Still Love You

Still Love You
BAB 15


__ADS_3

Tak terasa panen kapas telah usai masa sibuk mulai mereda. Warga desa mulai melakukan pekerjaan pertanian kembali. Pemuda berpendidikan yang melihat kesempatan untuk membeli kepeluan yang dibutuhkan yang tidak ada di desa ingin meminta izin untuk pergi ke kota untuk hal itu.


Li Feng dan Ruan Miao sebagai ketua pemuda berpendidikan mewakili untuk memimta izin ke kota kepada kapten zhao hari ini. Selepas bekerja di sawah mereka pergi menuju rumah kapten untuk melihat apakah kapten ada dirumah atau tidak untuk meminta surat pengantar untuk ke kota.


"Li Feng, apa menurutmu kapten ada dirumah?"


Li Feng membenarkan kacamatanya. "tidak tau."


Ruan Miao menghela nafas. "Dari pemuda Pendidikan laki-laki siapa yang akan ikut?"


"Shen Yan, Xu Mo."


"Yang lain?"


"Tidak hanya mereka."


"Oh begitu."


"Li Feng menurutmu apa kita bisa kembali ke kota?"


Li Feng melirik Ruan Miao sekilas dan berkata : "Bisa. Jika kita memiliki nasib."


"Nasib ya? Sudah lima tahun kita di desa tapi tidak ada berita. Anak kedua dari bibi Mu menyukaiku dan melamarku. Aku telah menerimannya mungkin tahun ini kami akan menikah. Menurutmu apa keputusanku tepat?"


"Entalah. Terserah. Itu hidupmu." Ucap Li Feng.


"Bagaimana denganmu?"


"Aku akan kembali ke kota."


"Bagaimana jika tidak ada harapan untuk ke kota?"


"Jika tidak ada. Maka aku harus membuat harapan itu ada."


"kamu percaya diri sekali."


"Iya. Karena sekarang aku memiliki rekan yang dipercaya."


Ruan Miao menatap Li Feng dengan bingung. Apa yang dimaksud dengan perkataan yang barusan Li Feng bilang.


"Ruan Miao, sebagai kenalan kamu aku harap kamu tidak menyesali keputusanmu. Jika kamu menyesalinya aku harap kamu tidak melukai yang lain." Li Feng berkata kepada Ruan Miao.


Sebagai rekan satu angkatan Li Feng tidak ingin Ruan Miao membuat keputusan yang cerobah yang akan disesalinya suatu saat nanti. Li Feng masih berharap ke kota dan lagi sekarang dia bertemu dengan rekan yang bisa diandalkan.

__ADS_1


Sebelumnya ketika awal tahun dia sebagai pemuda berpendidikan Li Feng pernah memngusulkan beberapa proposal mengenai pembuatan pabrik tahu. Tapi tidak disetujui oleh kapten karena proposl yang dia buat banyak yang salah dan lagi kapten tidak percaya dengannya untuk menjalankan yang dia ajukan. Jadi dia menyerah akan hal itu.


"Tentu aku tidak akan menyesal. Aku juga menyukai Kak Sun."


"Baguslah. Aku menunggu permen pernikahan kamu. Semoga kamu bahagia."


"Kau juga. Semoga yang kau rencanakan berjalan lancar."


Mereka diam setelah itu, masing-masing memiliki pemikiran tentang apa yang akan mereka lakukan ke depannya.


"Pelajar Ruan, kamu mau kemana?" tanya bibi Mu dari arah berlawanan dengan Ruan Miao danLi Feng yang berjalan.


"Bibi Mu." Sapa Ruan Miao dengan ramah. Li Feng juga menyapa bibi Mu.


Tak menyangka dia akan melihat orang yang akan menjadi mertuanya.


"Kami ingin menemui kapten meminta suarat pengantar ke kota. Bibi Mu abis dari mana?"


Zhao Mu ibu dari Zhao Sun manatap Li Feng dengan menyelidik sebelum menjawab Ruan Miao. Dia tau bahwa pemuda pelajar perempuan didepannya orang yang disukai anaknya. Awalnya dia tidak menyukai akan hal itu menentang anaknya untuk menikah. Bahkan dia sampai mengancam jika Zhao Sun tidak mendengarkan apa yang dia katakan dia tidak akan menganggap Zhao Sun sebagai anak. Mereka sampai berdebat dengan keras. Samapi anaknya menyetujui apa yang dibilangnya setelah ancaman tersebut tapi sikap anaknya malah berubah kepadanya berbicara sedikit dengannya.


Pikirnya jika anaknya menikah dengan pemuda pelajar anaknya pasti lebih memilih istrinya dan melupakan ibu. Mereka belum menikah saja Zhao Sun telah membela Ruan Miao apalagi jika mereka menikah. Dia tidak ingin itu terjadi.


Dia juga mengawasi Ruan Miao selam dia mengawasinya melihat orang seperti apa yang membuat anaknya jatuh cinta. Aoakah sikapnya seperti rubah betina yang menggoda laki-laki. Taoi selama mengawasi ini, sikap Ruan Miao lebih baik dari yang dia bayangkan. Awalnya dia curiga Ruan Miao memiliki hubungan dengan pemuda Pendidikan yang lain, yaitu Li Feng yang berada di depannya sekarang. Tapi sepertinya mereka hanya memiliki sikap yang biasa saja.


Karena itu dia sedikit menyukai Ruan Miao, dengan begitu Zhao Mu mengizinkan anaknya untuk menikah dengan pemuda pelajar tersebut. Walau begitu Zhao Mu tetap waspada, dia tidak ingin anaknya ditipu oleh wanita.


"Wah? Apa kaptennya ada dirumah?" Ruan Miao bertanya.


"Ada."


"Li Feng, kapten ada di rumah." Ruan Miao memandang Li Feng tidak nyaman. Dia ingin Li Feng untuk pergi lebih dahulu karena dia tidak bisa meninggalkan calon mertuanya.


"Kalau begitu aku pergi dulu. Nanti kamu nyusul aja. Bibi saya pamit duluan." Li Feng mengajukan diri untuk pergi ke rumah kapten terlebih dahulu meninggalkan Ruan Miao karena sedari tadi bibi Mu sering memandang dirinya dengan tajam dan lagi sepertinya ada yang ingin dibicarakan oleh mereka.


Akhirnya hanya Ruan Miao dan bibi Mu yang tinggal.


"Miao kamu jangan jalan berdua dengan laki-laki, kamu akan segera menikah. Bibi hanya tidak indin ada rumor buruk." Zhao Mu menasihati Ruan Miao dengan pelan.


"Akan saya ingat,bibi." Ruan Miao menganggukkan kepala mengiyakan.


Bibi Mu menggenggam tangan Ruan Miao dan berkata :"Nanti kamu ke rumah bibi akan buatkan masakan kamu."


"Iya bibi."

__ADS_1


"Ya sudah kamu cepat susul pelajar Li. Katanya kamu ada keperluan."


"Baik bibi terima kasih. Saya pergi dulu." Ruan Miao berpamitan kepada zhao Mu, menyusul Li Feng yang telah pergi dahulu.


Akhirnya dia sampai rumah kapten melihat Li Feng yang sedang duduk bersama kapten Zhao.


"Sore Kapten Zhao." Sapa Ruan Miao


"Pelajar ruan, sore. Ada apa?"


"Begini kapten aku ingin meminta surat pengantar ke kota."


"Oh kamu juga?"


"Iya, kapten. Pemuda pelajar perempuan juga ingin ke kota untuk membeli keperluan."


"Aku bisa memberi izin tapi tidak semua pemuda pejalar ikut. Harus ada yang tinggal."


Li Feng menganggukkan kepala. "Baik, kapten."


"Siapa yang akan ke kota?"


"Untuk pelajar laki-laki saya, Pelajar Shen, dan pelajar Xu."


"Yang perempuannya?" zhao Zhong bertanya pada Ruan Miao yang berdiri.


"AH, Yang perempuannya, Saya, pelajar Jiang, pelajar Bai."


"Kapan kalian ingin pergi? Dengan apa kamu pergi?"


"Lusa, paman He akan mengantar kami dengan gerobaknya."


"Begitu. Jadi Kalian pergi bersama. Tunggu aku ambil dulu."


"Iya kapten/baik kapten" ucap Li Feng dan Ruan Miao berbarengan.


Zhao Zhong pergi kedalam rumah mengambil surat yang diinginkan mereka. Lagipula pertanian tidak dalam masa sibuk jadi dia mengizinkan pemuda pelajar untuk pergi ke kota.


"Syukurlah kapten mengizinkan." Ruan Miao mengelus dadanya lega. Dia mengira kapten tidak akan mengizinkan mereka.


Beberapa menit kemudian Zhao Zhong datang dengan surat dia menyerahkan kepada mereka. "Ini. Jika kamu sudah beli yang diperlukan di kota sebaiknya langsung kembali ke desa."


Li Feng dan Ruan Miao mengambil barang yang disodorkan. "Baik Kapten terimakasih."

__ADS_1


Setelah berterima kasih mereka berpamitan pergi kembali ke asrama.


"Kami pergi dulu."


__ADS_2