Still Love You

Still Love You
Part.89


__ADS_3

"Kenapa sih mom?" tanya daddy Mike, yang melihat sang istri melamun dan duduk ikut bergabung di sisi sang istri.


"Gak papa dad," balasnya.


"Gak papa, gak papa. Tapi kok wajahnya mendung sih mom, kaya kurang duit aja," cibir daddy Mike.


"Daddy nih ish," kesal mommy Melati.


"Yudis dan Feli berantem, kata Yudis Feli gak pulang ke rumah. Pasti Feli sakit hati sama perkataan mommy," ungkap mommy Melati.


"Memang mommy bicara apa?"


Mommy Melati menceritakan semua yang dia tahu, dan dengar sabar daddy Mike, mendengarkan cerita sang istri.


"Apa mommy salah?" tanya mommy Melati, setelah selesai bercerita.


"Jelas salah lah mom, jika itu terjadi pada mommy gimana? Jika ada wanita yang meminta daddy menjadi suaminya, ayah untuk anaknya gimana? Apa mommy mau?" cerca daddy Mike.


"Ya engga lah," ketus mommy Melati mencubit paha sang suami, walau usia mereka memasuki usia senja. Tapi daddy Mike masih terlihat tampan dan gagah di usianya, karena pola hidup sehat dan makan-makanan yang sehat. Hanya dirinya yang mengalami perubahan pada tubuh, menjadi lebih gemuk sedikit.


"Itu yang Feli rasakan mom, dia berusaha mempertahankan apa yang dia miliki. Yudis milik Feli dan anak-anak mereka, ingat mom Yudis hampir gila saat Feli pergi. Jangan sampai Feli pergi lagi bersama anak-anak," papar daddy Mike.


"Tapi gimana soal Diana, yang mulai mengungkit balas budi dad? Mommy kan gak enak, tapi mommy gak tau harus apa," lirih mommy Melati, dia menatap foto keluarga besarnya.


Menatap foto Darel, Elena dan Alana, wajah Yudis mendominasi membuat hatinya sedih. Bagaimana jika mereka kehilangan kasih sayang seorang ayah.


"Jangan sampai mommy membuat Feli menjadi janda, untuk menyelamatkan jandanya orang mom. Dan memberikan kasih sayang untuk anak lain, sementara cucu sendiri kehilangan kasih sayang ayahnya, dan menjauh dari kita." Cetus daddy Mike.


Mommy Melati menatap sang suami dengan tatapan dalam, tentu saja itu semua tak ingin. Bisa di pastikan Feli akan membawa pergi jauh cucu-cucu kesayangannya. Terutama Elena dan Alana, mommy Melati tak ingin jauh dari mereka. Dan Darel pun calon penerus perusahaan Darwin.


"Mommy gak mau dad, Feli pasti bawa pergi jauh anak-anak dari mommy." Isak mommy Melati, memeluk daddy Mike.


"Makanya mom, tolak keinginan Diana. Kita bisa bicarakan soal balas budi tersebut dengan yang lain, atau kita carikan Sarah jodoh bagaimana?" usul daddy Mike.


"Baiklah mommy setuju, ayok kita ke rumah Yudis dad." Ajak mommy Melati.


"Biarkan saja dulu, besok baru kita kesana yah!"


"Heumm... Baiklah dad," pasrah mommy Melati.


Mommy Melati pun mengirim pesan pada Feli, namun belum ada balasan dari Feli. Saat mencoba menghubungi nomor ponsel Feli, nomornya tak aktif.


***

__ADS_1


Sementara Feli dia pergi ke rumah miliknya, dan hanya Feli yang tahu. Dia ingin mencoba menenangkan diri terlebih dulu, sebelum mengambil tindakan.


"Mom kenapa kita ke sini? Kenapa kita gak pulang ke rumah? Daddy pasti kesepian mom," celoteh Elena.


"Sabar yah sayang, besok kita pulang." Ucap Feli.


"Tapi mom, aku kangen sama daddy dan ka Darel." Isak Elena, dia pun memeluk Feli dengan erat sementara Alana sedang tertidur.


"Sabar yah!" pinta Feli.


Feli mengusap rambut Alana, dia menatap sang anak. Bagaimana jika nanti Yudis menikah lagi dan membagi kasih sayangnya pada anak-anak?


"Tidak aku tidak akan membiarkan Sarah menang," gumam Feli.


Feli pun mengaktifkan ponselnya, dan banyak pesan masuk dari Yudis dan mommy Melati. Dia pun menghembuskan napasnya secara kasar, kemudian mengirim pesan pada Darel. Agar mempersiapkan keperluan dirinya selama disini.


"Rel tolong siapkan baju mommy, dan kedua adik mu. Jangan lupa kebutuhan Alana," pinta Feli pada pesannya.


Tak lama ponsel Feli berdering, Darel pun langsung menghubungi Feli karena khawatir. Mereka pun berbicara sebentar, dan Feli melarang memberitahu Yudis.


"Baiklah mom, aku akan mempersiapkan semua keperluan mommy, Elena dan Alana." Balas Darel dari sebrang telepon.


"Makasih yah? Mommy tutup dulu," ujar Feli.


Darel menghembuskan napasnya secara kasar, dia tak mau keluarganya hancur. Dia ingin kebahagiaan untuk kedua orang tuanya.


****


Sementara itu Justine berusaha mendatangi kediaman Liana, dia ingin berbicara pada Indra. Dan ingin melamar Liana juga. Justine menghembuskan napasnya secara pelan, dia sangat gugup benar-benar gugup.


Dia menunggu di ruang tamu, sementara itu pelayan di rumah itu memberitahukan pada Indra dan Hana. Kebetulan Indra sudah pulang bekerja, bersama Devara sedangkan Liana masih di Bangtan bersama sahabat-sahabatnya.


"Ka Justine," sapa Devara.


"Hai!"


"Mau ketemu Liana?" tanya Devara.


"Bukan mau ketemu orang tua mu," jujur Justine.


Devara mengangguk seolah mengerti, dia pun menepuk pundak calon kakak iparnya tersebut.


"Semoga sukses ya ka, saingannya ka Rumi soalnya." Bisik Devara, saat melihat Indra dan Hana sudah turun.

__ADS_1


Justine langsung menatap tak suka pada Devara, saat menyebut nama Rumi.


"Sejauh apa Rumi dengan Liana? Baru beberapa hari tidak bertemu, sudah nekat juga tuh anak." Gumam Justine.


"Om," sapa Justine.


"Nak Justine, ada keperluan apa?" tanya Hana langsung.


"Saya ingin melamar Liana om, tante." Ungkap Justine.


"Liana masih muda Justine, untuk menikah cepat." Ujar Indra.


"Tapi saya mencintainya om."


Hana dan Indra saling lirik, dia akan menyerahkan semua keputusan pada Liana.


"Cinta saja tidak cukup Justine, apa kamu bisa menjamin kamu tidak seperti ayah mu Mahesa?" cerca Indra.


"Saya memang anak Mahesa om, tapi sifat saya berbeda dengannya. Saya akan setia pada satu orang yaitu Liana," ujar Justine.


"Sebenarnya aku tidak ingin Liana menikah dengan kamu, karena berpotensi kehadiran Dalia di antara kami." Jujur Hana, di jawab anggukan oleh Indra.


"Soal Dalia tante tenang saja, saya akan pastikan bahwa dia tidak akan macam-macam." Ucap Justine.


"Kita serahkan semua keputusan pada Liana," putus Indra kemudian dia bangkit dan meninggalkan ruang keluarga.


"Kalau begitu saya permisi dulu tante," pamit Justine.


"Iya," balas Hana.


Justine pun pergi meninggalkan kediaman Indra, dia akan menikah dengan Liana tanpa sepengetahuan Mahesa. Jika Mahesa tahu, otomatis Dalia pun akan tahu.


"Tenang saja, aku akan menyuruh Sam membawa Dalia jauh."


Justru Sam sendiri sedang berusaha, meluluhkan hati Dalia. Agar mau menerimanya, tapi jika Dalia tidak mau dia akan tetap membawa anak tersebut.


***


Semoga Suka 💞


Maaf typo


Santai aja sabar sabar, nanti juga beres gak akan muter-muter kok konfliknya. Makasih yang masih setia baca 💜🌚

__ADS_1


__ADS_2