
Kalau jodoh itu tak akan kemana, walaupun kita lari sampai ke lubang semut. Jika jodoh maka akan bertemu, jika tidak cinta maka akan mencintai dan sangat, sangat mencintai. Itulah yang Allah atur kepada manusia, sekuat-kuatnya orang memaksa sebuah cinta, maka cinta itu akan mental seperti pertemuan magnet kutub positif dengan kutup positif maka tidak akan menempel malah akan saling menjauh. Harus dengan kutub positif dan kutub negatif maka akan saling menarik itulah kunci jodoh dari Allah. Ramzi yang tadinya tidak mencintai Inayah, kini ia sangat mencintai Inayah, sedangkan Azril yang mencintai Inayah, dari jaman kuliah, tapi Allah tidak menjodohkan maka tidak akan bersatu. Walaupun Azril berusaha keras, tetapi Inayah tidak mencintai Azril sedikitpun.
Setiap kali Ramzi dan Inayah bertemu dengan Azril, mereka akan memamerkan kemesraan mereka, seolah-olah mengatakan mereka saling mencintai dan tidak akan pernah bisa dipisahkan satu sama lain. Ramzi yang kini tahu bahwa dokter Azril mencintai istrinya secara terang-terangan semakin protektif, dia selalu menggenggam tangan Inayah dan tidak mau lepas dari sisi Inayah terlebih lagi Inayah sedang hamil anak kedua mereka.
Inayah tak menyapa Azril, ketika mereka saling berpapasan karena memang Inayah sudah mempertegas, bahwa ketika bertemu anggap tidak saling mengenal. Kejadian ketika perjalanan pulang menuju Cirebon setelah bulan madu itu membuat Inayah semakin sadar, bahwa dokter Azril tidak boleh diberi kesempatan walaupun hanya sebuah senyuman. Dia nanti menyalah artikan senyuman Inayah dan membawa perasaannya semakin dalam untuk mencintai Inayah.
Inayah langsung menuju ruang persalinan, di sana dia melihat umma dan Indra yang sedang duduk di samping pintu ruang persalinan. Inayah langsung mencium punggung tangan umma.
"Assalamu'alaikum Umma. Bagaimana dengan Delisha, sudah pembukaan berapa sekarang?" tanya Inayah.
"Wa'alaikumsalam Ina, sudah pembukaan ke-5 sayang. Kamu bisa menemani adikmu. Adikmu sendirian di ruang persalinan," ucap umma.
Ramzi mencium punggung tangan umma, lalu dia juga bersalaman dengan Indra. Inayah meminta izin kepada Ramzi untuk masuk ke dalam ruang persalinan, agar adiknya bisa ia temani. Ramzi menganggukan kepalanya. Inayah lekas masuk ke dalam ruang persalinan. Dokter yang menangani Delisha mengenal Inayah, karena memang teman 1 profesi. Inayah menggenggam tangan Delisha. Delisha sudah mulai kontraksi yang sudah sangat sering membuat Delisha merasa kesakitan.
"Mba Ina, sakit," ucap Delisha.
"Jangan menyebut sakit De, ayo kamu Istigfar," ucap Inayah.
"Enggghhh..."Delisha mengejan.
"Bu Lisha jangan mengejan terlebih dahulu, belum saatnya Bu. Baru pembukaan 5, sabar yah Bu. Dokter Ina, tolong usap-usap pinggang adiknya dan baca doa agar dipermudah dan dipercepat pembukaannya," ucap dokter Lita.
"Iya Dok, terima kasih," ucap Inayah.
Inayah mengelus-elus punggung Delisha, ia membacakan doa.
"La ilaha illallahul ‘adszimul halim. La ilaha illallahu Rabbul ‘arsyil ‘adzim. La ilaha illallahu Rabbus samawati wal ardu wa Robbul ‘arsyil ‘adzim.”
Artinya: Tiada Tuhan selain Allah Yang Maha Agung lagi Bijaksana. Tiada Tuhan selain Allah pemilik ‘Arsy yang Agung. Tiada Tuhan selain Allah pemilik langit dan bumi dan ‘Arsy yang Agung.
Delisha menggenggam erat tangan Inayah, dia menahan rasa sakit dan juga menahan ingin mengejan, tapi terkadang Delisha tanpa sadar mengejan.
"Enghhhhh...." Delisa mengejan kembali.
"Dek, jangan mengejan dulu Dek, kamu baru pembukaan ke-5. Nanti tenaga kamu habis dan robek bagian tu kamu akan banyak jahitan," nasihat Inayah.
"Mbak Ina, ini rasanya sakit sekali Mbak," ucap Delisha.
"Iya Mbak tahu, Mbak pernah merasakannya. itighfar Dek, istighfar yang banyak," ucap Inayah.
Inayah mengelus mengelus pinggang Delisha, Delisha merasa tulang dari pinggangnya terasa sakit seperti dipatahkan, dengan sabar Inayah mengelus pinggang Delisha penuh kasih sayang dan lembut.
__ADS_1
Dia juga melafalkan ayat-ayat Alquran agar dia bisa diperlancar dan dipercepat dalam proses melahirkan anak pertamanya Delisha. Inayah membaca ayat Kursi, Surat Al-A’raf ayat 54, Surat Al-Falaq dan An-Nas. Inayah terus mengusap bagian pinggang Delisha.
"Dede bayi, bantu Ummi mu yah...jangan buat Ummi mu sakit, ayo bantu Ummi." Sambil mengelus pinggang Delisha, Inayah mengajak komunikasi sang cabang bayi. Delisha merasa nyaman ketika pinggangnya di elus oleh Inayah.
Delisha berjuang untuk melahirkan anak pertamanya. Sudah 6 jam Delisha berada di ruang persalinan. Proses pembukaan sangat lambat dan setelah 6 jam Delisha baru pembukaan ke-7. Dia sangat merasa kesakitan, Inayah yang menemani Delisha dengan sabar. Dia selalu mengelus-elus pinggang Delisha sehingga membuat Delisha cukup nyaman dengan elusan tangan dari Mbak Ina nya.
Sekujur tubuh Delisha sudah sangat lemas, keringat bercucuran, nafas tersenggal-senggal lalu Inayah meminta kepada dokter Lita untuk memberikan oksigen kepada Delisha agar Delisha mempunyai tenaga untuk mengejan. Pembukaan sudah ke-8 rasa sakit yang Delisha rasakan semakin sering setiap 3 menit sekali.
"Dek, sabar Dek kamu sudah pembukaan 8 sedikit lagi sayang sabar ya," Inayah memberikan semangat kepada Delisha.
"Mbak sakit banget Mbak, seperti ada yang mau keluar," ucap Delisha.
"Dokter Lita, tolong cek adik saya. Sudah pembukaan beberapa?" tanya Inayah.
Dokter Lita langsung memeriksa Delisha, "Alhamdulilah sudah lengkap, Bu Delisha dengarkan intruksi saya. Jika mulai terasa kontraksi Ibu mengejanlah," perintah dokter Lita.
Inayah terus menggenggam, tangan Delisha. Dokter Lita menyuruh Delisha agar kedua kaki dibuka lebar seraya menekuk lutut kemudian kedua tangan Delisha bertumpu pada paha. Dokter Lita memerintahkan agar bidan membantu agar menarik punggung Delisha kedepan untuk membantu otot perut dan rahim ketika medorong bayi keluar.
"Dengarkan aba-aba dari saya, ingat dagu posisinya di dada yah Bu." Dokter Lita mengelus perut Delisha, terasa ada pergerakan dan Delisha mulai kontraksi kembali.
"Sekarang mengejan Bu..." ucap dokter Lita.
"Enggghhhhhh...." Delisha mengejan dengan kuat.
"Engggghhhhh....Ya Allah, sakit banget Mbak Ina," teriak Delisha.
"Jangan teriak De, istigfar terus ingat oleh Allah," ucap Inayah.
"Tapi sakit banget Mba, aku ndak kuat," ucap Delisha.
"Ayo Bu, semangat jangan bilang gak bisa. Dede bayinya sebentar lagi akan ketemu ibunya, sedikit lagi sudah terlihat tadi rambutnya tapi masuk lagi." Dokter Lita mengelus kembali perut Delisha. Delisha merasakan kontraksi kembali.
"Tarik nafas, hembuskan...ayo Sekarang mengejan sekuat tenaga Bu, dede nya mau ketemu ibunya. Harus semangat," ucap dokter Lita.
"Engghhh...Allah...Engghhhhhh..." Delisha mengejan sekuat tenaga.
"Oeaaa...oeaaa..." tangisan bayi menggema ruang persalinan.
"Alhamdulilah...selamat De, kamu sudah menjadi Ummi sekarang." Inayah mengecup kening Delisha, ia juga mengusap keringat Delisha dengan tisu.
"Alhamdulilah Bu, bayi laki-laki. Beratnya 3,3kg panjang 49cm waktu melahirkan pukul 15.23," ucap dokter Lita.
__ADS_1
Dokter Lita membuka dada Delisha dan diletakkan baby boy di dada Delisha, ia sedang berusaha mencari sumber makanan setelah melihat dunia. Dokter Lita melakukan IMD untuk bayi Delisha. IMD telah terbukti dapat memperpanjang durasi menyusui, meningkatkan kemungkinan bayi disusui dalam bulan-bulan pertama kehidupan, dan juga dapat berkontribusi pada peningkatan ASI eksklusif. Bayi yang melakukan IMD juga tampak lebih banyak berinteraksi dengan ibunya dan lebih jarang menangis serta mempererat hubungan ibu dan anak (UNICEF, 2018; WHO, 2019).
Inayah langsung ke luar dari ruangan pintu, dia memanggil Indra untuk mengazankan putranya.
"Mas, tunggu di sini aja dulu yah. Delisha sedang melakukan IMD. Umma mau lihat Delisha?" tanya Inayah.
"Iya Ummi mau lihat keadaan Delisha," ucap Umma.
Akhirnya Umma, Indra dan Inayah masuk ke ruang bersalin kembali. Terasa sangat haru sekali Indra sampai menitikan air mata karena rasa bahagia. Begitupun Umma yang langsung menciumi wajah Delisha.
"Dokter Lita, nanti saya ke ruangan dokter yah. Sepertinya saya hamil Dok," ucap Inayah.
Umma, Delisha dan Indra terkejut ketika Inayah berkata bahwa dirinya sedang hamil.
Bersambung.
✍✍✍Ramaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.
Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏
Baca juga yuk cerita serunya
5 tahun menikah tanpa cinta
Salah lamar
Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)
__ADS_1
Love dari author sekebon karet ❤💞