Salah Lamar

Salah Lamar
Tiba-tiba Datang


__ADS_3

Ahmad dan Ve sedang berada di restoran. Ahmad duduk berdua bersama Ve, Ahmad pun memanggil pelayan restorannya. Ketika pelayan restoran itu datang, dia heran karena wanita yang sebelumnya berkulit eksotis tiba-tiba berubah putih seperti di cuci pakai pemutih pakaian.


"Mas, saya pesan makanan yang sama seperti sebelumnya" pelayan itu bengong melihat bule yang Ahmad


"Mas, sadar mas, jangan liatin calon istri gue" pelayan itu pun tersadar


"Owh, calon istri, namanya siapa?"


"Vera namanya"


"Bukannya tadi Vera juga, kenapa dia bisa putih seperti ini ya?, Mas cuci pakai apa bisa kinclong gini?"


"Mas, ini beda dengan yang tadi, yang tadi kabur entah kemana"


"Terus kenapa kamu membawa dia?"


"Aku salah lamar, dia malah mau ketika aku lamar, ya aku lanjutin saja"


Karena terlihat bosan, Ve pun menyangga pembicaraan Ahmad dengan pelayan.


"Sudah selesai bicara?"


"Sudah Ve, aku sudah memesannya" Ahmad pun lalu berbisik ke pelayan supaya masuk dan tidak mengganggu mereka.


Pelayan itu pun pergi dari tempat duduk Ahmad. Jadi tersisa Ahmad dan Ve saja yang duduk berdua. Ahmad memperhatikan Ve yang duduk santai sambil melihat ke arah penyanyi kafe. Tampak sekali dia senyum senang karena telah di ajak ke tempat mewah seperti ini.


"Ve, kamu suka makan disini?"


"Iya, sangat suka sekali..."


"Kamu belum pernah kesini?"

__ADS_1


"Belum sama sekali" jawab Ve dengan bahasa indonesia yang terbata-bata


"Kenapa belum?" tanya Ahmad


"Karena malu jika saya datang sendiri"


"Kenapa harus malu?"


"Karena disini harus sama pasangan biar bisa enak-enak"


"Maksudnya enak-enak Ve?"


"Bukan enak-enak artinya intimate?"


"Bukan Ve, enak-enak bisa berarti hal tidak senonoh"


"Maksud saya bukan itu, maksud saya biar intimate apa itu artinya?"


"Maksud kamu biar mesra?"


"Teman indonesia kamu?"


"Iya, kami sudah akrab sejak pertama kali saya tinggal di indonesia"


"Jadi dimana sekarang orang itu?"


"Dia sudah gak disini, dia pindah rumah" jawab Ve sambil sedikit meneteskan air matanya mungkin karena rindu sama temannya


"Nanti lain kali saya akan ajak kamu ketemu teman kamu"


"Beneran kamu mau?" tanya Ve sambil mengusap air mata yang jatuh

__ADS_1


"Iya, my honey" Ahmad memuji Ve


Wajah Ve pun memerah setelah di puji oleh Ahmad. Tak berapa lama pesanan pun datang lalu mereka pun makan berdua sambil menikmati musik indah dari panggung.


Setelah mereka berdua selesai makan, mereka berdua pun pulang ke rumah. Lalu Ahmad pun mengantar Ve ke rumahnya, kebetulan Ve juga tidak membawa kendaraan karena dia menggunakan transportasi umum ketika pergi ke tempat ini.


*****


Keesokan harinya Ahmad tiba-tiba datang ke apartement Ve. Ve pun heran kenapa Ahmad datang tiba-tiba seperti ini. Tampak sekali Ahmad khawatir sekali akan sesuatu hal.


"Ahmad, kenapa pagi-pagi datang kesini?" tanya Ve kepada Ahmad


"Saya mau ngajak kamu bertemu ayah saya, kamu mau tidak?"


"Saya mandi dulu dan berkemas"


"Kamu serius belum mandi?" sambil mengendus bau tubuh Ve


"Hidung kamu kenapa begini-begini?" tanya Ve sambil mencontohkan yang di lakukan Ahmad


"Aku mencium bau badan kamu, apakah tidak boleh?"


"Tidak boleh, saya malu" sambil mundur agak ke belakang


"Ya udah kamu cepat mandi, aku akan tunggu disini"


Ahmad pun menunggu Ve membersihkan diri dan mempercantik dirinya. Ahmad menunggu di depan apartement sambil main hp. Setelah 1 jam berlalu, Ve pun keluar dari apartementnya dan siap untuk berangkat. Namun setelah keluar, Ve pun melompat karena kaget melihat Ahmad yang kedua matanya tertutup dan mengeluarkan suara 'ngok'. Tampak sekali dia kelelahan menunggu Ve selama mempercantik diri.


"Ahmad bangun, kita mau berangkat gak?" tanya Ve sambil memegang bahu dan menggoyangkan tubuh Ahmad


Ahmad pun tersadar lalu mengelap air liur yang menetes dari mulutnya menggunakan tangannya.

__ADS_1


"Sudah ya, ayo kita berangkat" ucap Ahmad


Bersambung


__ADS_2