Salah Lamar

Salah Lamar
Masih banyak yang menyukai Emi


__ADS_3

Hasan meringis kesakitan ketika Heelwa membalurkan obat di wajahnya.


"Kamu mau ke mana?" tanya Heelwa.


"Mau beli buah Kak, Emi minta buah," jawab Hasan.


"Ya udah aku antar yuk. wajah kamu begini nanti kamu nyetirnya kepala pusing lagi." Hasan tidak bisa menolak karena Heelwa mengkhawatirkan kondisinya.


Sesampainya di toko buah Hasan memilih beberapa buah yang Emi pesan, setelah itu dia membayar dan kembali ke dalam mobilm


"Kenzo sadis banget sih, mukulin kamu kayak gitu. Ketahuan Emi sudah menjadi istri kamu, yah namanya jodoh, mana ada jodoh yang ketuker. Kalau sudah ditakdirkan oleh Allah," ucap Heelwa kesal di dalam mobil.


"Aku harus ekstra menjaga Emi nih Kak. Bayangkan saja Emi kecelakaan itu pun gara-gara orang yang menyukai Emi. Emi menolaknya, tapi dia itu ingin membunuh aku. Tapi Emi mau korbankan dirinya. Lalu Kenzo ditolak sama Emi, setelah aku menikah dengan Emi Abang Kenzo sangat dendam sama aku, memang salah kalau aku berjodoh dengan Emi?" Hasan pun menimpali perkataan Heelwa.


"Aku mah amit-amit nikah sama Kenzo yang pendendam seperti itu. Lagi pula aku baru tahu watak asli Kenzo seperti itu," ucap Heelwa.


"Hati-hati loh kak dengan omongan, nanti jodoh loh." Heelwa langsung menatap Hasan dengan tajam. "Insya Allah aku tidak akan menikah dengannya masih ada laki-laki yang lebih baik dari Kenzo." Mobil Heelwa terus berjalan menyusuri kota Cirebon. Sesampainya di rumah sakit, mereka berdua masuk ke ruang rawat inap. Ketika pintu dibuka semua menatap ke arah pintu termasuk Emi. Heelwa pertama kali masuk lalu di belakangnya Hasan. Betapa terkejutnya Emi ketika melihat wajah Hasan yang sudah penuh luka-luka.


"Mas wajah kamu kenapa kok luka-luka seperti itu?" Wajah Emi tampak sangat khawatir ketika melihat Hasan yang wajahnya sudah penuh luka.


"Hmm sudah panggilan sayang nih, dipanggil Mas," ledek Heelwa untuk Hasan.


"Ih Kakak iri aja, makanya cari suami." Heelwa pun langsung mentoyer kepala Hasan.


Hasan menghampiri Emi, ia tersenyum melihat istrinya.


"Mas jawab, kenapa wajah kamu penuh luka seperti itu?" tanya Emi.


Belum Hasan bercerita tapi Heelwa sudah langsung mengatakan semuanya bahwa Hasan dipukuli oleh Kenzo, dan Hasan tidak melawan Kenzo. Bilah langsung marah ketika mendengar cerita dari Heelwah. Emi merasa bersalah kepada Hasan, lagi-lagi laki-laki yang ia tolak menyakiti Hasan.

__ADS_1


"Mah tolong periksa Mas Hasan, aku takut ada luka dalam," pinta Emi kepada Inayah.


Inayah pun langsung memeriksa menantunya. Ia mengobati kembali sang menantu kesayangan Inayah memberi obat peredam nyeri dan juga antibiotik.


"Maafkan aku Mas, gara-gara aku kamu dipukul seperti itu." Hasan langsung menggenggam tangan Emi. "Inilah resikonya mempunyai istri yang sangat cantik. Aku sangat bangga mendapatkan kamu menjadi istriku," ucap Hasan dengan senyum manisnya.


"Mas aku serius Mas, kok kamu malah gombal," protes Emi.


"Aku nggak gombal, memang kenyataan aku harus menjaga kamu karena masih banyak laki-laki yang mungkin di luar sana yang masih menginginkan kamu. Tapi aku sebagai suamimu akan menjagamu, tidak ada satu laki-laki pun yang akan menyentuhmu, biarlah tubuhku menjadi tameng untukmu." Hasan membelai kepala Emi.


"Romantis banget pengantin baru," ledek Heelwa. Emi wajahnya sudah memerah karena ledakan Heelwa.


Emi menggenggam tangan Hasan. "Aku baik-baik aja sayang," ucap lirih Hasan. Hanya Emi yang dapat mendengar.


Hasan mengupas buah untuk Emi, dia menyuapi buah-buah itu ke mulut Emi.


"Kok pada lihatin aku sih?" tanya Emi.


"Nggak apa-apa, sedikit terkesima aja dengan kata janda muda hehehe...Hasan dengar ucapan Emi jangan diam aja kalau dipukulin." Hasan menghela nafasnya, ia pun berjanji akan melakukan hal itu.


"Mamah akan tegas walaupun Kenzo adalah anak dari sahabat Mamah," ucap Bilah.


"Mah, jangan Mah tadi aku melihat Tante Dina sangat syok sekali. Jika Abang Kenzo menyentuh aku lagi baru Mamah laporkan Bang Kenzo ke polisi." Hasan masih menahan agar mamahnya tidak pergi ke ranah hukum, karena ia berpikir persahabatannya dengan Dina dan Billi akan rusak gara-gara urusan anak-anak mereka ini.


"Baiklah, kali ini Mamah tidak akan bertindak tapi sesuai perkataan kamu. Jika Kenzo menyentuh kamu kembali maka Mamah yang akan bertindak. Ingat kamu harus lawan, kamu punya ilmu bela diri pakai itu untuk menjaga diri kamu, seenggaknya kamu ingat kamu sudah mempunyai istri sekarang," ucap Bilah.


Dina langsung menelepon Bilah, Dia meminta maaf kepada Bilah dengan apa yang terjadi kepada Hasan. Ia sangat kecewa dengan sang anak. Bilah pun mengucapkan bahwa Kenzo jika menyentuh Hasan kembali, maka ia tidak akan segan-segan untuk melaporkan Kenzo ke polisi.


***

__ADS_1


Kini di ruang rawat inap hanya Emi dan Hasan. Semua sudah pulang, karena Emi menjadi tanggung jawab Hasan.


Emi membelai wajah Hasan. "Pasti sakit," ucap Emi dengan raut wajah yang sedih.


"Aku lebih sakit jika kamu tidak ada di sampingku," ucap Hasan.


"Kamu gombal mulu si Mas." Emi mengelus luka Hasan dengan hati-hati.


"Elusan kamu ini adalah obat untuk luka-lukaku." Emi sedikit menekan belaiannya. "Auuu," teriak Hasan kesakitan.


"Kata kamu belaian aku obat, aku belai kamu merintih kesakitan," protes Emi.


"Kamu belainya nggak pakai cinta tapi pakai gemes, yah sakitlah," ucap Hasan.


Ketika mereka berdua sedang asik bermesrahan. Kenzo dan Dina datang menjenguk Emi. Emi melihat wajah Kenzo sangatlah malas.


"Emi, bagaimana keadaanmu? Maaf Tante baru bisa datang sekarang," ucap Dina.


"Alhamdulillah sudah berangsur baik Tante karena pas bangun dari koma ternyata aku sudah menjadi istri dari laki-laki yang aku sangat cintai dan Mas Hasan juga sangat mencintaiku jadinya aku ada yang jagain extra Tante, yah suamiku ini." Emi membelai pipi Hasan dengan mesrah. Ia memang ingin memperlihatkan bahwa Emi sudah menjadi istri Hasan. Terlihat Kenzo mengepalkan tangannya, ia tidak berbicara satu katapun.


"Ia benar, Hasan semenjak kecil memang penyayang. Kamu harus bersyukur mendapatkan Hasan," ucap Dina tapi ia melirik ke arah Kenzo yang wajahnya terlihat tidak suka dengan ucapan Dina.


"Aku juga bersyukur Tante mendapatkan hati Emi. Bagiku Emi adalah bidadari yang tercipta hanya untukku," ucap Hasan membuat Kenzo makin geram.


Kenzo yang sudah panas dengan kupingnya, ia langsung bergegas keluar dari ruang rawat Emi tanpa pamit terlebih dahu.


"Tante permisi dulu yah, mohon maaf atas sikap Kenzo. Hasan Tante juga minta maaf sama kamu. Semoga cepat sehat yah Emi." Dina langsung pergi dengan langkah yang cepat.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2