Still Love You

Still Love You
Part.56


__ADS_3

Sederhana dalam mencintai, ikhlas menerima kekurangan, dan setia dalam menjalin hubungan.


Setelah mengerjakan semua pekerjaan rumah Rania, duduk termenung dia memikirkan kemungkinan jika berpisah dari Radit.


"Ran, kamu ada masalah?" tanya Eli.


"Tidak ada ka," jawab Rania, sebenarnya Rania tidak ingin Eli tahu masalah rumah tangganya.


"Kamu adik ku, aku tahu kamu sedang ada masalah. Cerita saja Ran,"


Rania menatap Eli, kemudian dia menghembuskan napasnya secara kasar.


"Radit dia..." Sulit sekali rasanya untuk Rania, memberitahu semuanya.


Rania pun menceritakan semua yang dia lihat, dengan sabarnya Eli mendengarkan cerita sang adik.


"Itu hanya ujian Ran," ucap Eli, setelah mereka saling diam.


"Itu ujian rumah tangga kalian, mungkin Radit bersikap seperti itu karena sudah lama bersahabat dengan Hana."


Eli pun tahu sedikit cerita tentang sahabat-sahabat Radit.


"Hadapi saja, siapa tahu nanti cinta kalian akan semakin besar dan kuat. Jika memang Radit memilih mu, tapi jika Radit melepas mu. Pintu rumah ini, selalu terbuka untuk mu dan anak-anak mu." Kata Eli, dia tidak bisa bijak tapi dia bisa bersikap waras dalam masalah sang adik. Dia tidak akan mengompori Rania untuk pisah dengan Radit.


Bagaimana pun juga Kaili dan Sierra, membutuhkan sosok ayah. Jangan sampai seperti Zara, yang selalu di hina tak memiliki ayah.


"Sekarang kamu pulang Ran, kasian Sierra. Dia pasti nyariin kamu,"

__ADS_1


"Baiklah aku akan pulang," putus Rania, kemudian dia pun bersiap.


Tak lama Rania sudah siap, dan memanggil Kaili yang ikut berjualan bersama Zara.


"Tante aku pasti kangen," ucap Zara sedih.


"Tante juga, lain kali kamu harus main ke rumah tante ok!"


"Baik tante, jika ibu izinin." Bisik Zara, membuat Rania tersenyum.


"Ka Zara, tante Eli. Aku pulang dulu," pamit Kaili.


Rania pun memeluk Eli dengan erat, seburuk apa Eli di masa lalu. Dia tetap adalah saudara satu-satunya yang Rania miliki, Rania melepas pelukannya dengan Eli. Dan tersenyum menatap sang kakak.


"Aku pergi dulu ka," katanya.


"Iya."


Rania memesan taxi online untuk menuju kediamannya, tapi sebelum itu dia akan ke rumah Feli terlebih dulu, karena Sierra ada di sana. Tadi sebelum memesan taxi, banyak pesan dari Sierra dan Radit. Rania lebih membaca pesan Sierra, dan mengabaikan pesan Radit.


****


Sementara itu Hana, setelah Radit pergi dia memutuskan untuk pulang. Perasaannya sudah tidak enak, dan dia harus menyelesaikan urusannya dengan Indra.


Berpuluh menit kemudian, Hana sudah sampai di rumahnya. Hana memandang rumah yang penuh kenangan, rumah yang selama ini penuh dengan warna. Dia pun turun, dan langsung masuk ke kamarnya. Betapa terkejutnya dia mendapati Indra yang tergeletak di lantai.


"Indra," pekik Hana.

__ADS_1


"Indra, bangun. Kamu kenapa?" Hana memangku Indra, yang tak menjawab sama sekali.


"Indra."


Hana mulai menangis, selama pergi dia tak tahu kondisi Indra bagaimana. Hana pun memutuskan untuk meminta bantuan, pada pembantu rumah tangga. Namun dia baru sadar rumah sepi.


"Kemana semua orang?"


Tak lama terdengar ketukan di pintu, dengan segera Hana membuka pintu.


"Tante Hana."


"Justine, syukurlah kebetulan sekali. Tolong saya, Justine. Suami saya tolong bawa dia ke rumah sakit," pintanya.


"Apa yang terjadi tante?" tanya Justine mencoba tenang.


Tanpa banyak kata, Hana pun menarik Justine membawanya ke kamar mereka. Justine terkejut melihat Indra yang terbaring lemah, dia pun langsung membopong Indra membawa ke rumah sakit.


Hana masuk lebih dulu, kemudian Justine menidurkan Indra di pangkuan Hana. Justine pun dengan segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit terdekat.


"Bertahan lah Indra, maafkan aku." Isak Hana.


Hana menyesal lari dari masalah, seharusnya dia mendengarkan penjelasan Indra. Malah pasrah saja di bawa pergi Radit.


Semoga suka 💞💞


Maaf typo

__ADS_1


__ADS_2