkan video call ke resepsionis."]


Hasan mengarahkan video call Mamahnya ke reseptionis.


Bilah \=["Kamu kenal saya kan, yang datang itu putra saya. Antarkan putra saya ke kamar yang ia mau."]


Resepsionis\=["Baik Bu Bilah."]


Reseptionis itu mulai ketakutan, ia bergegas untuk mengambil kunci cadangan. Para satpam pun ikut dengan Hasan.


Heelwa \=["Hasan siapa teman kamu itu?"]


Hasan \=["Emi Kak, sudah yah Kak aku takut telat selamatkan Emi."]


***

__ADS_1


"Emi siapa Heelwa?" tanya Bilah.


"Perempuan yang mau Hasan khitbah Mah," jawab Heelwa.


"Jangan bercanda kamu Kak," ucap Bilah.


"Siapa yang mau bercanda sih Mah, aku pernah melihat Emi. Cantik Mah, dari sorotan mata mereka ada ketertarikan dari mereka masing-masing," ucap Heelwa.


"Kamu di langkah adikmu nggak apa-apa? Atau mau Mamah carikan," ucap Bilah.


"Jangan bilang kalau Mamah mau jodohkan aku dengan Kenzo. Aku nggak mau, aku mau cari sendiri," ucap Heelwa.


Bilah langsung menggandeng Heelwa untuk ikut bersamanya. Bagas, suami Bilah melihat anak dan istrinya. Ia bertanya ingin kemana mereka.


"Mau kemana kalian?" tanya Bagas.


"Ayah ikut yuk, lihat calon mantu Ayah." Bilah pun langsung menarik lengan suaminya. Mereka masuk ke dalam mobil, Bilah menyuruh agar suaminya berjalan sedikit cepat.


Back off


Hasan sudah meringkus Ahsan, Ahsan sudah tidak bisa bergerak lagi karena tangan dan kakinya sudah di ikat oleh Hasan. Hasan meminta CCTV, untuk bukti menjebloskan Ahsan ke penjara. Hasan kebingungan, karena Emi masih di dalam. Ia tidak mungkin masuk merapihkan pakaian Emi yang sudah terbuka bagian atasnya. Tak lama keluarganya datang, Hasan bernapas lega dan bisa menyuruh kakak dan mamahnya untuk mengurus Emi di dalam kamar hotel. Heelwa dan Bilah pun ke dalam hotel, mereka terkejut dengan keadaan Emi yang kancing bajunya sudah terbuka. Heelwa langsung mengancingkan pakaian Emi dan memakaikan jilbab instan yang kebetulan di bawa Emi.


"Mah, kita bawa ke rumah aja kali yah," ucap Heelwa.


"Hasan..." Bilah memanggil Hasan agar masuk ke kamar hotel. Hasan pun masuk.


"Iya Mah," ucap Hasan.


"Mah masa aku yang gendong, bukan mahram Mah. Dosa..." ucap Hasan.


"Masa Mamah dan Kakakmu yang gendong." ucap Bilah.


Hasan di paksa untuk menggendong Emi, akhirnya Hasan pun setuju.


'Ya Allah maafkan atas dosaku,' ucap batin Hasan.


Hasan menatap wajah Emi, ia sedih karena datang tidak lebih cepat. Seandainya ia bisa datang lebih cepat maka Emi tak akan mengalami hal ini. Emi di masukkan ke dalam mobil bagian jok belakang, kepala Emi di letakkan di paha Heelwa. Hasan menaiki mobilnya mengikuti mobil kedua orang tuanya.


Emi di letakkan dia atas ranjang kamar tamu. Bilah memperhatikan wajah Emi.


"Wajahnya seperti familier deh, sama siapa yah." Bilah mencoba mengingat-ingat.


Handphone Emi berbunyi, Heelwa langsung memberikan handphone Emi kepada Bilah.


"Mamah Emi yang menelepon sepertinya. Mamah yang angkat, bilangin kondisi Emi sekarang," ucap Heelwa.


Bilah mengangkat telepon Emi. Dia sangat terkejut ketika mengangkat telepon dari Emi.


Bilah \=["Assalamu'alaikum, kamu Inayah? Benarkah ini Inayah teman Dina?"]


Inayah \=["Wa'alaikumsalam, kamu Bilah? kok telepon putriku ada dengan kamu?"]

__ADS_1


Bilah \=["Emi beneran putri kamu Inayah? Masya Allah dunia ini sangat sempit sekali ternyata."]


Bilah menceritakan apa yang terjadi dengan Emi, Inayah langsung syok mendengar cerita dari Bilah. Inayah langsung pergi ke Jakarta untuk bertemu dengan putrinya.


Bilah tak menyangka bahwa Emi itu merupakan anak Inayah yang pernah bertemu dengan Heelwa. Heelwa pun sangat terkejut, bahwa teman semasa kecilnya itu merupakan teman Hasan.


Inayah di Cirebon sangat panik karena mendengar cerita dari Bilah, ia langsung menarik tangan Ramzi dan mengajak untuk segera ke Jakarta. Inayah langsung menelepon rumah sakit untuk meminta izin agar satu minggu ini dia tidak masuk untuk praktik. Ramzi bertanya kepada Inayah, apa yang sebenarnya terjadi?


"Ada apa sih sayang? Kenapa tiba-tiba ke Jakarta?" tanya Ramzi


"Mas, ayo cepat. Emi dilecehkan oleh laki-laki Mas," ucap Inayah dengan wajah panik.


"Apa?" Ramzi terkejut dan ia juga bergegas untuk menyiapkan diri mereka ke Jakarta.


Bersambung


✍✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan saya khususnya dan di diri yang membaca. Aamiin 💞


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)




Salah lamar




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)




Dicampakkan suami setelah melahirkan




Love dari author sekebon karet ❤💞

__ADS_1


__ADS_2