
Ve pun memegang pipinya yang sakit karena di tampar oleh Vera yaitu pacarnya Ahmad. Ve pun mencoba membalas namun tangan Ve di tahan lalu Ahmad pun mencoba menenangkan Vera dan Ve agar tidak marah-marahan lagi.
"Kalian ini kenapa sih bertengkar disini?, dan kamu Vera, jangan tiba-tiba menampar saja" ucap Ahmad kepada Vera
"Lo diam aja dan jangan ikut campur urusan ini, lagian bule ini siapa sih?, beraninya megang tangan pacar gue" tanya Vera marah
Ahmad pun lalu memberitahu bahwa Ve adalah tunangannya dan membuat Vera kaget dan syok mendengar hal itu. "Lo tunangan sama bule pirang ini?" tanya Vera
"Iya dan kami sudah di setujui oleh ayahku" ucap Ahmad
"Hah... Jadi lo mau ninggalin gue?" tanya Vera
"Vera sebaiknya nanti aku akan jelasin ke kamu sekarang ini aku mau mengantar Ve pulang lagipula disini ramai orang menyaksikan" ucap Ahmad
"Nanti sebaiknya kamu menjelaskan kepadaku yang sebenarnya terjadi, kalau tidak kita putus" ucap Vera mengancam
Ahmad dan Ve pun berjalan meninggalkan Vera. Ahmad pun mencoba memandang ke arah Vera namun Vera membelakangi seperti tidak mau melihat Ahmad lagi. Ahmad pun melanjutkan berjalan bersama menuju parkiran mobil. Setelah masuk ke dalam mobil Ve pun bertanya kepada Ahmad.
__ADS_1
"Ahmad apakah kamu masih cinta sama dia?" tanya Ve
"Tidak, saya tidak cinta sama dia lagi" ucap Ahmad
Ve pun memperhatikan wajah Ahmad yang berubah seketika seperti air hujan yang jatuh dari langit. Tampak sekali wajah kesedihan Ahmad dan Ve tampak merasa bersalah telah mengambil kebahagian itu.
"Ahmad kamu jangan berbohong kepadaku, saya tau kamu masih cinta" ucap Vera
"Tidak Ve, saya jujur sama kamu" ucap Ahmad
Namun wajah bersedih itu semakin tampak. "Ahmad tolong jujur kepada saya, apakah kamu akan bahagia jika menikah dengan saya?" tanya Ve
Ahmad pun menangis begitu sedih menyayat hati. Ve tau betul rasanya sakit hati jika di tinggalkan orang yang paling di cintai. Karena Ve sudah pernah merasakan hal itu.
"Jadi apa alasan kamu mau menikahiku?" tanya Ve
"Maafkan saya Ve karena tidak bisa berkata jujur sebelumnya, saya mau menikahi kamu karena harta warisan Ve, ayah mau memberikan harta jika saya menikah dengan orang yang cantik" ucap Ahmad
__ADS_1
"Kenapa harus cantik?, Bukannya biasanya wanita di lihat dari sifatnya?" tanya Ve
"Karena reputasi Ve, ayah tidak mau calonnya tidak cantik nanti banyak yang gak mau mensponsori pernikahanku" ucap Ahmad
"Sponsor ini untuk apa Ahmad?" tanya Ve kebingungan
"Agar perusahaan kami tetap dalam keuntungan, saya orang melayu Ve, kami selalu untung dan tak mau merugi" ucap Ahmad
"Bukankah dengan begitu membuatmu terkekang Ahmad?" tanya Ve
"Iya, namun saya bisa apa Ve, saya hanya anaknya, saya gak bisa apa-apa" ucap Ahmad
Ve pun mendekatkan tangannya ke wajah Ahmad. Kemudian Ve mengusap air mata Ahmad yang membasahi pipinya.
"Ahmad jangan bersedih lagi nanti ketika kamu sudah mendapat hartanya, kamu boleh kok menceraikanku" ucap Ve
"Gimana dengan kamu Ve?, bukannya pernikahan yang selama ini kamu inginkan?" tanya Ahmad
__ADS_1
"Bukan ini yang aku inginkan, bukan dengan merebut kebahagian orang lain juga lagipula saya tidak bisa menjadi pengganti Vera di hatimu" ucap Ve
Bersambung