Salah Lamar

Salah Lamar
Kecelakaan Kecil


__ADS_3

Sudah 3 hari Ramzi dan Inayah berada di Batu Malang. Ramzi sangat memanjakan Inayah. Bulan madu kedua mereka memang direncanakan untuk mendapatkan anak kedua. Mereka memanfaatkan momen berdua untuk mencurahkan rasa cinta mereka yang begitu besar.


" Mas, Terima kasih. aku sangat bahagia untuk 3 hari bersamamu. 3 hari ini kamu selalu ada di sisiku. Tak henti-hentinya di dalam hatiku bersyukur mendapatkan suami sepertimu dan juga mendapatkan hatimu," ucap Inayah.


"Aku juga sangat bersyukur mendapatkan istri sepertimu. Aku tahu sebelum aku mengkhitbahmu, banyak laki-laki yang mengejar cintamu. Alhamdulilah aku lah pemenang untuk mendapatkan cintamu," ucap Ramzi.


Ramzi dan Inayah sedang berjalan dengan bergandeng tangan. mereka sedang berada di Museum Angkut, di dalam Museum ada pasar apung yang menyajikan wisata kuliner. Inayah mengajak Ramzi untuk menjelajahi makanan-makanan yang dijajah di sana. Inayah selalu tersenyum karena Ramzi spontanitas membuat Inayah tersipu malu seperti menyuapi Inayah dengan tangannya, membersihkan bibir Inayah ketika ada suatu makanan yang tertinggal di bibirnya. Ramzi benar-benar sangat memperhatikan Inayah.


"Mas, janji ya... jika aku hamil anak kedua, kamu harus selalu ada di sisiku. Aku tidak mau seperti hamil Emi. Aku berjuang sendirian di Jepang," ucap Inayah.


"Iya sayang, aku akan selalu ada di sisimu, kecuali kamu kabur lagi dari sisiku. Kamu sendiri 'kan yang kabur dariku ketika hamil anak pertama kita," ucap Ramzi.


"Mas mah, malah mengingatkan aku dengan kesalahan aku. Kamu ndak ikhlas untuk memaafkan aku?" Wajah Inayah berubah menjadi masam seketika bad mood Inayah datang. Ia melepas genggaman tangan dari tangan Ramzi.


"Kamu marah?" tanya Ramzi.


Inayah tidak menjawab, ia tidak mengatakan apapun lagi. Inayah berjalan meninggalkan Ramzi. Ramzi mengejar Inayah dan menarik lengan Inayah.


"Sayang, jangan ngambek dong. Aku minta maaf," ucap Ramzi.


"Kamu nyebelin Mas, lagi romantis-romantisnya kita di sini. Kamu malah membuat aku bad mood," ucap Inayah.


"Aku minta maaf, kamu bisa menghukum aku apapun," ucap Ramzi.


"Aku ingin kembali ke penginapan sekarang!" ucap Inayah.


Akhirnya Ramzi mengikuti kemauan Inayah yang ingin kembali ke penginapan. Ketika sudah tiba di penginapan Inayah langsung membuka pintu mobilnya, dan melangkahkan kakinya untuk menuju ke kamar penginapan. Ramzi menghadang langkah Inayah.


"Sudah dong sayang, aku minta maaf.


Jangan ngambek kayak gitu, kita masih suasana bulan madu loh di sini," ucap Ramzi.


"Gendong aku Mas, aku ingin digendong dari belakang," ucap Inayah.


"Hah! di tempat umum sayang? kamu ndak malu? kamu biasanya malu loh ketika aku ingin menggendong kamu paling hanya berpegangan tangan kamu maunya," ucap Ramzi.


"Di sini sepi Mas, kita bulan madu bukan pas waktu liburan. Ya sudah kalau kamu ndak mau," Inayah langsung meninggalkan Ramzi, tapi Ramzi menghadangnya kembali dan menjongkokan tubuhnya. "Ayo! naik ke punggungku." Lalu Inayah naik ke punggung Ramzi, dia mengalungkan tangannya di leher Ramzi. Ramzi berdiri sambil memegang Inayah dengan tangannya ke belakang agar Inayah tidak terjatuh. Inayah menyenderkan kepalanya di pundak Ramzi.

__ADS_1


"Mas, jangan pernah berubah ya. Tetaplah seperti ini." Ucap Inayah ketika dia digendong oleh Ramzi. Inayah digendong sambil berjalan menuju kamar penginapan mereka.


"Cintaku tidak akan berubah sedikitpun untukmu. Aku jatuh cinta pertama memang dengan Delisha tapi wanita yang paling aku sangat cintai pertama kali setelah ummi itu adalah kamu. kamulah wanita yang sangat aku cintai pertama kali," ucap Ramzi.


"Jika pulang dari sini, dan Allah menitipkan benih kita di rahimku, tolong terus ada di sisiku. kamu janji 'kan Mas. Karena kehamilanku yang pertama itu tanpamu, Aku merasakan kesendirian ketika kamu tidak ada di sisiku. Rindu itu sangat menyiksaku," ucap Inayah.


"Insya Allah, jika Allah tidak memisahkan kita, umurku masih panjang, aku akan tetap di sisimu," ucap Ramzi.


"Mas, jangan ngomong seperti itu terus. Sejak pertama kita datang ke Batu Malang kamu selalu mengatakan tentang umur, mungkin juga umurku lah yang lebih dahulu dipanggil oleh Allah daripada kamu Mas, karena dosa-dosaku lebih banyak daripadamu. Dosa yang aku buat kepada suamiku tercinta," ucap Inayah.


"Sudah ah, jangan bahas itu. Aku sudah ikhlas kok, jika kamu berbuat salah dengan kesalahan yang di sengaja ataupun tidak di sengaja, aku ridho," ucap Ramzi.


Ramzi membuka pintu kamar penginapannya dan mendudukkan Inayah di atas ranjang kasur, dia menggenggam tangan Inayah lalu menciumnya. Kemudian Ramzi mengacup dahi Inayah, pipi dan juga bibir merah merona Inayah mereka melakukan penyatuan cinta yang besar sampai menuju puncak awan.


***


Pada hari kelima, Inayah dan Ramzi balik ke Cirebon, mereka memutuskan untuk berangkat pada malam hari dengan alasan bahwa malam hari tidak macet dan cuacanya tidak panas.


"Mas, hati-hati ya jalannya. Jika kamu lelah kita istirahat, jangan dipaksakan," ucap Inayah.


"Iya sayang, aku akan hati-hati. Di rumah ada yang menunggu kita untuk pulang yaitu putri cantik kita," ucap Ramzi.


"Iya alhamdulilah, kamu tidur aja dulu. Istirahat," ucap Ramzi.


"Nanti kalau aku ndak ajak kamu ngobrol malah ngantuk lagi," ucap Inayah.


"Insha Allah ndak, kamu doakan Mas aja. Tidur yah sayang." Ramzi membelai pipi Inayah.


Inayah mulai memejamkan matanya dan ia mulai tidur terlelap, Ramzi melihat Inayah yang sudah tertidur, ia tersenyum melihat wajah istrinya yang polos tanpa make up.


"Wajah kamu memang sangat cantik sayang, di Batu Malang saja banyak laki-laki yang menatap kamu, aku ingin mencolok mata mereka ketika menatap kamu. Makanya itu aku menggenggam erat tangan kamu agar kamu terus berdekatan denganku ketika kita berbulan madu," gumam Ramzi.


sudah 2 jam Ramzi mengendarai mobilnya, ia sudah mulai merasa lelah dan matanya pun sudah terasa mengantuk. Tiba-tiba dari samping kiri ada sebuah mobil hitam yang menyelip mobil Ramzi. Ramzi tidak konsentrasi dan mobil hitam tersebut langsung menyalip dan langsung menyalip ke posisi depan mobil Ramzi. Ramzi terkejut lalu dia menginjak rem secara mendadak. ketika rem mendadak, hidung Inayah terpentok dan mengeluarkan darah. Ramzi belum menyadari keadaan Inayah.


"Woi bisa nyetir ndak sih? main selip aja berbahaya," teriak Ramzi kepada mobil hitam tersebut yang sudah melesat pergi dan tidak terlihat lagi.


Ramzi mengingat Inayah, dia langsung menengok ke arah Inayah. Inayah sudah memegang hidungnya yang mengeluarkan darah.

__ADS_1


"Mas, tolong ambilkan aku tisu," ucap Inayah.


"Astagfirullah sayang, hidupmu berdarah. Maafkan aku telah rem mendadak, tadi ada mobil yang mau menyalip. Aku terkejut, maaf ya." Ramzi mengambil tisu dan memberikan kepada Inayah.


"Di depan ada rest area, kita berhenti di sana dulu untuk istirahat," ucap Ramzi.


Inayah hanya menganggukan kepalanya sambil memegang hidungnya yang masih berdarah.


Bersambung.


✍✍✍Ramaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yahπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta




Salah lamar




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)



__ADS_1


Love dari author sekebon karet β€πŸ’žπŸ’


__ADS_2