Salah Lamar

Salah Lamar
Hasil USG


__ADS_3

"Oke dokter Inayah, aku tunggu ya di ruanganku," ucap dokter Lita.


Umma terkejut, tapi hatinya sangat senang karena Inayah hamil anak kedua. Umma menghampiri Inayah dan menanyai tentang kebenaran kehamilannya.


"Kamu beneran hamil Inayah?" tanya umma.


"Umma, pagi ini aku melakukan testpek, alhamdulillah umma hasilnya positif, ini aku mau periksa kehamilanku dengan rekan kerjaku, dokter Lita. Doakan Inayah agar kandungan Inayah baik-baik saja sampai Inayah melahirkan nantinya," ucap Inayah.


"Insya Allah, umma akan mendoakan kamu selalu dan keluarga kamu," ucap umma.


Delisha yang mendengar Mbak Inanya hamil kembali, dia mengucapkan selamat atas kehamilan untuk anak keduanya. Inayah keluar dari ruang perawatan dan menemui dokter Lita di ruang praktiknya.


"Mas, ikut aku. Kita lihat buah hati kita," ucap Inayah.


Ramzi menggandeng tangan Inayah kembali, mereka berjalan bergandengan tangan, menuju ruang praktik dokter Lita. Dokter Lita sudah menunggu Inayah di dalam. Inayah langsung dipersilakan untuk tidur di atas ranjang, untuk memeriksa kandungannya. Dokter Lita melakukan USG pada kandungan Inayah.


"kita lakukan USG ya dokter Ina," ucap dokter Lita.


"Iya dokter Lita." Dokter Lita mulai melakukan USG pada Inayah, dilihat sebuah monitor yang bisa melihat keberadaan janin Inayah yang masih kecil.


"Ada keturunan kembar Dokter keluarganya?" tanya Dokter Lita.


"Suami saya anak tunggal, tapi dari keluarga saya paman yang kembar. Memang ada apa Dok?" tanya Inayah.


"Ini ada dua kantung, itu yang titik adalah janin. Ada dua artinya, insya Allah dokter Inayah akan mempunyai anak kembar," ucap dokter Lita.


"Ini beneran Dokter Lita? tanya Inayah.


Dokter Lita menganggukkan kepalanya. Inayah langsung mengeluarkan air mata, dia merasa bersyukur bahwa Allah telah menitipkan sekaligus dua calon buah hatinya yang sedang bersemayam di rahimnya. Ramzi menggenggam tangan Inayah dan mengecup wajah Inayah setiap incinya, karena rasa syukur akan mempunyai bayi kembar.


"Mas, calon buah hati kita kembar Mas," ucap Inayah.


"Iya sayang, aku sangat bersyukur. Terima kasih sayang," ucap Ramzi.


Setelah USG, dokter Lita memberikan resep untuk di tebus. Dokter Lita berpesan agar menjaga kehamilannya di trisemester pertama. Karena semester pertama itu sangat rawan.


Senyuman diantara mereka tak hilang dari wajah mereka. Mereka sangat bahagia, mendapatkan anugrah yang tiada kara. Inayah berpamitan kepada Delisha dan umma, setelah Inayah memberitahukan bahwa Inayah sedang hamil anak kembar. Umma terlihat sangat bahagia, sama halnya dengan ummi setelah diberitahukan. Sampai ummi mewanti-wanti agar Inayah harus menjaga ekstra kehamilannya kali ini.

__ADS_1


"Kamu mau makan sesuatu Ning Ina?" tanya Ramzi.


"Aku ndak lapar Mas, masih kenyang," jawab Inayah.


"Kamu tadi 'kan nunggu Ning Lisha. Lama loh tadi, nanti baby twin kita kelaparan," ucap Ramzi.


"Insha Allah ndak sayang, jika aku lapar. Aku akan bilang, aku mau istirahat aja tapi sambil di peluk sama kamu Mas," ucap Inayah.


Inayah sejak hamil menjadi lebih manja, ingin selalu dekat dengan Ramzi dan jika tidur Inayah minta di peluk oleh Ramzi. Kebiasaan aneh Inayah sejak hamil pun terlihat. Sebelumnya tidak menyukai ikan lele karena melihat ikan lele geli tapi setiap hari kini Inayah meminta dibelikan Ramzi pecel lele. Ramzi ketika melihat Inayah makan terheran karena memakan ikan lele 2 sekaligus. Inayah juga tidak mau makan menggunakan tangannya, tapi harus Ramzi yang menyuapi dengan tangannya. Jika tidak Inayah tidak mau makan.


Sesuai janji Ramzi, dia sangat menjaga Inayah. Setiap pergi Ramzi lah yang mengantar Inayah. Pergi ataupun pulang rumah sakit Ramzi tak membiarkan Inayah pulang sendiri. Walaupun Ramzi sibuk dengan pesantren dan restorannya, dia pasti akan meninggalkan dan minta di ganti demi menjemput Inayah.


Inayah tetap bekerja seperti biasa, berita Inayah yang sedang hamil anak kembar langsung menyebar di telinga rekan kerja, yang paling heboh siapa lagi kalau bukan Syifa.


"Ning, subhanallah sampeyan hamil anak kembar. Bagi tips nya Ning, aku juga mau punya anak kembar. Gus Ramzi hebat bisa hamilin kamu sampai dapat hamil anak kembar," ucap Syifa.


"Husss, sampean apa toh...bilang seperti itu, yang hebat itu Allah. Memberikan janin kembar untuk aku. Bukan suami aku yang hebat," ucap Inayah.


"Selamat yah Ning...aku yang berkoar-koar ingin punya anak lagi ternyata sampeyan duluan." Syifa memeluk Inayah sangat erat, dia sangat bahagia mengetahui sahabatnya hamil kembali. Inayah memegang perutnya dan mengusap perut Syifa, "Semoga sampeyan cepat hamil juga seperti aku," ucap Inayah.


Syifa sangat senang di doakan ibu hamil, doa ibu hamil di ijabah oleh Allah SWT. Hal ini dikarenakan orang yang sedang hamil termasuk orang yang sedang berjuang dijalan Allah dan orang yang dicintai dan diridhai Allah.


Inayah sudah selesai jam praktiknya dia bergegas pulang dan menuju pintu keluar rumah sakit. Ramzi sudah berdiri dan tersenyum melihat Inayah ketika Inayah membuka pintu keluar rumah sakit. Ramzi berlari kecil untuk menghampiri Inayah, ia langsung meraih tangan Inayah dan menggandeng tangan Inayah sampai di depan mobil. Ramzi membukakan pintu mobil bagian depan. Dia terkejut di depan jok mobil ada buket bunga matahari yang cantik. Inayah menutup mulutnya karena terkejut mendapatkan surprise dari Ramzi. Inayah sangat menyukai bunga matahari karena fakta bahwa bunga ini selalu menghadap ke arah matahari dapat menjadi simbol memiliki kepercayaan kepada Tuhan yang besar. Hal itu mengingatkan Inayah untuk selalu melihat cahaya bahkan di saat-saat sulit sekalipun. Terus bertahan dan yakin bahwa akan selalu ada harapan dan tanpa sadar keadaan sulit tersebut akan terlewati.


"Mas, ini buat aku?" tanya Inayah.


"Iya buat kamu, kamu matahari jiwaku," ucap Ramzi.


Inayah mengambil buket bunga matahari tersebut.



"Cantik Mas, terima kasih suamiku tersayang," ucap Inayah.


"Tapi lebih cantik istriku. Sama-sama sayang. Suka bunganya?" tanya Ramzi.


"Suka banget Mas, tapi aku lebih suka orang yang memberikan bunga Ini," ucap Inayah.

__ADS_1


Ramzi mencubit hidung Inayah yang mancung, kemudian dia memeluk Inayah dengan erat.


"Terima kasih sayang sudah mau mengandung anak-anakku, aku cinta kamu. Aku janji akan menjagamu dan anak-anak kita," ucap Ramzi.


"Terima kasih juga Mas, sudah menjadi suami dan Ayah yang terbaik. Aku cinta juga sama kamu Mas," ucap Inayah.


"Ning, kalau adegan mesrah-kemesrahan masuk mobil. Jangan di tempat umum. Jika jomblo yang melihat kamu nanti meronta-ronta," teriak Syifa yang hendak ke parkiran. Di sana berdiri Azril yang melihat adegan romantis antara Inayah dan Ramzi. Mereka baru tersadar bahwa ada 2 orang yang melihat mereka. Sebelumnya tidak ada orang-orang. Ramzi dan Inayah bergegas masuk ke dalam mobil dan Ramzi segera menjalankan mobilnya.


Bersambung


✍✍Ramaikan komen karena komen kalian membuat saya sangat bersemangat untuk menulis dan ide mendadak untuk saya.


Jadilah dermawan dengan cara like, subscribe dan follow aku. Vote nya juga yah🙏🙏🙏🙏


Baca juga yuk cerita serunya




5 tahun menikah tanpa cinta




Salah lamar




Retak Akad Cinta (bab 1 s.d 18 nyata, fiksi dari bab 19 dst)



__ADS_1


Love dari author sekebon karet ❤💞


__ADS_2