Still Love You

Still Love You
BAB 17


__ADS_3

Han Jiaye mengangkat pencopet dan mengunci tangannya dibelakang punggung. Dia akan membawa pencopet ke pihak berwajib. Jika pencopet ini dia biarkan pasti akan berulah lagi. Lebih baik menyelesaikannya dengan mengirimnya ke penjara.


"AH SAKIT, APA KAU BISA PELAN HAH?!" pencopet memarahi Han Jiaye yang memelintir tangannya.


"Untuk penjahat. Ternyata kamu banyak omong." Han Jiaye juga kesal dengan ucapannya.


Seharusnya dia tadinya ingin mencari tukang reparasi untuk memperbaiki tractor yang dia naiki mogok. Apalagi bawahannya sedang menunggunya dia harus cepat pergi.


"Nona, kamu ikuti aku." Han Jiaye berbicara kepada Jiang Yi.


"hah? Kemana?"


"Ke kantor polisi. Pencopet ini harus di hukum."


"Ah iya."


"Yang ikut serta mengejar juga ikut untuk jadi saksi." Ucap Han Jiaye kepada kerumunan. "Baik, kami ikut." Seru mereka.


Han Jiaye pergi terlebih dahulu, di ikuti rombongan dibelakangnya. Orang-orang yang ikut mengejar pencopet ikut juga sebagai saksi perkara.


Jiang Yi dan Bai Qiao berjalan berdampingan.


"Qiao, gimana ini kita belum beli bakpao? Kak ruan pasti lama menunggu kita."


Bai Qiao juga kesal dengan situasi ini. Dia ingin cepat menyelesaikannya dan pergi makan. Tenaganya benar-benar terkuras dan lagi dia tadi harus berlari.


"Ya. Tapi kita harus mengirim pencopet ini dulu."


"Benar. Dan qiao maaf merepotkan." Jiang Yi meminta maaf jika bukan karena dia mungkin mereka sudah makan bakpao dan pulang.


"Ini bukan salahmu. Tidak ada yang ingin ini terjadi. Kamu tidak perlu merasa bersalah. Kedepannya kamu lebih waspada." Ucap Bai Qiao.


Air mata menggenang Jiang Yi tidak menyangka Bai Qiao akan mengatakan itu di mengira Bai Qiao akan memarahinya.


"terimakasih." Jiang Yi mengusap air mata.


"YA. Kamu nangis? Astaga! Berhenti menangis. Kamu membuatku seperti orang yang menggertak kamu."


"Ma-maaf, qiao. Aku tidak bisa menahannya." Jiang Yi menangis.


Dia sebagai orang yang berpindah dunia, Jiang Yi merasa sendiri dan ada rasa takut ada yang menemukan bahwa dia bukan Jiang Yi yang asli. Dalam pikirnya jika mereka menemukan dirinya yang sekarang Jiang Yi palsu apa mereka akan melakukan pengusiran setan atau menganggapnya mata-mata dan menyerahkannya ke militer. Dia ketakutan setiap memikirkannya.


"Tenangkan dirimu. Ini akan cepat." Bai Qiao merangkul Jiang Yi.


Mereka akhirnya sampai ke kantor polisi jarak dari penangkapan dan kantor polisi cukup dekat jadi tidak memerlukan waktu yang lama.


Polisi yang berada diluar melihat rombongan yang menuju kantor bertanya : ada apa ini?"


"Kami menangkap pencopet tadi. Gadis ini korbannya." Salah satu orang yang ikut rombongan bersuara.

__ADS_1


"Astaga? Masuk ke dalam." Polisi yang bertugas di luar terkejut dan langsung menyuruh mereka masuk.


Han Jiaye menyerahkan pencopet kepada polisi serta menjelaskan secara umum situasi sambil berjalan. Ruang kantor polisi menjadi ramai akan masuknya rombongan yang ingin melihat.


Polisi mencatat kejadian pencopetan mereka yang terlibat ditanyai untuk dijadikan laporan dan bisa diserahkan kepada hakim untuk ditinjau hukuman apa yang akan di peroleh pencopet.


Setelah Jiang Yi selesai di tanyai dia dan Bai Qiao menunggu di depan kantor polisi untuk berterimakasih lagi kepada Han Jiaye. Untuk rombongan yang membantunya juga dia telah berterimakasih.


Han Jiaye masih berbincang dengan polisi di dalam belum keluar.


"Kalian belum pergi?" Han Jiaye kaget melihat Jiang Yi dan Bai Qiao yang belum pergi masih di kantor polisi.


"A-anu, Tu-tuan..." Jiang Yi bingung akan memanggil Han Jiaye apa karena dia belum tau namanya.


"Han Jiaye. Namaku Han Jiaye. Ada apa?"


"Tuan Han terimakasih untuk yang tadi."


"Ya. Tuan Han terimakasih." Bai Qiao juga berterimakasih.


"Ya. Itu bukan apa-apa. Hanya masalah usaha. Kalian tidak perlu seperti itu. Kalian sudah berterimakasih sebelumnya." Ucap Han Jiaye.


Jiang Yi menggelengkan kepalanya tidak setuju dengan ucapan Han Jiaye. "meskipun begitu kami masih ingin berterimakasih."


"iya,iya. Sama-sama."


Jiang Yi dan Bai Qiao membungkukkan punggung mereka. "kalua begitu kami permisi dulu."


Jiang Yi dan Bai Qiao berlari menuju tempat penjual bakpao untungnya masih ada sisa bakpao yang tersisa. Mereka membeli bakpao isi daging dan menyerahkan uang kepada penjual.


"Kita harus cepat pergi. Kak ruan pasti menunggu lama."


Bai Qiao menarik tangan Jiang Yi untuk lari menuju tempat Ruan Miao menunggu mereka.


Setelah mereka berlari dengan sisa tenaga mereka akhirnya sampai tempat tujuan. Dia melihat Ruan Miao dan pemuda Pendidikan lain yang ikut ke kota telah menunggu. Sepertinya mereka pergi terlalu lama karena dia ketika mereka berada di jarak yang cukup dengan mereka bisa melihat ekspresi Ruan Miao yang cemas.


"akhirnya kalian datang juga. Kenapa lama sekali? beli bakpao dekat dengan tempat ini seharusnya hanya butuh 15 saja. Kenapa kalian butuh 1 jam." Ruan Miao berkata dengan kasar. Dia mengkhawatirkannya mereka yang belum datang saja dari tadi jika bukan Li Feng yang menahan dia pasti ingin mencari Bai Qiao dan Jiang Yi.


"Maaf kak ruan. Tadi ada kecelakaan." Ucap Jiang Yi dengan lemah.


"tadi Jiang Yi kecopetan jadi kami lama kembalinya. Ini bakpao yang kamu pesan."


Bai Qiao menjelaskan alasan mereka terlambat dengan lelah.


"Apa?! Dicopet? Ko bisa? Tapi kalian tidak apa-apa kan?" Ruan Miao terkejut dengan perkataan Bai Qiao. Tidak mengira ada kejadian ini.


Seharusnya dia saja yang membeli bakpaonya sesal Ruan Miao


"Ya. Sebelum kami sampai penjual bakpao kami dicopet. Untungnya ada yang bantu kami menangkap copet itu. Kita baik-baik saja." Jiang Yi menundukkan kepala dengan bersalah setelah berbicara.

__ADS_1


Bai Qiao melahap bakpao yang ada ditangannya mengunyahnya perlahan sebelum bertanya kepada Li Feng : "kalian tadi darimana? Kenapa kalian tidak ada disini ketika kami setelah belanja."


"Kalian lama. Jadi kami pergi makan dulu. Sebelum kami kemari ada tractor yang mogok Shen Yan membantu memperbaikinya. baru kami bisa kembali." Jelas Li Feng seraya membenarkan letak kacamatanya.


Sebenarnya mereka bertiga telah selesai belanja sebelum anak perempuan tapi karena yang perempuan lama kembali akhirnya memutuskan mereka bertiga makan dulu. Setelah makan mereka ingin pergi kembali ke tempat yang dijanjikan untuk menunggu tapi mereka melihat ada tractor yang mogok dan orang yang menunggu di tractor terlihat gelisah. Shen Yan yang bisa membetulkan tractor mengajukan diri untuk melihat tractor tersebut. Akhirnya mereka menunggu Shen Yan untuk membenarkan tractor yang mogok. Setelah membetulkan baru mereka kembali ke tempat ini 20 menit sebelum Bai Qiao dan Jiang Yi datang.


"oh begitu."


Ruan Miao memindai tubuh Bai Qiao dan Jiang Yi : "syukurlah jika kalian tidak apa-apa."


"Lalu Pencopetnya bagaimana?" Xu Mo bertanya dengan marah. Karena temannya ada yang mengalami pencopetan.


"tentu saja kami jebloskan ke penjara."ucap Bai Qiao.


"Bagus."


"karena kalian tidak apa-apa. Ayo ke kantor pos sebelum pulang. Shen Yan dan Xu Mo ingin melihat apakah ada kiriman untuk mereka." Li Feng mengajak yang lain untuk ke kantor pos.


Bai Qiao, Ruan Miao dan Jiang Yi setuju dengan usulan tersebut.


Akhirnya mereka berangkat menuju kantor pos bersama-sama.


"Permisi." Sapa Li Feng pada seorang wanita dewasa yang menjaga.


"Ada apa?" tanya wanita tersebut.


"Kami ingin tau ada paket atas nama kami tidak?" Li Feng mewakili mereka.


"Nama?"


"Shen Yan, Xu Mo, Jiang-" "Stop! Berikan tanda pengenal kalian saja." Wanita itu menghentikan penyebutan nama yang dilakukan Li Feng. Karena orang yang ingin mengambil paket terlalu banyak dia langsung menghentikannya.


Setelah mengambil tanda pengenal wanita tersebut mencari paket atas nama mereka. Setelah mencari beberapa saat akhirnya wanita itu menyerahkan paket kepada mereka.


"Hanya atas nama Bai Qiao saja yang tidak ada paketnya." Wanita itu berucap setelah menyerahkan paket besar atas nama Shen Yan daripada paket yang lainnya.


Bai Qiao yang mendengar itu hanya tersenyum canggung dan mengambil tanda pengenal miliknya. Seharusnya dia tau keluarganya tidak akan mengirim paket dan mungkin akan melupakan dirinya. Tapi Bai Qiao setiap ke kantor pos pasti akan bertanya apakah ada paket atas nama miliknya berharap orangtuanya mengirim barang untuk anak perempuan mereka yang jauh.


"Ini paket atas nama kalian. Kalian bisa tangani ini. Jika pengirim yang kalian kenal."


Setelah itu pergi menuju tempat akan dijemput oleh paman He.


"Aku rasa barang kita terlalu banyak. Aku ragu sapi paman He menariknya." Ucap Xu Mo.


"Sepertinya begitu." Balas Ruan Miao menatap paket Shen Yan.


Shen Yan yang ditatap menelan ludah. Tidak tau harus berkata apa karena memang barangnya lah yang paling berat daripada yang lain.


Barang mereka cukup banyak ditambah paket yang diterima Shen Yang besar dan berat. Barang belanjaan yang dibeli Shen Yan dibawakan oleh Xu Mo dan Li Feng.

__ADS_1


"Montir!" panggilan seseorang menghentikan mereka.


__ADS_2