Still Love You

Still Love You
Part.93


__ADS_3

Keesokan harinya Sierra memilih bersantai di halaman belakang rumahnya, dan menikmati bunga mawar yang mulai bermekaran. Dering ponsel mengalihkan perhatian Sierra, dia melirik dan tersenyum senang. Yang di tunggu akhirnya menghubungi dirinya.


"Sie," sapa Darel.


"Kamu kemana aja sih Rel?


"Maaf semala aku mabuk perjalanan, maklum lah baru pertama kali perjalanan jauh." Kekeh Darel.


"Sekarang gimana keadaan kamu?" tanya Sierra.


"Sudah mendingan, mommy bikinin aku makanan hangat. Kebetulan disini musim dingin, kamu kalo ke sini pasti suka." Cerita Darel.


"Aku juga mau, tapi bentar lagi kan aku harus tes buat ke Universitas." Ungkap Sierra.


"Memang kamu mau masuk ke Universitas mana?"


"Erlangga."


Darel pun mengangguk, dia menatap Sierra semalam Feli bilang Darel harus kuliah di Korea. Biarkan Yudis yang pulang pergi ke Indonesia, atau menjalankan perusahaannya dari Korea.


"Sie kayanya, aku gak akan pulang cepat." Kata Darel.


"Kok gitu?"


"Mommy meminta ku buat kuliah disini Sie, dan juga daddy bakal jalanin perusahaan dari Korea." Ungkap Darel dengan jujur, membuat Sierra sedih.


"Aku gak bisa tanpa kamu Rel, aku takut." Lirih Sierra.


"Kamu pasti bisa Sie, jangan takut."

__ADS_1


Darel dan Sierra pun mengobrol sebentar, sebelum Darel harus mengasuh Alana. Sepuluh menit kemudian Darel pun berpamitan, membuat Sierra sedih.


***


Siang harinya, Sarah sudah membuat keributan di rumah Yudis. Beruntung Doni dan penjaga lainnya dengan sigap menahan Sarah, di rumah Yudis ada Reno yang sedang menjaga rumah sang bos selama dia pergi. Atas persetujuan mommy Melati dan daddy Mike.


Mommy Melati yang mendengar keributan di depan pun, langsung menuju depan dengan menatap tajam dan benci pada Sarah. Pasalnya karena dia Elena dan Alan jauh darinya.


"Mau apa lagi kamu ke sini Sarah?" tanya mommy Melati dengan dingin.


"Tante saya mohon, kasih tau saya dimana Yudis?" tanya Sarah.


"Mau apa lagi hah? Dia tidak disini!" kesal mommy Melati.


"Tante anak saya nyariin Yudis, aku mohon tan!"


"Tante saya mohon," rengek Sarah dengan tidak tau malunya.


"Pergi dari sini Sarah, sebelum saya bersikap kasar pada mu. Kemarin-kemarin saya mencarikan laki-laki yang pantas untuk mu dan anak-anak mu, tapi kamu dan ibu mu dengan sombongnya menolak." Sindir mommy Melati.


"Tapi tante, aku gak mau. Aku maunya Yudis," teriak Sarah.


"Doni, Dino. Usir wanita ini. Jika masih memaksa masuk kalian yang akan saya pecat," perintah mommy Melati.


"Baik nyonya," jawab mereka serempak.


Sebelum masuk mommy Melati, berbalik dan menatap Sarah dengan tajam.


"Saya tahu kamu mendoktrin anak mu, supaya dekat dengan anak saya Yudis. Jadi jangan pernah racunin pikiran anak mu, dengan omong kosong mu itu Sarah." Tekan mommy Melati.

__ADS_1


Mommy Melati kemudian menutup pintu dengan keras, dia sudah tahu jika Selin anak Sarah di racuni pikirannya dengan perkataan, bahwa Yudis adalah ayah barunya. Membuat mommy Melati kesal, dan dia pun tak memperdulikan teriakan Sarah di luar.


"Gimana mom?" tanya daddy Mike.


"Udah mommy usir, mommy kesal sama dia. Gara-gara dia Alana dan Elena jadi jauh dari mommy," lirih mommy Melati, dulu dia sangat ingin memiliki anak perempuan tapi apa mau di kata. Takdirnya hanya memiliki satu anak laki-laki, karena setelah itu mommy Melati sulit hamil.


Apalagi sekarang Alana sudah di beri makan, membuatnya sedih tak bisa melihat perkembangan cucu-cucunya.


"Mommy yang sabar, ini hanya sementara. Jika Sarah menemukan jodoh yang tepat, maka mereka bakal kembali lagi." Tutur daddy Mike, mommy Melati hanya mengangguk saja.


"Reno tolong jaga rumah anak saya dengan baik," ucap daddy Mike.


"Baik tuan," balas Reno.


Reno juga iba pada Sarah, dia ingin membantu tapi apakah Sarah mau menerima bantuan dari dirinya? Sejujurnya Reno menyukai Sarah, saat dia datang ke kantor Yudis pada saat itu.


Reno pun membungkuk pada daddy Mike dan mommy Melati, yang akan pulang dan tinggallah dia disini di rumah Yudis dengan pekerja lainnya.


"Anggap saja bos Yudis, lagi liburan huff.."


Reno pun melangkah menuju dapur, dimana pekerja sedang berkumpul untuk bersiap makan siang.


****


Semoga suka 💞


Maaf typo


Mau kasih jodoh dulu buat Reno, Sierra dan Darel. Dan happy ending buat Liana dan Justine, so jangan bosan-bosan yah! Sama cerita yang membosankan ini 🌚

__ADS_1


__ADS_2