Still Love You

Still Love You
Part.66


__ADS_3

Dalia mendatangi rumah Indra, dia berhasil mendapatkan alamat rumah Indra. Dari salah satu pegawai Indra. Dalia tersenyum menatap rumah mewah model klasik, berwarna putih dan hitam.


Dalia pun memberanikan diri untuk masuk kedalam, namun satpam tak mengizinkan orang lain masuk. Jika tidak ada janji, terlebih lagi pemilik rumah sedang kurang sehat.


"Memangnya tuan Indra sakit apa?" tanya Dalia.


"Itu bukan ranah saya, untuk memberitahu nona. Lebih baik anda pulang saja," ujar satpam.


"Tidak bisakah, anda memberitahu tuan Indra. Kalo saya ingin bertemu, dia pasti tau saya. Saya mohon pak," pinta Dalia memelas.


"Mohon maaf nona, tidak bisa." Tolak satpam tersebut.


Dalia membuang napas secara kasar, dia mengumpat dalam hati. Sangat sulit ternyata bertemu dengan Indra di rumahnya, saat dia ingin masuk. Tiba-tiba sebuah mobil berwarna merah masuk kedalam rumah tersebut.


Membuat Dalia cemberut, lalu masuk kedalam mobil. Sekarang usahanya boleh sia-sia. Namun nanti dia pastikan, usahanya akan berhasil Dalia tersenyum sinis. Meninggalkan kediaman Indra.


Feli yang baru turun pun sebenarnya melihat wanita di sebrang rumah Indra.


"Selamat siang nona Feli," sapa satpam yang bernama Anwar.


"Selama siang pak Anwar," jawab Feli.


"Ohh.. Ya pak, yang tadi siapa?"


"Itu tadi dia minta ketemu sama tuan Indra, tapi saya gak kasih masuk. Soalnya kata nyonya Hana jika ada tamu, kalau tidak buat janji jangan di kasih masuk." Tutur Anwar.


"Ohh.. Ya sudah pak, saya masuk dulu."


"silahkan nona,"


Feli datang bersama Alana, rencananya setelah dari rumah Hana dia akan menjemput Elena. Hana pun sudah berdiri di ambang pintu, dan merentangkan tangannya.


"Abis ngobrol apa sama pak Anwar?" tanya Hana.


"Tadi aku tanya siapa perempuan, di sebrang rumah mu. Kata pak Anwar nyariin Indra," papar Feli.

__ADS_1


"Siapa yah? Tau ahh, ayok masuk." Ajak Hana.


Hana dan Feli pun masuk, dan mengobrol di ruang tengah bersama Indra. Sambil menunggu jam pulang sekolah.


****


Makan siang pun tiba, Justine memutuskan untuk pergi ke Bangtan Area. Dia akan mengajak Liana makan siang bersama, dan berharap tidak bertemu dengan Rumi.


Berpuluh menit kemudian, Justine sudah sampai di Bangtan Area. Dia pun turun dan langsung menanyakan dimana ruangan Liana, setelah mendapatkan jawaban. Justine pun menuju lantai empat, dimana ruangan Liana berada.


Sesampainya di lantai empat, Justine menatap keluar jendela. Dia bisa menatap kota Jakarta dari sini, dia tebak jika malam pasti Indah.


"Permisi cari siapa?" tanya Rima.


"Ahh... Saya cari Liana."


"Ohh... Bu Liana, sebentar silahkan duduk."


Di lantai tersebut, terdapat ruangan tunggu. Ruangannya luas, dan pegawainya lumayan banyak.


"Kenapa? Memangnya aku gak boleh ke sini?"


Liana memutar bola mata malas, dan ikut duduk di hadapan Justine.


"Ada apa pak? Kerjaan ku banyak nih!" keluh Liana.


"Aku mau ajak makan siang," ajak Justine.


"Tapi pak..."


"Tak ada tapi-tapian, kita makan siang di bawah atau di ruangan mu?"


Justine dan sifat pemaksanya, yang tak pernah Liana sukai.


"Terserah," ketus Liana.

__ADS_1


Justine pun menarik lengan Liana. "Saya pinjam Liananya," kata Justine pada Rima, yang mengangguk saja.


Liana pun pasrah, mengikuti Justine kelantai satu. Mereka akan makan siang di Bangtan cafe, dengan menu makan siang khas Korea.


Liana memesan Bibimbap yang merupakan makanan Korea, yang dikenal sebagai nasi campur. Makanan ini tergolong menu sehat dan bernutrisi, karena terdapat banyak jenis sayuran seperti wortel, timun, lobak, dan lainnya. Selain itu, dalam seporsi bibimbap juga terdapat telur ceplok dan daging sapi yang membuat kandungan gizinya semakin lengkap. Makanan ini cocok disantap pagi, siang, atau malam hari.


Liana pun menatap Justine, yang bingung memilih makanan. Karena jujur Justine belum pernah makan, makanan khas Korea tersebut.


"Samain aja makannya, atau mau makanan khas Indonesia? Disini ada kok," ujar Liana.


"Terserah kamu deh, kamu yang pesan." Balas Justine, di jawab anggukan oleh Liana.


Liana pun menyamakan pesanannya dengan dirinya, namun Justine meminta di tambah satu porsi batagor.


"Kamu suka, makanan Korea?" tanya Justine, di sela menunggu makan siangnya.


"Ya, karena mommy sering masak makanan khas Korea. Kalau ada sahabat-sahabatnya ke rumah," terang Liana.


Justine pun hanya mengangguk kepala saja, dia pun menatap Liana lekat.


"Kenapa bapak, melihat ku?"


"Jangan panggil bapak, bisa? Aku bukan atasan mu sekarang," ketus Justine.


Liana pun memutar bola mata malas, Liana pun teringat akan usaha Tour and Travel yang akan di dirikan oleh Indra. Liana pun menatap Justine, dia akan meminta bantuan Justine. Tapi jika di pikir sahabat-sahabatnya Hana berkecukupan apa mereka mau?


Liana pun menghembuskan napasnya secara kasar, menarik perhatian Justine.


"Kenapa?"


"Gak papa."


Makanan yang mereka pesan pun sudah datang, mereka pun menikmati makan siang bersama. Dan kali ini, tanpa gangguan sari Rumi.


Semoga suka 💞

__ADS_1


Maaf typo


__ADS_2