
Jangan baca yah, ini untuk pembelajaran yang sudah menikah. Berbagi ilmu doa.
❤❤❤
Rasa gugup diantara keduanya. Karena ini merupakan pengalaman pertama mereka. Malam ini Ramzi akan membawa Inayah ke nirwana yang sangat tinggi. Dilihat wajah Inayah dengan lekat bahwa Inayah terlihat sangat gugup.
"Apakah kamu iklas memberikan kesucianmu kepadaku?" tanya Ramzi.
"Kamu sudah menikahiku, maka halal bagimu untuk menyentuhku dan berdosa aku jika aku menolaknya. Sungguh aku sudah membuka hatiku hanya untukmu ketika kamu mengkhitbahku," ucap Inayah.
"Beribu maaf yang aku ucapkan rasanya tidak cukup atas kesalahan yang aku buat kepadamu. Allah telah menambatkan cintaku kepadamu, aku baru menyadari itu ketika kamu meninggalkanku. Aku cinta kamu Inayah," ucap Ramzi.
"Aku juga mencintaimu Gus gendeng hehe," candaan Inayah.
"Ah dokter sableng, istri cantikku," ucap Ramzi.
Menurut Kiai Nasaruddin, fadilah atau keutamaan hubungan badan suami dan istri juga dibahas dalam beberapa kitab tasawuf, salah satunya kitab Kasyf al-Asrar karya Maibudi. Salah satu hadits yang dikutip adalah riwayat Sa’id bin al-Musayyad bahwa Nabi Muhammad SAW pernah berkata:
"Ketika seorang pria muslim berniat untuk mendatangi istrinya, Allah akan mencatatkan untuknya 20 amalan kebajikan dan menghapus 20 perbuatan buruk(dosa). Ketika dia meraih tangan istrinya, Allah menuliskan 40 amal kebajikan dan menghapus 40 perbuatan buruk. Ketika dia mencium istrinya, Allah mencatat untuknya 60 amal kebajikan dan menghapus darinya to perbuatan buruk. Ketika dia menggauli istrinya, Allah menuliskan 120 amal lebajikan. Ketika dia berdiri untuk membersihkan dirinya (mandi junub), Allah membanggakannya di depan para malaikat dan berfirman, ‘Lihatlah hamba-Ku, dia berdiri di tengah malam yang dingin untuk membersihkan dirinya dari kotoran (janabah) untuk mendapatkan perkenan dari Tuhannya. Jadilah saksi-Ku bahwa Aku telah mengampuninya’.”
Ramzi sudah belajar teori-teori sesuai author tulis di atas, dia juga sudah membaca beberapa referensi lainnya. Hari ini merupakan praktik dengan istri tercinta, wanita yang halal untuk di sentuh.
Deru nafas Inayah yang hangat, terasa ketika Ramzi mendekatkan wajahnya ke wajah Inayah. Pipi Inayah yang memerah membuat kecantikannya bertambah. Dalam hati Ramzi tak henti-hentinya bersyukur kepada Allah mempunyai istri yang sempurna di matanya. Wajahnya bak bidadari, Inayah begitu sangat cantik.
Ramzi tidak langsung menggempur Inayah, dia melakukan pemanasan terlebih dahulu. Membawa Inayah melambung tinggi ke negeri awan, insting Ramzi bekerja. Ia ingin Inayah menikmati dan rileks terlebih dahulu agar kegugupannya berubah menjadi sebuah kenikmatan.
Ini bukan menuntut kepuasan, tapi saling membutuhkan, kebutuhan biologis antara keduanya. Sebenarnya bukan hanya Inayah yang gugup, perasaan Ramzipun sama gugupnya dengan Inayah. Maklum awal Ramzi mengkhitbah Inayah tidak ada cinta, bahkan ia bersikap sangat dingin kepada istrinya. Seiring waktu selama 2 minggu, kesabaran Inayahlah yang membuat hati Ramzi terasa hangat. Inayah sempat kecewa dengan Ramzi yang mencintai adiknya. Tapi saat ini Inayah sudah memasrahkan dirinya kepada Ramzi.
Sentuhan-sentuhan Ramzi sangat membuat Inayah terbuai. Inayah memejamkan mata, ia malu untuk untuk membuka matanya. Ramzi mengambil selimut dan menutupkan tubuh mereka dengan selimut. Pelan tapi pasti, Ramzi melepas satu persatu pakaian Inayah dan juga dirinya.
"Mas mau apa?" tanya Inayah.
"Mau membuka pakaianmu," jawab Ramzi tanpa basa basi.
"Aku malu Mas," ucap Inayah.
"Awalnya malu tapi nanti lama-lama jadi mau terus," ucap kenakalan Ramzi.
Wajah Inayah semakin memerah, membuat Ramzi semakin gemas melihat wajah cantik Inayah.
Inayah menekan dada bidang Ramzi ketika Ramzi memulai menciumi setia inci wajah Inayah, awal sangat lembut terasa manis yang Inayah rasakan. Terasa geli ketika Ramzi mulai menggigit kecil kuping Inayah.
"Mas, jangan di gigit telingaku. Kamu kaya vampire," celetuk Inayah.
"Kalau seperti ini?" Ramzi menjilati kuping Inayah.
"Ya Rabb, telingaku seperti es cream," ucap Inayah.
Ramzi tertawa kecil, "Kamu nikmati saja sayang, selalu berdoa dan ingat kepada Allah."
__ADS_1
Pertama kali Inayah menyentuh kulit sang suami, menyentuh dada bidang suami. Di dorong dada bidang Ramzi karena semakin lama ciuman Ramzi semakin menuntut, dia tak melepaskan tautan bibirnya dengan bibir Inayah. Bibir yang menjadi candu untuk Ramzi. Kedua tangan Inayah reflek mengalung di leher Ramzi.
Ramzi melepas tautan bibirnya untuk mengambil oksigen cadangan.
"Sayang, buka matamu tatap aku," pinta Ramzi.
Inayah membuka kedua bola matanya, terpampang jelas wajah suaminya yang tampan. Dengan jenggot tipis, jambang di wajahnya. Hidung mancung, kulit putih glowing, alis mata tebal hitam lekat. Terpahat wajah tampan dari Ramzi.
Inayah tersenyum ketika menatap Ramzi, karena baru kali ini dia melihat dengan jelas wajah Ramzi setiap inchi. Inayah memberanikan diri untuk membelai jambang Ramzi yang halus, menyentuh hidung dan bibir Ramzi dengan jari lentiknya.
Inayah sempat syok karena bagian bawah ada yang menonjol. Matanya mengerjab-ngerjab. Ramzi tersenyum melihat wajah istrinya.
"Kamu mau berkenalan? nanti kamu akan akrab dengannya," ucap Ramzi.
"Hah, apa Mas?" tanya Inayah kaget.
Ramzi mengambil tangan Inayah dan langsung mengarahkan ke bagian bawah. Inayah sempat menolak, tapi gerakan Ramzi lebih cepat sehingga tangannya sekarang sudah mendarat kepemilikan berharga bagi Ramzi.
Ramzi beralih ke leher jenjang Inayah yang terlihat sangat putih, dia menciumi leher Inayah setiap inci tidak ada yang terlewat. Membuat tanda-tanda merah di leher Inayah. Tangan Ramzi kini mulai bertualang melewati bukit yang membuat sang empunya menerima rasa desiran dari ubun-ubun kepala, memanas di dada, menggelitik di hati membuat tegang di kaki.
Inayah mulai meremmass rambut Ramzi, dan menyebut nama Ramzi.
"Ma...mas Ramzi," suara Rancu Inayah.
Kini Ramzi berganti dari tangan menjadi mengesap bukit-bukit yang Allah ciptakan kepada wanita yang sedang dia kungkung. Rasanya bagaikan sengatan listrik yang menjalar keseluruh tubuh. Inayah baru pertama kali merasakan kenikmatan tertinggi dunia, tidak bisa di deskripsikan dengan kata-kata bagaimana kenikmatan itu. Ramzi semakin turun kini dia merambah ke lembah bagian bawah, rasanya seperti ada halilintar di jantung, terkejut tapi terasa sangat nikmat.
"Sayang aku mulai ke intinya yah," ucap Ramzi berbisik di telinga Inayah.
Ramzi mencoba masuk ke lembah yang sudah basah. Ia masuk dengan membaca bismillah, terasa masih sangat sempit, ia mencoba masuk untuk mendobrak pintu.
Inayah meremmass seprei dengan kuat.
"Mas sakit," ucap Inayah lirih.
Ramzi memberhentikan sejenak, dia membuat sensasi sengatan semut sedikit ke bukit-bukit agar Inayah relaks dan melupakan rasa sakitnya.
"Tahan sedikit yah sayang," ucap Ramzi.
Ramzi mencoba kembali mendobrak pintu di lembah, dengan 1 hentakan akhirnya pintu itu terbuka.
"Allah...sakit Mas," jerit Inayah.
Inayah menitikkan air mata karena menahan rasa sakit dan terasa sudah penuh di bawah sana.
"Maaf sayang, aku menyakitimu," ucap Ramzi.
"Ndak apa-apa Mas, lanjutkan," pinta Inayah.
Ramzi mengatur tempo dari tempo lambat menjadi cepat. Inayah sudah tidak merasakan rasa sakit seperti di awal, kini Inayah sudah menggapai dunia di atas awan. Mencapai rasa kenikmatan dunia yang paling tinggi.
__ADS_1
'Masya Allah, kenikmatan ini Allah ciptakan luar biasa. Suamiku ini sangat pro sekali membuat aku terbuai kedalam kehangatannya,' batin Inayah.
Ramzi melihat Inayah sudah mulai merasa di atas puncak, Ramzi melafalkan doa dalam hati.
“Alhamdulillah ladzu khalaqa minal maa'i basyaran, fi ja'alahuu nasaban wa shihran, wa kaana rabbuka qadiiran.”
(Segala puji bagi Allah yang menciptakan manusia dari ‘air’ dan menjadikan keturunan dan berbesanan. Tuhan mu Maka kuasa (atas demikian).
Ramzi tersenyum ketika melihat Inayah sudah merasakan kenikmatan puncak di atas awan, Kini Ramzi berkonsentrasi dan memejamkan matanya. Menikmati sensasi setruman yang diciptakan oleh Inayah, sebagai dokter Inayah tahu betul untuk materi reproduksi tinggal memprektikan dengan suaminya. Ramzi mempercepat tempo rasa puncak sudah ada di ubun-ubun kepala, kenikmatan dunia di atas awan akhirnya tercapai, dalam hati Ramzi berdoa.
"Allahummaj'al Nuthfatanaa zurriyatan tayyibah."
(Ya Allah jadikanlah nutfah kami ini menjadi keturunan yang baik(saleh) .)
ketika sudah merasa mencapai puncak keduanya, mereka mengakhiri itu dengan membaca doa bersama-sama, “Alhandulillahilladzi khalaqa minal maa i basyaraa.”
Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan air mani ini menjadi manusia (keturunan).
Nafas mereka memburu, udara terasa panas, membuat dengkul menjadi lemas.
"Terima kasih sayang." Ramzi mengecup kening Inayah.
"Mas aku mau bersih-bersih dulu," ketika Inayah mau melangkah rasa nyeri terasa dibagian intinya. Ramzi melihat Inayah yang meringis kesakitan, ia langsung menggendong Inayah menuju kamar mandi. Ramzi membisikkan ke telinga Inayah.
"Jangan mandi dulu yah, bersih-bersih saja. Setelah itu kita pergi ke negeri di atas awan kembali," bisik Ramzi.
"Hah..." jawaban syok dari Inayah.
Bagaimana? panas gak? kalau kurang panas bacanya di samping kompor biar terasa panasnya hehehe.
Bersambung
***
Para pembaca novelku yang baik hati, sumbangan jempolnya yah, love, vote, komen.
Follow aku juga.
fb @Farida (R)
ig @kak_farida
Mampir juga di novelku yang lain
5 tahun menikah tanpa cinta
Retak Cinta Akad (50% kisah nyata,50% fiksi)
__ADS_1
Love you semua