Salah Lamar

Salah Lamar
Hanya kamu Wanita yang kucinta


__ADS_3

Jangan baca yah, ini untuk pembelajaran yang sudah menikah. Berbagi ilmu islami.


❤❤❤


Acara akad dan resepsi sudah selesai hari ini. Keluarga Kiai Amar terasa ramai karena kedatangan putri pertamanya dari mesir Ning Sasa dan kedua cucunya.


Indra masih terasa canggung ketika berada di tengah-tengah keluarga Kiai Amar. Kikuk yang ia rasakan, Delisha menyadari itu, dia langsung duduk di samping Indra.


"Mba Sasa, suamiku lulusan Al azhar Kairo loh Mba," ucap Delisha, mencairkan suasana.


"Wah, kita sama dong lulusan sana. Gak terusin buat S2 di sana?" tanya Sasa.


"Mba Sasa pertanyaannya aneh, aku baru nikah dengan Kak Indra suruh terusin S2 di sana, terus aku ditinggalkan gitu sendiri di sani," ucap Delisha.


"Ih kamu ndak pernah berubah, kalau ngomong nyerocos terus. Kalau suami kamu terusin S2 yah bawa kamu lah," ucap Sasa.


"Aku gak mau, biar aku di sini. Temanin abah dan umma. Kalau bukan aku siapa lagi? Mba Sasa di Kairo, Mba Inayah di Jepang," ucap Delisha.


"De telepon Inayah, Mba belum ngobrol sama dia semenjak gempa," pinta Sasa.


"Sekarang sudah pukul 8 malam Mba, besok aja karena di Jepang sudah pukul 10 malam," ucap Delisha.


Indra hanya diam, sekali-kali melirik Delisha dan tersenyum.


"Aku mau salat isya dulu yah," ucap Indra.


"Kak, salat di kamar aja, sekalian jamah sama aku," pinta Delisha.


Indra melirik Delisha, ia gugup jika salat di kamar. Itu artinya hanya berdua dengan Delisha.


"Kak, ayo...kok bengong," panggil Delisha yang sudah berdiri.


Indra berpamitan, melangkahkan kakinya mengikuti Delisha dari belakang.


"Kakak, mau mandi dulu? aku siapkan airnya yah," ucap Delisha.


Indra langsung membersihkan diri, tidak lama untuk ritual mandinya. Keluar kamar mandi Indra hanya memakai handuk di pinggangnya. Delisha langsung membalikkan badannya.


"Kak, baju gantinya ada di atas ranjang," ucap Delisha.


Delisha sebelumnya sudah mandi, dia hanya mengambil air wudhu dan salat berjamaah dengan Indra.


Setelah salat isya mereka berdua sangat canggung, Delisha terasa lelah mau tidur duluan gak enak sama Indra. Indrapun sama dia merasa sangat canggung. Karena gugup Indra memilih membaca al quran.


"Kak, boleh aku tidur terlebih dahulu?" tanya Delisha.


"Iya, kamu boleh tidur duluan," ucap Indra.


Indra masih membaca Al-quran, tapi lama-lama rasa kantuknya tak tertahan. Ia bingung mau tidur di mana, masih canggung tidur dalam 1 ranjang dengan Delisha. Akhirnya Indra tidur di atas sajadah.


Pukul 2 pagi Delisha terbangun, tapi ia tidak melihat suaminya. Ketika hendak turun dari ranjang, ia dikagetkan adanya Indra di lantai masih di atas sajadah. Ada rasa sedih, pikiranya pun jadi yang tidak-tidak.


"Kak, bangun," Delisha Menggoyangkan tubuh Indra. Indra seketika itu juga terbangun dan melihat Delisha ada di depannya.


"Ada apa De?" tanya Indra.

__ADS_1


"Kok Kakak tanya ada apa? kenapa tidur di lantai? kenapa gak tidur 1 ranjang sama aku? kenapa? gak cinta sama aku jadi Kakak gak mau tidur 1 ranjang?" tanya Delisha.


"Bukan seperti itu De," jawab Indra kikuk.


"Aku memang gak secantik Mba Ina, Kak. Aku tahu, aku sadar diri," ucap Delisha.


"Bu...bukan seperti itu, aku gugup jika dekat dengan kamu," ucap Indra.


"Aku sudah halal untukmu Kak, yah sudah lah. Kalau Kakak senangnya tidur di lantai gak apa-apa. Aku mau salat lail dulu." Delisha meninggalkan Indra untuk mengambil wudhu.


Indra melihat Delisha berlalu darinya. Terlihat wajah Delisha sangatlah kesal kepada dirinya.


Indra pun mengambil Wudhu untuk salat lail.


"Mau bareng salat lailnya?" tanya Indra.


Delisha tidak menjawab, ia hanya menggelar sejarah di belakang sajadah Indra. Mereka salat lail bersama-sama. Doa dan membaca Al-quran sebentar. Setelah selesai seluruh ibadah 1/3 malam, Delisha langsung naik ke atas ranjang lagi. Dia tidak berkata apa-apa lagi dengan Indra.


Melihat perubahan sikap Delisha, akhirnya Indra memberanikan diri untuk tidur 1 ranjang dengan Delisha.


"Aku tahu, kamu belum tidur De. Jangan marah sama Kakak, aku mohon jangan punggungi Kakak," ucap Indra.


Delisha akhirnya membalikkan tubuhnya, sehingga mata mereka saling menatap. Jantung Indra berdetak dengan cepat ketika melihat wajah Delisha sangat dekat. Ia menelan salivanya dengan susah, karena jantungnya deg-degan.


Tanpa sadar tangan Indra membelai pipi Delisha. Berdesir aliran darah Delisha ketika pipinya di sentuh oleh Indra.


"Jangan marah lagi yah," ucap Indra.


Delisha menganggukan kepalanya.


"Kenapa tangan Kak Indra terasa dingin?" tanya Delisha.


"Jujur aku deg-degan posisi seperti ini, boleh aku menyentuh mu lebih?" tanya Indra.


"Menyentuh yang mana Kak?" tanya Delisha.


"Yang itu." Indra melihat bibir kecil Delisha.


"Yang ini?" Delisha menyentuh bibirnya dengan jarinya.


Indra menganggukan kepalanya.


"Boleh Kak, aku halal di sentuh untukmu," ucap Delisha.


Indra mendekatkan wajahnya dengan wajah Delisha, seketika tubuh merekapun berdempetan. Delisha merasakan ada yang mengganjal di bawah sana. Dada Delisha menjadi sesak dan nafasnya turun naik, jantungnya berdenyut.


"Tolong aku, sejak aku masuk kamar ini. Aku menahan bagian itu makanya aku tidur di lantai tapi kamu malah menyuruhku 1 ranjang denganmu," ucap Indra sangat lirih.


'Ya Allah, apakah suamiku meminta haknya sekarang,' batin Delisha.


Belum Delisha berkata bahwa ia belum siap untuk melakukan ibadah suami istri tapi bibirnya sudah di tempel oleh bibir Indra, Indra mengesap bibir Delisha. Ini pertama kali Delisha di cium oleh laki-laki rasanya seperti nano-nano ada aliran listrik di jantungnya. Indra mulai menerobos lidahnya ke dalam rongga mulut Delisha, yang awalnya Delisha hanya diam karena terbawa suasana ia membalas ciuman Indra.


Tanpa mereka sadari lama-lama ciuman mereka semakin panas dan menuntut satu sama lain. Indra membalikkan tubuh Delisha yang awalnya miring kini berada di bawah kungkungan Indra. Tangan Indra mulai masuk ke dalam baju Delisha, ia meraba perut Delisha. Desssahan Delisha mulai keluar dari bibirnya walaupun Indra masih menciumi bibir Delisha "Hmm".


Tangan Indra mulai merambat masuk ke dua bukit Delisha, tubuh Delisha semakin kejang dibuatnya. Indra melepas tautan bibirnya lalu ia berdoa sebelum ia menyentuh Delisha lebih dalam.

__ADS_1


Indra menutupi tubuh mereka dengan selimut, tanpa izin ia membuka pakaian Delisha. Sehingga tubuh mereka berdua polos di bawah selimut. Indra menyentuh lembah milik Delisha untuk membuat lembah Delisha menjadi basah.


"Kamu sudah siap?" tanya Indra.


Delisha hanya menganggukan kepalanya, karena seperti mau pecah ingin di tuntaskan segera.


"Kak, pelan-pelan aku mohon," pinta Delisha.


"Aku akan melakukannya dengan perlahan," ucap Indra.


Indra mulai masuk ke bab inti, ia menerobos terasa susah diterobos. Ia mencoba lagi masih sangat susah. Delisha sudah mulai nyeri yang di bawah sana. Indra membuat Delisha refleks agar dia tidak tegang. Indra mencoba lagi untuk mendorong baru sampai setengah jalan. Delisha sudah berkeringat karena menahan rasa sakit.


"Sakit yah?" tanya Indra.


Delisha menggigit bibir bawahnya, "Teruskan Kak."


"Tahan sedikit yah," ucap Indra.


Dengan satu hentakan akhirnya Indra berhasil menerobos dinding Delisha dengan butiran air mata.


"Maaf," ucap Indra.


Indra memberhentikan sejenak, setelah itu ia mulai bergoyang. Delisha mulai merasakan kenikmatan. Desssahan demi desssahan saling bersahutan. Akhirnya mereka sama-sama menuju puncak kenikmatan. Indra merebahkan tubuhnya di samping Delisha. Nafas mereka tersenggal-senggal.


"Terima kasih istriku, hanya kamulah satu-satunya wanita yang aku sangat cintai. Jangan pernah bilang bahwa suamimu ini tidak mencintaimu," ucap Indra.


Delisha tersenyum menatap wajah Indra yang tampan. Ia mengusap keringat Indra di pelipisnya.


Bab ini spesial untuk Delisha, SAMAWA yah...


Bersambung


✍ Ramaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta




Retak Akad Cinta (50% kisah nyata 50% fiksi)




Love dari author sekebon karet ❤

__ADS_1


__ADS_2