Salah Lamar

Salah Lamar
Hasil Tes DNA


__ADS_3

Hasil tes DNA sudah keluar, surat sudah diambil oleh Inayah. Inayah akan membawa ke pesantren Abah untuk dilihat bersama, ia tidak mau membuka terlebih dahulu. Ia akan membuktikan bahwa anak yang dibawa oleh perempuan dari mesir itu anak Indra ataupun bukan. semua saat ini sedang berkumpul wanita itu dipanggil di ruang keluarga Delisa pun keluar tapi dia tidak mau berdekatan dengan Indra Indra melihat Delisa sangat sedih.


"Bismillah, aku buka ya." Inayah membuka amplop yang berisi hasil tes DNA.


"Dikecualikan," ucap Inayah tersenyum.


"Itu artinya apa Mbak?" tanya Delisha.


"Hasil tes DNA diklasifikasikan sebagai 'dikecualikan' berarti keduanya tidak memiliki hubungan biologis. Anak itu bukanlah anak Indra," jawab Inayah.


Indra menghela nafasnya dengan lega, ia sudah membuktikan bahwa anak itu bukanlah anak Indra. Indra ingin mendekati Delisha, tapi Delisha malah menjauh darinya dan bersembunyi di belakang punggung Inayah.


"Hiks...hiks Ummi...Baba..." tangisan Arkan anak Delisha dan Indra memanggil mereka. Arkan turun dari pangkuan umma dan memeluk kaki Indra. Indra langsung menggendong Arkan.


"Lisha minta maaf dengan suamimu," ucap Inayah.


"Mbak, Kak Indra pernah tidur 1 selimut dengan wanita itu tanpa busana apapun. Bagaimana aku mau memaafkan dia, aku menikah sama dia belum di sentuh 1 ujung kuku pun dengan laki-laki lain," ucap Delisha.


"Memang kamu mau di sentuh sebelumnya?" ucap Inayah memicingkan mata kepada Delisha.


"Ih Mbak mah, aku ngomong serius," protes Delisha.


"Mbak juga nama serius tanya. Lisha, suamimu itu pria baik, makanya wanita mesir itu ngejar Indra sampai ke Indonesia. Jika Indra buka pria baik mana mungkin dia mau ke sini. Dan kamu tidak mau mempertahankan pria baik itu? cepat hampiri suamimu, nanti jika kamu gak dekatin malah di dekatin wanita mesir, di bawa ke mesir Indra nangis darah kamu,"ucap Inayah.


Delisha bercibik kesal dengan ucapan Inayah, dia juga tidak rela bila Indra pergi dari hidupnya. Indra mendekati Delisha lagi, kali ini dia tidak menghindar dari Indra. Sambil menggendong Arkan, Indra memeluk Delisha dengan penuh kasih sayang.


Inayah menatap Maryam dengan tatapan tajam, ia menghampiri Maryam. Inayah tahu Maryam itu ingin merusak rumah tangga adiknya.


"Kamu datang ke Indonesia ingin merusak rumah tangga adik saya? saya bisa laporkan kamu ke polisi," ancam Inayah.


Inayah berkomunikasi dengan Maryam menggunakan bahasa Arab. Maryam ketakutan dengan ancaman Inayah, akhirnya dia mengaku bahwa tiga tahun yang lalu Maryam dan Ilham menjebak Indra. Maryam rela menyerahkan kesuciannya kepada Ilham, akan tetapi Mariam mensetting bahwa Indra yang melakukannya. Ilham lah yang telah membantu skenario itu karena tadinya Maryam akan mendesak Indra, karena keluarganya sudah tahu bahwa dia hamil. Maryam mengakui bahwa ia hamil anak Indra tapi ketika kedua orang tuanya datang ke tempat Indra. Indra sudah pulang ke Indonesia, Maryam pun tak tahu alamat Indra. Ia baru tahu alamat Indra ketika bertemu dengan teman satu fakultas dan satu angkatan. Teman Indra tinggal di Mesir karena menikah dengan wanita mesir. Setelah tahu alamat Indra, Mariam langsung terbang ke Indonesia.


"Lebih baik kamu minta pertanggungjawaban dengan Ilham, aku tahu alamat rumah Ilham," ucap Indra.


"Kak kamu mau mengantarkan wanita itu?" Delisha tampak cemburu karena Indra ingin menolong Maryam untuk bertemu dengan Ilham.

__ADS_1


"De aku juga ingin memberi pelajaran kepada Ilham yang telah menjebakku, hampir saja rumah tangga kita itu hancur," ucap Indra. Delisha tidak mau Indra pergi berdua dengan Maryam.


Inayah meminta abah dan salah satu santri yang ikut mendampingi Indra. Agar permasalahan ini clear dan tidak ada ganjalan kedepannya. Dengan berat hati Delisha menyetujui pendapat Inayah. Delisha sangat berterima kasih kepada Inayah. Bagi Delisha, Inayah merupakan kakak yang terbaik dari sejak dia kecil sampai berkeluarga.


"Alhamdulillah De, masalahmu sudah selesai. Mbak pulang dulu ya karena tadi janji Mbak ndak akan sore-sore untuk pulang, kasihan anak-anak Mbak tidak bisa bermain sama mbak," ucap Inayah pamit.


"Terima kasih banyak Mbak, telah membantuku. Mbak memang kakakku yang paling terbaik." Denisha memeluk Inayah dengan erat, dia sangat bersyukur mempunyai Inayah sebagai kakaknya yang selalu menolong.


***


Ramzi sedang ada di taman, anak-anaknya sedang tidur siang jadi dia bisa bersantai sedikit di taman untuk menghirup udara segar. Ketika dia sedang duduk-duduk Inayah langsung menghampiri Ramzi. Ramzi pun tidak menyadari bahwa Inayah sudah ada di belakangnya, Inayah langsung memeluk Ramzi dari belakang. Ramzi tersenyum karena dia tahu siapa yang memeluk.


"Sudah pulang? kok aku ndak denger salam dari kamu?" ucap Ramzi.


"Aku sudah salam Mas, tapi berbisik buat kamu surprise aja tiba-tiba aku bisa meluk kamu tanpa sepengetahuan kamu," ucap Inayah.


"Gombal ya, bagaimana dengan Delisha? sudah keluar hqsil tes DNA nya?" tanya Ramzi.


"Sudah Mas, sudah keluar Alhamdulillah Indra difitnah itu bukan anaknya Indra. Jadi masalah keluarga Delisha sudah selesai," ucap Inayah.


"Kita manusia itu hidup pasti ada cobaan Mas, karena dengan cobaan kita bisa meningkatkan keimanan kita. Jika hidup tidak ada cobaan, bagaimana kita bisa meningkatkan keimanan kita kepada Allah? jangankan yang hidup, yang mati aja ada masalah. Pas di kuburin, kuburannya penuh. Udah di kubur nah masalah yang abadi ada di sana anatara masuk surga atau neraka. Kalau yang sudah tahu masuk surga akan senyum dan menunggu kiamat seperti orang tidur, tapi jika masuk neraka, dia menunggu kiamat dengan ketakutan. Bahkan sang mayit mengharapkan tidak ada kiamat. Tapi 'kan ndak mungkin karena kiamat itu pasti, orang beriman percaya itu," ucap Inayah.


Ramzi yang mendengar itu, merasa bersyukur mempunyai istri yang sempurna di mata Ramzi. Cantik, dokter, Ning yang mempunyai ilmu alat. Kurang bersyukur apa lagi Ramzi mempunyai istri seperti Inayah. Di dalam hati Ramzi sangat bersyukur karena sudah salah lamar.


Kadangkala kita memandang buruk terhadap segala sesuatu, padahal dalam hal yang buruk itu ada kebaikan yang banyak.


Panca Indra dan perasaan diri tidak akan sanggup melihat hal serupa itu kecuali mata hati yang telah mendapat petunjuk yang terang benderang sehingga diri dapat selalu diberi kesabaran dalam menyingkap hikmah di balik adanya sesuatu yang buruk.


Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahuiΒ (Albaqarah : 216).


"Inayah..." Ramzi memanggil Inayah.


Inayah tersenyum kepada Ramzi, "iya Mas."


"Kenapa kopi itu pahit dan gula itu manis?" tanya Ramzi.

__ADS_1


"Kenapa Mas memangnya?" tanya Inayah.


"Karena kopi itu seperti hidupku, dan gula seperti kehadiranmu. Adanya kamu membuat hidupku setiap hari terasa manis," jawab Ramzi.


Bersambung


✍✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan di diri kita khususnya dan di diri yang membaca. Aamiin πŸ’ž


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yahπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta




Salah lamar




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)




Love dari author sekebon karet β€πŸ’ž

__ADS_1


__ADS_2