
Setelah puas berjalan-jalan di kota Busan, Akira, Darel, Devara dan Sierra. Mereka memutuskan untuk makan malam di luar saja, Darel pun memberitahu Feli bahwa dia bertemu Sierra dan Devara. Jadi akan makan malam di luar.
"Aku ke toilet dulu," ucap Akira.
"Iya," balas Darel.
"Akira aku ikut," sahut Sierra.
Akira pun mengangguk sebagai jawaban, kini tinggallah Devara dan Darel.
"Rel, aku mau tanya!"
"Tumben izin segala ka, biasanya juga maen tanya," kekeh Darel.
Devara berdecak kesal, rasanya Darel lebih tengil dari Keanu. Dan menurutnya Darel juga lebih mesum, tadi saat mereka sedang berada di salah satu taman. Devara tak sengaja melihat Darel mencium Akira.
"Lo sama Akira udah jadian ya?"
"Belum, dia nolak gue terus. Dan gue udah coba ajakin dia nikah, tapi katanya masih ada yang ganjal sama mommy." tutur Darel.
"Kelihatan banget, tante Feli merasa serba salah. Apalagi sama Sierra,"
"Lo tahu Rel, om Radit selalu meminta lo pada tante Feli. Tapi tante Feli tak pernah izinin lo," cerita Devara.
Darel menghela napas pelan, dia pun tahu tentang itu dan jujur saja, dia pun merasa tak yakin dengan perasaannya pada Sierra maupun Akira.
"Gue masih kurang yakin, menentukan hati gue sama siapa? Gue suka mereka berdua, kalo boleh egois gue mau miliki mereka berdua." Terang Darel.
"Cih... Serakah lo," cibir Devara.
"Dasar plin plan," ledek Devara lagi.
Membuat Darel memutar bola mata malas.
"Kalo lo belum yakin, boleh dong salah satu dari mereka buat gue." Goda Devara.
Membuat Darel memincingkan matanya.
"Siapa yang lo suka?" tanya Darel curiga.
"Akira, gue jatuh cinta sama Akira." Kata Devara tegas penuh keyakinan.
"Dih... Emang tante Hana mau? Punya mantu dari Korea? Kalian gak seiman," cetus Darel.
"Lah... Memangnya tante Feli gimana? Menurut yang gue tahu, tante Feli pun gak ngasih restu. Lalu lo juga gak seiman Rel," ketus Devara.
"Kalo lo suka sama Akira, lo harus konsisten mengurangi perhatian lo sama Sierra. Begitupun sebaliknya, jadi cowok tuh jangan plin plan, bukannya dulu sebelum pergi gue denger janji sama Sierra suruh nunggu?" tanya Devara, mendapat pertanyaan seperti itu membuat Darel kehilangan kata.
Memang benar dia pernah menjanjikan Sierra menunggunya, tapi hati siapa yang tahu. Darel pun tahu jika dia dan Akira beda, Darel menepuk kepalanya mengapa dia harus menjanjikan agar Sierra menunggunya.
"Cowok plin plan dasar lo Darel," batin Darel kesal.
Hening yang terjadi antara Darel dan Devara yang sedikit emosi, tanpa mereka sadari Akira dan Sierra mendengarkan percakapan mereka. Akira pun dengar saat Devara menyatakan suka padanya, dia melirik Sierra dengan senyum tak enak.
"Maaf," lirih Akira.
"Maaf untuk apa?"
"Karena kehadiran ku, membuat mu dan Darel menjadi renggang." Ujar Akira.
"Aku gak mencintai Darel, kita hanya teman." Lanjut Akira karena Sierra tak kunjung menjawab.
Sierra tersenyum dan menggeleng.
__ADS_1
"Jangan begitu, aku gak papa kalo Darel sama kamu. Lagian siapa yang tahu hati," cetus Sierra.
Mereka pun memutuskan untuk kembali ke meja merek, karena makanan sudah siap. Sesaat tak ada obrolan di antara mereka, membuat Akira benar-benar tak enak.
****
Sementara di kediaman Feli dan Yudis, mereka kedatangan Gemy dan Anisa serta si cantik Shela yang kini sudah memasuki paud dan akan masuk TK.
"Keanu dan Rumi gak ikut?" tanya Feli, dia pun sebenarnya merindukan sang adik dan keponakannya.
Walau Rumi bersikap dingin dan cuek, nyatanya mereka saling menyayangi.
"Engga mereka lagi liburan sama ayah dan bunda," ujar Anisa.
"Sultan mah bebas ya? Bisa kemana pun dan kapan pun, tanpa mempedulikan pekerjaan." Cibir Radit.
"Radit? Sejak kapan lo di situ?" tanya Gemy heran.
"Halah gak usah pura-pura gak tau lo," kesal Radit.
"Udah kalian ini, kita udah tua. Mau pada punya cucu juga masih aja saling ledek," kesal Anisa pada akhirnya, membuat Hana dan Rania tertawa.
"Heh... Yang mau punya cucu tuh Hana tuh," sargah Radit, membuat Hana memutar bola mata malas.
"Anak pertama gue cowok, dia masih santai." Kata Gemy.
"Lo kan anak pertamanya cewek Dit," lanjutnya lagi.
"Ya, tapi gue mau dia belajar dulu yang bener. Gak usah mikirin cinta-cintaan lah," dengus Radit.
"Sudah bikin pusing aja, kalo kalian mau lanjut berantem sana di tempat olahraga." Kesal Feli.
Walau kesal tapi Feli senang bisa berkumpul dengan sahabat-sahabatnya, Elena pun tampak senang bisa bertemu dengan Kaili dan Lian. Sedangkan Shela bermain dengan Alana.
"Tiga hari lagi," sahut Indra, karena memang rencananya mereka di sini selama lima hari.
"Gue agak lama disini," kata Gemy, dan Yudis pun mengangguk.
"Gimana kalo kita besok jalan-jalan, ya beli oleh-oleh gitu." Usul Yudis.
"Boleh tuh, tapi Elena gak sekolah?" tanya Hana.
"Sekolah, tapi pukul dua belas dia sudah pulang." Ujar Feli.
Mereka pun beroh secara bersamaan, dan mereka semua memutuskan untuk beristirahat.
***
Tepat pukul sembilan malam, Devara dan Akira sudah sampai di rumah Feli.
"Rame banget di dalam," gumam Sierra.
"Mereka kalau kumpul selalu rame," kekeh Devara.
Dan tak lama mobil Darel pun masuk, mereka masuk bersama kedalam rumah. Membuat Akira merasa canggung, karena kedatangan satu keluarga yang lain.
"Nah anak muda udah pada datang," seru Radit.
"Uncle Gemy, kapan datang?" tanya Darel.
"Tadi sore," balas Gemy.
"Uncle kenalin ini Akira, teman aku." Kata Darel memperkenalkan Akira.
__ADS_1
Akira hanya menunduk.
"Salam kenal uncle, auntie." Ujar Akira.
"Salam kenal juga Akira," sahut Anisa, sebab Gemy hanya memasang wajah datarnya.
Anisa menyenggol perut Gemy.
"Jangan bikin anak orang takut yah!" bisik Anisa.
"Aku ke kamar dulu uncle," pamit Darel dan kepada yang lainnya, Darel segera menarik Akira.
Devara dan Sierra pun ikut berpamitan ke kamar mereka masing-masing, seharian di luar membuatnya lengket.
"Rel jangan gini lah, aku malu." Bisik Akira, dia melirik Devara dan Sierra yang berada tepat di belakang mereka.
"Selamat malam dan selamat istirahat," ucap Darel, tanpa mempedulikan ucapan Akira barusan. Darel pun mencium kening Akira.
"Ayok masuk," titah Darel, Akira pun menurut dan masuk kamar.
Setelah pintu tertutup dia bersandar pada pintu, dan terduduk di lantai.
"Kenapa kamu memperlakukan aku sangat manis Rel? Jika hati mu masih dilema antara aku atau Sierra, bolehkan aku egois ingin kamu memilih ku?" gumam Akira mendesah lelah.
Akira menghela napas pelan, dia pun kembali keluar kamar menuju dapur. Sebelum sampai dapur. Akira tak sengaja mendengar obrolan para orang tua.
"Kamu yakin sama pilihan Darel?" tanya Gemy pada Feli.
"Entahlah dari awal aku bilang sama Darel, kalau aku gak restuin mereka." Balas Feli dia pun melirik Yudis.
"Lalu? Kenapa dia ada disini? Gak baik loh! Anak gadis ada di rumah tanpa sebuah ikatan Feli, lo juga Dis. Kenapa gak larang Akira buat tinggal di sini?" cerca Gemy.
"Aku sudah janji sama mendiang orang taunya Akira, buat nerima dia disini. Sampai dia lulus kuliah dan nemuin laki-laki yang bisa jagain dia dengan baik," jelas Yudis.
"Balikin aja sama kerabatnya, masa dia gak punya kerabat sih!"
Akira yang mendengar itu pun merasa sakit, secara tak langsung dia di usir dari rumah ini. Dan dia bisa mendengar lagi suara Radit.
"Dan harus lo tahu Feli, kita udah janji buat jodohin Darel dan Sierra." Ujar Radit dengan dingin, membuat Feli mendelik tak suka. Dia ingat bahkan sangat ingat, tapi siapa yang tahu hati orang. Feli pun Dilema akan semuanya dia melirik Yudis, yang menggenggam tangannya.
"Dan Akira orang ketiga, yang menghancurkan hubungan anak ku dan Darel," tutur Radit.
"Radit," pekik Feli tak suka jika Akira di tuduh seperti itu.
"Kenapa? Kenapa lo belain dia? Dia bukan siapa-siapa lo," kesal Radit.
"Sudah lebih baik kita istirahat dulu, besok kita bisa bicarakan dengan anak-anak." Anisa menengahi ketegangan antara Feli dan Radit.
Mereka pun membubarkan diri, dan masuk ke kamar masing-masing. Beruntung kamar di kediaman Feli memiliki beberapa kamar.
Mendengar penuturan Radit, hati Akira sakit. Dia di tuduh menyebabkan hancurnya sebuah hubungan dan merusak kebahagiaan orang lain, dia tak di terima di keluarga besar Feli.
Niat Akira pergi ke dapur pun urung dia lakukan, Akira masuk kembali ke dalam kamar. Dan langsung membereskan semua barang-barangnya.
"Bukan aku yang minta tinggal disini, aku sudah menolak. Bukan aku," isak Akira bahkan sakit di perutnya pun dia abaikan.
Akira berniat akan pergi dari rumah Darel, saat semua orang sudah tidur. Dia akan meminta penjaga rumah menjemputnya.
tbc...
Semoga suka 💞
maaf typo
__ADS_1