Salah Lamar

Salah Lamar
Tes DNA


__ADS_3

Inayah sudah sampai di rumah, ia terlihat lelah karena baru pulang. Sudah pukul 08.30 malam, Inayah mencuci tangan lalu langsung menuju ke dalam kamarnya. Anak-anaknya sudah tertidur kecuali Ramzi.


"Kamu nunggu aku Mas?" tanya Inayah.


"Iya nunggu istriku tercinta, aku tidak bisa tidur tanpa memelukmu," ucap Ramzi dengan senyuman.


"Ih gombal, udah punya anak tiga juga." Inayah protes tapi sebenarnya Inayah senang. Hatinya meloncat-loncat


"Memangnya punya anak tiga ndak boleh bermesrahan? justru pernikahan itu semakin lama harusnya semakin mesra, bukan semakin lama eh malah bercerai," ucap Ramzi sambil menasihati Inayah.


"Iya deh Mas, aku mandi dulu ya, lengket nih," ucap Inayah.


"Jangan dong cium dulu." Ramzi memegang pipinya agar Inayah mencium dia.


"Mas, bau Mas badanku ini, pagi doang mandinya." Inayah memundurkan langkahnya menjauhi Ramzi. Ia tidak percaya diri jika dirinya yang belum mandi berdekatan dengan Ramzi yang sudah wangi.


Ramzi malah mendekati Inayah dan Ia langsung memeluk Inayah dari belakang. Inayah sudah menolak, tapi Ramzi malah mengeratkan pelukannya.


"Sayang kamu tahu 'kan Rasulullah itu bermesrahan dengan istrinya setiap hari, dan Rasulullah bersikap lemah lembut dan romantis. Aku pengikut Rasulullah. apa pun yang Rasulullah kerjakan itu sunnah. Bagiku tak masalah kamu belum mandi. Bau tubuhmu ini adalah bau ketika kamu menolong seseorang di rumah sakit, Insya Allah menjadi bau amalan kamu di akhirat." Ramzi berucap dengan menempelkan dagunya di pundak Inayah, deru nafas Ramzi membuat pipi Inayah memanas. Walaupun sudah punya anak 3 jantung Inayah masih berdegub kencang ketika Ramzi menempelkan dagunya di pundak Inayah.


"Ah Mas Ramzi kamu ini sudah membuat hatiku sangat senang setiap hari tidak adamu hatiku kan gersang," ucap Inayah dengan pipi yang sudah mulai kemerahan.


"Jangan seperti itu sayang, gersang hati itu ketika kita jauh dari Allah, rumah tangga kita di ikat atas iman dan tauhid agar rumah tangga kita ini diikat benang merah sampai akhirat kelak. Engkaulah bidadari surgaku di akhirat nanti," ucap Ramzi. Kali ini Ramzi mengecup pipi Inayah yang sudah kemerahan.


Inayah akan takluk dengan perkataan Ramzi yang langsung menancap di hati Inayah, sampai ke lubung hati Inayah yang paling dalam. Sehingga Inayah membalikkan badannya dan ia mencium bibir Ramzi


"Aku mandi dulu ya setelah itu aku mau salat Isya, tadi aku belum sempat salat Isya. Nanti aku cerita tentang Delisha. Oke sayang, aku mandi dulu," ucap Inayah.


Inayah membersihkan tubuhnya dari debu-debu yang menempel seharian, setelah itu dia bergegas untuk salat isya karena baginya sudah terlalu telat ia mengejarnya. Inayah langsung pulang ke rumah agar sampai di rumah tidak terlalu malam, karena berpikir pasti Ramzi akan menunggunya. Kebiasaan Ramzi dia akan tidur bersama-sama tanpa Inayah di sampingnya dia tidak akan tidur terlebih dahulu.


Setelah selesai salat isya, Inayah menciumi ketiga anaknya yaitu Emi, Haidar, dan Haidir. Ia merasa sangat rindu kepada ketiga anaknya itu karena satu harian ini ia tidak bisa bercengkrama dengan ketiga anaknya, karena ketika ingin pulang tiba-tiba Delisha mengirimi Inayah sebuah pesan yang membuat Inayah sangat terkejut.


"Memang ada cerita apa tentang Delisha sayang?" tanya Ramzi.


"Kok yang ditanya Delisha? ndak aku yang di tanya. Seharusnya tanyanya seperti ini, sayang kamu lelah ndak hari ini? harusnya kan seperti itu, ini yang ditanyain malah Delisha," protes Inayah.

__ADS_1


"Yah aku salah ngomong lagi, tadi 'kan kamu sendiri yang ngomong kalau kamu mau menceritakan tentang Delisha," ucap Ramzi.


Inayah mengelus pipi Ramzi dan ia tersenyum kepada Ramzi. Inayah mulai menceritakan tentang permasalahan Delisa cerita dari awal sampai akhir Ramzi pun sempat terkejut dengan apa yang diceritakan oleh Inayah Niat Dari Naya esoknya akan melakukan tes DNA ia mengaku sebagai anak Indra Inayah pun tak yakin bahwa itu anak Indra karena dia tahu Indra merupakan murid kesayangan Abahnya yang sangat kuat imannya dan sangat menjaga tutur kata dan perilakunya.


"Aku harap persoalan Delisha cepat selesai," ucap Ramzi.


"Iya Mas aku harap juga seperti itu dan semoga Delisha kuat untuk melewati cobaan ini." Inayah hanya bisa berdoa agar rumah tangga adiknya akan baik-baik saja, karena ini merupakan suatu badai yang besar, ketika ada seorang perempuan yang mengaku sebagai kekasihnya Indra ketika dia kuliah di Kairo Mesir. Hati seorang istri pasti sangat syok, mau tidak percaya tapi perempuan itu bawa anak.


"Udah ya Mas, aku lelah mau istirahat," ucap Inayah.


Ramzi dan Inayah pun beristirahat, mereka tertidur lelap, dengan Ramzi memeluk pinggang Inayah yang ramping dari belakang.


***


Pagi mulai menyongsong, Inayah sudah rapih berpakaian. Ia siap untuk bekerja hari ini. Hari ini ia akan berangkat lebih awal karena Inayah sudah berjanji akan melakukan tes DNA. Inayah sudah membawa sample rambut anak itu dengan Indra. Semua akan terjawab apakah anak ini merupakan darah daging Indra ataupun bukan.


"Hari ini pulang sore?" tanya Ramzi.


"Insha Allah pukul 1.30 siang aku sudah sampai di rumah. Hari ini hanya praktik pagi,"jawab Inayah.


Ramzi memegang tangan Inayah dengan lembut.


"Jangan terlalu lelah yah, nanti kamu sakit. Aku ndak mau kamu sakit," ucap Ramzi.


"Kenapa? karena akan repot yah?" tanya Inayah.


"Bukan, karena jika kamu sakit aku juga ikut sakit. Bagaimana aku bisa sehat jika separuh jiwaku sakit?" ucap Ramzi.


"Gombalnya mulai lagi." Inayah selalu suka dengan gombala-gombalan yang Ramzi lontarkan untuknya. Ramzi memang pintar membuat hati Inayah berbunga-bunga.


Inayah memeluk Ramzi dengan erat.


"Mas terima kasih yah, sudah menjadi suami yang hebat, ayah yang baik untuk anak-anak kita. Aku semakin sayang sama kamu Mas," ucap Inayah.


Ramzi mengelus-elus pundak Inayah, ia ingin merasakan kehangatan dari pelukan Inayah. Kemudian Inayah berpamitan kepada Ramzi untuk berangkat ke rumah sakit. Inayah mencium punggung tangan Ramzi lalu mereka keluar dari kamar. Ramzi mengantar Inayah sampai Inayah naik mobilnya.

__ADS_1


***


Inayah sudah menyerahkan sample rambut Indra dan anak itu. Hasil tes DNA biasanya akan keluar dalam 1-2 hari, tergantung pada biaya yang dikeluarkan. Jika biaya lebih mahal, tentu hasilnya bisa keluar lebih cepat. Tes paternitas DNA dianggap dapat memberikan hasil yang akurat mencapai 99,9%.


Hasil tes DNA paternitas yang diklasifikasikan sebagai “tidak dikecualikan”, artinya ada kemungkinan 99 persen orang tua dan anak yang dites memiliki hubungan biologis. Bila hasil tes DNA diklasifikasikan sebagai “dikecualikan” berarti keduanya tidak memiliki hubungan biologis.


Bersambung


✍✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan di diri kita khususnya dan di diri yang membaca. Aamiin 💞


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta




Salah lamar




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)



__ADS_1


Love dari author sekebon karet ❤💞💝


__ADS_2