
"Aku tidak akan pulang ke sana lagi Gus, sudah cukup hati ini sakit," ucap Inayah.
Perkataan Inayah sontak membuat perasaan Ramzi ikut menyerah dengan keputusan Inayah. Apakah pernikahan dalam waktu 2 minggu ini akan berakhir karena kesalahan besar Ramzi. Memang benar banyak orang mengatakan, seseorang akan merasakan kehilangan ketika orang tersebut hilang dari sisinya.
"Apakah itu sudah keputusanmu dari dalam hatimu?" tanya Ramzi.
Ramzi bangun dari aksi berlututnya, dia mencoba mendekati Inayah. Inayah tidak mau lagi berdekatan dengan Ramzi. Ia mau meninggalkan ruang tamu tersebut tapi seketika itu tangannya di tarik oleh Ramzi. Para orang tua mereka tak mau ikut campur karena ini masalah anak-anaknya.
"Ning Inayah, tatap mataku. Katakan jika kamu tidak mencintaiku," ucap Ramzi.
Inayah menghentak tangannya sehingga terlepas dari genggaman tangan Ramzi.
"Sudah cukup Gus." Inayah meneteskan air mata, lalu ia berlari untuk menghindar tatapan nanar Ramzi.
Ketika Ramzi ingin mengejar Inayah, Delisha menghalangi Ramzi.
"Jangan mengejar Mba Ina lagi, cukup sudah kamu menyakiti hati kakakku," ucap Delisha.
Setelah Delisha berkata, dia pun meninggalkan ruang tamu tersebut untuk menemani Inayah ke kamarnya.
Ramzi berdiri mematung melihat kepergian Inayah, entah sejak kapan Ramzi merasakan kehilangan Inayah. Istri yang selalu memperhatikan segala keperluannya selama 2 minggu. Istri yang selalu memasak makanan kesukaannya. Istri yang selalu menyebutkan namanya di sepertiga malam dari doa-doanya.
Kiai Afnan menyentuh pundak Ramzi
"Ramzi, jika hatimu sudah tersentuh oleh kebaikan Ning Inayah maka berdoalah kepada Allah agar hatinya bisa meluluhkan hati Ning Inayah dari doa-doa yang kamu panjatkan kepada Allah," ucap Abi Afnan.
"Gus Ramzi, jujur Umma katakan ini kepada kamu. Ketika kamu mengkhitbah Inayah, Umma melihat tatapan mata putri Umma itu tertarik padamu ketika dia melihat pertama kali wajahmu. Banyak laki-laki yang khitbah Inayah, dari golongan gus, ustadz, para lulusan santri. Tapi Inayah selalu menolak mereka. Berusahalah jika Gus Ramzi ingin mempertahankan Inayah sebagai istrimu, karena hatinya ndak mudah untuk dilunakkan kembali," ucap Nyai Adibah.
Ramzi terlihat sangat menyesal atas perbuatannya kepada Inayah.
"Abah, Umma, maafkan Ramzi. Ramzi memang salah, membuat kesalahan besar. Ramzi minta doa Abah dan Umma agar rumah tanggaku bisa kembali lagi," ucap Ramzi.
"Abah doakan agar kalian kembali bersatu lagi. Abah gak mau anak Abah ada yang bercerai," ucap Kiai Amar.
"Saya sangat malu Kiai atas kesalahan yang putra saya buat kepada Ning Inayah," ucap Kiai Afnan.
"Kalau begitu kami permisi Kiai, Assalamu'alaikum," sambungnya.
Keluarga Ramzi meninggalkan pesantren Kiai Amar. Ramzi menjadi sosok yang pendiam setelah pulang dari pesantren Kiai Amar.
***
Di kediam Kiai Amar, tepatnya di dalam kamar. Inayah menangis tiada henti, dia mengunci pintu kamarnya.
__ADS_1
"Mba, boleh Lisha masuk?" tanya Delisha di balik pintu.
"De, maaf. Mba mau sendiri dulu," jawab Inayah.
Umma Adibah yang berdiri di samping Delisha menggelengkan kepalanya.
"Sudah jangan dipaksa, kamu tahu sifat Mba mu. Jika dia bersedih, dia akan menyendiri dan ndak mau orang lain melihat wajahnya yang sedang bersedih. Lebih baik kita beri ruang waktu untuk Mba mu," ucap Umma Adibah.
"Umma, ini salahku. Aku yang menyebabkan Mba Ina menangis, aku yang menyebabkan hati Mba Ina terluka," Delisha menangis dalam pelukan Umma.
"Ini bukan salahmu, rasa cinta itu Allah yang berikan kepada umatnya, kesalahan Gus Ramzi adalah ndak mau jujur ketika dia mengkhitbah Mba mu, yang Umma sesalkan itu Lisha, sekarang kita pergi. Biarkan Mba mu sendiri," ucap Umma Adibah.
Di dalam kamar
Inayah mengurung dirinya, hati nya sangat sakit, di dalam benaknya selalu terngiang-ngiang adegan di mana Ramzi mengucapkan cinta kepada Delisha. Dia meremmas seperai karena dadanya terasa panas ketika mengingat itu.
"Bodohnya aku telah jatuh cinta padanya," ucap monolog Inayah.
Dia terus menyalahkan dirinya, yang begitu mudah menerima khitbah Ramzi, begitu bahagia ketika di cium dengan lembut oleh Ramzi.
"Semua yang dilakukan oleh Gus Ramzi terhadapku semua adalah kamuflase belaka, kamu mau mempertahankan pernikahan ini? atas apa kamu ingin mempertahankan? cinta? cintamu bukan untukku tapi untuk adikku. Kenapa harus adikku yang kamu cintai? masih banyak perempuan yang lain di luar sana. Hatiku yang tulus mencintaimu kau hempaskan begitu saja. Kamu melempar cintaku lalu kau injak-injak," ucap Inayah lirih.
Inayah tidak keluar kamar sama sekali, dia terus mengutuk dirinya sendiri. Membuat Umma Adibah menjadi khawatir kepada Inayah.
Tok tok tok
"Nak, makan dulu. Kamu belum makan sejak tadi," ajak Umma Adibah di balik pintu.
"Aku tidak lapar Umma," jawab Inayah di dalam kamar.
"Mba Ina, aku akan di depan pintu kamar Mba. Jika Mba ndak membuka pintu, aku akan tidur di depan kamar Mba Ina," teriak Delisha.
"De, kamu jangan melakukan yang enggak-enggak," ucap Inayah.
"Jika Mba ndak mau makan, aku juga ndak mau makan," teriak Delisha.
Inayah menarik nafas dan menghembuskan perlahan, ia melangkahkan kakinya untuk membuka pintu.
"Sukses kamu De, membuat Mba buka pintu kamar," ucap Inayah.
Delisha berdiri dan langsung memeluk Inayah.
"Mba, jangan menangis terus. Cantiknya jadi luntur, mata Mba tuh seperti mata panda. Mba semalam ndak tidur yah," ucap Delisha.
__ADS_1
Inayah tidak menghiraukan perkataan Delisha, dia kembali lagi ke ranjang dan duduk di tepi ranjang. Delisha mengikuti Inayah, ia duduk di samping Inayah.
"Mba, apakah aku menyakiti hati Mba?" tanya Delisha lirih.
"Siapa yang mengatakan itu?" tanya Inayah.
"Sikap Mba yang mengurung diri dan tidak mau membuka pintu sebelumnya. Seakan-akan Mba benci sama aku. 'Kan secara tidak langsung akulah yang membuat Mba menangis," ucap Delisha.
"Mba gak pernah merasa kamu yang bersalah De, Mba yang bersalah telah menerima khitbah Gus Ramzi," ucap Inayah.
"Ah Mba, ndak boleh berpikir seperti itu. Karena itu tidak benar Mba." Delisha menggenggam tangan Inayah.
"Jujur De, hati Mba sangat sakit," ucap Inayah lirih.
Delisha mengusap air mata Inayah dengan tangan kanannya.
"Lisha paham perasaan Mba saat ini, Mba sakit hati karena Mba sudah jatuh cinta kepada Gus Ramzi. Jika ternyata dengan kejadian ini dia sadar bahwa Mba sangat berarti bagi dia, Mba mau terima dirinya lagi?" tanya Delisha. kepada Inayah.
"Entahlah, tapi Mba susah untuk mempercayai dia lagi," jawab Inayah.
"Aku sempat kaget loh Mba, ketika aku tidur di kamar Mba sebelum Mba menikah. Mba terlihat bahagia. Aku pikir Mba menerima Khitbah Gus Ramzi karena Mba melihat kekhawatiran Umma saat itu. Tapi ternyata ketika aku berbicara dengan Mba terlihat ada pancaran cinta di mata Mba," ucap Delisha.
"Ndak tahu De, apa Mba sudah terpesona dengan wajahnya atau karismanya," ucap Inayah.
"Ah yang lamar Mba juga rata-rata bukan pria sembarangan dan parasnya juga tampan. Seperti Indra, dia tampan," ucap Delisha.
Inayah hanya terdiam, dirinya juga tidak paham kenapa bisa jatuh cinta dengan Gus Ramzi.
Apakah hati Inayah sudah tertutup untuk Gus Ramzi?
Bersambung
***
Hai pembaca tersayang, terima kasih sudah membaca. jangan lupa bantuan like, vote, love, komen follow aku juga yah.
Cek novelku yang berjudul
5 tahun menikah tanpa cinta
Retak Akad Cinta (50% kisah nyata, 50% fiksi)
__ADS_1
Love you semua