
Ada dokter baru yang menggantikan posisi dokter Lita. Dokter Lita memilih untuk resign dari rumah sakit Cirebon. Memang sangat di sayangkan dokter Lita hengkang dari rumah sakit. Tapi seorang dokter mempunyai hati, yang bisa merasakan jatuh cinta ataupun patah hati.
Ada seseorang yang merasa kehilangan, biasanya ada yang merayu dengan ucapan cinta, biasanya ada yang mengirim makanan, biasanya ada yang mengikuti langkahnya. Tapi hari ini sosok wanita tersebut sudah tidak ada. Siapa lagi yang baru sadar kehilangan seseorang itu. Azril yang merasa ada yang kurang untuk hari ini. Ia belum tahu bahwa dokter Lita sudah resign dari rumah sakit.
"Syifa..." Azril memanggil Syifa dari kejauhan. Syifa menoleh sumber suara, dia bercibik malas menghadapi dokter karbit seperti Azril. Iya, itulah yang Syifa berikan kepada Azril. Dokter karbit, berbaju putih tapi panas. Karena kedua sahabatnya panas jika berdekatan dengan Azril. Inayah panas karena marah, Lita panas karena cinta.
"Apa Azril?" Syifa tidak mau berlaku sopan kepada Azril yang telah membuat Lita resign dari rumah sakit ini. Syifa menjawab dengan nada ketus.
"Aku belum lihat Lita hari ini? apa tidak ada jam praktiknya?" tanya Azril.
"Ngapain kamu tanya tentang Lita? ada urusan apa? kamu 'kan ndak peduli," ucap Syifa.
"Hanya ingin tahu saja, biasanya kalian selalu bertiga. Kalau Inayah aku tahu dia cuti karena lahiran," ucap Azril.
Syifa bukannya menjawab, dia malah mengabaikan Azril. Syifa meninggalkan Azril begitu saja. Syifa tidak mau banyak bicara dengan dokter karbit. Bisa-bisa ikutan panas dekat dia karena rasa emosi jika melihat wajah Azril.
Azril mematung, karena dirinya di acuhkan oleh Syifa. Syifa yang biasanya sangat ramah dan sopan tapi kali ini dia tidak melihat itu dari Syifa. Azril melangkahkan kakinya tanpa ia sadari, dia berjalan menuju ruang poli kandungan. Ruang poli kandungan di sebelah kanan, poli jantung di sebelah kiri. Seharusnya Azril belok ke sebelah kiri tapi
kakinya malah berbelok ke sebelah kanan.
'Astagfirullah...kenapa langkahku ke poli kandungan? ada apa denganku,' batin Azril.
"Permisi Dokter Azril." OB mengganti nama di depan pintu poli kandungan. Ia mencopot nama dr. Lita, SPoG menjadi nama dr. Roni. SPoG.
"Pak, kok di copot? bukannya dokter Lita hari ini nggak ada praktik aja dan besok praktik lagi. Kok di copot nama dokter Lita?" tanya Azril.
"Memang Dokter Azril nggak tahu? dokter Lita 'kan resign," ucap OB.
"Apa? dokter Lita resign?" tanya Azril memastikan.
"Iya, dokter Lita resign," ucap OB kembali.
Entah kenapa hati Azril menjadi hampa, mungkin biasanya di ganggu, tiba-tiba tidak ada yang mengganggu dia lagi. Ketika siang hari, biasanya ada yang mengirim makanan dan terselip kertas dalam makanan tersebut, 'selamat menikmati calon imamku.' Tapi sejak saat ini tidak ada lagi yang mengirimi makanan seperti itu.
Waktu memang tidak bisa diulang lagi, yang berlalu biarlah berlalu. Tapi tidak untuk Azril waktu yang telah berlalu menjadi sebuah kenangan. Kini kenangan tersebut merasuki hatinya, dia masih belum sadar bahwa Lita sudah memasuki hati Azril.
Tok tok
__ADS_1
Pintu poli jantung di ketuk
"Masuk," ucap Azril.
"Maaf Dok, ini ada kiriman paket untuk dokter," ucap OB.
"Oh iya letakan saja, terima kasih Pak," ucap Azril.
Azril membuka paket tersebut, ternyata kiriman sebuah makan siang dari dokter Lita dan ada secarik kertas di dalamnya.
...Assalamu'alaikum...
...Ketika kamu membaca suratku ini. Pesawatku sudah terbang meninggalkan Indonesia. Maafkan aku yang selalu mengganggumu, membuatmu jengkel karena cintaku padamu. Cinta ini menyakitkan bagiku, sebelumnya aku tak menyerah. Aku tahu kamu mencintai Inayah, tapi aku masih ada harapan karena cinta Inayah hanya untuk suaminya. Aku sekarang menyerah untuk cinta ini, aku akan pergi dari kehidupanmu. Semoga kamu bahagia dengan wanita pilihan orang tuamu. Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan dari pernikahanmu nanti. Doa ini aku panjatkan tulus untukmu. Ini paket makan siang untukmu yang terakhir dariku. Kupilih menu kesukaanmu dan paket makanan ini aku yang memasaknya bukan aku beli dari restoran online. Terima kasih untuk hari-hari kau menolakku....
^^^wassalam^^^
^^^Lita^^^
Azril membuka paket makanan, iya melihat menu-menu kesukaan di depan matanya. Lita lah yang paling tahu akan hal-hal kecil dari Azril, hal-hal kecerobohan Azril, bahkan hal yang selalu ia lupakan Lita lah yang mengingatkan. Azril suka lupa waktu sehingga dirinya telat makan. Lita lah yang selalu mengirimkan makanan kepada Azril. Lita selalu berkata, 'dokter kok, kesehatan nggak di jaga.' Kini kata-kata Lita itu selalu terngiang di telinga Azril.
Sejak Lita resign, Azril tidak banyak bicara. Ia hanya datang ketika waktu praktik mulai dan langsung pulang. Ia tidak pernah berkumpul lagi dengan teman-temannya.
Handphone Azril bergetar, dari layar tertera 'mamah'
Azril \=["Assalamu'alaikum Mah."]
Mamah \=["Waalaikumsalam, besok Mamah akan pulang ke Jakarta. Untuk mengatur perjodohan kamu."]
Azril \=["Mah, Azril nggak mau dijodohkan."]
Mamah \=["Kalau kamu tidak mau dijodohkan, bawa wanita yang kamu sukai ke hadapan Mamah. Kamu bisa dalam 2 hari ini?"]
Azril diam, ia tak bergeming. Karena tidak ada wanita yang akan di ajak untuk menemui mamahnya. Walaupun saat ini ada rasa untuk Lita. Tapi Lita sudah pergi dan entah kemana Lita pergi.
Mamah \=["Kamu nggak bisa janji 'kan sama Mamah. Terima aja perjodohan dari Mamah. Jodoh kamu dari keturunan baik. Bibit, bebet dan bobotnya bagus."]
Azril \=["Mah, biar Azril cari sendiri jodoh Azril. Azril nggak mau di jodohkan."]
__ADS_1
Mamah \=["Mau berapa lama lagi Mamah harus menunggu, usiamu sudah sangat matang yaitu 33 tahun. Kakak-kakakku semua sudah menikah, tinggal kamu yang belum. Mamah nggak mau dengar alasan lagi. Pokoknya kamu harus menerima perjodohan ini titik!"]
Mamah Azril langsung menutup teleponnya, sebelum Azril menjawab. Mamah Azril menelepon dari Amerika, ia sangat khawatir kepada Azril karena Azril mempunyai sakit maag akut karena lupa akan makan. Sudah 1 tahun ini maag Azril tidak kumat karena Lita selalu mengirimi Azril makanan. Rasa kehilangan Lita kini menjadi kuning hati terdalam menjadi penyesalan. Kini penyesalan itu tak berguna kembali karena Lita sudah meninggalkan Indonesia.
Azril membuka sosmed biru milik Lita, ia mencari info di sana. Barangkali ada status Lita yang menandakan keberadaannya. Azril Scroll ke bawah tapi ia tidak menemukan sesuatu. Lita update status 2 hari yang lalu dengan tulisan statusnya "Aku akan berusaha untuk melupakanmu, selamat tinggal calon imamku."
Ketika Azril membaca status Lita, dadanya terasa sesak. Lebih lagi ketika Azril melihat sebuah foto yang Lita ambil diam-diam, Lita berselfi ketika Azril memakan pemberian bekalnya dengan caption 'Selamat makan.'
Minta like nya yah Reader
Bersambung
ββRamaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yahππππ
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta
Salah lamar
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
__ADS_1
Love dari author sekebon karet β€π