Still Love You

Still Love You
Part.61


__ADS_3

Saat sudah jauh dari kantin, Feli melepas genggaman tangan Yudis. Dia berjalan cepat meninggalkan Yudis, Yudis tersenyum tipis. Dia tahu bahwa Feli sedang cemburu.


"Sayang tunggu," ucap Yudis.


Yudis dan Feli pun masuk ke dalam lift, hanya ada mereka berdua.


"Seneng ya? Di sapa mantan," cibir Feli, enggan menatap Yudis.


"Kamu cemburu? Anak udah tiga loh! Masa cemburu," goda Yudis, membuat Feli mencebik dan mengalihkan pandangannya.


Yudis menghembuskan napasnya secara kasar, akan susah membujuk Feli. Lift pun sudah terbuka, Feli dengan segera keluar lebih dulu dan meninggalkan Yudis.


Liana yang melihat itu pun menatap heran pada pasangan yang selalu mesra tersebut.


"Kenapa tante Feli?" gumam Liana. "Bukan urusan ku," lanjutnya lagi.


****


"Kita pulang ke rumah yah?" pinta Radit.


"Ya," balas Rania singkat.


Radit menghembuskan napasnya secara pelan.


"Sayang udahan dong marahnya," bujuk Radit.


Rania menatap Radit.


"Mas kalau aku yang ada di posisi itu, apa yang akan kamu lakukan?" tanya Rania.


"Menegur mu,"


"Lalu?"


"Bercerai mungkin," jawab Radit pelan.


"Itu yang ingin aku lakukan pada mu, tapi aku gak mau jika Kaili. Tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah, aku kecewa sama kamu mas. Marah juga karena kamu bohong, bilang akan pergi ke luar kota, tapi apa? Nyatanya kamu nemenin Hana yang patah hati," papar Rania.


"Dan kamu lihat Sierra, dia gak mau bicara sama kamu. Jika Kaili dia belum tahu apa pun, tentang pertengkaran kedua orang tuanya." Lanjutnya lagi.


"Hanya aku, aku yang mencintai kamu Mas." Ucap Rania mulai terisak.


Radit membawa Rania ke dalam pelukannya, dia salah karena tak jujur dari awal. Jika dia jujur mungkin Rania akan membantu Hana, untuk berdamai dengan Indra. Namun kesedihan Hana membuatnya lupa, bagaimana pun Hana pernah menjadi yang orang yang berarti dalam hidupnya.


"Kamu yang minta aku, untuk jadi istri mu kan? Walau aku tau dulu kamu masih ada rasa sama Hana, aku yang mencintai kamu. Tapi aku tau diri saat itu."


"Maafkan aku Ran," hanya kata maaf, yang bisa Radit ucapkan.


Sierra menatap nanar kedua orang tuanya, walau dia kecewa pada Radit. Dia tetap berharap, orang tuanya tak pernah berpisah, Darel mengusap pundak Rania.


"Kamu yang sabar, mungkin itu cobaan untuk pernikahan kedua orang tua mu. Supaya cinta mereka semakin besar," ucap Darel.


"Kamu gak akan ngerti Rel, aku takut... Aku takut. Mamah sama papah pisah," ungkap Sierra.


"Udah jangan nangis, kan ada aku."


Sierra memeluk Darel dengan erat, tak lama dia mendengar mobil orang tuanya datang. Bertepatan dengan itu Alana pun menangis, seolah tahu bahwa ibunya pulang. Darel pun bergegas ke kamar Alana.


"Feli."


Yudis berusaha membujuk Feli, namun Feli mengabaikan Yudis. Saat dia masuk, dan mendapati Radit. Entah kenapa emosi Feli semakin meledak, dia mendekati Radit dan menarik lengan Radit dengan kasar.

__ADS_1


"Astaga Feli, kenapa lo?" pekik Radit.


Feli terus memukul Radit, menggunakan bantal sofa.


"Feli sayang, udah." Lerai Yudis, dia memeluk Feli sedangkan Radit melindungi dirinya sendiri.


Rania bingung kenapa Feli yang marah? Dan berusaha melerai Feli juga.


"Feli udah, kamu kenapa?" tanya Rania.


"Mommy? Mommy Kenapa?" tanya Darel, begitu terkejut melihat sang ibu marah-marah.


Feli pun berhenti dan menatap Darel yang menggendong Alana, Feli membawa Alana dan pergi begitu saja.


"Kenapa mommy dad?"


Yudis menghembuskan napasnya secara pelan.


"Ceritanya panjang, Dit sorry yah! Feli lagi emosi, kalian kalo mau pulang. Pulang aja gak papa, sekali lagi gue minta maaf atas nama Feli." Ucap Yudis.


"Gak papa, santai aja Dis. Gak sakit kok," kekeh Radit.


"Kalau gitu, aku ke atas dulu."


Yudis pun berlalu meninggalkan ruang tamu, dia pun menepuk pundak Darel. Dia akan membujuk Feli bagaimana pun caranya.


Saat membuka pintu, dia melihat Feli yang memunggungi pintu. Yudis tahu bahwa Feli sedang menyusui Alana, dan Feli pun menyadari kehadiran Yudia. Dengan segera dia, mengelap air matanya.


"Sayang, sampai kapan pun. Aku akan selalu mencintai mu, aku gak akan tergoda sama wanita mana pun." Jelas Yudis dengan tegas.


"Tapi, perkataan Sarah yang mengaku suaminya meninggal. Menegaskan bahwa dia masih mengharapkan mu," ujar Feli, kini dia sudah duduk dan menghadap Yudis.


"Alan sayang, kamu tahu mommy mu cemburu sama daddy." Ucap Yudis, pada bayi yang akan memasuki usia empat bulan tersebut.


Feli cemberut dan mencubit Yudis, bisa-bisanya dia bicara begitu pada sang anak.


"Bohong sayang, liat daddy mu kesenengan di sapa sama mantan," tekan Feli, membuat Yudis tertawa di ikuti oleh Alana.


"Alan sayang, daddy hanya sayang kamu dan mommy." Ucapnya mencium bayi tersebut.


"Ohh... Jadi daddy gak sayang aku?" protes Elena, dia tiba-tiba masuk.


"Sayang," sapa Yudis.


"Daddy gak sayang aku?" ulang Elena.


"Daddy sayang kamu kok, sayang ka Darel juga. Terutama mommy, pokonya daddy sayang kalian semua." Terang Yudis merentangkan tangan, agar Elena masuk ke dalam pelukannya.


Elena pun memeluk Yudis dan sang adik.


"Mommy gak mau di peluk?" goda Yudis.


"Engga kaya anak kecil aja," kesal Feli.


"Mommy yang ngambek, kaya anak kecil." Ledek Elena.


"Elena," protes Feli.


"Huff... Untung anak sendiri, kalau bukan dah aku uyel-uyel," omel Feli, membuat Yudis tertawa.


****

__ADS_1


Liana sendiri dia masih di rumah sakit, menunggu Devara dan Lian. Dia sedang berada di ruang rawat Indra yang sedang di periksa dokter.


"Bagaimana keadaan suami saya dok?"


"Kondisinya sudah membaik, besok boleh pulang."


"Syukurlah, terima kasih dok."


"Kalau begitu, saya permisi mari."


"Terima kasih dok, sekali lagi." Ucap Hana, mengantar dokter keluar.


"Jadi? Mommy sama papah udah baikan?" tanya Liana.


"Sudah, maafkan mommy Li. Kemarin mommy begitu kecewa dan sedih," ujar Hana.


"Liana bisakah kamu menggantikan papah di Bangtan Area?" tanya Indra.


"Tapi Pah, aku gak ngerti sama sekali."


"Kamu jangan khawatir, Rima akan membantu mu sayang." Bujuk Indra, dia sudah memutuskan untuk sementara tidak akan datang ke Bangtan Area.


"Baiklah, aku akan mencobanya."


"Terima kasih nak."


"Sebaiknya kamu pulang saja Hana, aku tau kamu pasti lelah."


"Engga aku mau nemenin kamu,"


"Tidak, biar Devara saja yang disini jika malam. Kasian Lian, dia terus menanyakan kamu."


Tak lama pintu terbuka, Lian dan Devara baru sampai.


"Mommy," pekik Lian.


"Sayang."


"Aku kangen mommy, maafkan aku jika aku nakal."


"Kamu gak nakal sayang, kamu anak baik." Hana mengecup kening Lian.


"Ayok kita pulang Li," ajak Hana.


"Sayang aku pulang dulu, besok aku kembali lagi." Kata Hana berpamitan pada Indra.


"Papah cepat sembuh," ucap Lian.


"Iya terima kasih nak, kalian hati-hati. Liana jangan ngebut bawa mobil," Indra memperingati Liana.


"Iya Pah, aku pulang dulu."


"Ya."


Liana, Lian dan Hana pun meninggalkan ruang rawat Indra.


Semoga suka 🌚


Maaf typo.


Awalnya mau ceritain kisah Liana sama Justine, tapi aku selipin kisah rumah tangga Gemy cs ya biar gak cepet tamat sih 😅 Semoga kalian suka dan mau komen di cerita ku. Yang belum mampir di cerita ku yg judulnya 'Twins' Jangan lupa mampir ya. Aku juga buat cerita horor tapi gak terlalu horor sih judulnya 'Ibu' boleh cek profil ku. 🙏

__ADS_1


__ADS_2