Still Love You

Still Love You
BAB 22


__ADS_3

Han Jiaye memarkirkan sepedanya di depan restoran yang dikelola pemerintah, dia ingin mengajak Zhao Wei untuk makan. Mereka pergi tanpa sarapan sebelumnya jadi Han Jiaye mengajak Zhao Wei untuk sarapan dulu.


"Ayo, Weiwei." Han Jiaye mempersilahkan Zhao Wei untuk pergi dulu.


Mereka masuk ke restoran duduk di dekat jendela.


Pelayan yang bekerja menghampiri mereka untuk menulis makanan yang akan mereka pesan.


"Weiwei kamu mau makan apa?" Han Jiaye bertanya kepada Zhao Wei.


Zhao Wei tidak bisa berbicara karena dia tidak tau harus memesan apa. Zhao Wei membawa uang sedikit dia khawatir tidak bisa membayar makanan yang dia makan.


Pelayan yang melayani mereka sedikit meremehkan Zhao Wei meskipun pakaian yang dia kenakan bagus dan memiliki wajah yang cantik tapi dari perilakunya yang gugup dia tau bahwa dia hanya anak desa yang berkunjung ke kota. Dan lagi dia bersama seorang pria, pelayan itu menganggap Zhao Wei rubah yang tidak tau malu yang merayu pria manapun dengan wajahnya.


Zhao Wei malu karena dia sudah lama tidak berduaan bersama hn jiaye apalagi sikapnya berbeda tidak seperti kehidupan sebelumnya. Dia merasa Han Jiaye menjadi lebih lembut kepadanya.


"Pesan saja yang kamu mau. Aku yang akan membayarnya. Kamu jangan malu-malu aku kan tunanganmu."


Han Jiaye bisa merasakan tatapan meremehkan dari pelayan. Dia tidak menyukai sikap meremehkan orang seperti itu.


Pelayan perempuan yang melayani membulatkan matanya kaget dengan pengakuan han jaiye tentang hubungan dengan Zhao Wei. Dia mulai merubah sikapnya dalam melayani Zhao Wei.


"Nona, anda ingin pesan apa?"


Zhao Wei menyerhakan keputusan kepada han jaiye "Aku pesankan saja yang sama denganmu."


Han Jiaye terdiam sejenak sebelum memesan: "Baik, kami pesan babi suwir, daging kecap, nasi..."


Han Jiaye memesan banyak makanan daging.


Pelayan perempuan yang mencatat iri dengan Zhao Wei yang memiliki tunangan yang baik.

__ADS_1


Zhao Wei yang mendengar pesanan Han Jiaye terkejut : "Kenapa pesan banyak sekali?"


"Kamu harus makan daging yang banyak. Kamu terlalu kurus." Ucap Han Jiaye serius.


Sebenarnya Zhao Wei tidak kurus tapi karena pada masa ini menganggap perempuan yang sedikit gemuk lebih enak dilihat daripada yang kurus jadi Zhao Wei di anggap kurus.


Setelah mencatat pesanan pelayan perempuan itu pergi ke dapur untuk menyiapkan makanan yang di pesan.


Kemudian makanan yang mereka pesan memenuhi meja.


"Makan yang banyak Weiwei." Han Jiaye menyerahkan daging ke piring Zhao Wei karena dia melihat daging yang ada di piring Zhao Wei sedikit.


"Sudah, nanti aku tidak bisa memakannya." Zhao Wei menghentikan Han Jiaye yang memberi daging pada piringnya. Dia merasa dia kan kekenyang sampai kembung jika makan terlalu banyak.


Han Jiaye pun menghentikan tindakannya melihat Zhao Wei yang tidak nyaman dan mulai makan dengan pelan. Biasanya dia makan cepat karena biasanya di tentara diharuskan makan dengan cepat.


Dari prajurit bawahannya yang telah menikah dia diberitahu bahwa istri mereka tidak menyukai cara makan cepat karena itu terlihat jorok, berisik dan tidak sopan. Karena itu Han Jiaye ingin merubah sikapnya menjadi lebih baik.


Han Jiaye telah menganggap Zhao Wei sebagai orangnya walaupun Zhao Wei sebelumnya terlihat tidak menyukainya. Perubahan sikapnya dia berharap Zhao Wei akan lebih menyukainya. Sepertinya usahanya berhasil karena Zhao Wei tidak memberikan tatapan tidak suka kepada dirinya.


Dalam kehidupan seblumnya Han Jiaye juga berpikir begitu tapi karena Zhao Wei yang tidak menyukai Han Jiaye dan menyukai Shen Yan dia tidak mempedulikan usaha Han Jiaye yang ingin mempertahankan pertunangan malah bertambah tidak menyukai Han Jiaye. Ketika keluarga han tau bahwa tunangan Han Jiaye memiliki hubungan Kulit-ke-kulit dengan seorang pemuda pelajar pria. Mereka pergi untuk memutuskan pertungan. Kala itu Han Jiaye masih di tentara tidak tau tentang insiden ini. Tapi ketika dia kembali pulang tunanganya di gantikan dengan Zhao Hui yang seharusnya calon iparnya. Tunangan sebelumnya telah menikah.


Han Jiaye tidak bisa berbuat apa-apa.


Han jaiye awalnya menolak menikahi Zhao Hui karena menurutnya itu tidak pantas. Tapi bujukan orangtuanya dan setelah mengenal Zhao Hui setelah beberapa kali bertemu dia mulai menyukainya dan setuju menikah.


Setelah menikah dia membawa Zhao Hui untuk tinggal di rumah yang di sediakan untuk dirinya oleh tentara. Dia juga jarang berinteraksi dengan keluarga istrinya karena dia tidak ingin ada rumor aneh yang berkaitan dengan tunangan sebelumnya hanya pada tahun baru saja dia akan pergi berkunjung itupun harus bersama istrinya.


Setelah makan mereka pergi ke bioskop untuk menonton film. Dia telah memiliki tiket film yang akan di tonton yang dia beli dari prajurit bawahannya. Film yang akan mereka tonton film romansa Han Jiaye tidak terlalu menyukai film romansa tapi karena kebanyakan gadis menyukai film seperti ini dia mengira Zhao Wei juga akan menyukai hal ini.


"Kamu tunggu disini aku beli popcorn dan minum dulu." Han Jiaye berucap pada Zhao Wei untuk menunggu di pintu masuk teater dia kan pergi ke penjual popcorn dan minum untuk mereka makan di dalam.

__ADS_1


"Baik." Zhao Wei mengiyakan.


Setelah mendengar persetujuan Zhao Wei Han Jiaye pergi berlari ke penjual.


Zhao Wei yang di tinggal lega karena dia masih gugup. Dia tidak terbiasa menerima perlakuan Han Jiaye. Sikap kehidupan sebelumnya kepada Han Jiaye benar-benar jelek dia bahkan tidak ingin mengingatnya lagi. Dia sungguh menyia-nyiakan tunangan yang baik dan malah memilih orang yang jelas-jelas tidak menyukai dirinya.


"Apa kamu menunggu lama?"


Suara tanya menghentikan lamunan Zhao Wei.


Han Jiaye tanganya penuh dengan belanjaan menatap Zhao Wei yang linglung. Dia bertanya khawatir Zhao Wei menunggu lama dan merasa bosan karena tadi dia mengantri dulu untuk membelinya.


"Tidak." Zhao Wei menggelengkan kepalanya.


Han Jiaye menghela nafas lega.


"Ayo masuk. Filmnya akan di mulai."


Han Jiaye mengajak Zhao Wei pergi ke dalam ruang teater.


"Aku bawakan satu." Zhao Wei menghentikan Han Jiaye dan meminta salah satu barang yang dipegang Han Jiaye. Dia ingin membantu membawa salah satunya gar Han Jiaye tidak kerepotan.


"Kamu bawa saja ini." Han Jiaye menyerahkan tiket bioskop ke Zhao Wei.


Zhao Wei menatap Han Jiaye cemberut. "Aku bawakan kamu popcorn."


"Tidak. Aku saja. Ayo cepat masuk." Han Jiaye mendesak Zhao Wei masuk tidak ingin Zhao Wei membantu dirinya mebawa makanan dan minuman karena dia masih bis membawanya. Jadi dia hanya menyerahkan tiket bioskop pada Zhao Wei untuk diserahkan kepada Zhao Wei untuk diserahkan kepada staff.


Mereka masuk ke dalam ruang teater, area duduk mereka paling atas dan paling pojok. Film akan dimainkan dalam 5 menit kemudian, pengunjung yang laintelah memenuhi tempat duduk mereka.


"Aku lupa bilang film yang kita tonton film romansa. Kata orang-orang perempuan menyukai film romansa. Kamu juga suka film romansa kan?" bisik Han Jiaye setelah duduk.

__ADS_1


"AH iya." Zhao Wei tersentak saat merasakan tangan besar yang menggenggam tanganya. Dia melihat Han Jiaye yang memegang tanganya.


"Jika kamu tidak suka kamu bilang saja mau film apa yang ingi kamu tonton nanti kita tonton film itu." Han Jiaye mengalihkan mukanya menghindari tatapan Zhao Wei. Dia merasa gugup ketika menggenggam tangan Zhao Wei takut Zhao Wei menepis tanganya. Untungnya Zhao Wei tidak menepisnya malah menggenggam balik. 


__ADS_2