Salah Lamar

Salah Lamar
Mantan Pacar?


__ADS_3

Inayah masih terngiang di dalam ingatannya, perlakuan Ramzi yang sangat romantis walaupun sederhana di Gazebo milik sang abah. Pemandangan gunung Ciremai di malam hari dengan suara musik jangkrik dan gemericik air kolam ikan, menjadi suasana sangat romantis. Sampai di hari selasa Inayah tersenyum sendiri. Syifa yang memang sedikit mau tahu dengan urusan Inayah karena Inayah terlihat tersenyum sendiri.


"Sepertinya abis dapat bonus nih dari Gus Ramzi," ledek Syifa.


"Ih apa sih sampeyan? mau tau aja deh urusan aku," ucap Inayah.


"Habisnya jalan hidup sampeyan itu menarik sih," ucap Syifa.


"Ih kepo mana. Bagaimana nih program hamil keduanya sampeyan? tanya Inayah.


"Sampeyan mah ingetin terus, aku mah usaha udah setiap malam tapi 'kan Allah yang ngasih," ucap Syifa.


"Makanya minum vitamin kalau nggak konsultasi dengan Li... Astagfirullah aku ingat lagi sama Lita," ucap Inayah.


"Ah iya, coba masih ada Lita aku bisa konsultasi kalau sama dia 'kan gratis," ucap Syifa.


"Sampeyan ini maunya gratis aja." Inayah memukul bahu Syifa, karena ucapannya yang menohok menurut Inayah. Teman tapi dimanfaatkan.


Inayah dan Syifa berjalan ke basecamp para dokter spesialis, mereka berkumpul di sana. Dia tidak melihat Azriel karena biasanya 9 dokter akan berkumpul terlebih dahulu untuk mempersiapkan praktik mereka masing-masing, tapi hari ini Inayah tidak melihat Azriel.


"Azriel ke mana Syifa?" Inayah mempunyai rasa penasaran.


"Ih kamu masih cariin dokter karbit?" Syifa sedikit kesal ketika Inayah mencari keberadaan Azril, karena Azril yang membuat Lita pergi.


"Hus sampeyan ini," protes Inayah.


"Dokter Azril dia resign," ucap Syifa.


"Apa? resign kok bisa seperti barengan gitu sama Lita? Lita resign, Azril juga resign." Inayah berpikir bahwa mereka sudah terjalin hubungan.


"Nah... nah... sampeyan kepo 'kan sama hubungan mereka?" sindir Syifa.


Inayah menjadi sangat kehilangan, walaupun Azril itu sangat menyebalkan tetapi Azril sebenarnya pria yang baik, sejak kuliah ia membantu Inayah. Tapi setelah Inayah menikah, Inayah memang menjauhi Azril. Inayah mencoba berkali-kali untuk menelepon Lita, tapi Lita tidak bisa dihubungi. Tapi ketika dua hari yang lalu ada pesan singkat masuk dari Lita, mengatakan bahwa dia baik-baik saja dan ia tidak sedang tinggal di Indonesia. Lita ingin menata hatinya jauh dari Indonesia. Lita hanya membalas satu kali pesan Whatsapp Inayah setelah itu nomornya tidak aktif kembali. Inayah berharap agar duatu hari ia akan bertemu lagi dengan Lita, karena Lita lah yang menguatkan hati Inayah ketika Ramzi dinyatakan meninggal dunia. Tanpa Lita dan Syifa mungkin Inayah sudah menyerah di titik itu.


***


Dedd dedd


Ada pesan WhatsApp dari Delisha.


Delisha \=["Assalamualaikum Mbak, Mbak Ina bisakah Mbak menemani aku? aku sedang sedih Mbak kak Indra sebelum menikah denganku, ternyata dia punya anak Mbak."]


Inayah yang membaca pesan Whatsapp dari Delisha sangat terkejut, Ia tahu apa yang dirasakan Delisha saat ini. Inayah langsung menelepon Delisha, dia tidak mau berbicara dengan pesan singkat.


Inayah \=[Assalamualaikum Dek, Dek kamu jangan bercanda Dek. Ndak mungkin Indra mempunyai anak sebelum menikahi kamu.]

__ADS_1


Delisha \=["Mbak perempuan itu datang ke rumah Mbak, membawa anaknya. Seorang anak laki-laki sekitar umur 3 tahun Mbak. Hatiku hancur Mbak, perempuan itu berasal dari Mesir."]


Inayah \=["Mbak nanti ke rumah ya, kamu tenang dulu ingat jangan ke mana-mana. Selesaikan ini dengan pikiran yang dingin. Jangan campur emosi seperti Mbak dahulu, ingat pesan Mbak, jangan kemana-mana. Mbak akan ke rumah sekarang."]


Ketika Delisha menelepon kebetulan praktik Inayah sudah selesai. Inayah meminta izin kepada Ramzi untuk berkunjung ke pesantren abah, dia akan cerita setelah di rumah karena dia harus terburu-buru menemui Delisha. Ramzi memberi izin kepada Inayah asal Inayah berjanji, pulang tidak terlalu malam dan jangan menginap.


Inayah mengendarai mobilnya, ia menuju ke pesantren abahnya setelah mendengar tangisan Delisha ditelepon. Hatinya berdoa agar Delisha tidak berbuat sama sepertinya yaitu kabur dari rumah dan lari dari kenyataan. Jalannya sedikit macet, lama untuk sampai ke pesantren abah. sesampainya di pesantren abah, Inayah langsung bergegas masuk untuk ke dalam rumah. Di sana Inayah juga melihat seorang perempuan Arab yang membawa seorang anak laki-laki kira-kira umurnya 3 tahun. Inayah hanya memberi salam untuk Abah dan umma dan tidak menghiraukam wanita perempuan arab itu dan juga Indra yang sedang bersimpuh di kaki abah.


Inayah langsung mengetuk pintu kamar Delisha. Ia tahu Delisha pasti sedang menangis dan sangat sakit hati untuk menerima permasalahannya ini.


Tok Tok tok


Inayah mengetuk pintu kamar Delisha


"Assalamu'alaikum Lisha, Lisha buka pintunya ini Mbak sudah datang," panggil Inayah.


Delisha langsung membuka pintu, ia menarik tangan Inayah dan langsung menutup pintu lalu menguncinya. Delisha menangis dipelukan Inayah sambil menggendong anaknya.


"Ceritakan kepada Mbak, tadi Mbak lihat perempuan itu. Apa yang Indra katakan untuk membela dirinya?" tanya Inayah.


"Kata Kak Indra itu bukan anaknya, dia tidak pernah menyentuh wanita selain aku, jawab Delisha.


"lalu apa yang dikatakan oleh perempuan itu?" tanya Inayah kembali.


"Ia mengatakan bahwa ketika kak Indra di Mesir, mereka berpacaran lalu pernah berbuat hububgan itu dengan kak Indra," jawab Delisha.


"Aku ndak berani menatapnya Mbak, tapi ketika aku menatap kak Indra, matanya mengatakan ia memohon kepadaku untuk percaya dengannya," ucap Delisha.


Ini adalah persoalan yang sangat sensitif untuk Delisha, karena Indra merupakan suaminya yang ia cintai setelah gagalnya pernikahan karena calon suaminya meninggal dunia. Inayah berpikir Indra adalah pria yang baik, dia juga tidak mau berpihak kepada Indra ataupun Delisha. Yang ia pikirkan adalah anak yang dibawa oleh perempuan itu harus di tes DNA agar jelas. Apakah itu anak Indra atau bukan. Inayah memberi usulan kepada Delisha. Delisha menyetujui usulan dari Inayah. Inayah keluar kamar setelah membuat Delisha lebih tenang. Ia langsung ke ruang keluarga, di sana Ia masih melihat abah yang sedang berbicara.


"Abah maaf, boleh aku berbicara?" tanya Inayah.


"Iya Nak silakan," jawab abah.


"Untuk memastikan anak ini anak Indra atau bukan, kita lakukan tes DNA di rumah sakit Cirebon. Aku yang akan mengawal tes DNA ini, bagaimana Abah?" tanya Inayah.


"Abah setuju, biar jelas sehingga kita tidak menduga-duga karena kita tidak tahu perempuan ini," jawab abah.


"Mbak Inayah, kamu percaya aku 'kan?" Indra memohon agar Inayah percaya dengannya.


"Indra, aku ndak bisa mempercayaimu sekarang yang aku bisa, hanya sebagai penengah. Tes DNA yang akan membuktikan anak ini adalah anakmu atau bukan," ucap Inayah dengan bijak.


Inayah memberi masukan agar wanita itu bisa tinggal di asrama putri. Inayah meminta satu kamar dikosongkan untuk satu minggu ini karena proses DNA, perlu waktu agar hasilnya lebih akurat. setelah abah menyetujui itu Inayah lalu pergi ke kamar Delisha kembali.


"Dek Mbak sudah ngomong sama abah. Abah setuju dan perempuan ini akan tinggal di lingkungan pesantren ini sekitar satu minggu," ucap Inayah.

__ADS_1


"Ya Mbak, kok di pesantren ini sih Mbak? aku nggak mau lihat perempuan itu Mbak," protes Delisha.


"Ya Lalu bagaimana?" tanya Inayah.


"Aku nginep ya di pesantren mertua Mbak," pinta Delisha.


Inayah berpikir, Ramzi dahulu mempunyai rasa dengan Delisha. Ia malah takut kalau Ramzi akan bermain mata dengan Delisha jika Delisha tinggal di lingkungan pesantren Abi. Dia mencari cara agar Delisha tidak ikut pulang dengan dirinya.


"Dek ndak bisa begitu Dek, bukan Mbak menolak kamu, tapi kamu ini masih istri Indra. Ingat loh keluar rumah itu harus izin dengan suami. Jika Indra ndak mengizinkan maka kamu ndak boleh pergi, dosa De," ucap Inayah.


"Mbak aku ndak mau sekamar dengan Kak Indra, dan juga bertemu dengan perempuan itu setiap hari satu minggu lagi Mbak," ucap Delisha.


"Nanti Mbak bilang agar Indra tidak tidur dulu dengan kamu. Mbak akan memberi alasan supaya hati kamu tenang terlebih dahulu, dan juga Mbak akan bilang kepada Abah agar perempuan itu ditempatkan di asrama paling pojok, jadi jauh dari rumah. Udah kamu jangan khawatir, kamu berdoa aja di sepertiga malam. Agar rumah tangga kamu baik-baik aja, semoga ini adalah ujian kamu untuk meningkatkan keimanan kamu dan juga memperkuat rumah tanggamu," ucap Inayah.


Delisha mendengarkan saran dari Inayah. Dia menuruti apa yang Inayah bilang karena sangat logis. setelah urusan selesai Inayah langsung pulang ke pesantren Abi dengan senyuman. Karena dirinya telah berhasil membujuk Delisha agar tidak pergi dari pesantren abah.


Ah Inayah...sakin cintanya dengan Ramzi, dia masih sempat berpikir seperti itu. Yah memang Inayah nggak salah untuk menjaga suaminya agar tetap menjaga mata.


Bersambung


✍✍Ramaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yahπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta




Salah lamar




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)


__ADS_1



Love dari author sekebon karet β€πŸ’ž


__ADS_2