Still Love You

Still Love You
BAB 10


__ADS_3

Zhao Zhi membuka matanya melihat plafon kamar yang mulai lapuk, dia meregangkan badannya menyegarkan otot-ototnya yang kaku. Mata sayu Zhao Zhi memandang Zhao Hui yang tidur disamping, tidak tahu dia sudah berapa lama tertidur.


Dia tidak bermimpi seperti sebelumnya, dia tidur dengan nyenyak. Semenjak Zhao Wei mulai membaik setiap kali dia tidur dia tidak bermimpi yang dia mimpikan selama seminggu ini.


Zhao Zhi turun dari ranjang menuju kamar mandi, dia ingin mencuci muka menyegarkan wajahnya. Badan sempoyongan saat hendak berdiri kepalanya masih pusing keseimbangan tubuhnya goyah. Memegang tembok untuk menyeimbangkan cara berjalan menuju kamar mandi.


"Sudah bangun?" suara tanya dari belakang menghentikan langkah Zhao Zhi.


Zhao Wei melipat tangannya bersandar pada tembok memandang Zhao Zhi yang berdiri di depannya. Untuk sepupunya satu ini Zhao Wei tidak terlalu dekat dan dia juga bukannya tidak menyukai Zhao Zhi. Zhao Wei orang yang paling dimanjakan di keluarga tentu saja dia tau bahwa ada saja keluarga yang tidak senang akan hal itu.


Karena hal itu Zhao Wei tidak ingin terlalu dekat dengan sepupu perempuannya sebelumnya. Seperti di kehidupan sebelumnya dengan Zhao Hui akhirnya dia berakhir menyedihkan. Dimanfaatkan dengan sedemikian rupa Zhao Wei tidak akan lagi dekat dengan para sepupu perempuan ini.


"Iya kakak WeiWei" balas Zhao Zhi.


"Dimana Zhao Hui?"


"Dikamar"


"Dia masih tidur?" " iya"


"Ini sudah sore kenapa dia tidak bangun. aku akan bangunkan dia"


"Baik, aku cuci muka dulu" Zhao Zhi melanjutkan jalannya meninggalkan Zhao Wei yang berjalan menuju kamar mandi.


Zhao Wei membuka pintu kamar tempat Zhao Hui dan Zhao Zhi tidur. Dia melihat ruangan yang lebih kecil dari kamarnya dengan benda yang ada kamar ini terlalu penuh dengan barang. Perasaan sesak menyeruak Zhao Wei tidak nyaman karena hal itu.


Zhao Hui berbaring di ranjang dengan posisi tengkurap tertidur dengan nyenyak. Zhao Wei maju berdiri disamping ranjang, dia akan membangunkan Zhao Hui. Rencana jahat untuk membangunkan Zhai Hui dia jalankan.


"KYAAA...... KECOAK !!!!! " Teriak Zhao Wei


Zhao Hui yang tidur tersentak kaget mendengar teriakan kecoak, dia langsung terduduk di ranjang sambal mengekspresikan rasa ketakutan.


"MANA KECOAK? DIMANA KECOAKNYA?"tanya Zhao Hui panik pada Zhao Wei yang berdiri disampingnya.


"Tadi aku melihatnya di kamarmu." Ucap Zhao Wei. Zhao Hui menyingkirkan semua yang ada di ranjang melihat tidak ada kecoak yang dimaksud.


"Tidak ada kecoak, Zhao Wei. kamu menipuku ya?" geram Zhao Hui tidak puas.


"Tidak, aku benar-benar melihat-." "KYAA... KECOAKNYA DI PUNDAKMU" teriak Zhao Wei.


"YANG BENAR ZHAO WEI?!"


Zhao Hui pun langsung melompat kaget dia menarik-narik pakaiannya supaya kecoak jatuh tapi tidak ada yang jatuh.


"Apa kecoak nya masih menempel, Zhao Wei ?"


"Masih." Ucap Zhao Wei sambal menjauhkan diri dari dari Zhao Hui.


Zhao Wei tertawa berusaha tidak mengeluarkan suara ekspresi ketakutan Zhao Hui membuatnya senang sampai dia ingin tertawa terbahak tapi dia harus menahannya supaya tontonan ini berlangsung lama. Ucapannya yang bilang ada kecoak hanya trik untuk membangunkan Zhao Hui dan itu berhasil. Zhao Hui bangun dan dia mendapat tontonan yang bagus juga.


"Bantu aku menyingkirkan-"


Zhao Hui berhenti mengibaskan pundaknya melihat Zhao Wei yang tertawa tanpa suara dia tau seharusnya tidak percaya pada omongan sepupu yang satu ini.

__ADS_1


"Kamu menipuku?"


"Hahaha... Zhao Hui. Ekspresi ketakutanmu tadi sungguh menakjubkan."


"Kenapa kamu lakukan itu, sialan?" mata Zhao Hui memandang Zhao Wei dengan tajam.


"Aku hanya membangunkan kamu."


"Tapi tidak menipuku ada kecoak."


"Jika aku membangun kamu dengan cara biasa. Aku tidak mendapat tontonan yang bagus seperti tadi." Ucap Zhao Wei sambil tersenyum.


Zhao Hui geram dengan senyuman Zhao Wei, dia mengambil bantal dan melempar pada Zhao Wei dengan kesal.


"SIALAN" Zhao Wei memegang kepalanya yang pusing karena bangun tiba-tiba.


Zhao Wei yang dilempar bantal tidak terima dan langsung menampar wajah Zhao Hui. Wajah Zhao Hui tercetak tanda merah di pipi, matanya membelalak tidak percaya akan tamparan itu.


"Rasakan!" ucap Zhao Wei kepada Zhao Hui yang diam mematung.


Marah


Zhao Hui kalap langsung menghampiri Zhao Wei dan menarik rambutnya tangan yang lainnya digunakan untuk menampar wajah Zhao Wei.


"Kamu pikir aku tidak berani melawan hah?!"Zhao Hui benar-benar melampiaskan amarah dengan kejam menyalurkan amarah yang telah dia tahan selama bertahun-tahun.


"DASAR WANITA GILA. BERANINYA KAMU MENAMPARKU!!" Zhao Wei berteriak ingin membalas Zhao Hui lagi.


Memegang tangan Zhao Hui yang berada di rambutnya berusaha melepas jambakannya. Tapi tenaga Zhao Hui yang lebih baik daripada Zhao Wei jadi tidak bisa melepaskannya. Zhao Hui yang sering melakukan pekerjaan tentu akan lebih bertenaga daripada Zhao Wei yang tidak melakukan apa-apa.


Zhao Zhi yang berada di dapur sedang membantu mengupas bawang bersama bibi pertamanya mendengar suara perdebatan.


"A Zhi kenapa didalam ada ribut-ribut? Coba kamu lihat."


"Baik, bibi Wang"


Zhao Zhi menghentikan mengupas bawang ingin masuk kedalam melihat keadaan. Selepas dia mencuci muka tadi bibi Wang menyuruhnya untuk membantu memasak. Hari ini giliran bibi pertama yang memasak, bibi kedua dan nenek sedang bertani.


"Kamu pikir aku tidak berani melawan hah?!"


Plak


Suara tamparan menghentikan langkah Zhao Zhi saat ingin masuk kamarnya. Dari suaranya dia tahu bahwa itu suara Zhao Hui yang marah dia tidak tau apa yang membuat sepupu ini marah.


"DASAR WANITA GILA. BERANINYA KAMU MENAMPARKU!!"


Teriakan Zhao Wei juga terdengar. Dia menjadi tidak berani masuk ke dalam pasti ada pertempuran yang sengit.


Dan memang benar yang dia duga dia melihat kedua sepupu perempuannya yang saling bertarung, menjambak rambut, mencakar, marik baju mereka lakukan. Keadaan mereka sangat kacau sampai tidak menyangka aka nada pertengkaran seperti ini. Zhao Zhi harus segera melerai mereka jika tidak masalah akan bertambah besar apalagi jika Zhao Wei memiliki luka serius pasti Zhao Hui kena masalah lagi.


"Sepupu kenapa kalian bertengkar? Hentikan, jangan bertengkar."lerai Zhao Zhi sambil menarik tangan Zhao Wei yang menjambak rambut Zhao Hui.


"AWAS! JANGAN HENTIKAN AKU" tepis Zhao Wei.

__ADS_1


Tangan Zhao Zhi yang ditepis berwarna merah dia meringis tidak menyangka akan kekuatan Zhao Wei menepis tangannya cukup kuat.


"A Zhi menjauh darinya. Dia sudah gila." Zhao Hui menyuruh Zhao Zhi untuk menjauh dari Zhao Wei.


"Kau yang gila" elak Zhao Wei tidak terima. Mereka melanjutkan berkelahi tak mempedulikan Zhao Zhi lagi.


Zhao Zhi tidak berdaya.


"Kakak Hui hentikan, nanti kakak kena amarah nenek lagi." Karena dia tidak bisa menghentikan Zhao Wei jadi dia beralih ke Zhao Hui.


Mendengar kata nenek Zhao Hui menghentikan jambakan pada Zhao Wei dia menjauhkan diri. Zhao Zhi yang melihat Zhao Hui berhenti berkelahi lega. Dia tidak ingin sepupu yang dekat dengannya ini terkena omel nenek Zhao lagi.


"Hah..hah...A Zhi benar..." Zhao Hui mengatur napas supaya lebih stabil dia berkelahi dengan Zhao Wei cukup menguras tenaganya. Penampilan Zhao Hui kacau akibat pertarungan tadi bajunya melar karena tarikan Zhao Wei.


Zhao Wei juga kacau malah lebih parah daripada Zhao Hui dia tidak bisa menahan serangan Zhao Hui yang menyerangnya dengan tenaga yang besar. Zhao Wei tau Zhao Hui itu memang musuh bebuyutannya.


"bagus, sepupu. Kalian berhenti berantem." Ucap Zhao Zhi senang.


"Sebaiknya kamu cepat pergi dari hadapanku jika tidak ingin aku memukulmu lagi. Jika bukan karena nenek kamu pasti habis aku pukul."


Ucapan Zhao Hui merangsang Zhao Wei lagi, di kehidupan sebelumnya karena neneknya yang meninggal lebih awal tidak ada yang membelanya. Keluarga Zhao saat dia mencoba merayu suami Zhao Hui mereka memalingkan muka dengan kejam mengusirnya, padahal dia sudah mengaku salah dan memohon untuk memaafkan dirinya untuk tinggal bersama mereka karena saat itu dia baru saja di ceraikan Shen Yan.


"Diam kau." Zhao Wei mengambil kotak pensil yang ada di meja. Zhao Zhi dan Zhao Hui terkejut dengan ekspresi wajah Zhao Wei yang menyeramkan.


"Sepupu WeiWei, tenang. Kamu tidak akan melempar itu kan?" Zhao Zhi berusaha menahan ketakutannya mencoba menenangkan Zhao Wei.


Tapi Zhao Wei tidak mendengar ucapan Zhao Zhi dia masih terjebak dengan kenangan kehidupan sebelumnya. "kenapa kalian tidak menerimaku padahal aku telah meminta maaf dan memohon? Kenapa kalian mengusirku? Kenapa Zhao Hui memiliki kehidupan yang baik sedangkan aku tidak padahal aku lebih unggul daripada dia? Kenapa? Kenapa?" Zhao Wei bergumam dengan suara lirih.


Zhao Hui dan Zhao Zhi melihat keadaan tidak normal Zhao Wei yang menundukkan kepala memegang kota di tangan kanannya serta bergumam yang tidak mereka dengar.


"kakak Hui, kakak WeiWei kenapa?" tanya Zhao Zhi ketakutan dengan berbisik.


"tidak tahu."


"aku takut."


"kamu gila, Zhao Wei. Kenapa diam saja?" Zhao Hui bertanya dengan sinis. Biasanya Zhao Wei akan membalas ucapan sinis Zhao Hui tapi dia menatap Zhao Hui dengan kejam seakan dia ingin mencabik-cabik Zhao Hui.


"ZHAO HUI !" Zhao Hui terkejut dengan Zhao Wei yang berjalan kepadanya dengan mengangkat kotak pensil ditangan. Zhao Zhi juga menjauhkan diri.


"KAU GILA." Zhao Hui ketakutan dengan Zhao Wei yang kehilangan akal sehat. Dia menggenggam tangan Zhao Wei menghentikan Zhao Wei yang ingin memukulnya jika dia terkenal kota pensil yang terbuat dari kayu ini dia pasti akan terluka.


"aku aka membunuhmu. Bunuh kamu." Zhao Wei seperti mendapat kekuatan dia bisa melepaskan genggaman Zhao Hui. Tapi Zhao Hui langsung menggenggam lagi serta lebih erat dari sebelumnya.


"ZHAO ZHI BANTU AKU. SINGKIRKAN WANITA GILA INI." Teriak Zhao Hui pada Zhao Zhi yang mematung.


Zhao Zhi pun memeluk tubuh Zhao Wei menjauhkannya dari Zhao Hui. Akhirnya Zhao Hui bisa menjauh dari Zhao Wei. Tapi Zhao Wei tenaganya menjadi lebih besar dari sebelumnya langsung berbalik menyerang Zhao Zhi. Dia memukul dahi Zhao Zhi dengan kotak pensil yang dia pegang.


"JANGAN HALANGI AKU!!" teriak Zhao Wei


Zhao Hui terkejut dia pun langsung menarik tangan Zhao Wei yang gila menurutnya.


"APA KAMU TIDAK WARAS? KENAPA MEMUKUL ZHAO ZHI?"

__ADS_1


Zhao Zhi juga melepas pelukannya kepalanya pusing akibat pukulan tadi menjauh dari zhao Wei dan duduk sambal bersandar pada tembok meredakan rasa pusing dan yang dia alami.


__ADS_2