Salah Lamar

Salah Lamar
Tokyo


__ADS_3

Aku pergi ke Jepang untuk mencari istriku, tidak rela aku jika Inayah bersama dengan Dokter Azril. Inayah hanya milikku, tidak boleh ada yang menyentuh dia selain aku. Dia hanya mencintaiku.


Kemana aku harus mencari? Kyoto? Osaka? Hokaido? ya Allah, kedua kakiku sudah ada di Jepang tepatnya di Tokyo. Kota paling ramai dari kota-kota lain yang berada di Jepang. Aku berkeliling di Tokyo, kulihat aplikasi google, kucari mana-mana rumah sakit di Tokyo, kudatangi satu persatu.


Mencari Inayah di Jepang tanpa tahu alamatnya bagaikan menegakkan benang basah.


Kaki ini sudah mulai lelah, tapi aku tak mau menyerah. Aku akan mencari kekasih halalku, hanya dia yang akan menjadi istriku. Aku tidak mau kehilangan dirinya.


Sudah 4 hari aku mencarinya, tapi belum ada petunjuk. Aku bersyukur, teman kuliahku sudah lama tinggal di Jepang bahkan ia baru menikah dengan perempuan asal Jepang. Di Jepang aku harus hati-hati, bukan tentang lingkungan. Di Jepang lingkungannya sangat bersih, aku tak pernah melihat ada sampai sedikitpun di Jepang. Bahkan aku pernah melakukan perbuatan yang memalukan. Ketika aku makan permen, tak sengaja bungkusan permen terjatuh. Aku di tatap oleh orang-orang Jepang, mereka menatapku seperti orang aneh. Tiba-tiba ada anak kecil yang berlari ke arahku, ia mengambil bungkusan permenku dan membuangnya di tempat sampah. Aku baru sadar atas perbuatanku. Malu rasanya aku seperti ditegur oleh seorang anak kecil.


Aku harus hati-hati dengan makanan, di Jepang makanan halal itu jarang. Jika mau aman, yah beli KFW, tapi di sana KFW nya gak pakai saus, rasanya pun hambar. Lain dengan KFW di Indonesia yang rasanya gurih dan memakai saus sambal.


Sebelum aku berangkat ke Jepang aku mempelajari tanda-tanda yang mengandung daging babi, lemak babi ataupun glatin. Aku mencatat di buku kecilku istilah kemasan yang mengandung babi dan aku akan mencocokkan tulisan yang ada di catatanku.


1.豚 : Buta : Babi



豚肉 : Buta Niku: Daging babi


ポーク : Pooku : Daging Babi


動物性脂肪 : Dobutsu Sei-shibou : Lemak Hewani


ラード : Raado : Lemak Babi Olahan


動物エキス : Dobutsu Ekisu: Perasa Hewan


ゼラチン : Zerachin : Gelatin


乳化剤 : Nyuukazai : Emulsifier


酵母 : Kobo : Ragi


Jadi aku tidak akan salah makan dengan makanan haram.



Aku mengunjungi rumah sakit terakhir di Tokyo. Kakiku berhenti ketika aku melihat seorang dokter yang aku kenal wajahnya, iya itu dokter Azril, yang pernah berkata akan merebut Inayahku jika aku membuat Inayah menangis. Aku berlari menghampiri dokter Azril tapi aku melihat Inayah berlari mengejar dokter Azril.


"Azril, sayang..." teriak Inayah.

__ADS_1


Apa? dia memanggil Azril sayang. Apa-apaan dia. Ia masih istri sahku dan aku tidak pernah mentalaknya. Dia bermain api dibelakangku? geram aku, darahku mendidih panas, gemuruh suara jantungku, kukepal tanganku, tanpa basa-basi aku tinju wajah dokter Azril.


Bugg bugg


Dokter Azril terjatuh, bibirnya berdarah. Inayah yang menatap aku terlihat syok tapi ia tak memperdulikan aku, ia malah membantu dokter Azril untuk berdiri.


"Sayang bibirmu berdarah." Inayah mengambil sapu tangan dari dalam kantong jas putihnya. Ia membersihkan darah yang keluar dari bibir Azril.


Aku cemburu dengan perlakuan Inayah terhadap dokter Azril. Aku cekal tangannya lalu aku tarik.


"Apa-apaan kamu menyentuh laki-laki yang bukan mahrammu," ucapku penuh emosi.


"Kenapa Gus? kamu bukan siapa-siapa aku lagi, kamu saja dulu duduk berduaan dengan adikku, dia bukan mahrammu Gus," ucap Inayah.


"Aku masih suamimu, suami sahmu," ucapku.


"Di suratku ndak jelas yah? sudah aku tulis talak aku!" Inayah menatapku dengan tatapan amarah.


"Aku tidak pernah pentalakmu, di depan abahmu aku ndak pernah berkata talak untukmu, jadi kamu masih menjadi istriku," ucapku.


"Oh baiklah, aku yang akan menggugat cerai kepadamu, aku sudah muak hidup denganmu, penuh kepalsuan, penuh kebohongan, aku sudah menyerah untuk mencintaimu," ucap Inayah.


"Ndak...ndak... kamu tidak akan pernah bercerai denganku, kamu akan menjadi istri aku satu-satunya," ucapku.


"Aku tidak akan pernah untuk menikahi Delisha," ucapku.


"Tapi sayangnya Gus, aku ndak mencintaimu lagi. Aku cinta dengan Dokter Azril, profesi kita sama-sama dokter jadi ia akan mengerti dengan keadaan aku. Juga dia sangat mencintai aku. Lupakan aku Gus, kisah kita hanya tinggal kenangan saja," ucap Inayah


"Ndak Inayah...ndak bisa!" aku menggenggam tangan Inayah dan aku menarik tangannya agar ia mau ikut denganku.


"Hai mau dibawa kemana, dia calon istriku," teriak dokter Azril.


Dokter Azril menghampiriku, ia memukulku bertubi-tubi, ia menendangku.


"Ini untuk setiap tetesan air mata Inayah yang telah ia jatuhkan." Bugg... dokter Azril memukul pipi kananku.


"Ini untuk rasa sakit hati Inayah yang kau gores di hatinya." Guggg...dokter Azril memukul pipi kiriku.


"Ini untuk rasa sengsara Inayah yang kau buat." Bugg...dokter Azril menendang perutku dengan keras.


Aku terkapar jatuh, bibirku berdarah, perutku terasa sakit akibat tendangan kerasnya.

__ADS_1


Inayah dan dokter Azril tak perduli denganku mereka pergi bersama dengan menggandeng tangan, sesekali tersenyum ketika menatap Inayah. Mereka terlihat sangat mesrah.


"Inayah....Inayah...jangan tinggalkan aku, maafkan aku. Aku sangat mencintaimu." tangisku tak terbendung.


"Inayah...Inayah...Sayang..."


"Hah, Astagfirullahalazim, aku bermimpi. Ya Allah...ya Rabb...." Keringat Ramzi bercucuran.


Ramzi bermimpi tentang Inayah yang sudah tidak mencintainya lagi. Ia akan menikah dengan dokter Azril. Mimpi itu terasa nyata yang ia rasakan. Jantung Ramzi berdebar-debar karena mimpi itu sangat menyakitkan hatinya.


"Aku ndak sanggup jika Inayah melakukan itu, aku benar-benar mencintainya. Inayah aku mohon jangan tinggalkan aku. Aku mohon maaf kepadamu. Jangan bercerai denganku. Inayah..." Ramzi berteriak dengan keras, sehingga ummi Laila yang sedang memasak mendengar teriakan Ramzi. Ia terkejut dan berlari menuju kamar Ramzi.


"Ramzi ada apa?" tanya ummi Laila.


Ummi Laila melihat Ramzi yang sangat kacau, ia menangis sejadi-jadinya. Sungguh sakit hatinya, ia baru merasakan Inayah sangat berarti untuk hidupnya, terasa hampa, kosong hatinya karena Inayah sudah tidak ada di sisinya.


"Ramzi istigfar Nak," ucap ummi Laila.


Ummi Laila memeluh tubuh putranya sangat erat.


"Kamu jangan seperti ini, nanti kamu yang malah sakit. Jika kamu sakit, bagaimana kamu bisa mencari Inayah," nasihat ummi Laila.


"Ummi...Inayah ndak tinggalin aku 'kan, dia cinta denganku 'kan," ucap Ramzi dengan mata nanar.


"Insha Allah, jika kalian masih berjodoh. Allah akan mempertemukan kalian kembali seperti cinta Nabi Adam As dengan Situ Hawa yang berpisah selama bertahun- tahun atau mungkin berpuluh tahun karena tidak ada riwayat yang pasti, yang jelas dalam waktu yang lama. Doa Ummi selalu menyertai kalian, Insha Allah cepat atau lambat kalian akan akan dipertemukan lagi. Sabarlah, jangan putus untuk berdoa," ucap ummi Laila.


Bersambung


***


Para reader jika kalian suka dengan tulisan saya. Banyakin komentar, komentar kalian itu membuat aku semangat.


jangan lupa juga like, SUBSCRIBE, dan Follow author.


Mampir juga di novelku yang lain



5 tahun menikah tanpa cinta


Retak Cinta Akad (50% kisah nyata,50% fiksi)

__ADS_1



I love you sekebon dari Author


__ADS_2