
Air mata Ve mulai menetes perlahan karena mengetahui yang sebenarnya. Ahmad pun yang melihat itu kemudian mencoba ingin menghapus air mata Ve. Namun ketika tangan Ahmad mulai mendekat, Ve pun menepis tangan Ahmad yang mencoba menghapusnya.
"Gak usah di hapus, aku menangis karena ingin menghilangkan rasa kesalku, biarkan aku seperti ini!" ucap Ve dengan tegas
"Maafkan aku, aku janji tidak akan membahas hal ini lagi di depan kamu" ucap Ahmad
"Tidak apa Ahmad, setidaknya kamu jujur kepadaku, terus sekarang kamu maunya apa?" ucap Ve sambil mengelap air matanya yang jatuh
"Aku akan tetap melanjutkan pernikahan ini dan aku akan pergi dari Vera" ucap Ahmad berjanji kepada Ve
"Kamu beneran, mau memutuskan hubungan kamu sama Vera?" tanya Ve
"Iya, setelah ini aku akan menelponnya dan bilang putus" ucap Ahmad
"Aku tidak mau nanti, aku mau sekarang kamu membuktikannya, aku gak mau kamu menikah karena paksaan atau karena orang tuamu tidak setuju sebelumnya jika sama Vera" ucap Ve
"Baiklah, aku akan telpon sekarang" ucap Ahmad
__ADS_1
Ahmad pun kemudian mengambil ponsel yang ada di sakunya, setelah itu Ahmad pun menekan nomor hp Vera.
'Tut...tut...tut...'
"Halo Ahmad, ada apa ya menelpon lagi" ucap Vera
"Maaf Vera, karena kejadian tadi Ve jadi marah sama aku" ucap Ahmad
"Jadi kamu mau kembali padaku!" ucap Vera sambil tersenyum sinis
"Maaf, aku ingin kamu jangan menggangguku lagi" ucap Ahmad
"Maksudku, kita sudahan dulu saja" ucap Ahmad
"Tapi...tapi..." ucap Vera namun telpon keburu dimatikan sama Ahmad
Vera pun menghempaskan ponselnya ke lantai dan membuat ponsolnya retak lalu redup.
__ADS_1
Setelah Ahmad mematikan ponselnya, Ahmad pun lalu memandang ke arah Ve lagi. Tampaknya Ve sudah mulai tenang dan tidak terlalu bersedih kembali. "Sekarang kamu sudah percaya sama aku?" tanya Ahmad kepada Ve
"Iya, aku percaya" ucap Ve
Setelah itu Ahmad pun mengantar Ve pulang ke kontrakannya. Tak berapa lama, sampailah mereka di kontrakan Ve, Ahmad pun lalu berjalan mengantarkan Ve sampai ke depan pintu. Setelah itu Ve pun berhenti lalu berbalik badan dan memengang kedua tangan Ahmad.
"Terima kasih ya, sudah memberikan malam terbaik bagiku" ucap Ve
"Sama-sama dan maafkan aku ya, aku janji tidak akan mengulanginya lagi" ucap Ahmad
"Iya, sampai jumpa lagi" ucap Ve
"Iya, sampai jumpa lagi" ucap Ahmad
Ve pun melepaskan tangan Ahmad dan berbalik badan lalu berjalan memasuki kontrakannya. Ahmad pun juga begitu, berjalan perlahan menuju mobilnya. Ketika sudah mencapai pintu kamar, Ve pun menoleh sedikit ke belakang. Ahmad pun juga begitu juga, dia menoleh ke belakang saat sampai di pintu mobil.
Mereka berdua menjadi saling bertatapan mata. Ve pun melambaikan tangannya ke arah Ahmad. Ahmad pun juga ikut melambaikan tangannya. Setelah itu Ve pun masuk ke kamar kontrakannya begitu juga Ahmad masuk ke dalam mobil lalu pergi meninggalkan kontrakan Ve.
__ADS_1
Ve pun melihat dari balik jendela. Melihat Ahmad pulang dengan mobil mewahnya. Setelah itu Ve pun masuk ke kamar tidurnya lalu terbaring di kasurnya dengan wajah tersenyum bahagia. Setelah itu Ve pun membayangkan seperti apa pernikahan mereka nantinya. Dekorasinya yang indah dan elegan. Ve dan Ahmad duduk berdua di depan para undangan.
Bersambung