Still Love You

Still Love You
Menjaga anak-anak


__ADS_3

Hari minggu bagi Liana adalah hal paling membosankan, khusus untuk minggu sekarang. Bagaimana tidak? Para orang tua memutuskan untuk pergi jalan-jalan tanpa membawa anak-anak mereka. Alasannya hanya ingin menghabiskan waktu berdua, kaya waktu zaman muda dulu. Membuat Liana cemberut.


"Udahlah, jangan cemberut gitu. Toh cuma Shela dan Alana yang masih balita," kata Keanu. "Ya itung-itung, belajar mengasuh anak. Toh nanti juga bakal punya anak sendiri," lanjutnya lagi.


"Bener tuh kata ka Keanu," sahut Devara.


"Ya lagian yang masih balita cuma Alana dan Shela, yang lain kan udah pada gede." Ucap Darel, membuat Liana pasrah saja. Kebetulan Shela dan Alana tidur siang.


"Tapi nanti kalo adek lo bangun gimana Rel?" tanya Liana.


"Mommy kan udah kasih ASI yang udah di perah, tuh ada di box yang selalu dia bawa." Tunjuk Darel pada meja makan.


"Urusan Alana biar aku saja, aku bisa menjaganya." Sahut Rumi dengan wajah datarnya.


"Terserah." Seru mereka kompak, hanya Justine yang menyimak obrolan mereka.


Keanu dan Justine pun berada di taman belakang, mereka sedang mengawasi Lian, Kaili dan Alana yang sedang anteng main. Sedangkan Devara dan Darel mereka bermain game di ruang santai bersama Rumi, sedangkan Sierra dan Liana menjaga Alana dan Shela yang sedang tidur.


"Ka Keanu," panggil Elana.


"Mommy dan daddy kemana?" tanya gadis cantik tersebut.


"Mereka pergi dulu sebentar, bersama uncle dan onty yang lain. Kenapa? Kamu mau apa? Mau makan?"


"Kenapa mereka gak ajak aku? Aku bosan main sama mereka." Tunjuknya pada Kaili dan Lian, yang anteng dengan permainan mereka.


"Kamu main sama ka Liana dan ka Sierra aja yah!"


"Gak mau, aku mau ikut daddy dan mommy ka." Rengek Elena yang sudah berkaca-kaca.


Keanu menggaruk rambutnya yang tak gatal.


"Gimana kalo kita beli es krim saja? Kamu suka kan?" tanya Justine.


"Es krim?"


"Iya, kamu suka kan?"


"Tapi mommy bilang jangan makan es krim, nanti pilek." Katanya dengan polos, walau berusia delapan tahun tapi kecantikannya sudah terpancar sejak dini.


"Ya gak papa kali, cuma sekali ini aja." Sahut Keanu. "Nanti ka Keanu janji, gak akan bilang sama mommy. Kalo mommy marah, bilang kakak aja ok!"


"Oke deh, kalo gitu. Ayok uncle kita beli es krim, tapi jangan ajak Lian sama Kaili yah!"


"Oke, tapi jangan panggil uncle dong. Kakak aja yah!" pinta Justine, membuat Keanu tertawa.


"Ya ampun sadar diri lah, kamu sudah tua bro," kekeh Keanu. "Mungkin Elana, cocoknya jadi anak lo," ledek Keanu dan mendapatkan tatapan tajam.


"Iya deh," putus Elena setelah berpikir lama, tapi menurutnya Justine seumuran dengan uncle-nya Rumi. Makanya dia panggil uncle.


Elena dan Justine pun pergi ke minimarket, terdekat kompleks tersebut dengan sepedah motor. Saat akan keluar, tiba-tiba teriakan Liana memberhentikan langkah Justine.


"Ada apa?"


"Pak Justine, saya ikut yah." Pintanya.


"Mau apa?"


Pertanyaan yang singkat tersebut, membuat Liana mencebik tak suka. Kenapa dia selalu mengenal laki-laki yang irit bicara, contohnya Rumi dan Justine yang ada di hadapannya ini.


"Tidur," jawabnya ketus. "Ya mau beli sesuatu lah, urusan cewek anda gak perlu tahu."


"Ya sudah ayok."


"Liana nitip cemilan," teriak Devara.


"Iya.


Tak lama mereka pun sudah sampai, di minimarket terdekat. Liana turun mengandeng Elana mereka masuk terlebih dulu dan di ikuti Justine.

__ADS_1


Ellana langsung melepaskan pegangan Liana, dan menuju ke tempat es krim. Elana tampak antusias menatap es krim dia mengambil dua buah es krim rasa coklat dan pisang.


Sedangkan Justine mengambil untuk Lian dan Kaili, Liana berjalan di antara rak pembalut. Setelah selesai mendapatkan apa yang dia mau, Liana berjalan kembali ke rak makanan ringan dan minuman. Dia memilih snack yang di pesan oleh Devara, dia mengambil lebih banyak.


"Ka Liana, aku mau dong itu," tunjuk Elana pada makanan ringan berbahan dasar kentang.


"Iya, nanti bagi-bagi yah sama Lian dan Kaili." Ujar Liana.


"Iya."


Dengan tiba-tiba, Justine mengambil alih keranjang bawaan di tangan Liana. Membuat dia terkejut.


"Biar saya saja yang bayar, ini sudah?" tanya Justine.


"Sudah pak,"


"Ya sudah, tunggu di luar saja. Nanti aku nyusul."


Liana pun mengangguk sebagai jawaban, dan mengandeng Elana. Mereka pun duduk di bangku depan minimarket, tak lama Justine pun muncul dengan tiga kantong besar makanan ringan dan dua kantung berisi es krim.


"Yeay... Makasih ka Justine," ucap Elena antusias, saat menerima kantung berisikan es krim.


"Sama-sama," balas Justine tersenyum, membuat Liana membulatkan matanya. terpana akan senyum Justine yang manis.


"Manisnya, tapi judes," batin Liana menatap Justine, yang membuka minuman kopi dinginnya.


"Kenapa menatap ku? Aku tau, aku tampan." Pujinya pada diri sendiri.


"Idih kepedean," cibir Liana.


Liana pun meminum minuman yang di serahkan Justine, dan memakan cake yang dia beli. Walau kecil tapi cukup lengkap.


"Aku udah habis ka, ayok kita pulang." Ajak Elena.


"Iya ayok," balas Justine, mereka pun beranjak dari duduknya.


"Aku mau di depan aja deh," tolak Elena.


"Ya sudah sini, duduk aja." Justine pun menggeser duduknya, agar cukup ruang untuk Elena.


"Pegangan, nanti jatuh." Kata Justine, setelah Liana naik.


Dengan terpaksa Liana pun memeluk Justine, karena memang ruangnya tinggal sedikit. Dia takut jatuh saat nanti Justine ngerem mendadak.


Justine pun tersenyum saat lengan Liana memeluk pinggangnya, walau tak erat. Tapi bisa membuat jantungnya berdebar kencang.


"Mudah-mudahan, Liana gak dengar." Batin Justine.


****


Sementara itu di cafe Keanu, Gemy dan yang lainnya sedang menikmati hidangan. Mereka menghabiskan waktu bersama, karena kesibukan para suami, mereka jarang berkumpul seperti ini.


"Anak-anak gimana yah?" tanya Feli, khawatir biasanya dia meninggalkan Alana dengan mommy Melati atau bunda Nia.


"Mereka pasti baik-baik aja, jangan khawatir." Ujar Rania.


"Iya kan ada Rumi, Justine dan Keanu. Mereka pasti bisa mengatasi anak-anak."


"Tetap aja gue khawatir, gue kangen sama Alana." Kata Feli.


"Kenapa gak lo bawa aja sih tadi?" kesal Radit.


"Udah-udah, kalian ini. Gak di mana-mana ribut terus, kita pulang tiga puluh menit lagi." Putus Gemy.


"Han liat deh."


Anisa menunjukan foto Liana dan Justine yang sedang berboncengan di motor, terlihat sangat mesra. Padahal aslinya tidak.


"Kenapa?" tanya Indra.

__ADS_1


"Gak ada, hanya foto biasa. Tapi buat salah paham," kekeh Hana.


Kemudian dia menunjukan foto Liana dan Justine, yang seperti berpelukan. Padahal Justine mengerem mendadak karena ada kucing lewat. Modus padahal hanya ingin, Liana memeluk dirinya erat.


Saat mereka sibuk mentertawakan foto, tiba-tiba wanita cantik menghampiri meja Gemy dan yang lainnya. Mereka memang tak menggunakan ruangan private.


"Pak Indra," sapanya membuat Indra terperanjat, dan yang lain langsung menatap wanita di depannya Indra tersebut.


"Ehh... Bu Dalia," sahut Indra.


"Kebetulan ya, kita ketemu disini."


"Iya, lagi quality time sama teman, dan istri." Ucapnya melirik Hana. "Kenalkan, ini istri saya Hana dan sahabat-sahabat saya, beserta pasangannya." Papar Indra memperkenalkan yang lain.


Hana pun mengulurkan tangannya. "Hana."


"Senang berkenalan dengan anda bu Hana," Dalia menerima uluran tangan Hana, dan tersenyum menatap Hana. Membuat Hana curiga.


Kemudian Dalia, mengatupkan tangan pada yang lain. Feli yang terlihat tak suka dengan kehadiran Dalia, sebab dia berpakaian sangat terbuka dengan lekuk tubuh yang waw. Sementara dirinya berisi karena habis melahirkan.


"Dalia ini rekan kerja ku, anaknya tuan Mahesa." Beritahu Indra pada yang lain.


"Oh... Salam kenal," sahut Anisa tersenyum ramah, sebab dia melirik pada yang lain dan menunjukan wajah kurang suka.


"Tunggu, berarti kakaknya Justine?" tebak Gemy.


"Iya betul, saya kakaknya Justine. Hanya berbeda ibu."


Gemy hanya beroh saja, tidak terlalu menanggapi Dalia. Dalia pun berpamitan kepada semuanya, karena dia memiliki urusan lain.


"Cantik yah! Pantes pulang malam terus," sindir Hana, melirik sekilas Indra.


"Apaan sih sayang, kamu percaya sama aku. Aku gak mungkin mengkhianati kamu," ujar Indra.


"Aku percaya sama kamu,"


"Udah ahh kita pulang yuks, kasian anak gue." Kata Feli membuyarkan, suasana yang sudah tak nyaman karena kehadiran Dalia.


Yang lain pun menyetujui permintaan Feli tersebut, Gemy yang membayar makanan mereka.


****


Liana tak henti-hentinya mengomel, karena pada saat masuk ke halaman rumah, setelah Elena turun. Dengan sengaja Justine menekan gas dan langsung mengerem mendadak, membuatnya menubruk punggung Justine dan memeluknya sangat erat.


"Dasar modus, kang modus." Geram Liana.


"Udah kali ka Liana, ka Justine gak sengaja."


"Gak sengaja gimana, jelas itu sengaja." Kesal Liana.


Membuat Sierra memutar bola mata malas.


"Alana ayok kita minum susu dulu," ajak Sierra pada bayi kecil yang sudah bangun, dan sedang mengoceh tak jelas.


"Udah ka, ayok keluar. Alana dan aku lapar nih!" ajak Sierra, dengan terpaksa Liana pun mengikuti Sierra. Sedangkan Shela sedang makan, dan di suapi Keanu.


Saat Liana tiba di ruang santai, Keanu, Devara dan Darel menahan senyum. Membuat Liana cemberut, dia pasti bakal di ledek habis-habisan.


"Uncle Rumi, mommy sama daddy kok lama sih!" rengek Elena.


"Sabar mungkin sebentar lagi sampai," ujar Rumi, mengelus kepala keponakannya tersebut.


Rumi memperhatikan Liana yang tengah menggendong Alana yang sedang menyusu, Jika seperti itu sisi keibuan Liana terlihat. Justine terlihat tak suka menatap Rumi, yang tengah memperhatikan Liana.


"Oke, kamu akan jadi saingan ku Rumi." Gumam Justine.


Semoga suka 💞


Maaf typo

__ADS_1


__ADS_2