Still Love You

Still Love You
Part.105


__ADS_3

Satu Bulan Kemudian


Tak terasa sudah satu bulan Dalia menjauh dari Sam dan Yona, sesuai janjinya pada bu Sekar. Dalia menyibukan diri menggantikan Justine untuk perjalanan bisnis ke luar kota atau luar negeri, selama Justine bulan madu.


"Dalia kamu hari ini pulang?" tanya Arumi pada pesan, yang masuk ke dalam ponselnya.


Pasalnya selama satu bulan ini, Dalia hanya pulang dua kali. Itu pun hanya sebentar lalu dia pergi lagi, Arumi sempat khawatir namun Dalia menenangkan sang ibu agar tak khawatir.


Dalia membaca sekilas dan membalas pesan tersebut, setelah membalasnya ponsel tersebut dia simpan kembali.


"Gimana keadaan mu Yona?" gumam Dalia.


"Bunda merindukan mu," lanjutnya lagi.


Diam-diam Dalia selalu melihat sosial media milik Haidar, karena dia tahu jika Sam tak pernah mengupdate dirinya di sosial media miliknya. Sekali itu pun saat Yona berumur satu bulan.


"Nona Dalia, apa anda ingin pulang sekarang?" tanya Vano.


"Nanti saja, kalau kamu mau pulang. Pulang duluan saja Van, aku gak papa kok." Balas Dalia, selama ini Vano dan Maribella kekasih Vano. Yang setia menemani Dalia.


Bahkan Bella nama panggilan Maribella, menjadi teman curhat Dalia.


"Baiklah, kalau ada apa-apa. Kamu bisa menghubungi ku atau Bella," cetus Vano.


"Iya," jawab Dalia pelan.


Vano pun keluar dari ruangan Dalia, sementara Dalia dia ingin sekali melihat sang anak. Dan memutuskan untuk melihat Yona, walau dari jauh.


Berpuluh menit kemudian, Dalia sudah sampai di sebrang rumah Sam. Dia melihat kamar Sam yang masih menyala, itu artinya Yona masih bangun.


Dalia tersenyum tipis, dia yakin Yona sudah pandai berceloteh. Terakhir kali bertemu dengan sang anak, Yona sudah bisa tengkurap dan mengangkat kepalanya.


"Aku ingin sekali Yona memanggil ku mama untuk pertama kalinya," lirih Dalia.


Dalia meninggalkan perumahan tersebut, dengan hati sedih. Dia selalu berdoa semoga Tuhan, meluluhkan hati bu Sekar dan mau menerima dirinya.


****


Untuk pertama kalinya, Feli bertemu dengan Akira. Karena selama ini gadis tersebut sangat sibuk dengan kegiatannya sendiri, Darel sudah di terima masuk di Universitas Yonsei.


"Akhirnya tante ketemu juga sama kamu," kekeh Feli, memeluk Akira.


"Iya tante, aku juga sebenarnya ingin bertemu sama tante. Cuma ya gitu aku sibuk," ujar Akira.


"Ayok masuk, biar tante kenalkan pada anak sahabat tante. Mereka sedang berbulan madu di sini," terang Feli.


Akira pun di ajak ke ruang tamu yang lumayan besar, di sana sudah ada Justine, Liana, Elena dan Alana. Sedangkan Yudis dan Darel berada di ruang kerja untuk membahas pekerjaan, Darel memang sudah terbiasa karena dia selalu mengikuti Yudis. Jika Feli tak bisa hadir, di acara pesta kolega Yudis.


"Liana, Justine. Kenalkan ini Akira teman Darel," ucap Feli.


Akira pun membungkuk pada Liana dan Justine, lalu menyalami mereka. Kemudian menyapa dua gadis cantik yang sedang bermain.


"Itu adik-adiknya Darel, namanya Elena. Dan yang masih kecil itu Alana," kata Feli.

__ADS_1


"Salam kenal semua," ucap Akira.


"Salam kenal," balas Liana dan Justine kompak.


"Wah.. Ka Akira cantik sekali, mommy aku juga mau dong rambutnya di kasih warna kaya ka Akira." Celetuk Elena.


"Ish... Elena, mana boleh. Kamu masih kecil," omel Liana.


"Aku minta izin mommy, bukan ka Liana." Protes Elena.


"Sudah-sudah Elena, kamu masih kecil gak boleh rambutnya di kasih warna. Kalo rusak kan sayang," papar Feli.


"Lagian itu rambut asli ka Akira sayang," lanjutnya lagi.


"Iya kah?" tanya Elena tak percaya, dia pun melirik Akira dengan mata menyipit.


"Benar begitu ka Akira?" tanya Elena.


"Iya Elena, ka Akira keturunan bule sma Korea." Kekeh Akira.


Elena hanya menganggukan kepalanya saja, Feli tersenyum menatap sang anak. Setiap hari anaknya selalu saja ada pertanyaan yang selalu di ajukan.


"Kalau gitu tante ambil minum dulu yah!"


Feli pun beranjak dari duduknya, dan memasuki dapur yang terlihat dari ruang tamu. Feli mengerjakan pekerjaan rumah sendiri, kadang dia memanggil tukang bersih-bersih satu bulan sekali.


Hening hanya ada celotehan Alana dan Elena.


"Akira ini cantik yah?" bisik Liana pada Justine.


"Lalu bagaimana dengan Sierra?"


Justine pun mengedikan bahunya, tanda dia tak tahu. Karena selama ini dia tak terlalu dekat dengan Sierra dan Darel, hanya dekat dengan Keanu dan Rumi. Tak lama Darel dan Yudis pun keluar dari ruang kerja.


"Aku kira ka Liana sudah balik ke hotel?" tanya Darel.


"Belum kita berangkat nanti malam," balas Liana Darel pun mengangguk.


"Akira," sapa Darel tersenyum.


Akira pun mengangguk sebagai jawaban, Feli pun muncul membawa minuman dan cemilan di bantu oleh Yudis. Untuk kedua anaknya, Feli memberikan susu dan cake kesukaan Elena dan Alana.


"Terima kasih tan, merepotkan." Ucap Akira.


"Gak merepotkan kok, kamu kan calon mantunya." Celetuk Liana, membuat Akira salah tingkah dan merona.


"Ka Liana," desis Darel, ingin rasanya dia menenggelamkan Liana.


Feli hanya tersenyum menanggapi ucapan Liana.


"Gak merepotkan kok, kamu kan tamu sayang." Ujar Feli.


Lalu mengenalkan Akira pada Yudis, Yudis menyambut dengan hangat Akira. Dan berterima kasih padanya karena selama dia di Indonesia, Akira mau menemani Darel.

__ADS_1


Sementara itu Sierra sendiri merasa hari-harinya sepi, karena kini Darel jarang menghubungi dirinya. Menurut tante Feli Darel sudah menemukan teman baru, membuat Sierra sedih.


"Di saat aku susah mencari teman, kamu mudah sekali dapet teman." Keluh Sierra.


Dia menatap foto Darel dan dirinya, masih berharap Darel mau menghubungi dirinya. Rania bilang jangan terlalu memaksa Darel, takutnya Darel jadi ilfil atau risih padanya.


"Rel aku kangen," lirih Sierra.


Sebenarnya Sierra penasaran dengan gadis yang bernama Akira, ketika Darel menghubunginya sekalipun Darel tak pernah membahasnya.


"Apa aku susul aja ke Korea? Minta bantuan ka Devara aja gimana yah?"


Sierra pun berteriak frustasi, pasalnya jika harus ke luar Negeri. Dia harus memiliki paspor, sementara dirinya tak punya bukan tak punya hanya belum di perpanjang. Dan Sierra malas melakukannya.


"Astaga rindu ini menyiksa ku," isak Sierra pada akhirnya, beruntung dia jauh dari kamar Rania dan Radit.


****


Arumi dengan cemas menunggu Dalia pulang, namun hingga pukul delapan. Dalia tak kunjung datang, dia sudah bertanya pada Vano bahwa tadi Dalia masih di ruangannya.


"Kemana kamu nak? Masa mau nginap di kantor sih!" omel Arumi.


Mahesa yang melihat Arumi bulak balik, seperti setrikaan menghampiri Arumi.


"Kamu kenapa? Bisakah kamu untuk duduk?"


"Mas aku mengkhawatirkan Dalia, memangnya kamu tidak khawatir apa? Aku tahu, Dalia bukan anak kandung mu. Tapi setidaknya kamu peduli padanya," cerca Arumi.


Mahesa pun menghembuskan napasnya secara pelan, dia menatap Arumi. Dulu dia begitu mencintainya entah mengapa cinta itu serasa hampa.


"Aku peduli padanya Arumi, walau bagaimana pun Dalia adalah putri ku juga. Kakak dari Justine," cetus Mahesa, Arumi pun memejamkan matanya.


Arumi berbalik menatap Mahesa dan memeluknya dengan terisak.


"Aku tahu, kamu memiliki hati yang baik Mas." Isak Arumi, pasalnya setelah kesalahan Dalia itu Mahesa seperti menjaga jarak pada Dalia.


Suara deru mesin mobil, membuat pelukan Arumi dan Mahesa terlepas. Mereka menatap Dalia yang baru saja masuk ke dalam rumah, matanya sembab habis menangis Mahesa tahu itu.


"Dalia sayang, akhirnya kamu pulang nak!" Arumi memeluk Dalia, dia sangat merindukan Dalia yang jarang pulang ke rumah.


Dalia hanya tersenyum saja, pikiran dan fokusnya hanya pada Yona, Yona dan Yona.


"Apa perlu ayah melamar Sam untuk mu?"


"Tidak perlu ayah, aku takut ibunya Sam bertambah marah pada ku." Balas Dalia, dia pun menatap Mahesa dan Arumi bergantian.


"Bu Sekar bilang akan memberikan jodoh yang terbaik untuk Sam, dan aku tadi melihatnya." Lirih Dalia, dia pun menangis di pelukan Arumi.


"Ayah aku minta tugaskan aku, di cabang perusahaan yang jauh ayah. Atau ibu izinkan aku mengelola salah satu usaha oma," mohon Dalia.


Sejujurnya Dalia tak siap, jika nanti mendapatkan undangan atas nama Sam. Memikirkannya saja sudah membuatnya sesak, apalagi jika itu terkabul mungkin hatinya akan hancur.


tbc

__ADS_1


Semoga suka 💞


Maaf typi


__ADS_2