
Dua minggu berlalu kini Dalia sudah terbiasa bekerja di perusahaan Wijaya, walau menjadi staf biasa. Awalnya dia menolak, namun dengan tegas Mahesa memerintahkan Dalia di bagian personalia bersama teman Dera, Dera pun selalu berbalas pesan dengan Liana.
"Harusnya aku yang jadi wakil CEO, bukan dia," geramnya, menatap Justine yang berlalu begitu saja.
Selama dua minggu pula Dalia mendapatkan kabar bahwa Justine sering pergi ke Bangtan area menemui Liana, kabar baiknya Liana mulai terbuka dan menurut pegawai sana. Justine akan mengungkapkan isi hatinya, malam minggu ini di Bangtan area. Membuat Dalia tersenyum menyeringai, di otaknya sudah merencanakan berbagai macam rencana yang akan dia lakukan pada Justine.
Sementara Feli dia sudah pergi berlibur dengan Yudis, walau berat meninggalkan Alana yang masih bayi. Tapi mommy Melati meyakinkan bahwa Alana akan baik-baik saja.
"Mommy hanya sebentar, kamu baik-baik saja sama oma oke." Pesan Feli pada Alana, walau Alana belum mengerti tapi dia tetap tertawa.
Alana tidak akan rewel, karena Darel pun ikut menginap di rumah mommy Melati.
"Sudah mom, jangan khawatir Alana dan Elena pasti aman sama aku." Ujar Darel.
Feli pun memeluk anak pertamanya, dan menciumnya membuat Darel tersenyum masam. Dia malu di perlakukan seperti anak kecil.
"Udah mom, aku malu."
Darel melepaskan pelukan Feli, membuat Feli terkekeh.
"Daddy jangan lupa bawa oleh-oleh buat aku yah!" ucap Elena.
"Iya pokonya kamu tenang aja, semuanya akan dapet oleh-oleh." Ujar Yudis.
"Asal jangan adik aja sih ya," sindir Darel, membuat Yudis terkekeh.
Setelah berpamitan pada seluruh keluarga, keluarga Gemy pun ada di rumah mommy Melati. Feli dan Yudis pergi menuju bandara di antar oleh supir.
Tujuan Feli dan Yudis adalah Bali, mereka sudah merencanakan liburan tersebut dari jauh hari. Namun entah kenapa Sarah pun mengetahui itu semua.
****
"Sarah? Mau kemana?" tanya Diana ibu Sarah.
"Aku mau ke Bali mah," jawabnya.
"Bali? Mau apa?"
"Urusan bisnis, demi masa depan ku dan anak-anak ku Mah."
"Tapi Sarah, kasian Selin dia masih kecil," ujar Diana.
__ADS_1
"Mah aku mohon, selama ini aku selalu menurut apa kata kalian. Aku mohon kali ini saja," pinta Sarah dengan memelas.
"Ya sudah, jika sudah sampai kabari mamah yah!"
"Baik mah, Selin dimana?"
"Di kamar, sama pengasuh."
Sarah pun bertemu dengan Selin terlebih dulu, mencium putrinya tersebut. Sarah pun mengirim pesan pada Karen, yang berada di asrama.
"Aku berangkat mah," pamit Sarah.
"Hati-hati nak," ucap Diana, di jawab anggukan oleh Sarah.
Sarah dan Feli pun satu penerbangan, namun Feli tidak menyadari itu. Tapi Yudis tahu, saat di pemeriksaan dia melihat Sarah yang tersenyum padanya. Yudis ingin menceritakan pada Feli, tapi urung melihat wajah ceria Feli.
"Mungkin salah lihat," gumam Yudis.
****
Sementara itu Justine dan Liana kembali makan siang bersama.
"Nanti malam jangan lupa, siap-siap kita malam mingguan," kekeh Justine.
"Baik nona."
Dengan menempuh perjalanan udara kurang lebih satu jam, Yudis dan Feli sudah sampai di bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Mereka menggunakan transfortasi umum untuk menuju Jimbaran, kurang lebih dua puluh menit mereka sudah sampai di hotel yang tak jauh dari bandara.
"Dulu kita kesini, pas hamil Elena kan?" kekeh Feli.
"Iya, dan kamar kita masih yang dulu." Ucap Yudis, menggandeng Feli menuju lift.
Sarah pun mengikuti kemana pun Yudis pergi, dia pun memesan hotel yang sama di lantai yang sama. Sungguh nekat valakor ini 😩
Saat sudah sampai di kamarnya, Yudis memeluk Feli dari belakang dan menciumnya penuh damba.
"Ini masih siang loh, lebih baik kita jalan-jalan dulu. Atau makan?" ujar Feli, memang dia sangat lapar karena tadi hanya makan sedikit.
"Baiklah kita istirahat sebentar, habis itu kita makan. Aku akan pesankan," ujar Yudis, Feli pun mengangguk saja.
Sambil menunggu pesanan makanan datang, Feli menghubungi mommy Melati. Dan menanyakan keadaan Alana.
__ADS_1
"Kamu jangan khawatir Feli, Alana baik-baik saja. Dia sedang tidur," cetus mommy Melati, menunjukan kamera pada Alana.
"Aku kangen sama Alana loh mom," kekeh Feli.
"Nanti kalo libur sekolah, aku mau bawa anak-anak liburan ke Bali juga. Elena pasti senang main di pantai," sambungnya lagi.
Mommy Melati dan Feli pun mengobrol sebentar, panggilan pun terputus karena makanan sudah datang.
"Ayok makan, biar ada tenaga." Kekeh Yudis, membuat Feli memutar bola mata malas.
Feli dan Yudis pun makan terlebih dulu, sebelum mereka memutuskan untuk jalan-jalan sebentar.
****
Di rumah Radit, Rania yang melihat status Feli pun merasa iri dia juga ingin pergi liburan. Tapi Radit selalu saja sibuk, seharunya Radit membawa Rania berlibur. Setelah apa yang terjadi kemarin, namun Rania enggan bicara pada Radit.
Rania ingin meyakinkan hati Radit terlebih dulu, apakah hatinya untuk dirinya atau Hana? Rania pun menghembuskan napasnya secara panjang, rutinitas yang dia lakukan setiap hari membuatnya mulai jenuh.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Radit. Radit baru selesai mandi, hari ini dia tidak pergi ke kantor dan selama dua minggu ini juga dia bekerja di rumah.
"Kamu gak pernah bawa aku liburan, mas." Ucap Rania.
"Liburan? Kamu mau liburan? Kemana? Kita bareng yang lain gimana?" tanya Radit.
Rania menatap tajam Radit, Rania tidak ingin pergi bersama sahabat-sahabat Radit. Karena berpotensi Radit dan Hana selalu bersama, meski pun Hana bersama Indra. Tapi Rania tau prioritas Radit adalah Hana sesungguhnya.
"Aku mau kita berdua mas, bukan sama sahabat-sahabat kamu," ketus Rania.
"Tapi sayang, kita selalu pergi bersama."
"Feli dan Yudis, mereka bisa pergi berdua. Kenapa kita gak bisa? Ohh... Aku tau, kamu ingin berduaan dengan Hana kan?" bentak Rania dengan sesak di dadanya.
"Bukan seperti itu sayang," Radit mulai berjongkok di depan Rania, dia belum sama sekali memakai baju baru ****** *****.
"Lalu seperti apa? Aku bukan prioritas kamu kan? Aku sadar diri, aku hanya wanita miskin yang kebetulan menikah dengan pria kaya. Dan aku harus bisa menurut saja perintah mu," isak Rania pada akhirnya.
Radit pun memeluk Rania, dan mengusap punggung sang istri.
"Baiklah, kita akan pergi. Kamu mau kemana?" tanya Radit, dia mencoba mengerti dan mengalah.
Selama ini Rania memang tak pernah meminta ini dan itu, Radit pun selalu membawa Rania jalan-jalan bersama yang lain. Dan selama ini Radit melihat Rania senang-senang saja jika bersama Anisa, Feli dan Hana.
__ADS_1
Semoga suka 🌚
Maaf typo