Salah Lamar

Salah Lamar
Keluarga Syok


__ADS_3

Ramzi bersiap untuk menjemput Inayah di rumah sakit. Bibirnya tersenyum merekah, karena ia ingin memberikan kejutan kepada istri tercinta.


"Kira-kira dia pilih yang mana yah untuk bulan madu? aku gak sabar melihat ekspresi dia ketika aku menunjukkan brosur-brosur tempat yang indah untuk bulan madu, kasian istriku kerja terus. Dia harus mengambil cuti agar bisa berbulan madu sama aku," ucap Ramzi monolog ketika mengendarai mobil.


Ramzi tiba tepat waktu, dia tidak pernah telat untuk menjemput Inayah. Ia turun dari mobil, satpam rumah sakit menghampiri Ramzi.


"Maaf Pak, Bapak ini suami dari dokter Inayah?" tanya satpam.


"Iya benar," jawab Ramzi.


"Ini Pak, dokter Inayah tadi pagi menitipkan ketiga surat ini, saya diamanatkan untuk memberi ketiga surat ini sebelum dokter Inayah berangkat," ucap satpam.


"Berangkat? berangkat kemana Pak, istri saya?" tanya Ramzi.


"Loh Bapak tidak tahu? ada 3 kandidat dokter yang dipilih oleh dirut untuk mendapatkan bea siswa untuk melanjutkan sebagai dokter spesialis di luar negeri," ucap Satpam.


"Apa luar negeri?" tanya Ramzi.


"Iya Pak, luar negeri. Tapi saya tidak tahu negara mana," jawab Satpam.


Deg


Jantung Ramzi terasa seperti berhenti, kakinya lemas, ia mengambil 3 surat dari tangan satpam dengan meneteskan air mata. Ramzi pergi tanpa mengucapkan terima kasih kepada satpam. Ia langsung masuk ke dalam mobil dengan pikiran yang kosong, hati yang ngilu. Ramzi mulai menyalahkan mesin mobilnya dan menjalankan dengan kecepatan di atas rata-rata.


Ia menuju alun-alun kejaksaan kota Cirebon, tempat dimana ia menyatakan cintanya kepada Inayah. Tempat sejuta kenangan ketika Inayah menerimanya dan memaafkan kesalahan besar yang Ramzi buat.


Ia melihat ada 3 surat, untuk dirinya dan Delisha, untuk umma dan abah dan untuk abi dan ummi. Gemetar tangan Ramzi ketika membuka surat untuk dirinya, ia membaca perlahan isi dari surat itu. Terbelalak matanya ketika membaca kalimat, 'Aku melihat kamu dan Delisha sedang duduk berdua,' Ramzi memukul setir mobil berkali-kali dan berteriak "Inayah...kamu salah paham..."


Berurai air mata, Ramzi tidak percaya bahwa Inayah pergi dan ia tidak tahu Inayah pergi ke mana, negara mana yang ia tujuh.


"Kenapa kamu salah paham sayang, aku sangat mencintaimu, melebihi cinta ku pada diriku sendiri. Apalah aku ini jika kamu tidak ada di sampingku," ucap Ramzi monolog.


"Apa yang harus aku lakukan, jika hari-hariku tanpa kamu? ternyata semalam kamu menyenangiku sebelum kamu pergi dan pagi ini kamu meminta maaf kepadaku tanpa aku tahu alasannya. Hah...aku bodoh, seharusnya aku jujur ketika bertemu dengan Delisha. Ramzi...kamu sungguh suami yang bodoh, selalu menyakiti istri cantikmu," teriak Ramzi di dalam mobil.


Ramzi membentur-membenturkan kepalanya di setir mobil. Dadanya terasa sesak, ia tidak tahu harus bagaimana, dia tidak tahu untuk mencari Inayah kemana.


Dengan perasaan yang hancur, Ramzi mengendarai mobilnya menuju pesantren Abi Afnan.


"Ramzi, bukannya kamu menjemput Inayah? mana dia?" tanya Ummi Laila.


Ramzi memberikan surat Inayah untuk ummi Laila, Abi Afnan pun ada di ruang keluarga.


"Ini surat dari Inayah?" tanya Ummi Laili.

__ADS_1


Ummi membuka surat dari Inayah dan membaca, setelah membaca ia menatap ke arah Ramzi dengan tatapan yang tajam. Surat itu diberikan kepada abi Afnan, lalu dibaca oleh abi Afnan.


"Ramzi, kenapa kamu membuat kesalahan yang sama. Suami macam apa kamu selalu menyakiti hati istrimu. Kurang apa Inayah? hah! bilang sama Ummi, kurang apa Inayah di matamu," teriak Ummi Laila.


"Ummi sungguh aku sangat mencintai Inayah, ia salah paham kepadaku. Memang aku menemui Delisha tanpa sepengetahuan Inayah. Tapi aku berbicara dengan Delisha agar dia tidak mengganggu waktu ku dan Inayah yang ingin berdua ketika Inayah libur. Inayah libur hanya pada hari minggu, tapi Delisha selalu meminta waktu libur itu untuk menemuinya," ucap Ramzi.


"Kamu tetap salah Ramzi, kamu tahu Inayah sangat cemburu dengan adiknya. Ketika perempuan cemburu, itu tidak ada logika. Ia akan mengambil keputusan dengan apa yang ia rasakan. Kamu benar-benar membawa masalah, tidak mengerti perasaan perempuan," teriak Ummi Laila.


Abi Afnan merangkul bahu ummi Laila.


"Ummi tenanglah, nanti darah tinggi lagi. Ayo duduk dulu Ummi," ucap Abah menenangi Ummi.


"Bagaimana Ummi bisa tenang Abi, bila mantu Ummi tidak ada di sini dan tidak tahu kemana dia. Mana mungkin Ummi akan menggantikan posisinya. Hanya Inayah yang menjadi mantu kesayangan Ummi," Ummi berdiri lalu masuk kamar.


Abi menghembuskan nafasnya dan mengeluarkannya secara kasar.


"Kamu tahu kemana Inayah pergi? jika tahu jemput dia, jelaskan kesalahan pahaman ini," saran Abi Afnan.


"Aku tidak tahu Abi, satpam rumah sakit bilang Inayah ke luar negeri tapi dia tidak tahu negara mana. Inayah mendapatkan bea siswa untuk melanjutkan S2 nya," ucap Ramzi.


"Apa ke luar negeri," ucap Abi Afnan syok


"Dia pernah bertanya sebuah impian yang ingin dia capai, tapi bukan dia egois untuk memilih bea siswa impiannya tapi lebih ke kepada kekecewaan dia terhadap diriku," ucap Ramzi.


"Aku tidak tahu lagi Abi, apa yang harus aku lakukan untuk mencari Inayah." Ramzi terduduk lemas, ia menundukkan kepalanya dan menangis akan kepergian Inayah.


"Kamu harus memberikan surat itu kepada mereka, bagaimanapun mereka berhak tahu," ucap Abi Afnan.


"Baik Abi, aku akan ke sana. Aku pasrah jika mereka membenci aku," ucap Ramzi.


Ramzi melangkahkan kakinya menuju mobil, ia akan ke pesantren abah Amar.


Ramzi melihat foto Inayah yang sedang tersenyum manis menggunakan seram dokter.



"Kamu berjanji, tidak akan meninggalkan ku, tapi kenapa sekarang kamu meninggalkan ku. Aku bener-benar mencintaimu, kamu di mana?" ucap monolog Ramzi.


Ia menangis ketika melihat foto Inayah, terasa dadanyabseperti ada beban berat. Ramzi menghidupkan mesin mobilnya dan berjalan menuju pesantren Amar.


Setibanya di pesantren, kaki Ramzi terasa berat untuk melangkah, rasa malu ada di hatinya.


"Assalamu'alaikum," ucap salam Ramzi.

__ADS_1


"Waalaikumsalam," Umma Adibah jawab salah Ramzi.


"Abah, ada Gus Ramzi," teriak Umma Adibah.


Abah Amar keluar.


"Kamu tidak dengan Inayah?" tanya Abah Amar.


Ramzi langsung berlutut di kaki Abah Amar.


"Abah, aku memang manantu tak tahu diri, menantu yang tidak menjaga amanat yang Abah berikan kepadaku. Inayah kabur Abah, satpam rumah sakit mengatakan ia pergi ke luar negeri pagi ini. Ia menitipkan surat ini untuk Abah dan Umma," ucap Ramzi dengan derai air mata.


Abah dan Umma membaca surat dari Inayah.


"Kamu mau talak Inayah setelah itu ingin menikahi Delisha?" ucap Abah, ia masih mengendalikan amarah.


"Aku tidak akan mentalak Inayah, tidak akan pernah, Inayah hanya salah paham Abah," ucap Ramzi.


"Apa Mba Ina kabur, Gus ini semua gara-gara kamu menemuiku tanpa izin dengan Mba Ina," teriak Delisha.


"Apa kamu bilang gara-gara aku, itu gara-gara kamu, rumah tanggaku hancur. Jika kamu tidak selalu meminta untuk ditemani oleh Mba mu mungkin istriku masih ada di sampingku. Kamu tahu waktu kami berdua hanya minggu, 1 hari itu saja. Kamulah yang telah merampas waktu kami," ucap Ramzi penuh emosi.


"Kamu tahu sendiri Mba Ina, sangat cemburu ketika kamu mendekatiku. Andai kamu kesini menemuiku membawa Mba Ina maka kesalah pahaman ini tak akan terjadi," ucap Delisha.


"Aku menjaga perasaan istriku, oleh sebab itu aku tak memberi tahunya. Rubah sikapmu Delisha, Mba mu sudah menikah denganku. Dan kamu jangan terlalu meratapi kepergian calon suamimu yang sudah meninggal. Jika kamu tidak terlalu meratapi kepergian calon suamimu. Maka aku sudah hidup bahagia dengan Mba mu. Kamulah penyebab Mba Ina mu pergi meninggalkan kita semua, Maaf Abah, Umma aku telah lancang kepada kalian, sungguh aku tak mengurangi rasa hormatku kepada kalian. Sampai mati aku tidak akan mentalak Inayah dan ia akan menjadi istriku selamanya. Permisi Abah, Umma. Assalamu'alaikum," ucap Ramzi.


Ramzi meninggalkan pesantren abah Afanan dengan hati penuh amarah dan emosi.


Bersambung


***


Para reader jika kalian suka dengan tulisan saya. Banyakin komentar, komentar kalian itu membuat aku semangat.


jangan lupa juga like, SUBSCRIBE, dan Follow author.


Mampir juga di novelku yang lain



5 tahun menikah tanpa cinta


Retak Cinta Akad (50% kisah nyata,50% fiksi)

__ADS_1



I love you sekebon dari Author


__ADS_2