
Hasan mendekati Emi, jantungnya berdebar sangat cepat. Karena ini yang pertama kali bagi Hasan untuk menyatakan perasaannya. Emi menoleh ke belakang karena mendengar suara langkah kaki. Ia mulai kikuk karena kedatangan Hasan.
"Aku bantu yah, kamu yang mencuci aku yang mengeringkan." Hasan mencoba untuk membuka komunikasinya dengan Emi.
Emi terkejut dengan kedatangan Hasan, ia hanya menganggukan kepalanya dan tetap mencuci peralatan makanan yang kotor, setelah di cuci diberikan kepada Hasan untuk dikeringkan.
"Jika kita mau makan harus ada nasi dan lauknya, jika nggak ada lauk makan nasi saja rasa terasa hambar. Tidak sama ketika kita makan nasi dan lauk maka rasa akan berbagai rasa. Ada manis, asin, asam tercampur di mulut kita untuk di kunyah. Begitu juga dengan kehidupan jika sendirian terasa sepi, kamu mau nggak temani hidupku? Jadi hidupku akan ada warna warni yang menghiasi karena kehadiran kamu," ucap Hasan.
Emi memberhentikan mencuci, ia menghentikan air keran yang mengalir. Mencoba mencerna kalimat yang Hasan ucapkan. Karena kalimat Hasan masih terlalu ambigu.
"Maksud kamu apa Hasan?" tanya Emi. Ia ingin mempertegas kalimat yang Hasan katakan.
"Maukah kamu melengkapkan ibadahku? Ibadah berdua, bersujud kepada Allah lebih sempurna nilainya daripada sendirian. Emi aku mempunyai rasa yang sama kepadamu, aku sayang kamu. Maukah kamu menjadi pendamping hidupku?" Hasan mengatakan begitu jelas untuk menuju ke jenjang khitbah. Ia menatap mata Emi.
Emi yang mendengar ungkapan perasaan Hasan, sangat terkejut, berdebar-debar jantungnya, tapi bercampur dengan bunga-bunga di dalam hatinya.
"Aku mau Hasan." Emi menangis, ia sangat bahagia bahwa cintanya tidak bertepuk sebelah tangan. Hasan ingin menghapus air mata Emi di pipinya. Tapi ada deheman yang tiba-tiba datang.
"Ehem... belum halal Hasan, nggak boleh di sentuh dulu," ucap Bilah. Bilah dan Heelwa mengintip sejak tadi dan langsung menghampiri mereka. Wajah Emi memerah karena malu. Bilah langsung memeluk tubuh Emi dengan erat.
"Alhamdulillah, kamu Emi, calon mantu Mamah," ucap Bilah.
Heelwa ikut senang melihat adiknya yang akan segera mengkhitbah Emi. Bilah akan menyambut kedatangan Inayah dan Ramzi sebagai calon besan. Keluarga Hasan akan menjadi membicarakan acara khitbah, mereka berencana akan ke Cirebon minggu ini. Keluarga dari semarang sudah dikabari akan acara khitbah, bahkan Bilah sudah menyiapkan hotel menginap di Cirebon padahal keluarga Emi belum mengetahui rencana ini.
Kini keluarga Hasan berkumpul di ruang keluarga begitu juga dengan Emi. Bilah duduk di sebelah Emi, ia menggenggam tangan Emi.
"Tante Bilah, boleh aku mengatakan sesuatu?" tanya Emi.
"Boleh dong sayang, jangan panggil Tante lagi yah. Kamu akan menikah dengan Hasan, maka panggil aku Mamah. Kamu mau mengatakan apa?" tanya Bilah.
"Ma...Mamah pasti tahu Kenzo 'kan, hubungan Mamah dan tante Dina juga adalah sahabat. Mamahku juga berteman baik dengan tante Dina. Aku bingung Mah, 2 hari lalu Kenzo melamar aku tapi aku tolak," ucap Emi. Ia harus jujur daripada nanti ketemu Kenzo lagi dia tidak kikuk sendirian, setidaknya Hasan sudah mengetahuinya.
Bilah menghela nafasnya, dia juga tidak enak dengan Dina. Sejak dahulu Dina selalu ingin menjodohkan Kenzo dengan Heelwa, tapi memang Heelwa tidak tertarik dengan Kenzo, begitu juga dengan Kenzo yang ternyata tertarik dengan Emi.
"Cinta itu tidak tahu arahnya akan kemana, seperti Mamah dan Ayah Hasan kami tidak sengaja bertemu. Awalnya Mamah menarik tangan Ayah Hasan, Mamah pikir tangan tante Dina. Tapi dari peristiwa kecil itu ada benih-benih cinta yang tumbuh diantara kami. Kamu tidak bersalah Emi, bukan salah kamu mempunyai paras cantik sehingga para lelaki ingin memiliki kamu, tapi cinta kamu mengarah ke Hasan dan Hasan tangkap cinta yang kamu lempar. Insha Allah Kenzo akan paham itu." Bilah membelai kepala Emi dengan lembut. Memberikan kenyaman kepada Emi, karena 2 keluarga harus menyatu dengan pernikahan. Bilah harus membuat Emi nyaman ketika berada di keluarganya.
Pada pukul 10 malam, Ramzi dan Inayah tiba dikediaman Hasan. Ia sangat khawatir akan kondisi Emi, Bilah dan keluarga memang sedang menunggu keluarga Emi karena Inayah selalu memberikan kabar tentang posisi keberadaannya.
Inayah menekan tombol bel yang berada di gerbang rumah Bilah. Satpam rumah langsung membukakan pagar. Inayah dan Ramzi melihat sekeliling luar rumah, sangat megah. Rumah Dina megah, tapi rumah Bilah lebih megah dan elegan. Di luar rumah sudah disuguhkan taman bunga, Bilah memang menyukai taman bunga ini. Jika baca novel 5 tahun menikah tanpa cinta, taman bunga ini lokasi dimana Ranu tertembak karena menyelamatkan Bilah.
Inayah dan Ramzi berdiri di depan pintu, ia mengetuk pintu dengan ring besar yang berada di tengah pintu.
__ADS_1
"Assalamu'alaikum," ucap Inayah.
"Wa'alaikumsalam," ucap seseorang di dalam rumah.
Emi yang langsung menyambut kedua orang tuanya. Inayah langsung memeluk Emi, ia menciumi wajah Emi setiap inci. Emi menangis dalam pelukan Inayah.
"Kamu ndak apa-apa sayang?" tanya Inayah.
"Alhamdulillah Mah, Hasan menyelamatkan aku tepat waktu," jawab Emi.
"Hasan?" Inayah bingung akan ucapan Emi. Karena yang ia pikirkan yang menolong adalah Bilah.
"Iya Mah, Hasan adalah anak Mamah Bilah," ucap Emi. Inayah makin bingung lagi karena Emi sudah memanggil Bilah dengan sebutan Mamah. Bilah yang melihat ekspresi Inayah dan Ramzi bingung langsung menghampiri mereka dan menyuruh mereka duduk. Inayah dan Ramzi langsung dari Cirebon ke Jakarta pasti terasa lelah apalagi mendengar Emi langsung memanggil Bilah dengan sebutan mamah.
"Inayah, Ramzi, silahkan duduk dulu," ajak Bilah. Mereka duduk di ruang keluarga. Bilah menceritakan apa yang sudah terjadi dan hubungan Emi dan Hasan. Inayah yang mendengar cerita dari Bilah merasa senang, karena ia sempat khawatir jika Emi cinta sebelah tangan dengan Hasan ternyata cinta Emi di sambut dengan Hasan.
"Bagaimana acara khitbah di Jakarta dan nikah di Cirebon? Aku nggak mau lama-lama untuk mereka segera menikah. Bagaimana Inayah dan Ramzi?" tanya Bilah.
Inayah menatap Ramzi, ia tidak menyangka secepat ini. Inayah tidak mau lagi kejadian sebelumnya menimpah Emi. Emi harus di jaga oleh mahramnya agar Inayah tidak terus was was setiap harinya.
"Kami setuju, tapi khitbah dan nikah langsung di Cirebon saja. Emi cucu pertama dari keluarga aku dan suami. Rasanya lebih bagus khitbah di lihat oleh kakek dan nenek Emi," ucap Inayah.
Bagas, ayah Hasan langsung setuju. Karena Emi keturunan kiai pastinya akan banyak doa yang dipanjatkan untuk mereka. Setelah mereka sepakat tentang hari khitbah. Bilah mempersilahkan Ramzi dan Inayah untuk beristirahat di kamar yang sudah di siapkan.
Pagi menjelang, perasaan Emi sekarang sudah sangat berbeda. Dia terbayang-bayang wajah Hasan ketika mengatakan cintanya kepada dirinya. Handphone Emi bergetar ada pesan singkat masuk di whatsappnya.
Hasan\=["Assalamu'alaikum, terima kasih yah sudah menerima untuk hidup bersamaku. Aku cinta kamu Emi, tidak sabar menghalalkan mu."]
Emi yang membacanya langsung memerah wajahnya, Inayah yang melihat putrinya senyam senyum sendiri mencoba melirik ke arah handphone Emi yang di pegang.
"Eham ada yang sedang berbunga-bunga nih hatinya dapat WA dari pangeran Hasan," ledek Inayah.
"Ih Mamah, ngintip yah." Emi langsung menjauhkan tubuhnya dari Inayah dan membalas pesan Hasan.
Emi \=["Waalaikumsalam, aku juga terima kasih telah menerima cinta aku. Aku ndak menyangka bahwa perasaan kita saling memanggil. Aku juga ndak sabar ingin menjadi makmummu."]
Tepat pukul 8 pagi ketika mereka hendak sarapan, ada ketukan pintu. Bagas langsung menuju ke pintu untuk membukakannya. Ada 2 polisi yang datang ke rumah.
"Selamat pagi Pak, maaf mengganggu. Kami mencari saudara Hasan, ada laporan bahwa saudara Hasan menganiaya saudara Ahsan," ucap polisi.
"Loh bukannya Ahsan sudah ditangkap polisi? Karena pelecehan?" tanya Bagas.
__ADS_1
"Kami hanya menjalankan perintah Pak, ini surat penangkapan saudara Hasan," ucap polisi.
Hasan di bawa ke kantor polisi, Emi menangis ketika melihat Hasan di bawa. Inayah menenangkan Emi yang menangis.
Maaf telat up, anakku sedang sakit
Bersambung
✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan saya khususnya dan di diri yang membaca. Aamiin 💞
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta (Tamat)
Salah lamar
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
Dicampakkan suami setelah melahirkan
__ADS_1
Love dari author sekebon karet ❤💞