Still Love You

Still Love You
BAB 23


__ADS_3

Di rumah Zhao setelah Zhao Wei pergi


Memasak tidak dilanjutkan karena orang yang ingin di jamu pergi bersama Zhao Wei ke kota untuk pergi kencan bersama tunangannya. Kata bibi keduanya memasak untuk Han Jiaye akan di buat pada siang hari. Agar Han Jiaye yang pulang dari kota setelah berkencan dengan Zhao Wei bisa makan dulu di rumah.


Karena itu dia meminta izin pergi ke rumah kakak Rui untuk main, dia kan pulang ketika waktu memasak. Neneknya mengizinkan dirinya jadi dia untuk main. Tidak perlu pergi ke ladang membantu.


Zhao Zhi sampai depan rumah kakak Rui, dia tidak perlu memanggil kakak Rui karena kakak Rui duduk di halaman depan rumahnya.


"Kakak Rui"


Zhao Zhi menyapa dengan ceria.


Zhao Rui yang di panggil juga menyapa Zhao Zhi.


"Ada apa, A Zhi?"


"Aku ingin main bersama kakak Rui. Kakak tidak sibuk kan?" tanya Zhao Zhi


"Tidak, sini duduk." Zhao Rui menyuruh Zhao Zhi untuk di sebelahnya.


Zhao Zhi duduk di samping Zhao Rui dengan senang hati.


"kakak Rui sedang apa?"


"Menyulam."


Zhao Zhi menganggukan kepalanya.


Ibu Zhao Rui pernah bekerja sebagai pelayan di rumah bangsawan sebelumnya dia belajar menyulam kala itu. Setelah reformasi ibu Zhao Rui kembali ke rumah karena bangsawan yang dia layani di geledah jadi para pekerja di berhentikan.


Ibu Zhao Rui mewariskan keterampilannya kepada anaknya. Mereka juga membuka jasa jahit baju.


"Kakak Rui menyulam motif apa?"


"Phoenix"


"AH, kakak Rui apa ini untuk baju pernikahanmu?"bisik Zhao Zhi di telinga Zhao Rui.


Biasanya sulam phoenix untuk acara pernikahan jadi dia mengira sulman yang Zhao Rui buat untu baju pernikahannya.


Zhao Rui yang mendengar bisikan Zhao Zhi mematung dan tersipu malu "Itu bukan yang seperti kamu pikirkan."


Zhao Zhi melihat Zhao Rui yang menyangkal tapi dia tau bahwa yang dia duga itu benar.


Dia hanya memasang wajah lurus. "Kakak Rui berbohong."


Zhao Rui tertawa canggung "Ti-dak."


"Jadi kapan kakak akan menikah?" Zhao Zhi tersenyum lebar dengan mata berbinar. Sebelumnya Zhao Zhi datang ke rumah Zhao Rui jadi dia pikir pola sulaman yang Zhao Rui sulam untuk gaun pernikahan Zhao Rui.


Zhao Rui melihat mata berbinar Zhao Zhi membuatnya tidak bisa berkata bohong jadi dia tidak berani menatap mata itu. "Apa yang kamu katakan?"


Zhao Zhi kecewa Zhao Rui yang tidak mau memberitahunya.


Dia cemberut.


Zhao Rui tidak nyaman dengan itu akhirnya dia memberitahu Zhao Zhi : "Baik, aku akan beritahu kamu."

__ADS_1


"Benarkah?"


Zhao Rui menganggukan kepalanya. Dia tidak bisa menang dengan mata jernih Zhao Zhi.


Mata Zhao Zhi bisa dibilang mata yang indah. Matanya bulat, jernih dan berair jadi tak heran Zhao Rui tidak bisa melawan.


Zhao Rui memegang kepala Zhao Zhi mendekatkan mulutnya kearah telingan Zhao Zhi.


"Ini masih rencana. Jadi kamu jangan bilang siapa-siapa ok? Aku hanya bilang satu kali. Jadi kamu harus dengarkan baik-baik." Zhao Rui menatap Zhao Zhi tajam.


Zhao Zhi menganggukan kepala setuju.


Dia gugup karena Zhao Zhi akan mendengar tanggal pernikahan kakak Rui.


Setelah mendapat persetujuan Zhao Zhi, Zhao Rui mengambil nafas sejenak dan berbicara : "3 minggu dari sekarang."


"Apa?!" Zhao Zhi tidak bisa mendengarnya karena suara Zhao Rui terlalu pelan meskipun dia telah mendekatkan telinganya.


Zhao Rui membekap mulut Zhao Rui karena berucap dengan keras. Dia melihat sekeliling khawatir ada orang yang mendengar. Untungnya sekitar rumahnya sepi.


Zhao Zhi memukul tangan Zhao Rui yang membekapnya. Dia tidak bisa bernafas berharap tangan Zhao Rui melepaskan mulutnya.


"Maaf" Zhao Rui melepaskan tangannya dan meminta maaf.


Zhao Zhi tidak mendengarkan ucapan maaf Zhao Rui dia menghirup udara sebanyak-banyaknya untuk mengisi paru-parunya. Jika Zhao Rui tidak melepaskan tangannya mungkin Zhao Zhi akan lebih lemas daripada ini karena bekapan Zhao Rui cukup kecang sampai area yang di bekap merah.


"Apa kakak ingin membunuhku? Aku hamper mati lemas tadi." Zhao Zhi mengeluh.


"Maaf maaf. Kamu tiba-tiba berteriak. Kakak terkejut, refleks menutup mulut kamu."


"Tadi kakak berbicara terlalu pelan aku tidak dengar."


Zhao Rui melanjutkan menyulamnya.


Zhao Zhi yang menunggu Zhao Rui mengulang perkataannya kembali tapi Zhao Rui malah mencuekinnya dan focus menyulam.


"Kakak Rui, ayo bilang lagi"


"Aku kan bilang tadi. Aku hanya bisa memberitahu satu kali saja."


"Tapi kakak bilangnya kecil banget sampai tidak terdengar."


"Salah sendiri ga dengerin dengan baik."


Zhao Zhi cemberut kembali.


Zhao Rui memandang Zhao Zhi yang cemberut. Wajahnya lucu sekali dia ingin menggodanya.


"Baik, baik. Aku ulangi. Kamu harus dengerin ya."


Zhao Zhi menanggapi dengan lesu. Karean takut Zhao Rui meenjahilinya lagi.


"Rencananya kakak akan menikah 3 minggu lagi."


Sekarang suara yang Zhao Rui ucapakan bisa di dengar dengan Zhao Zhi tidak seperti tadi dia hanya bisa merasakan humbusan nafas saja.


"Sebentar lagi ya. Aku tunggu permen pernikahan kakak."

__ADS_1


"Kamu hanya ingat permen saja."


"Aku harap pernikahan kakak lancar dan Bahagia."


Zhao Zhi menghabiskan waktu bersama Zhao Rui dengan mengobrol dan menyulam. Zhao Zhi lumayan memiliki bakat menyulam setelah di ajari Zhao Rui menyulam sbelumnya jadi dia bisa membantu untuk menyulam.


Waktu siang telah datang jadi Zhao Zhi pamit pulang untuk membantu memasak.


Sesampainya di rumah Zhao dia melihat Zhao hui yang duduk dihalama depan rumah.


"Kakak Rui sudah pulang."


"Hmmm...."


"A Zhi, Zhao Wei kemana?" tanya Zhao hui.


Zhao Zhi yang hendak masuk ke dalam menghentikan langkahnya. "Kakak WeiWei pergi kencan."


Zhao hui menghela nafas. "Kamu bisa masuk ke dalam."


Zhao Zhi sepertinya paham kenapa Zhao hui begitu. Karena dia telah memimpikan Zhao hui menikah dengan tunanganya Zhao Wei tapi dia tau mimpi yang dia alami akan terjadi atau tidaknya. Dan lagi dia tidak terlalu ingat mimpi itu hanya beberapa yang saja yang dia ingat.


Ya, tidak masalah itu terjadi atau tidak yang pasti dia akan hidup lebih lama pikir Zhao Zhi.


Zhao Zhi masuk ke dalam rumah dan pergi ke dapur.


Bibinya telah menyiapkan api pada tungku. Dia juga turun untuk membantu para bibinya.


Waktu memasak membutuhkan waktu yang lama karena banyak masakan yang dibuat. Tidak seperti hari-hari sebelumnya.


Han Jiaye dan Zhao Wei telah tiba di rumah.


Zhao Wei mengajak Han Jiaye untuk masuk ke dalam tak sengaja mereka berpapasan dengan Zhao hui yang keluar dari kamar.


Zhao Wei yang melihat Zhao hui dia merapatkan dirinya ke Han Jiaye saakan bilang bahwa Han Jiaye adalah miliknya.


Zhao hui yang melihat mereka tidak mengatakan apa-apa hanya menganggukan kepala menyapa dan pergi ke dapur memberitahu Zhao Wei telah tiba.


Wang guefin dengan tergesa-gesa pergi menemui Han Jiaye untuk di ajak makan malam di rumah.


"Kalian sudah pulang. Bagaimana kencannya?" wang guefin bertanya dengan nada menggoda.


"IBU?!" Zhao Wei protes ibunya yang menggoda mereka.


Han Jiaye hanya tersenyum canggung.


"Ok, ok ibu tidak menggoda kalian lagi."


"Bibi, aku pamit dulu." Han Jiaye hendak berpamitan kepada wang guefin karena telah mengantar Zhao Wei pulang ke rumah.


"Nak jiaye makan malam disini saja ya, bibi sudah siapkan makanannya." Wang guefin menghentikan Han Jiaye yang hendak pergi.


"Tapi-"


"Kakak Ye ayo makan disini saja. Ibu telah memasak makanan untuk kakak. Jangan di sia-siakan" Zhao Wei berkata dengan lembut.


Han Jiaye tidak terbiasa dengan sikap Zhao Wei yang lengket. Setelah mereka menonton film romansa Zhao Wei menjadi lebih aktif kepadanya dari pada sebelumnya. Dia tidak bisa menolaknya jika Zhao Wei bersikap begitu.

__ADS_1


Akhirnya Han Jiaye makan malam bersama keluarga Zhao.


__ADS_2