Still Love You

Still Love You
Part.59


__ADS_3

Di tempat yang berbeda kini Radit dan Rania, masih bertahan di rumah Feli. Mereka akan kembali ke rumah, jika Feli sudah kembali dari rumah sakit.


"Om Radit, gak ikut ke rumah sakit?" tanya Keanu, yang menuntun Shela gadis kecil ini sangat menempel padanya bahkan Anisa tak pernah khawatir jika Shela bersama Keanu.


"Engga om baru sampai dari luar kota," kilah Radit, namun Sierra memutar bola mata malas.


Keanu pun hanya beroh saja, dia kemudian membawa Shela keluar.


"Ka Keanu, mau kemana?" tanya Sierra, yang sejak tadi memperhatikan Keanu dan Shela.


"Mau jajan, ikut?"


"Ikut," pekik Elena, Kaili dan Lian.


"Astaga, kakak nawarin ka Sie loh. Bukan kalian," protes Keanu.


"Aku juga mau jajan, ka Keanu," oceh Elena.


"Kai, kamu sama papah dan mamah aja. Kasian ka Keanu, jika kalian semua ikut." sela Radit.


"Oke, aku sama papah. Naik mobil yah!" pinta Kaili.


"Iya."


"Om Radit, aku mau ikut," seru Elena.


"Lian juga," sahut Lian tak mau kalah.

__ADS_1


"Oke ayok," ajak Radit, dia pun menarik Rania untuk ikut. Pasalnya Radit tahu dia pasti akan repot.


Sierra pun ikut dengan Keanu naik motor bersama Shela, yang ingin naik motor. Sementara Radit dan Rania dan anak-anak yang lain naik mobil.


Selama perjalanan yang tak terlalu jauh, Radit terus menatap Rania yang memalingkan wajahnya. Rania masih canggung, jika dengan Radit setelah apa yang terjadi kemarin.


Tak lama mereka pun sampai di minimarket, namun cukup lengkap. Karena berada di kawasan elit, dengan antusias. Kaili, Lian dan Elena segera berlarian masuk ke dalam.


"Anak-anak, jangan lari." Rania memperingati mereka.


"Baik tante," jawab Lian dan Elena.


Sementara Kaili sudah masuk, bersama Sierra dan Keanu.


"Kita nambah lagi yah?" celetuk Radit, langsung mendapatkan pelototan dari Rania.


"Sayang jangan marah dong, aku kan cuma bercanda," ujar Radit, mengejar Rania.


****


Sementara di rumah sakit Justine dan Liana memutuskan untuk makan siang di kantin rumah sakit, mereka berpamitan terlebih dulu sebelum pergi. Sementara Devara, dia sudah pergi setelah mengantar Liana dan bertemu Hana dan Indra.


Justine menatap Liana yang asik dengan ponselnya.


"Li bisa kita bicara?"


"Bicara apa?" tanya Liana, menatap sekilas Justine.

__ADS_1


Justine ingin mengutarakan isi hatinya saat ini juga, dia tidak ingin Liana di rebut oleh Rumi. Padahal Justine tahu, bahwa Rumi pun belum niat melirik perempuan.


Rasa gugup dan keringat dingin sudah menyatu, dan kini Justine seperti kehilangan kata-kata. Untuk mengutarakan maksudnya.


"Liana jadilah kekasih ku!"


Perkataan Justine membuat Liana mengalihkan tatapannya, pada pria di hadapannya tersebut. Liana menatap lekat Justine, takut salah dengar.


"Kenapa kamu menatap ku?"


"Tidak ada, tadi apa yang ka Justine katakan?"


Justine pun menghembuskan napasnya secara kasar, Liana tak mendengarkannya.


"Aku mau kamu jadi pacar aku, gak ada penolakan." Tegas Justine.


"Kok bapak maksa sih?" protes Liana, sudah kembali menggunakan kata bapak lagi.


"Ya lagian, kamu lama jawabnya."


Tak lama pelayan pun datang mengantar pesanan mereka, dan menghentikan ucapan Liana.


"Sudahlah makan dulu saja," kata Justine, saat melihat Liana yang akan melayangkan protes setelah pelayan pergi.


Dengan terpaksa Liana pun memakan makanannya terlebih dulu.


Semoga suka 💞

__ADS_1


Maaf typo


__ADS_2