Salah Lamar

Salah Lamar
Cinta segitiga antar dokter


__ADS_3

"Azril, kenapa kamu tidak pernah melihat ketulusanku. Kenapa kamu hanya melihat 1 wanita, biarkan dia bahagia, dia sudah sangat berbahagia Azril," ucap seorang wanita yang mengenal Inayah dan Azril.


"Cinta itu tidak akan tahu di mana berlabu, cinta yang memilih pemberhentian pelabuhannya, hati ini sudah bertahun-tahun mencintainya, kamu jangan mengharapkan cinta dariku," ucap Azril.


Azril langsung pergi dari hadapan seorang wanita yang sudah lama mencintai dia. Akan tetapi Azril hanya melihat sesosok Inayah. Lorong rumah sakit yang sepi menjadi saksi seorang dokter wanita yang menangis melihat punggung Azril meninggalkan dirinya. Cinta segitiga yang sudah terjalin saat masa-masa kuliah fakultas kedokteran dahulu. Rasa cinta mereka tidak berubah, hanya Inayah yang melabuhkan cintanya untuk Ramzi. Memang saat kuliah Inayah tidak pernah melabuhkan cintanya kepada seorang pria, tapi para pria banyak yang melabuhkan cintanya kepada Inayah.


Azril setiap hari ketika ia pulang kerja selalu melihat pemandangan yang menyakitkan untuk hatinya. Yaitu melihat kemesrahan Inayah dan Ramzi, semakin hari cinta mereka terlihat semakin bertambah. Senyuman di wajah Inayah selalu bisa terlihat setiap hari.


"Jika aku bisa melupakan cintaku terhadapmu, maka aku akan melupakan. Tapi cinta ini sulit kuhilangkan. Apa yang harus aku lakukan?" Gumam Azril, saat ia melihat kemesrahan Inayah dan Ramzi yang membuat hatinya menjerit.


Sepulang kerja, Azril terlihat sangat lelah. Ia menyandarkan kepalanya di sofa yang panjang. Rumah besar, profesi bagus, wajah tampan tak membuat hati Azril bahagia.


Ting tong


Suara bel rumah berbunyi


Azril membuka pintu rumahnya.


"Paket food Pak, atas nama Dokter Azril?" tanya ojek online pengantar paket food.


"Tapi saya tidak memesannya Pak," ucap Azril.


"Di dalam ada nama pengirimnya Pak," ucap ojek online.


Azril membaca sepucuk kertas dengan nama pengirimnya dan sebuah kalimat.


...Walaupun kamu tidak menerima cintaku, seenggaknya kamu terima makanan ini. Jaga kesehatan kamu. Selamat makan....


"Terima kasih Pak," Azril memberi tips kepada ojek online.


Azril langsung masuk ke dalam rumah dan mengambil handphonenya.


Azril \=["Assalamu'alaikum, aku sudah terima food dari kamu. Besok-besok, jangan kirim makanan ke aku lagi."]


Wanita\=["Wa'alaikumsalam, jika kamu berhak mencintai Inayah dan sulit melupakan cinta kamu. Begitu juga denganku, aku berhak mencintaimu dan juga memperhatikan makananmu agar kamu sehat. Aku benci jika pria yang aku cintai sampai sakit. Sudah dulu yah, Aku sibuk masih ada jam praktik, Assalamu'alaikum."]


Tut tut


Bunyi sambungan telepon di putus secara sepihak. Azril menarik nafasnya dan menghembuskan dengan kasar. Ia memakan makanan yang sudah ia terima. Ia tidak suka membuang makanan. Wanita yang mencintai Azril tahu akan sifat-sifat Azril juga kebiasaannya.

__ADS_1


Azril serba salah menghadapi wanita yang mencintainya. Berapa kali ia tolak cintanya, tapi wanita itu tidak bergeming dan terus saja mendekati Azril dengan perhatian-perhatian kecilnya.


"Selama masih belum ada janur kuning, aku berhak mencintaimu dan mengejar cintaku. Jika kamu suami wanita lain, aku akan mundur. Tapi selama kamu masih belum menikah aku akan terus berjuang, jika Allah menjodohkan kita. Kamu akan mencintai aku suatu hari nanti." Ucap wanita yang mencintai Azril, ketika Azril berkali-kali menolak cintanya.


***


Di kediam Ramzi Inayah sedang berbaring di atas ranjangnya, Ramzi memainkan rambut Inayah yang panjang. Emi sedang tertidur pulas. Jadi Inayah dan Ramzi bisa bermesrah-mesrahan.


"Sayang, kamu kan hamil sudah dua kali. Rasanya beda ndak hamil sekarang dengan hamil Emi 2 tahun lalu?" tanya Ramzi.


"Beda lah Mas, waktu Emi 'kan kamu ndak ada di sisiku. Tapi baby twin ada kamu." Inayah mengambil tangan Ramzi dan meletakkan tangan Ramzi di pinggang Inayah. Inayah mengusap-usap tangan Ramzi.


Ramzi memeluk Inayah, dia mencium kepala istrinya. Rasa cintanya semakin bertambah. Ia berjanji di dalam hatinya akan menjaga Inayah dengan tangannya sendiri. Karena kehamilannya masih muda, Ramzi yang memegang Emi, dia tak mau Inayah menggendong Emi karena akan mengalami resiko dengan kehamilan Inayah yang sekarang.


Hamil anak tunggal dengan twin pasti sangat berbeda. Kedepannya Inayah harus kuat untuk menopang 2 calon anaknya di perutnya. Inayah berbadan mungil, tinggi 165cm. Tinggi yang cukup semampai sih untuk wanita Indonesia. Kehamilan kembar memiliki risiko 6x lebih tinggi untuk persalinan prematur dibanding kehamilan tunggal.ย  Sehingga salah satu tujuan atau target tata laksana dari kelahiran kembar adalah mengupayakan janin lahir sampai cukup bulan seperti pada kehamilan tunggal.


Risiko dari kehamilan bayi kembar ini adalah jumlah janin pada kehamilan kembar berbanding lurus terhadap peningkatan risiko kehamilan ibu dan janin jadi kehamilan kembar diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko pada ibu dan janinnya. Seperti risiko persalinan prematur, resiko janin dengan berat lahir rendah serta risiko janin dengan gangguan pertumbuhan. Untuk itu Inayah harus selalu check up kondisi bayi di dalam perutnya agar selalu terkontrol.


"Sayang, ingat yah. Ada atau tidak adanya aku. Kamu harus janji, kamu harus menjaga bayi kita dengan cinta," ucap Ramzi.


"Apa-apaan kamu Mas, bicara seperti itu. Pokoknya kamu harus selalu ada di sisi aku. Enak aja kamu yang menanam benih di aku masa aku sendirian yang menanggungnya, kamu harus bantulah dengan selalu ada di sisiku," protes Inayah.


***


Kehamilan Inayah sudah memasuki trisemester ke dua, perutnya sudah mulai membesar. Terlihat perbedaan besarnya pada kehamilan pertama dan ke dua ini sangat mencolok. Setiap kali Inayah berjalan pasti Ramzi memegang tangan Inayah, kini karena Ramzi khawatir akan kondisi Inayah ketika mengantarkan Ramzi sampai masuk ke ruang praktik Inayah. Jika Inayah sudah masuk dan duduk barulah Ramzi pulang. Begitu juga jika Inayah pulang, Ramzi melarangnya untuk menunggu di luar. Ramzi yang akan menjemput Inayah di dalam ruang praktik kerjanya.


Para rekan sesama dokter sampai iri dengan Inayah, karena Ramzi sangat menjaga Inayah. Ia tidak pernah telat untuk menjemput Inayah.


Inayah sudah selesai melakukan praktiknya, ia menunggu Ramzi dan menyandarkan pinggangnya karena terasa lelah. Ia melihat jam tangan, jam sudah menunjukkan pukul 5 sore. Biasanya Ramzi sebelum pukul 5 dia sudah menunggu di depan pintu tapi ini pukul sudah menunjukkan lebih pukul 5 sore tapi Ramzi belum datang.


Inayah mencoba menelepon Ramzi tapi teleponnya tidak aktif. Ia menelepon rumah.


Inayah \= ["Assalamu'alaikum Ummi, Mas Ramzi sudah jalan untuk jemput aku ndak?"]


Ummi Laila\=["Wa'alaikumsalam, memangnya belum sampai Ramzi? dia berangkat sejak pukul 4 sore. Mungkin terjebak macet."]


Inayah \=["Oh, ya sudah Ummi. Aku nunggu Mas Ramzi. Assalamu'alaikum."]


Inayah sudah menunggu 15 menit tapi Ramzi tidak kunjung datang. Suara detik jam membuat suasana ruang praktik Inayah menjadi sunyi.

__ADS_1


'Kenapa hati ini gelisah?' ucap hati Inayah.


Tok...tok...


Suara pintu di ketuk


"Mungkin itu Mas Ramzi," gumam Inayah.


Inayah bergegas melangkahkan kakinya, lalu membuka pintu dan ia mengerutkan dahinya ketika pintu ruang praktik terbuka.


Bersambung


โœโœRamaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta




Salah lamar




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)



__ADS_1


Love dari author sekebon karet โค๐Ÿ’ž


__ADS_2