Salah Lamar

Salah Lamar
Ceraikan Emi


__ADS_3

"Aku ndak habis pikir loh, Kenzo seperti itu," ucap Emi kepada Hasan.


"Karena wajah kamu itu mengikat para laki-laki," ujar Hasan.


"Bukan salahku Mas, mempunyai wajah seperti ini. Aku keturunan dari Mamahku dan Ayahku. Mamahku cantik waktu muda, tapi sekarang juga masih cantik. Mamahku juga dulu banyak yang ngejar dia, tapi Ayahku yang mendapatkan hati Mamahku," ucap Emi.


"Aku lebih beruntung lagi dari ayahmu mendapatkan cintamu," ucap Hasan.


"Mas aku boleh minta tolong nggak sama kamu? Tolong yang masuk membesuk di sini hanya keluarga kita aja Mas. Aku nggak mau dibesuk oleh selain keluarga kita," pinta Emi.


"Nanti aku bilang kepada pihak ke rumah sakit agar jangan ada yang masuk ke ruang rawat inap kamu selain keluarga," ucap Hasan.


"Terima kasih Mas, kepalaku masih pusing sekali, apalagi banyak orang yang ke ruangan ini." Emi memegang kepalanya, Hasan menghampiri Emi dan mengelus-elus kepala Emi.


Heelwa masuk ke ruangan Emi. Karena Bilah menyuruh Heelwa untuk membawakan makanan kepada Hasan dan Emi. Heelwa masuk ke ruang rawat inap Bilah.


"Assalamualaikum, Emi, Hasan. Ini Mamah masak tadi buat kalian," ucap Heelwa. Heelwa hanya menatap adik dan adik iparnya lalu ia duduk dan membuka laptopnya.


"Kakak bawa kerjaan ke Cirebon? Kan bisa di urus sama bawahan Kakak," tegur Hasan.


"Hasan kamu pikir jadi CEO itu mudah? Seorang pemimpin yang harus melihat kesejahteraan dari karyawannya. Ini aku lagi cek keuangan. Satu tahun ini keuangan merosot, perusahaan merugi sepertinya ada yang korupsi dari dalam perusahaan. Kalau bangkrut kasian para karyawan yang bersih," ucap Heelwa.


Hasan menghampiri Heelwa yang sedang mengotak-atik laptopnya. Heelwa sedang mengecek laporan keuangan. Yampak raut wajah Heelwa sangat serius dan keningnya mengkerut dan berdetak kesal.


"Parah banget apa Kak?" Hasan penasaran, ia mulai melihat isi laptop Heelwa.


"Banget Hasan. Perusahaan kita itu rugi 5 triliun." Emi yang mendengar ucapan Heelwa membolakan matanya. Ia berpikir sekaya apa keluarga Hasan?


"Kakak nggak bisa bertindak sendiri nih Hasan, Kakak perlu bantuan kamu," pinta Heelwa.


"Aduh Kak, aku paling males Kak untuk urusan perusahaan," ucap Hasan.


"Ya Allah Hasan, kalau perusahaan ini bangkrut 1.000 karyawan lebuh akan di rumah kan. Kamu tega banget. Kamu itu keturunan Mamah juga, aku nggak mungkin bilang Mamah jika perusahaan lagi goyang. Mamah sudah tua, Eyang jantungan. Aku takut kesehatan mereka terganggu kalau ini bisa terdengar oleh mereka." Hasan berpikir, dia sebenarnya tidak mau bekerja di bidang bisnis karena ia sedang mengembangkan bisnis bengkelnya.


"Aku pikir-pikir dulu deh Kak," ucap Hasan.


"Masya Allah Hasan, buat kesejahteraan orang banyak kok kamu mikir-mikir. Kamu itu lulusan oesantren bukan sih? Keturunan kiai bukan sih? Nggak punya hati kamu yah." Heelwa marah kepada Hasan.


"loh kok Kak bawa-bawa latar belakang keluarga sih Kak," protes Hasan.


"Emi tolong tuh kasih tahu suamimu. Suamimu itu batu kalau dikasih tahu. Dia selalu ngeyel, nggak kasihan sama Mamah," ucap Heelwa.


"Kak jangan bawa-bawa istriku deh istriku masih sakit Kak. Banti kepalanya lebih sakit lagi," protes Hasan.


"Jangankan istrimu yang kepalanya sakit baru dioperasi. Aku yang nggak dioperasi kepalaku ini sakit, pusing, mikirin basib para karyawan. Kamu nggak ada paham-paham. Yah sudah kalau nggak mau bantu kakak jangan deket-deket kakak." Heelwa matanya terus saja menatap laptop. Hasan duduk di tepi ranjang Emi.


"Mas kasihan mas Kak Heelwa, bantu Kakak Mas. Mas mau jika Kak helwa itu mengungkapkan korupsi lalu kak Heelwa dijahatin sama para korupsi? Mas Hasan tega? Kak Heelwa perempuan loh Mas, seharusnya yang jagain itu kamu adiknya yang laki-laki," ucap Emi.

__ADS_1


Hasan berpikir apa yang diucapkan Emi itu memang benar. Ia pun tak mau jika kakaknya terjadi apa-apa. Kakaknya itu masih single, cantik, kaya pasti banyak orang yang ingin mengincar dia. Apalagi jika ia mengungkapkan kasus korupsi di dalam perusahaan sendiri, pasti sangat berbahaya untuk Heelwa.


"Kamu siap jika aku terjun ke bisnisnya Mamah? Nanti waktu aku akan tersita di bisnis." Emi menggenggam tangan Hasan. "Ndak apa-apa Mas, 'kan kalau pulang kamu pasti ke aku, ndak mungkin ke wanita yang lain kan. Kalau ke wanita yang lain aku akan marah besar," ucap Emi


"Ya nggaklah sayang, kamu ngomong apa sih. Ngaco deh." Hasan mencubit hidung Emi kembali.


Hasan pun menyetujui ajakan Heelwa untuk terjun langsung ke perusahaan mamahnya.


"Lalu aku harus bagaimana Kak?" tanya Hasan.


"Kamu kan tidak dikenal oleh orang-orang perusahaan, bahwa kamu anaknya Mamah. Maka kamu harus menyamar, kamu menjadi pegawai biasa, sambil selidiki perusahaan. Kemungkinan dari bawah sampai atasan itu terkena dari kasus korupsi ini," ucap Heelwa. dan Hasan menganggukkan kepalanya. Ia paham harus menyamar sebagai pegawai biasa.


Setelah percakapan selesai dengan Heelwa. Heelwa pun merasa lega karena Hasan ingin membantu dirinya dan ia berpamitan untuk kembali ke hotel.


"Mas nanti di kantor kamu jangan keganjinan ya," wanti-wanti Emi.


"Kamu yang paling cantik sayang, istriku, aku tidak akan kepincut oleh wanita lain," janji Hasan.


"Wajahmu tampan Mas, pasti banyak cewek-cewek yang menatap wajahmu di kantor, seksi-seksi pakaiannya," ucap Emi.


"Ah mereka mah kalah sama kamu, bagi aku kamu yang paling seksi." Emi tersipu malu karena Hasan sangat ngegombal disentuh pun belum oleh Hasan.


Hasan menyuapi Emi makanan yang sudah dimasak oleh mamahnya. Emi memang sangat suka masakan Bilah, masakannya satu level dengan Inayah. tapi bedanya masakan Bilah itu lebih ke barat-baratan, Arab, Turki sedangkan Inayah masakan tradisional membuat lidah Emi berwarna antara masakan tradisional dan Barat.


"Sayang, kepalaku terasa berat deh," keluh Hasan.


"Kamu sakit Mas?" Emi tampak cemas.


"Ah Mas Hasan, aku pikir beneran ternyata gombal." Emi memukul dada Hasan.


***


Hasan sedang mengendarai mobilnya karena ia ingin membeli soto gentong, Emi meminta kepadanya untuk membelikan soto gentong. Dari kaca spion Hasan melihat ada mobil yang mengikutinya. Hasan menambah kecepan laju mobilnya. Mobil yang di belakang juga mempercepat laju mobilnya. Hasan berdecak kesal, ia meminggirkan mobilnya dan turun dari mobil.


Tab Tab


Suara langkah kaki menghampiri Hasan.


"Bang, aku sudah jenuh sama tingkah lakumu. Apa maunya Bang Kenzo?"


"Aku maunya cerai kan Emi!"


"Apa Bang Kenzo? Jangan ngaco kamu Bang,"


"Cowo yang lembek sepertimu nggak pantas menjadi suami Emi." Hasan sudah mulai geram dengan Kenzo. Kaki Hasan sudah memasang kuda-kuda. Kenzo menyerang Hasan tapi Hasan bisa menghindari pukulan Kenzo. Hasan ingat perkataan Emi yang harus lawan jika Kenzo memukul kembali, maka Hasan langsung menendang punggung Kenzo.


BUGG

__ADS_1


Kenzo terjatuh.


"Ayo Bang Kenzo bangun, biar Bang Kenzo puas."


Kenzo berdiri dan kembali menyerang Hasan.


Sett Sett


BUGG Hasan memukul perut Kenzo sampai Kenzo terbatuk.


"Ingat Bang, Emi istriku sekarang. Kapan pun aku tidak akan menceraikannya. Tidak ada yang boleh menyentuh Emi ku!" teriak Hasan. Ia langsung bergegas untuk masuk ke mobil dan melanjutkan perjalanannya.


Reader selamat berpuasa yah.


Bersambung


✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan saya khususnya dan di diri yang membaca. Aamiin 💞


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)




Salah lamar




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)




Dicampakkan suami setelah melahirkan


__ADS_1



Love dari author sekebon karet ❤💞


__ADS_2