
Pemuda pelajar perempuan berkumpul di halaman belakang duduk pada dipan. Untuk pemuda pelajar yang lain berpencar melakukan kegiatan yang lain. Karena pekerjaan hari ini hanya setengah hari mereka di perbolehkan untuk istirahat ataupun ingin menambah poin kerja mereka bisa lakukan. Tapi kebanyakan mereka lebih memilih untuk memainkan waktu ini untuk istirahat.
"Tan Mian bagaimana perasaanmu?" Tanya Ruan Miao pada Tan Mian yang duduk bersebelahan dengan Jiang Yi.
Sebagai ketua pemuda pelajar perempuan dan yang lebih tua daripada mereka dia harus memperhatikan setiap pemuda pelajar perempuan lain.
Kemarin Tan Mian hampir di serang babi hutan Ruan Miao berharap tidak ada bayangan psikologis padanya. Kata dokter Bai tidak ada luka pada tubuhnya tapi mentalnya masih shock.
Semalam daging babi yang didapat tidak dimakan Tan Mian malah memuntahkan isi perutnya. Melihat itu Ruan Miao menjadi khawatir jadi hari ini Tan Mian izin tidak ikut bekerja karena sakit kapten mengizinkannya.
Daging yang di dapat akhirnya dimakan oleh pemuda pelajar yang lain.
"Tidak apa-apa Kak Ruan. Lebih baik daripada semalam." Ucap Tan Mian sambil tersenyum.
Wajah Tan Mian memang lebih baik daripada semalam.
"Kamu jangan mencari jamur sendiri lagi. Jangan terlalu jauh masuk hutan juga. Hati-hati." Ruan Miao menggenggam tangan Tan Mian seakan menyalurkan energi.
Tan Mian hanya menganggukkan kepala.
"Kamu istirahat."
Jiang Yi kembali mengingat kejadian kemarin saat makan malam. Karena Tan Mian tidak makan daging yang diberi untuknya pemuda pelajar lain langsung mengambilnya apalagi senior Liu Lang. Jiang Yi yang melihat itu tidak nafsu makan daging karena sendok bekas mulut mereka untuk mengambil masakan daging tersebut. Dia memiliki sedikit kebersihan mengenai itu jadi dia hanya mengambil makanan yang lain.
Memikirkan tentang daging dia jadi ingat bahwa Shen Yan akan memancing ikan. Jika dia meminta sedikit daging yang didapat Shen Yan apakah dia kan memberinya daging ikan?
"Jiang Yi bukannya kamu sudah satu bulan disini?" Tanya Bai Qiao kepada Jiang Yi
Jiang Yi menatap Bai Qiao :"iya kenapa?"
Mata pemuda pelajar perempuan lain juga menatap Bai Qiao.
"Sudah sebulan angkatan Jiang Yi datang. Mereka belum tau kota disini? Keperluan kita juga sudah mulai habis dan perlu membelinya lagi Kenapa kita tidak meminta izin ke kota kepada kapten untuk itu?" Terang Bai Qiao.
"Kamu benar. Aku lupa. Kita juga perlu membeli garam dam beberapa keperluan lain." Ruan Miao mengingat hal tersebut. Semalam mereka meminta garam dari dapur Shen Yan.
"Tapi sekarang desa masih panen kapas. Sepertinya tidak di perbolehkan." Kata Chen Yu mengingatkan mereka tentang masa panen.
__ADS_1
Benar yang dikatakan Chen Yu masa panen masa sibuk pasti tidak diizinkan untuk ke kota kapten tidak akan mengeluarkan surat pengantar untuk mereka.
"Nanti aku diskusi dengan Li Feng." Ucap Ruan Miao.
"Ngomong-ngomong Chen Yu kamu sudah menjenguk kawan Zhao ?" Ruan Miao kembali mengingat anak perempuan pertama kapten yang mencari jamur bersama Chen Yu setelah itu sakit kehujanan.
"Belum."
"Cepat jenguk."
"Tidak ada teman. Dan lagi aku tidak ada yang bisa di bawa untuk menjenguk."
"Ayo kita cari sesuatu di sungai yang bisa bisa dibawa."
Chen Yu menganggukkan kepala setuju dengan ucapan Ruan Miao.
"Aku ikut." Jiang Yi ingin ikut mereka ke sungai. Dia ingin mencoba peruntungan apakah dia bisa mendapatkan hal baik di sungai.
"Ya, tentu. Apa kalian juga ingin ikut?" Ruan Miao memperbolehkan Jiang Yi ikut dan menanyakan yang lain untuk ikut mereka juga tidak.
"Tidak, aku ingin istirahat." Tolak Bai Qiao sambil menguap kecil.
"Ayo berangkat sekarang saja. Aku ambil keranjang dulu." Tawar Ruan Miao sambil berdiri.
Shen Yan dan Xu Mo juga telah bersiap untuk memancing menuju sungai. Mereka menuju daerah sungai yang cukup jauh dari desa, Shen Yan tidak ingin mengulangi tidak sengaja mengintip lagi. Jadi setiap memancing dia akan mencari tempat yang relative penduduk desa tidak ada disana.
"kakak Yan bukankah ini terlalu jauh dari desa untuk memancing?" Xu Mo memandang sekeliling sungai banyak tanaman liar yang tumbuh subur. Tempat relative tidak di jamah orang serta suasana yang sepi membuat bulu kuduk Xu Mo berdiri.
"Tidak jauh, ini dekat ladang." Shen Yan mengambil daun pohon yang berukuran besar dan meletakan di tanah untuk dijadikan alas duduk.
Dia mengambil umpan yang telah mereka siapkan sebelum datang kemari, mengaitkan pada kail dan melemparnya ke sungai. Xu Mo juga ikut duduk dengan alas daun yang diambil. Karena mereka hanya memiliki satu alat pancing Shen Yan yang memegang alat pancing.
Hening
Tidak ada yang mengucapkan sepatah kata pun sekitar 20 menit. Xu Mo tidak tahan dengan suasana hening ini, apalagi di daerah yang begitu menakutkan.
"Kakak Yan sudah sebulan kita disini pasti keluarga kita sudah mengirim kita surat." ucap Xu Mo memecah keheningan.
__ADS_1
Mereka sudah sebulan di desa tentu keluarga mereka yang ada di kota pasti telah mengirim mereka surat. Surat tersebut pasti dikirim ke alamat kantor pos di kota jadi tidak ada tukang surat yang mengantarkannya kepada mereka. Jadi mereka harus ke kantor pos yanga ada di kota untuk mengambilnya.
Sebenarnya bisa saja Shen Yan dan Xu Mo tidak menjadi pemuda pelajar, mereka bisa mendapatkan rekomedasi dari universitas pekerja Bertani dan tentara.
Karena hal itu, banyak yang tidak suka kepada keluarga mereka, apalagi keluarga Shen Yan dilaporkan kepada tentara akibatnya harus menerima pemeriksaan ulang. Shen Yan harus menjadi pemuda pelajar untuk itu untuk meredakan masalah, Xu Mo juga ikut.
Ucapan Xu Mo membuat Shen Yan mencemaskan keluarga yang berada di ibukota. Apalagi dia pergi saat keluarganya ada masalah, khawatiran akan terjadi yang menakutkan pada keluarga.
"Entahlah" ucap Shen Yan linglung.
Xu Mo memandang Shen Yan yang linglung pasti mengkhawatirkan keluarga yang berada di kota. "Kakak Yan jangan khawatir kakek Shen pasti mengatasinya." Xu Mo menyemangati Shen Yan terlihat khawatir itu.
Jika kakak Yan tidak menjadi pemuda berpendidikan pasti Shen Yan akan bersinar di ketentaraan. Xu Mo tau bahwa Shen Yan itu luar biasa, karena itu dia mengagumi Shen Yan. Tapi tidak menyangka akan ada hambatan untuk hal tersebut terjadi.
"kakak Yan jika kamu kembali ke kota apa yang akan kamu lakukan ?" Xu Mo bertanya sambil membayangkan masa depan apa yang dia akan miliki.
"Entahlah." Sebelumnya kakeknya berharap dia masuk tentara setelah lulus SMA.
"aku mungkin akan masuk tentara." Ucap Xu Mo. Shen Yan meliriknya. Dia tau bahwa Xu Mo mengagumi tentara apalagi kakak laki-laki dia, Xu Ruyi.
Dia tidak terkejut dengan ucapan Xu Mo. "semoga sukses"
Xu Mo tersenyum dengan ucapan doa dari Shen Yan.
"kakak Yan pasti tau aku mengangumi kak Ruyi. Dia sangat keren. Aku harap ingin seperti dirinya."
Orang tua Xu memiliki 2 anak laki-laki, anak pertama mereka bernama Xu Ruyi bekerja melayani negara sebagi tentara, anak kedua Xu Mo selisih umur keduanya 5 tahun. Xu Mo sering mendengar cerita heroic seorang tentara dan lagi dia tumbuh dilingkungan militer sehingga dia ingin menjadi tentara juga.
"bukannya kakek Shen ingin kakak Yan masuk tentara. Mungkin kakak Yan akan masuk tentara."
"iya mungkin saja."
Untuk masa depan Shen Yan tidak terlalu memikirkan sebelumnya karena masa depannya seakan sudah terlihat tapi masalah yang terjadi pada keluarganya dia menjadi tidak yakin akan masa depan apa yang dia miliki.
Seperti yang dibilang Xu Mo kakeknya berharap dia masuk tentara tapi tidak ibunya berharap dia menjadi sarjana. Mungkin ibunya takut kehilangan anak lagi Kakak laki-laki kedua masuk tentara tapi dia meninggal saat melakukan misi. Karena hal tersebut terkadang ada perdebatan. Orang tuanya memiliki 4 anak, kakak pertama seorang direktur pabrik bernama Shen Luo, umurnya sekarang 28 tahun beliau telah menikah dan memiliki satu anak.
Kakak keduanya bernama Shen Zui yang masuk ketentaraan meninggal pada usia 23 tahun saat menjalankan misi, usia yang sangat muda belum menikah. Kakak ketiganya bernama Shen Yuan sekarang menjadi peneliti di bawah instansi pemerintah umurnya 23 tahun, masih lajang belum menikah. Dia terobsesi dengan penelitian dari pada kehidupan asmara ibu Shen khawatir Shen Yuan seperti itu seterusnya dan tidak menikah sampai tua.
__ADS_1
Kakak keduanya meninggal saat Shen Yan berumur 16 tahun keluarga Shen terpukul akan hal itu. Ibunya menjadi overprotektif kepada Shen Yan berharap dia tidak menjadi tentara. Walaupun Ibu Shen tau kematian akan datang pada setiap kehidupan tapi setidaknya dia tidak ingin kehilangan anak lainnya dengan jalan yang sama.