Still Love You

Still Love You
Part.112


__ADS_3

Dua hari kemudian, hari ini hari pernikahan Dalia dan Sam, sebelum Arumi dan Mahesa kembali ke Jakarta. Sam memutuskan untuk menikahi Dalia, walau hanya menikah siri tapi Dalia tak maslah, dan agar tak menimbulkan kesalah pahaman antar warga sekitar. Oma Widi mengundang RT, RW dan tetangga sekitar rumah oma Widi.


Pernikahan yang mendadak membuat oma Widi, tak kerepotan pasalnya dia memiliki teman yang membuka usaha catering. Sehingga dia tak perlu khawatir, untuk urusan make-up. Arumi akan merias Dalia sendiri, dan memakai kebaya miliknya saat dia menikah dengan Mahesa.


Sam pun menghubungi Haidar, untuk terbang ke Jakarta bersama sang ayah. Dia ingin bersama sang ibu, tapi bu Sekar menolak mentah-mentah. Namun Sam tak peduli lagi, biarlah dia menjadi anak durhaka sementara. Tapi dia pun ingin membangun keluarga kecil, yang bahagia untuk sang anak Yona.


"Kamu cantik sekali nak!" puji Arumi, melihat pantulan Dalia di cermin.


Arumi baru selesai merias Dalia, kini mereka akan bersiap keluar.


"Walau nikah siri, tapi aku gugup sekali bu." Ujar Dalia.


Arumi tersenyum menatap sang anak, dia pun mengusap lengannya.


"Semoga kamu bahagia nak."


"Terima kasih bu," balas Dalia.


Senja pun datang dan memberitahu, bahwa pemuka agama sudah datang. Arumi dan Dalia pun turun menuju lantai satu, yang sudah di dekor.


Dalia menatap sang anak, yang tampil cantik dengan dress berwarna pink. Tak lupa Liana dan Justine pun datang ke Makassar atas permintaan oma Widi.


Setelah selesai acara ijab, para tamu pun menyantap hidangan yang sudah di sediakan oleh keluarga oma Widi.


"Oma senang kita bisa berkumpul seperti ini," ujar oma Widi.


"Iya oma, aku juga." Balas Arumi, pasalnya sudah lama dia dan Justine merenggang. Tapi kali ini Justine mau memanggilnya ibu kembali.


Justine bilang gak baik memendam dendam masa lalu, lebih baik berdamai dengan masa lalu.


"Kalian mau ikut pulang ke Jakarta?" tanya oma Widi.


Sam dan Dalia pun saling lirik, mereka belum bicara soal itu. Pasalnya Sam memutuskan untuk menikah dengan Dalia langsung.


"Akan aku bicarakan dulu dengan Sam oma," balas Dalia, Sam pun mengangguk dan tersenyum.


Pak Aryo ayah Sam pun tak masalah jika sang anak tinggal di Makassar, sebelum sang istri memberi restu pak Aryo dan Haidar sepakat tak akan meminta Dalia dan Sam ke Jakarta.


"Oh satu lagi, kamu jangan hamil dulu Dalia. Kasian Yona masih kecil," pesan oma Widi, membuat semua orang tertawa.


"Oma," rengek Dalia.

__ADS_1


"Kalau aku hamil pun tak masalah oma," kekeg


****


Keputusan Darel untuk menjadikan Akira pacar, bukan semata karena kasihan pada Akira tapi lebih ke rasa nyaman, dan takut kehilangan itu yang membuat Darel resah. Walau Darel tahu, suatu saat nanti dia akan merasakan yang namanya kehilangan.


Soal janjinya pada Sierra, dia sudah mengatakan pada Sierra. Bahwa jangan pernah menunggunya, dulu dia sempat berjanji namun siapa yang tahu takdir Tuhan.


Darel tahu Sierra patah hati dan kecewa, namun Feli pun tak bisa berbuat pada keputusan Darel. Dan meminta maaf pada Rania.


"Mom," panggil Feli.


"Ya sayang? Ada apa?"


"Aku ingin bicara penting mom, daddy mana?"


"Belum pulang, ada apa?"


"Aku ingin menikah mom," ucap Darel, membuat Feli terkejut.


"Darel jangan bercanda sayang."


Seketika jantung Feli berdetak cepat, kenapa Darel ingin menikah muda? Padahal usianya pun baru akan memasuki dua puluh tahun.


"Darel kamu tahu? Menikah itu, sekali seumur hidup sayang!"


"Aku tahu mommy, izinkan aku menikahi Akira." Mohon Darel, Feli memijit pelipisnya yang terasa pusing.


"Tunggu daddy mu pulang, kita akan bahas ini. Mommy harus menyiapkan makan malam dulu," ujar Feli kembali sibuk di dapur.


Setelah makan malam, Yudis, Feli dan Darel, berkumpul di ruang tengah. Sementara Elena menemani Alana bermain terlebih dulu.


"Kamu serius dengan permintaan mu? Maksud daddy, kenapa kamu harus menikah muda Rel? Kamu aja kuliah belum masuk," papar Yudis.


"Ayolah dad, menikah di kalangan muda sudah biasa bukan? Bahkan dulu yang baru lulus SMP pun langsung menikah!"


"Darel itu berbeda, sekarang kebanyakan seorang ibu muda yang sudah melahirkan seringnya merasa lelah akan rumah tangga dan anak. Jika mereka tak memiliki pengalaman maka berakhir dengan bercerai." Jelas Feli.


"Mom, dad please." Rengek Darel.


Feli melirik Yudis, dia bingung bagaimana memberitahu sang anak. Yang sedang jatuh cinta untuk pertama kalinya, jiwa muda mudah tertantang.

__ADS_1


"Baiklah daddy merestui mu menikah dengan Akira," putus Yudis.


Dan langsung mendapat hadiah tatapan tajam dari Feli.


"Daddy," pekik Feli.


Yudis meremas lengan Feli.


"Terima kasih dad." Darel memeluk Yudis, dan mencium pipi Feli yang cemberut.


Darel pun meninggalkan ruang tamu, dan masuk ke dalam kamar.


"Kenapa kamu merestui Darel sayang?"


"Aku takut dia nekat mom, jika dia melakukan hubungan suami istri bagaimana?"


"Iya juga sih, tapi? Aku gak enak sama Rania, kamu tahu kan? Sierra suka sama Darel, malah Radit berharap Darel dan Sierra berjodoh." Tutur Feli.


"Kita beritahu mereka pelan-pelan dan minta maaf, jodoh siapa yang tahu. Bisa saja itu ujian cinta Sierra dan Darel sebelum bersama," terang Yudis.


Bukan tanpa alasan Yudis memberikan Darel restu, dia sudah melihat Darel mencium Akira saat Yudis ingin menjenguk Akira bahkan Darel sudah berani meraba. Membuat Yudis takut hal yang tak di inginkan terjadi, Jika Feli tahu maka habis sudah Darel.


Di kamar Darel begitu senang, akan restu dari sang ayah. Dia sudah mempersiapkan sesuatu untuk Akira, dia melirik foto Sierra dan tersenyum.


"Maafkan aku Sie, anggap saja aku lelaki bodoh. Yang tak menepati janji," lirih Darel.


Sementara Sierra semenjak pengakuan Darel, dia menjadi lebih tertutup pada sekitarnya. Termasuk pada keluarganya sendiri, Radit pun tak bisa melakukan apa pun Dan menyuruh Sierra fokus pada kuliahnya, Sierra pun menurut tanpa banyak kata.


Membuat Rania khawatir, dia selalu mengajak Sierra berbicara. Namun sepertinya Sierra enggan menanggapi ucapan Rania.


"Gimana kalo Sierra, kita titip di rumah ka Eli?" celetuk Rania pada Radit, kini mereka berada dalam kamar setelah menghabiskan waktu berempat di luar.


"Itu bukan ide yang bagus sayang, Sierra akan semakin tertutup." Balas Radit tak setuju.


Dia kecewa sebenarnya pada Feli, tapi dia bisa apa? Radit pun tak rela jika Sierra harus pergi ke Korea.


"Jangan terlalu khawatir, Sierra pasti baik-baik saja. Dan lagi mungkin ini takdir Sierra," kata Radit sedikit bijak.


Membuat Rania memutar bola mata malas, dia pun memilih merebahkan tubuhnya. Untuk esok yang lebih baik lagi.


tbc..

__ADS_1


Semoga suka 💞


Maaf typo


__ADS_2