
"Emi...sayang." Inayah memanggil putrinya yang kini sudah beranjak besar. Emi sudah berumur 8 tahun, twins boys sudah berumur 6 tahun.
Emi tumbuh menjadi anak perempuan yang cantik, paras Inayah menurun ke wajah Emi. Kata orang-orang jelmaan Inayah kecil.
"Iya Mamah, sebentar Emi sudah siap kok." Emi berteriak ketika dia sedang memakai sepatu. Selesai memakai sepatu dia berlari.
"Salim dengan nenek dan kakek dulu," titah Inayah.
Emi pun mencium punggung ummi dan abi.
"Jangan nakal yah di Jakarta, gandeng tangan Mamah dan Ayah kalau lagi jalan." Ummi mencium pipi Emi dengan gemes dan mencium pipi Haidir dan Haidar.
"Ummi, abi kita berangkat dulu yah," ucap Ramzi.
Inayah dan Ramzi pun mencium punggung tangan ummi dan abi.
Emi duduk di jok depan, samping jok Ramzi. Kini jika berjalan bersama bukan Inayah lagi yang duduk di samping Ramzi tapi Emi. Karena Inayah akan duduk di jok belakang bersama Haidar dan Haidir. Ketika masih berdua jika sedang berjalan bersama, pasti Ramzi curi-curi ciuman. Kini ia tidak bisa lagi karena Inayah fokus dengan twins boys mereka.
"Mamah, kita ke rumah teman Mamah?" tanya Emi.
"Iya sayang teman Mamah, namanya tante Dina. Sudah 6 tahun gagal terus Mamah ketemuan dengan tante Dina. Ada aja halangan, alhamdulilah hari ini kita bisa berkunjung ke Jakarta. Ke rumah tante Dina," ucap Inayah.
"Dokter juga yah Mah, seperti Mamah?" tanya Emi.
"Iya sayang, tante Dina dokter kandungan," jawab Inayah.
"Sama seperti tante Lita yah?" tanya Emi.
"Iya benar sayang," jawab Inayah.
"Emi kenal dokter Lita? ketemu di mana? bukankah dia sudah ndak bekerja di rumah sakit Cirebon kembali?" tanya Ramzi.
"Di mall Mas, ndak sengaja ketemu. Cantik, aku sampai pangling Mas. Malah Lita yang panggil aku," jawab Inayah.
"Masih sendirian dokter Lita?" tanya Ramzi.
"Dokter Lita..." baru Inayah menjawab tapi ada yang menelepon Inayah.
Dina \=["Assalamualaikum."]
Inayah \=["Waalaikumsalam."]
Dina \=["Kamu sudah berangkat."]
Inayah \=["Iya ini aku udah OTW dengan keluargaku."]
Dina \=["Oke deh kalau sudah sampai, nanti info aja ke aku ya."]
Inayah \=["Baik Din Terima kasih ya, assalamu'alaikum."]
Dina \=["Wa'alaikumsalam."]
Inayah bersama keluarganya menuju kota Jakarta, perjalanan dari Cirebon ke kota Jakarta kira-kira 5 jam lamanya. Inayah berangkat pukul 09.00 pagi dari pesantren abi Afnan, ia memboyong semua anak-anaknya sekalian ingin berlibur ke kota Jakarta. Ini adalah pertama kali perjalanan keluarga mereka ke luar kota. Dalam perjalanan Haidir dan Haidar tertidur pulas di pangkuan Inayah. Inayah menjaga Haidir dan Haidar.
Setibanya di kota Jakarta, Inayah meminta Sherlock kepada Dina. Ramzi mengikuti Google Map untuk menuju rumah Dina. Rumah Dina masuk ke dalam sebuah Komplek elit, di mana penjagaan ketat. Ketika ingin masuk gerbang harus melapor ke satpam. Satpam menelepon Dina bahwa ada tamu yang ingin berkunjung ke rumahnya. Inayah bisa masuk setelah Dina memberi tahu bahwa yang datang adalah temannya, maka mobil Ramzi Mbak dipersilahkan masuk ke dalam komplek.
__ADS_1
Setelah dalam perjalanan 5 jam akhirnya Inayah pun tiba di kediaman Dina. Dia langsung disambut hangat oleh Dina, sebuah pelukan seorang sahabat di mana mereka hanya bertemu ketika berada di Jepang dan sekarang mereka bertemu kembali setelah mempunyai anak. Anak Dina bernama Kenzo yang juga umurnya tak jauh dari dari umur Emi, yaitu 8 tahun. Lebih tua Emi 3 bulan daripada Kenzo.
Ramzi melihat sekeliling rumah Dina, rumah Dina sangatlah besar sekali, luas tapi hanya 3 orang yang tinggal. Dina langsung memperkenalkan suaminya ke Ramzi mereka pun saling berkenalan.
"Assalamualaikum nama saya Ramzi, senang berkenalan dengan suaminya Dina Maaf namanya siapa?" tanya Ramzi.
"Waalaikumsalam, nama saya Billi. Selamat datang di gubuk kami," jawab Billi.
Ramzi tersenyum mendengar ucapan Billi, karena rumah seperti istana di bilang gubug.
Ting Nong Ting Nong
Suara bel berbunyi, Dina melihat siapa yang datang lewat CCTV.
'Tumben Bilah datang ke sini tanpa telepon dulu, biasanya dia telepon," ucap batin Dina.
Dina pun membuka pintunya.
"Assalamualaikum Din," ucap Bilah.
"Waalaikumsalam," ucap Dina.
"Hai cantik, Heelwa, assalamu'alaikum sayang," sambung Dina, memeluk Heelwa anak Dina.
"Waalaikumsalam tante Dina." Heelwa mencium punggung tangan Dina.
Mereka pun masuk ke rumah Dina, rumah Dina yang tadinya sepi menjadi ramai dengan anak-anak. Umur Emi, Kenzo, dan Heelwa tidaklah jauh jaraknya. Heelwa berumur 7 tahun.
"Bilah ini kenalkan Inayah dan suaminya, gue sudah pernah cerita sama loe tentang Inayah, dokter bedah yang bertangan emas," ucap Dina memuji Inayah.
"Din sorry ya, gue nggak bilang dulu ke sini karena Heelwa minta main mendadak ke rumah loe. Dia mau main sama Kenzo," ucap Bilah.
"Ya nggak apa-apa Bil , gue malah seneng jadi rumah gue tuh rame," ucap Dina.
Karena Bilah gampang bergaul dengan seseorang, dia seorang CEO yang biasa berkomunikasi untuk malakukan bisnis, sehingga Inayah merasa nyaman ketika berkomunikasi dengan Bilah.
(cerita kisah Bilah ada di novel 5 tahun menikah tanpa cinta)
Anak-anak mereka juga sangat akur untuk bermain bersama, karena di rumah Dina banyak mainan. sehingga anak-anak betah untuk bermain di rumah Dina. Kenzo merupakan anak satu-satunya dari Dina, ia dimanja dengan mainan. Mainan apapun ada di rumahnya.
"Gus, suaminya Inayah juga seorang Gus juga loh dan inayah seorang Ning," ucap Dina memperkenalkan Ramzi ke Bagas suami dari Bilah.
"Tinggal di mana Gus Ramzi?" tanya Bagas.
"Tinggal di Cirebon Gus Bagas, Gus Bagas asalnya mana?" tanya Ramzi.
"Saya dari Semarang," jawab Bagas.
"Nanti kapan-kapan saya main deh di Semarang ke pesantren Gus Bagas," ucap Ramzi.
"Oh iya boleh... boleh... saya juga nanti kapan-kapan main ke pesantrennya Gus Ramzi," ucap Bagas.
Tak terasa hari sudah malam, walaupun Heelwa ngerengek untuk menginap di rumah Dina, tapi Bilah melarang Heelwa untuk menginap di rumah Dina. Bilah pun pulang beserta keluarganya. Sepulangnya keluarga Bilah, Dina mempersilahkan Inayah untuk beristirahat di kamar tamu. Dina mengantarkan ke kamar tamu tempat Inayah beristirahat. Kamar Inayah sudah diatur oleh Dina sehingga kamarnya luas dan juga mempunyai dua ranjang. Satu ranjang untuk anak-anak Inayah dan satu ranjang lagi untuk Inayah dan Ramzi.
Anak-anak mereka karena sudah kelelahan bermain. Mereka pun langsung istirahat, karena sakin semangatnya, sesampai mereka di rumah Dina mereka langsung bermain. Kini mereka sudah tertidur pulas.
__ADS_1
"Mas Ning Bilah wanita hebat loh, dia tadi bercerita tentang kisah hidupnya dan dia cantik ya Mas," ucap Inayah.
"Secantik-cantiknya wanita lain, tapi bagi aku kamu yang paling cantik karena kamu istri aku. Aku sangat bersyukur mendapatkanmu," ucap Ramzi.
"Ah masa sih? Ning Bilah itu keturunan Turki, Arab, Indonesia loh mukanya bule cantik," ucap Inayah.
"Kamu bicara seperti itu ngetes aku ya? bagiku kamu itu yang paling cantik. Karena hanya kamu yang bisa aku sentuh halal, mereka di luar sana cantik tapi tidak bisa aku sentuh karena mereka haram bagiku jika aku sentuh," ucap Ramzi.
"Sayang aku haus deh." Ramzi merasa haus, ia meminta air kepada Inayah.
Inayah keluar dan meminta air kepada Dina, tak lama Inayah masuk kembali dengan membawa air untuk Ramzi. Ramzipun meminumnya sampai habis.
"Kamu tahu ndak sayang? apa bedanya air ini dengan kamu?" tanya Ramzi.
"Apa Mas?" tanya Inayah.
"Kalau air ini di minum cepat habis tapi cintaku kepadamu tak akan pernah habis," jawab Ramzi.
Inayah tersipu-sipu mendengar gombalan Ramzi. Walaupun sudah sering digombalkan tapi Inayah sangat suka.
Ada Reader yang request untuk mempertemukan tokoh dalam novel 5 tahun menikah tanpa cinta dan salah lamar bertemu, mereka sudah bertemu ya di bab ini, mempertemukan anak-anak mereka.
Hai para Reader yang aku sayangi. Bagaimana cerita ini? mau ditamatkan sampai di sini atau dilanjutkan dengan cerita anak-anak Inayah di komen ya.
Bersambung
✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan. Aamiin 💞
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta
Salah lamar
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
Love dari author sekebon karet ❤💞💝
__ADS_1