
Inayah tidak mau kursi rodanya di dorong oleh Ramzi. Karena kursi roda Inayah merupakan kursi roda mesin, tinggal klik kursi rodanya akan berjalan sendiri. Negara Jepang merupakan negara yang teknologinya canggih perlahan alat-alat doraemon yang ada di anime menjadi alat-alat yang bisa digunakan di dunia nyata.
salah satunya mecha maker
Dalam mecha maker dapat mencetak benda apa saja dalam bentuk 3 dimensi. Disebut dengan printer 3 dimensi atau 3D printer. Alat ini bisa mencetak benda apa saja yang dimasukkan melalui Computer Aided Design atau CAD.
Ramzi tahu Inayah sedang marah kepadanya. Inayah langsung masuk ke apartement tanpa menunggu Ramzi.
"Sayang sudah dong cemburunya," ucap Ramzi.
"Apa Mas, cemburu? siapa yang cemburu?" tanya Inayah.
"Kamulah yang cemburu, siapa lagi?" jawab Ramzi.
"Aku ndak cemburu, aku hanya ndak suka anakku dia yang pegang. Kenapa Mas menitipkan putriku kepada Mako, bilang terima kasih pula dengan dia," protes Inayah.
"Yah Allah sayang, aku kebelet. Mako itu temanku waktu kuliah dan ternyata teman sekelasmu juga yah," ucap Ramzi.
"Jangan menyebut nama dia di depan aku," Inayah mulai emosi dengan sorotan matanya yang tajam.
Ramzi belum pernah melihat kemarahan Inayah yang seperti ini. Dia biasanya sangat lembut untuk bertutur dan tidak pernah berbicara dengan nada tinggi kepada Ramzi.
Ramzi berpikir bahwa ada sesuatu yang terjadi antara Mako dan Inayah.
"Sebenarnya ada apa dengan kamu sayang? aku minta maaf kepadamu karena menitipkan Emi kepada temanku," ucap Ramzi dengan menatap Inayah dengan tatapan penuh khawatir.
"Dia selalu menghinaku di kelas. Aku tidak berbuat apa-apa dengan dia. Memangnya kenapa aku berjalan dengan kursi roda? memang ada yang salah karena kondisiku seperti ini. Kakiku boleh terluka tapi otakku masih berjalan dan hatiku masih bisa merasakan hinaan dari temanmu Mas," ucap Inayah.
"Benarkah Mako seperti itu? waktu di kampus Indonesia dia ramah," ucap Ramzi.
"Apa kamu lebih percaya temanmu daripada istrimu sendiri? baik aku paham Mas," ucap Inayah.
"Kamu paham apa sayang, aku mohon jangan salah paham," ucap Ramzi.
"Aku paham dia menyukai kamu maka ia bersikap manis kepadamu, kamu bisa menemuinya Mas silahkan. Sudah lama toh kamu ndak berjumpa dengannya. Silahkan reoni dengan dia. Sayang-sayangan juga ndak apa-apa. Aku ndak peduli," ucap Inayah, ia berjalan menuju kamar meninggalkan Ramzi.
Ramzi mengikuti Inayah dari belakang.
"Jangan ikuti aku Mas, aku mau sendiri dulu," pinta Inayah.
Ramzi menghela nafasnya, "Inayah benar-benar marah," gumam Ramzi.
Ramzi duduk di atas tikar tatami, dia menunggu Inayah di luar kamar, sampai ia tertidur di samping pintu. Ketika Inayah keluar dari kamar, ia melihat Ramzi yang sedang tertidur dalam keadaan duduk. Inayah membelai pipi Ramzi, membuat Ramzi terbangun.
"Sayang..." Ramzi meraih tangan Inayah dan menciumnya, "aku minta maaf yah, aku akan lebih memilih kamu daripada Mako. Bagiku kamu yang lebih berharga di hidupku, aku akan membuat dia tidak lagi menghinamu sayang. Aku akan berbicara dengan dia dan menceritakan istriku yang cantik ini sangat luar biasa dan wanita paling berharga di hidupku," ucap Ramzi.
"Maafkan aku Mas, aku sudah marah-marah sama kamu. Insha Allah aku akan bisa berjalan lagi dan tidak membuatmu malu jika berjalan denganku," ucap Inayah.
__ADS_1
"Aku tidak pernah malu jalan dengan kamu bersama-sama, karena kamu istri terhebatku," ucap Ramzi.
Ramzi membelai rambut Inayah dengan lembut.
"Terima kasih Mas," ucap Inayah.
Kring...kring...
Suara ponsel Inayah berdering, ia usap untuk membuka kunci layar dilihat tertera nama Delisha.
Inayah \= ["Assalamu'alaikum De."]
Delisha \=["Waalaikumsalam Mba, Mba Ina aku hamil."]
Inayah \=["Alhamdulilah...selamat De, kamu akan menjadi seorang ibu. Nanti ketika Mba pulang. Emi ada temannya."]
Delisha \= ["Kapan Mba kira-kira pulang?"]
Inayah \=["Kira- kira 6 bulan lagi De, pendidikan Mba selesai di Jepang sekitar 6 bulan lagi. Tapi..."]
Delisha \=["Tapi apa Mba?"]
Inayah \=["Tapi jika Mba dapat bea siswa lagi untuk S3 di Jepang yah pulangnya bisa tahun depan hehe."]
Delisha \=[" Ah Mba mah, ndak kangen apa dengan aku, abah, ummah?"]
Inayah \=["Yah aku kangen semua lah De, pertanyaan yang aneh."]
Inayah \=["Waalaikumsalam."]
"Kamu mau teruskan S3 di Jepang?" tanya Ramzi.
"Aku belum putuskan Mas, tadi profesor panggil aku. Beliau mengatakan bahwa aku mendapatkan bea siswa S3. Aku tidak bisa langsung menerima ataupun menolak, karena aku ingin berkomunikasi dulu olehmu. Jika Mas ridho yah aku lanjut dan jika Mas tidak meridhoi yah aku akan tolak," ucap Inayah.
"Profesor kamu berapa hari kasih kamu waktu untuk menjawab ini?" tanya Ramzi.
"1 minggu aku harus jawab Mas," jawab Inayah.
"Hmm coba kamu salat istikhoroh dulu yah, minta petunjuk oleh Allah," ucap Ramzi.
"Iya Mas, aku nurut aja sama kamu. Pokoknya keputusan akhir ada di tangan kamu, bagiku keluarga yang lebih terpenting daripada karir," ucap Inayah.
***
Ramzi mengantar Inayah ke Kyoto University tempat Inayah mengenyam pendidikan.
"Jangan kemana-mana, sebelum aku jemput kamu," ucap Ramzi.
Ramzi mengecup kening Inayah sebelum ia masuk ke kelas. Setelah mengantarkan Inayah, Ramzi bertemu dengan Mako di pintu luar universitas. Ramzi sambil menggendong Emi.
__ADS_1
"Mako..." panggil Ramzi.
Mako menoleh dan melihat Ramzi, senyum yang terlihat dari bibir Mako.
"Ramzi, kenapa kamu ke kampus ini? mencari aku?" tanya Mako.
"Lucu kamu Mako, masa mencari kamu sih. Aku antar istri aku ke kampus inilah," jawab Ramzi.
"Oh dia." ucap Mako dengan wajah yang malas membicarakan Inayah.
"Jangan hina istriku lagi yah, bagiku dia adalah wanita yang hebat. Tidak ada wanita yang lebih hebat dari istriku. Kakinya patah karena menyelamatkan putri kami ketika gempa bumi. Jangan hina fisiknya lagi, dia jauh lebih anggun daripadamu," ucap Ramzi.
"Ramzi, kenapa kamu tidak melihat aku dari kuliah dulu? aku menyukai kamu, tapi kamu sepertinya tidak tertarik dengan gadis manapun. Kenapa kamu tertarik dengan Inayah yang menurut aku biasa-biasa saja," ucap Mako.
"Kamu ini matanya dipakai di mana? Inayah secantik itu di bilang biasa-biasa saja. Jadi kamu pikir kamu lebih cantik dari Inayah. Kamu salah besar jika berpikir seperti itu. Inayah jauh lebih cantik daripadamu," ucap Ramzi.
"Kamu Ramzi...ucapanmu menyakiti hatiku," ucap Mako.
"Apakah kamu tidak berpikir bahwa kami telah menyakiti istriku dengan kata-kata yang kamu lontarkan. Ingat Mako jangan kamu hina istriku lagi,"ucap Ramzi.
Setelah mengatakan itu, Ramzi langsung meninggalkan Mako. Ramzi sangat puas telah membela Inayah.
"Tidak boleh ada satu orangpun yang boleh menghina istriku tercinta," gumam Ramzi.
Bersambung
✍Komentar di hari jumat mulai tanggal 23 desember, sabtu dan minggu ini untuk ketiga dari novel saya. ada GA dari saya.
✍Ramaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta
Retak Akad Cinta (50% kisah nyata 50% fiksi)
__ADS_1
Love dari author sekebon karet ❤