
Dalia dan Sam sudah bahagia, begitu pun Liana dan Justine, kita masuk ke partnya Darel, Sierra dan Akira.
Beberapa bulan kemudian, sejak Darel mengambil keputusan untuk menikahi Akira. Sejak saat itu pula Feli mendiamkan Darel, bukannya Feli tak merestui. Hanya saja Darel harus fokus pada kuliahnya dulu, bukan urusan asmara, atau rumah tangga.
Bahkan Yudis pun menurut apa kata ibu negara, di dalam rumahnya dengan terpaksa Yudis pun menarik restunya kembali. Jadilah Yudis pun kena imbasnya di diamkan oleh Feli selama beberapa minggu.
Yudis pun menyarankan Darel untuk tinggal di apartemen, agar tak terkena amukan Feli. Tapi Feli tak mengizinkan Darel. Alasannya takut Darel nekat dan membawa Akira ke apartemen, dan berujung dengan hadirnya bayi kecil di hadapan Feli nantinya, memikirkan itu membuat Feli berigidik. Dia tak siap menjadi nenek di usianya yang terbilang muda gak tua-tua amat.
Lalu Darel pun di sibukkan dengan perkuliahannya, walau tanpa Akira. Karena Akira kuliah dari rumah karena kondisinya belum membaik.
"Mommy udah hampir lima bulan loh ini, mommy masih marah aja sih sama aku," rengek Darel, sungguh tak enak di diamkan oleh Feli.
Feli masih tetap bungkam, Yudis yang melihat itu pun hanya tersenyum. Yudis tahu bahwa Feli jika marah, bakal awet.
"Sayang kasian Darel," bujuk Yudis.
Yudis ingat saat Darel memberikan Feli bunga, makanan kesukaan Feli, sampai Darel berniat mempertemukan Feli dengan sang idol Korea. Jika ingat itu Yudis selalu senyum-senyum, pasalnya dia meluluhkan Feli tak harus sampai begitu. Yang terpenting bagi Feli dan Yudis adalah agamanya dan Akira berbeda.
"Biarin aja, salah siapa buat aku kesal." Ketus Feli.
"Mom," rengek Darel lagi, dia pun bersimpuh di hadapan Feli menggenggam tangan Feli.
"Maafkan aku, kemarin aku lagi jatuh cinta. Jadi mengambil keputusan yang gak tepat, maafkan kebodohan aku mom." Pinta Darel memelas pada Feli.
"Sudah tahu kalau cinta itu bikin bodoh, jangan jatuh cinta. Apalagi Akira orang baru bagi kamu Rel," omel Feli.
__ADS_1
"Iya mommy maafkan aku yah!!" pinta Darel.
"Mommy udah maafin kamu, tapi mommy masih marah." Tegas Feli, beranjak dari duduknya dan bergabung bersama Alana dan Elena yang sedang main karena hari ini hari minggu.
Darel menghembuskan napasnya secara pelan, dia masih bisa mendengar Elena berbicara pada Feli.
"Mommy marahin ka Darel?" tanya Elena.
"Engga sayang, mommy gak marah kok!" ujar Feli dengan lemah lembut.
"Ohh... Mom, kenapa ka Akira gak kerumah kita lagi?"
"Ka Akira lagi sakit El," sahut Darel.
"Kasian ka Akira, kita jenguk yuk mom!" ajak Elena.
"Iya nanti kapan-kapan yah!" jawab Feli.
Elena pun mengangguk saja, dia tak tahu permasalahan yang ada.
"Daddy mommy hamil lagi kah? Kok sensi gitu sih?" bisik Darel pada Yudis.
"Engga mungkin lagi PMS," kekeh Yudis.
"Hey! mommy dengar yah!" ketus Feli.
__ADS_1
Yudis dan Darel pun tertawa, Darel pun menatap Yudis dengan dalam.
"Kenapa? Pasti ada maunya!" tebak Yudis.
"Iya, dan masih sama Dad. Aku mau nikah sama Akira," kata Darel.
"Rel pikirkan dengan baik, kamu nikah sama Akira karena cinta atau rasa kasihan saja?" tanya Yudis.
Darel pun terdiam, hatinya masih belum yakin seratus persen. Masih di bilang dia plin plan.
"Lebih baik kamu pikirkan ini dengan matang dan jangan tergesa-gesa." Kata Yudis, dan meninggalkan Darel sendiri di ruang tamu.
Darel menghela napasnya dengan pelan, lalu memilih masuk kedalam kamarnya. Dia menatap foto Akira dan Sierra, apakah dia egois? Atau hanya rasa penasaran saja?
"Astaga Darel, lo mesum... Mesum," umpat Darel.
"Ini semua gara-gara mommy dan daddy," kesal Darel, waktu itu Darel tak sengaja mendengar desah Feli yang membuatnya merinding.
Tapi untuk menghubungi Sierra pun sungkan, karena dia sudah meminta Sierra untuk tak menghubunginya.
"Andai waktu bisa di putar kembali." Gumam Darel.
tbc..
Semoga suka 💞
__ADS_1
Maaf typo
Jujur aku ragu buat update part ini, tapi sabar yah! Hanya ujian saja semua akan happy ending pada akhirnya. Jangan pernah bosan