
Inayah sudah memberikan sample untuk tes DNA. Apakah anak yang dibawa oleh wanita asal Mesir itu merupakan anak Indra atau bukan, Lap DNA mengatakan hasil akan keluar dua hari lagi.
Inayah sudah mengabari Delisha bahwa tes DNAnya akan diketahui lusa. Inayah bekerja seperti biasa, hari ini dia hanya mempunyai jam praktik di pagi hari kemudian dia langsung pulang ke pesantren Abi Afnan.
Di kediaman Abah Amar
Indra masih terduduk di depan pintu kamar, Delisha tak membiarkan Indra untuk masuk kamarnya. Indra sudah berupaya untuk membujuk Delisha bahkan dengan alasan untuk menemui anaknya.
"Dek, Kakak mohon buka pintu dong." Indra memohon kepada Delisha di depan pintu. Berkali-kali Indra menarik ke bawah handle pintu akan tetapi masih tidak bisa ia buka. Delisha mengunci pintu kamarnya.
"Kakak sudah berkhianat sebelum menikah. Kak, hatiku sakit telah dibohongi olehmu," teriak Delisha histeris.
"Aku nggak bohong Dek, itu bukan anak aku," ucap Indra.
"Jika Itu bukan anak Kakak, ndak mungkin wanita itu datang kemari Kak. Dia dari Mesir datang ke Indonesia jauh-jauh untuk menemui kakak sebagai ayah dari anak itu," ucap Delisha.
"Mbak Inayah sudah memeriksa sample untuk diperiksa DNA aku dan anak itu kan Dek, kita tunggu hasilnya Dek itu bukti bahwa aku tidak pernah menyentuh wanita lain selain kamu Dek," ucap Indra.
"lalu kenapa wanita itu kenal sekali dengan Kakak?" tanya Delisha.
Flash back on
Indra menghela nafasnya. Dia mulai bercerita tentang masa lalunya ketika di Mesir. Indra kuliah di universitas Al azhar Mesir selama kurang lebih 5 tahun lamanya. Di sana dia mengenyam ilmu setelah lulus dari pesantren. Indra menjadi pendiam setelah di tolak lamarannya oleh Inayah. Dia berniat kuliah di Indonesia jika lamarannya diterima oleh Inayah. Akan tetapi Inayah menolaknya, Indra sudah menyukai Inayah sejak ia masih menjadi murid di pesantren. Pesona Inayah membuat banyak para pria ingin meminaangnya. Karena penolakan itu, lalu Indra memutuskan untuk kuliah di Al azhar Kairo Mesir, ia butuh waktu untuk menata hatinya.
Suatu ketika teman Indra yang bernama Ilham mengenalkan Maryam kepada Indra. Tidak hanya Maryam tapi juga ada beberapa gadis mesir juga yang dikenali oleh Indra. Indra yang mempunyai paras tampan berwajah Asia dengan mempunyai wajah seperti baby face terlihat muda membuat daya tarik bagi perempuan-perempuan Mesir yang mengenal Indra. Maryam yang ingin terus mendekati Indra, tapi Indra selalu menghindari Maryam. Karena luka hatinya belum sembuh dari penolakan Inayah, ia tidak mau berdekatan oleh perempuan lain dari manapun. Maryam selalu mengirimi Indra pesan untuk bertemu kembali, Mariam berterus terang mengatakan bahwa ia menyukai Indra.
Suatu hari Ilham mengajak Indra ke tempat kosan Ilham, ternyata di sana ada Maryam. Indra pun terkejut karena sepertinya ia dijebak, ingin pergi dari sana tapi ia tak enak hati. Akhirnya mereka bertiga berkumpul bersama. Tak etis seorang wanita yang berada di antara dua laki-laki, tapi Ilham membujuk Indra karena mengatakan mereka tidak berbuat apa-apa, hanya sekedar makan malam bersama saja. sehabis selesai akan pulang, tapi setelah makan malam kepala Indra sangat pusing, ia tak sadarkan diri. Keesokan paginya Indra dan Maryam ada di satu selimut dengan Maryam tanpa busana sehelaipun begitupun Indra. Indra tampak terkejut ketika terbangun, dia tidak ingat apa-apa. Tapi dia yakin tidak menyentuh Mariam sama sekali, sejak itulah Indra tak mau bertemu dengan Maryam ataupun Ilham karena merasa dijebak oleh mereka.
Tapi Maryam meminta pertanggungjawaban kepada Indra, karena katanya dirinya sudah tidak suci lagi, tapi Indra bersi kekeh kalau dia tidak melakukan itu kepada Maryam.
__ADS_1
"Indra kamu harus bertanggung jawab," ucap Maryam.
"Tanggung jawab apa? aku tidak merenggut kesucianmu," ucap Indra geram.
"Tapi aku tidak suci lagi Indra, kalau bukan kamu lalu siapa? yang kulihat ketika bangun tidur itu adalah kamu. Kita di bawah 1 selimut tanpa sehelai benang pun," ucap Maryam.
"Tidak, bukan aku, setelah aku makan dengan kamu dan Ilham, kepalaku pusing dan tiba-tiba aku pingsan. Kamu dan Ilham menjebakku," ucap Indra.
"Buat apa aku menjebakmu sampai aku memberikan kesucianku kepadamu. Bagaimana jika aku hamil?" tanya Maryam.
"Jika kamu hamil itu adalah urusanmu, itu bukan anakku. Aku tidak melakukan itu denganmu," jawab Indra.
Kejadian ini merupakan sebulan sebelum Indra bertolak ke Indonesia karena dia sudah selesai untuk kuliah di Kairo Mesir. Indra langsung berkemas untuk pulang ke Indonesia. Memang dia merasa bukan dia yang perbuat itu. Dia dijebak, bisa jadi yang mengambil kesucian Maryam adalah Ilham.
Flash back off
"Kakak sudah tega denganku, kakak ternyata sebelum menikah denganku, Kakak sudah satu selimut dengan wanita itu, aku mohon pergi Kak, ceraikan aku saja," ucap Delisha putus asa.
"Astaghfirullah Dek, jangan berkata cerai Dek. Kakak nggak mau cerai sama kamu, Kakak cinta sama kamu, jangan setega itu dengan Kakak. Kakak difitnah, kamu harus percaya dengan suamimu ini," ucap Indra.
Delisha tidak menjawab perkataan Indra lagi, yang terdengar di telinga Indra hanya isakan tangis Delisha. Ia tahu bahwa Delisha sangat sakit hatinya, tapi dia harus bercerita jujur kepada Delisha agar ketika orang lain bercerita tentang ini. Dia sudah mendengar langsung cerita darinya kejujuran Indra. Dalam suatu pernikahan itu sangatlah penting agar pasangan saling mempercayai satu sama lain
Abah yang mendengar teriakan Delisha dan tangisannya. Abah menuju ke kamar Delisha dan melihat Indra yang sudah menangis duduk di depan pintu kamarnya. Manakala terjadi percocokan dan perselisihan rumah tangga maka Islam memberikan jalan keluar agar masing-masing suami istri menyediakan juru perdamaian dari kalangan keluarga, untuk menyelesaikan konflik dan persengketaan rumah tangga tersebut. Abah yang menjadi juru perdamaian dibantu oleh Inayah, Abah mencoba untuk menenangkan hati Delisha, ia tahu ketika mendengar kenyataan ini. Hati Delisha pasti sangat sakit. Abah menyuruh Indra untuk mencari Ilham dan pembawa ke pesantre. Inayah juga sedang mengurusi tes DNA karena di hati Lubuk Abah Amar, anak itu bukanlah anak dari Indra karena ia tahu Indra tidak akan berbuat seperti itu.
"Indra Abah minta, berilah ruang waktu bagi Delisha karena bagaimanapun Delisha itu adalah wanita yang mempunyai hati yang lembut, menerima kenyataan ini tidaklah mudah bagi dia. Abah mohon kamu tinggalkan Delisha terlebih dahulu sampai hatinya tenang," ucap abah.
"Iya Abah Indra meminta maaf kepada Abah, dan Umma yang membuat permasalahan ini," ucap Indra penuh dengan rasa sesal.
Bersambung
__ADS_1
✍✍✍ Mari beri komen kalian yang positif di novel ini. 1 komentar kebaikan Insha Allah membawa kebaikan di diri kita khususnya dan di diri yang membaca. Aamiin 💞
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta
Salah lamar
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
Love dari author sekebon karet ❤💞
__ADS_1