Still Love You

Still Love You
Malam Pertama


__ADS_3

Tepat pukul sebelas malam pesta telah usai, semua tamu satu persatu sudah pulang. Keluarga besar Feli dan Yudis sudah terlebih dulu ke kamar mereka masing-masing yang sudah Yudis pesan.


Radit, Hana, Indra, Feli dan Yudis masuk lift bersama membuat Yudis protes.


"Kenapa kalian masuk lift ini?"


"Yae lah Dis, walau kita beda lantai tapi lift ini yang lebih dulu terbuka. Gue udah lelah nih pengen istirahat," jelas Radit, dijawab anggukan oleh yang lain.


"Jangan bilang lo mau nyosor di dalam lift," tebak Indra, membuat Feli dan Yudis melotot.


"Ya kali, lo suka mengada-ngada aja deh." Ketus Feli. "Eh ngomong-ngomong, Gemy sama Anisa mana?" tanya Feli.


"Keluarga kecil itu, udah masuk kamar dari dua jam yang lalu." Sahut Hana.


Feli hanya beroh saja, dia mengerti karena Anisa punya bayi jadi dia tidak bisa sebebas dulu sebelum baby Keanu lahir.


Lift berhenti di lantai 10 dimana Yudis sudah memesannya. "Fel inget yah hadiah dari gue pake, kalo gak liat aja lo," ancam Hana berbisik.


"Iya bawel banget sih lo, sana keluar." Usir Feli.


"Dis pelan-pelan yah," goda Radit, sebelum pintu lift tertutup.


Kini tinggallah Feli dan Yudis, Yudis memesan kamar paling atas untuk malam pertama mereka dan harganya pun tak main-main.


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai.


"Mau aku gendong?" tanya Yudis.


"Boleh, tapi aku mau gendong di punggung kamu." Pinta Feli.


Yudis pun berjongkok dan menyuruh Feli untuk naik. "Kita gak ada romantis-romantisnya," kekeh Yudis.


Feli dan Yudis sudah sampai di kamar mereka, dan dengan bersusah payah Yudis membuka pintu dengan kartu.


"Dis turunin aku," pinta Feli yang melihat Yudis kesusahan.


Yudis pun menurunkan Feli dan membuka pintu kamar, saat Feli masuk banyak kelopak bunga bertebaran dimana-mana. Dan kelopak mawar berbentuk love dengan tulisan Feli dan Yudis, jangan lupakan ciri khasnya yaitu sepasang angsa yang dibentuk sedemikian rupa.


"Sweet banget sih kamu." 


"Suka gak?" tanya Yudis, memeluk Feli dari belakang.


"Suka banget." balas Feli.


"Ini udah malem banget, kamu mau mandi apa engga?" tanya Yudis.


"Aku mandi deh, kamu dulu aja aku mau bersihkan sisa make-up dulu."


Yudis mengangguk sebagai jawaban, kemudian dia memutuskan untuk berendam saja. Sedangkan Feli dia mulai melepas satu per satu hiasan yang ada di rambutnya walaupun sedikit tapi merasa sulit, setelah selesai Feli menghapus make-up dan yang terakhir dia kesusahan untuk membuka dress-nya.


Feli memutuskan untuk menunggu Yudis dia akan meminta tolong pada Yudis, beberapa menit kemudian Yudis keluar dengan hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggangnya.


"Yudis astaga kamu." Feli menutup matanya, dia malu melihat Yudis bertelanjang dada. Membuat Yudis tertawa.


"Kenapa tutup mata, hmm?" tanya Yudis.


"Aku masih polos," jawab Feli ambigu, membuat tawa Yudis semakin pecah.


"Ya sudah aku pakai baju dulu, aku mau ambil piyama ku."


Yudis berjalan menuju kopernya, dia mengambil piyama berwarna hitam kemudian masuk kembali ke kamar mandi. Membuat Feli menghela nafas lega.


"Jantung gue." Feli memegang dadanya yang berdetak kencang, berdua dengan Yudis membuatnya gugup terlebih dia sudah sah menjadi istrinya. Dan berhak atas dirinya.


"Tenang jangan panik."

__ADS_1


Tak lama Yudis pun keluar dengan pakaian lengkap. "Sana mandi, aku sudah menyiapkan air hangat dengan aroma mawar."


"Emmm...itu tolong bukain resletingnya," pinta Feli dengan gugup.


Yudis pun berdiri dibelakang Feli, mereka menghadap meja rias jadi bisa melihat satu sama lain.


"Yudis cepat jangan melamun," tegur Feli.


Dengan cepat Yudis membuka resleting gaun Feli, sebelum terbuka sepenuhnya. Feli sudah terlebih dulu menahannya dengan tergesa dia masuk kedalam kamar mandi, membuat Yudis tertawa melihat tingkah Feli.


30 menit kemudian Feli sudah selesai bersih-bersih dan dia sedang membuka kado yang Hana berikan.


"Lingerie." Lirih Feli. "Astaga Hana, bener-bener tuh yah anak ngeselin, mana warna hitam lagi."


Sebuah notifikasi masuk ke ponsel Feli.


"Jangan lupa kado dari gue pake, awas kalo nggak lo gak ngehargain gue sebagai sahabat."


Feli meletakan ponselnya secara kasar. "Si Hana keterlaluan pake ngancem segala lagi, awas yah liatin aja ntar gue bales."


Suara ketukan dan suara Yudis mengejutkan Feli. "Iya sebentar," teriak Feli.


"Pake gak yah? Mana cuma baju ini yang gue bawa," keluh Feli dia mengacak rambutnya.


Dengan terpaksa Feli memakai Lingerie pemberian Hana, Feli memakai kembali handuk kimono nya dia benar-benar malu.


Pada saat membuka pintu, ternyata Yudis menunggu Feli di depan pintu kamar mandi.


"Kenapa kamu disini? Bikin kaget saja," omel Feli.


"Aku nungguin kamu,"


Kini Feli dan Yudis sudah berada di kasur mereka berbaring menghadap satu sama lain, Yudis memperhatikan Feli.


"Itu apa emmm...aku," Feli bingung ingin menjawab apa, Yudis menatap Feli secara intens.


"Jangan menatapku seperti itu, aku malu." Feli menutup wajahnya dengan selimut.


Yudis membuka selimut Feli dan secara diam-diam Yudis menarik pengikat handuknya, Yudis menyunggingkan senyumnya Feli memakai Lingerie berwarna hitam yang sangat transparan. Begitu menggoda bagi Yudis, sesuatu dibawah sana sudah terasa sesak tapi Yudis menahannya agar Feli nyaman dan tak takut.


"Kamu cantik dan menggoda," bisik Yudis, meremas salah satu bulatan indah milik Feli.


Feli melihat ke arah pandang Yudis dan membulatkan matanya, dengan cepat Feli menutup tubuhnya kembali.


"Aku malu Yudis," lirih Feli.


"Jangan malu, aku suamimu aku tidak akan melakukannya sekarang. Aku akan menunggumu sampai kamu siap," jelas Yudis. "Ya sudah ayo kita tidur saja," lanjutnya lagi.


Yudis memeluk Feli dari belakang, Feli dapat merasakan sesuatu yang mengganjal. Dia berperang dengan batinnya antara kasihan pada Yudis dan takut.


Feli menghembuskan nafasnya, mencoba menenangkan dirinya. Menurut Hana yang suka ceplas-ceplos, malam pertama itu enak. Bisa buat dia jerit-jerit enak.


"Toh sekarang atau nanti gak akan ada bedanya," batin Feli.


Feli beranjak dari tidurnya, dia membuka handuk kimono nya. Yang sempat Yudis buka talinya saja, dan kini dia membuka seluruhnya melemparkannya secara asal. Yudis yang memperhatikan itu pun dibuat terkejut dengan apa yang Feli lakukan, Yudis menatap Feli dari atas ke bawah.


Yudis mengajak Feli duduk di pangkuannya. "Kamu sangat cantik," puji Yudis.


Kemudian Yudis mencium pipi Feli dan yang lainnya, Feli dapat merasakan sesuatu yang mengeras dibawah sana. Membuat jantungnya berdetak cepat dan wajahnya terasa panas, Kemudian Yudis ******* bibir Feli, tangannya tak tinggal diam. Yudis meremas bulatan kenyal milik Feli.


Feli melenguh disela ciumannya dengan Yudis, Yudis membaringkan Feli dan mengungkungnya. Yudis membuka lingerie yang di pakai Feli, kini tubuh Feli polos tanpa sehelai benang pun.


"Yudis," lirih Feli. "Aku malu," lanjutnya lagi.


"Tidak usah malu, aku suamimu. Kamu sangat indah sayang," balas Yudis dengan suara serak.

__ADS_1


Yudis kemudian menyentuh daerah sensitif Feli, membuat Feli sedikit terkejut dan mencoba menahan tangan Yudis.


"Kamu sudah basah, sayang." Bisik Yudis, terus memainkan biji kecil tersebut.


Setelah selesai pemanasan dan Feli sudah siap, Yudis membuka pakaiannya sehingga tampaklah adik kecil Yudis yang sudah menegang.


Yudis hanya terkekeh melihat Feli yang menutup wajahnya, kemudian Yudis menuntun tangan Feli untuk menyentuhnya.


"Ini milikmu," desis Yudis, kembali mencium Feli.


Tanpa menunggu lama lagi, Yudis mengarahkan adiknya ke depan inti Feli, dengan pelan Yudis mendorong adiknya tersebut membuat Feli meringis.


"Stop Dis, sakit ahh," mohon Feli.


"Tenang sayang, ini sakitnya cuma sebentar ko."


"Tapi ini perih,"


Yudis mencium Feli kembali, untuk mengalihkan rasa sakitnya jangan lupa tangan Yudis bekerja di dada Feli. Sehingga Feli terbuai dengan kenikmatan yang Yudis beri.


Dalam satu kali hentakan, Yudis berhasil menerobos masuk membuat Feli mengigit bibir Yudis.


"Sudah jangan nangis," bisik Yudis.


Setelah Feli tenang, Yudis mulai menggerakkan pinggulnya dan mencapai puncak kenikmatan bersama dengan Feli.


****


Pagi harinya Feli dan Yudis masih betah bergelung dibawah selimut, padahal hari ini Yudis berjanji akan memberikan kejutan pada sahabat-sahabatnya setelah sarapan. 


Membuat Hana ngomel-ngomel. "Tuh mereka bener-bener yah, jam segini belum turun juga."


"Lo tuh yah Han, kaya bukan manten baru aja. Lo pasti tahu mereka semalam kerja keras buat hasilin baby tuh," ceplos Radit.


"Tapi kan gue penasaran, apa kejutan yang akan Yudis kasih buat kita." Hana sudah mulai cemberut dan melipat tangan didada, membuat Indra menggelengkan kepalanya saja.


Menurut Indra akhir-akhir ini Hana moodnya naik turun, Indra selalu berharap dalam doanya semoga apa yang Hana dan dirinya inginkan segera tercapai.


"Kalian ini kenapa sih ribut terus, kaya Tom and Jerry. Liat anak gue jadi nangis," ketus Gemy, mencoba menenangkan baby Keanu.


"Lo gak bakat buat nenangin anak lo Gem," sindir Hana.


Tapi Gemy tidak peduli dia lebih memilih mengajak sang anak berkeliling, dari pada mendengarkan ocehan Hana yang tidak penting. Sambil menunggu Anisa yang sedang di kamar mandi.


Sementara itu dikamar pengantin baru Feli dan Yudis baru saja bangun tapi mereka masih betah berpelukan.


"Apa masih sakit?" tanya Yudis, mengusap inti Feli.


Membuat Feli mendesah, saat Yudis menggelitik biji kecil tersebut. Feli menatap Yudis yang tersenyum.


"Masih," jawab Feli malu-malu.


Yudis beranjak dari tidurnya, mengangkat Feli yang tanpa busana.


"Eh kamu mau apa?" tanya Feli panik.


"Mandi, sekalian berendam supaya badanmu tidak sakit lagi."


Dan mereka pun melakukannya kembali dikamar mandi, setelah semalam mereka melakukannya sampai pukul tiga pagi. Melupakan sahabat-sahabatnya yang sudah marah dan menunggu lama.


Semoga suka


Maaf typo


Jangan lupa tinggalkan jejak, makasih 🙏

__ADS_1


__ADS_2