
Penduduk desa Zhaojia yang telah melakukan pencatatan untuk kapas yang telah dilakukan, pulang ke rumah untuk makan siang dan melanjutkan pekerjaan yang lain.
Zhao Zhi juga pulang ke rumah, bibi Yun telah berada di dapur bersiap memasak sekarang giliran bibi Yun untuk memasak. Anggota keluarga yang lebih tua belum pulang, anak keluarga semuanya sekolah.
Jadi yang ada di rumah sekarang hanya Zhao Wei yang tidur dikamar, bibi Yun dan dirinya.
"A Zhi kamu sudah pulang?"
"Iya, bibi."
"Bantu bibi memasak." Bibi Yun meminta Zhao Zhi untuk membantunya.
Zhao Zhi menurut dengan apa yang disuruh bibi keduanya, dia membantu bibinya memasak sup sayur, memasukan sayuran pada panci yang berisi air mendidih yang telah di cuci. Memasukan bumbu memberi rasa pada masakan mengaduknya, menunggu sayuran layu sebentar dan mencicipinya.
Setelah merasa masakan yang dia masak enak, Zhao Zhi juga memberi bibi Yun untuk merasakannya menanyakan pendapat mengenai masakannya.
"Bibi Yun, coba rasa sup nya sudah pas belum?"
Bibi Yun menyesapnya sedikit dan memberikan komentar : "sudah. Bawa ke tempat makan. Kompornya mau bibi pakai buat masak ikan."
Zhao Zhi memindahkan panci ke tempat biasanya keluarga Zhao makan, kompor akan digunakan untuk memasak ikan. Ikan itu yang ditangkap saudara kembar Zhao Wei kemarin karena Zhao wei masih masa pemulihan mereka mencari ikan untuk menambah nutrisi tubuh kakaknya.
Zhao Wei yang keluar dari kamar melihat Zhao Zhi yang menaruh panci pada meja.
"A Zhi apa itu?"
"Sup sayur."
Zhao Wei mengerutkan alisnya sedikit tidak senang. "Bibi kedua dimana?"
"Bibi Yun sedang memasak ikan di dapur." Jawab Zhao Zhi.
Mendengar kata ikan Zhao Wei senang, tubuhnya belum pulih sepenuhnya. Dia berharap bisa memakan makanan yang bisa memulihkan kondisi tubuhnya.
"Panggil aku jika makan siang dimulai." Ucap Zhao Wei pada Zhao Zhi masuk kembali ke kamarnya.
Zhao Zhi menjawab Zhao Wei dengan gumaman menandakan bahwa dia tau. Zhao Zhi kembali ke dapur membantu bibi kedua.
Para anggota tua dan muda Zhao kembali ke rumah untuk makan siang. Telah tersaji di meja makan untuk dimakan, Zhao Zhi mengaturnya dengan rapi.
Setelah merapikan makanan dia ke kamar Zhao Wei memanggilnya untuk makan siang.
"Kakak Weiwei, bangun. Makan." Teriak Zhao Zhi didepan pintu kamar Zhao Wei.
"Iya." Mendengar jawaban dari dalam Zhao Zhi kembali ke ruang makan.
__ADS_1
Nenek Zhao yang melihat Zhao Zhi bertanya :"kamu sudah panggil Weiwei?"
"Sudah nek."
Setelah berkumpul semua, nenek Zhao langsung membagikan makanan pada setiap piring keluarga.
Zhao Hui yang duduk di sebelah Zhao Zhi tidak berkomentar mengenai pembagian makanan lagi, dia tidak ingin porsinya menjadi lebih sedikit seperti sebelumnya.
Keluarga Zhao makan dengan tenang, menikmati makanan tanpa ada perdebatan lagi.
Setelah makan keluarga Zhao berpencar melakukan kegiatan mereka masing-masing. Zhao Zhi tidak keluar dia akan tidur untuk istirahat Zhao Hui juga akan tidur.
"A Zhi beri aku ruang." Zhao Hui menggeser tubuhnya dengan tidak nyaman. Zhao Zhi menggeser tubuhnya merapat ke arah tembok :"kakak Hui, aku sudah mentok tembok."
Tubuh mereka telah berkembang seiring berjalannya waktu, jadi tempat tidur yang awalnya luas sekarang menyesakan ditempati dua orang tidak ada ruang untuk bergerak.
"Kenapa tempat tidur kita sempet sekali? Kenapa belum diganti?" Keluh Zhao Hui memejamkan matanya dia lelah selepas sekolah. Perjalanan yang jauh serta belajar di sekolah membuatnya ingin beristirahat.
Zhao Zhi tertidur tidak menanggapi keluhan Zhao Hui. Dia juga lelah bekerja tadi ingin istirahat.
***
Asrama pemuda pelajar baru dimulai acara makan siang. Jiang Yi yang giliran memasak bersama senior perempuan pemuda pelajar bernama Ruan Miao mereka biasanya memanggil kakak Ruan.
Pemuda pelajar di desa berada tinggal di asrama ada 13 orang dengan 5 perempuan dan 8 laki-laki. Ada juga beberapa pemuda pelajar yang menikah dengan penduduk setempat. Jadi kebanyakan dari pemuda pelajar yang tinggal disini paling lama 5 tahun.
Jiang Yi makan bersama pemuda pelajar kecuali Shen Yan dan Xu Mo yang masih di dapur asrama pemuda pelajar lain.
Jiang Yi selama ini ingin bertemu dengan protagonis wanita dia dengar Zhao Wei telah membaik dari sakitnya tapi belum keluar rumah jadi dia tidak bisa melihatnya. Penasaran dengan penampilan protagonis wanita yang digambarkan dalam novel dengan melihat dengan apakah ada perbandingan yang signifikan.
Shen Yan membawa piring ke arah kamar mandi melewati pemuda pelajar yang sedang makan. Dia telah makan dengan Xu Mo piring yang tadi digunakan akan dia cuci Xu Mo juga mengikuti dibelakang Shen Yan.
"Shen Yan" panggil Liu Lang, senior pemuda pelajar. Menghentikan langkah kaki Shen Yan dan menatap seniornya yang duduk. Xu Mo yang berjalan di belakang Shen Yan juga ikut berhenti ingin tau kenapa Liu Lang menghentikan Shen Yan. Mereka tidak terlalu akrab dengan pemuda pelajar yang lai selama tiba aneh rasanya dengan panggilan tersebut.
"Iya, senior. Ada apa?"
"Apa kamu akan memancing hari ini?" Tawarnya.
Shen Yan berpikir sejenak : "Iya, kenapa senior?"
"Aku dan pemuda pelajar yang lain ingin ikut memancing bersama." Tanya Liu Lang
Jiang Yi ikut menatap Shen Yan dengan berharap semenjak dia berpindah kemari dia belum merasakan daging. Jika pemuda pelajar memancing dia akan merasakan daging. Memikirkan daging membuat air liurnya bertambah banyak.
Shen Yan sebenarnya tidak ingin menyetujui usulan tersebut tidak yakin mereka memiliki punya alat untuk memancing tapi dia harus bertanya :"jika senior punya alat pancing sendiri tentu saja saya akan bersama senior." Kata Shen Yan dengan tenang.
__ADS_1
Liu Lang menjadi cemberut setelah Shen Yan berbicara tidak ada pemuda pelajar memiliki alat pancing karena mereka tidak bisa memancing serta tidak ada yang mau membeli hal tersebut. Pasti uang yang diperoleh akan untuk kebutuhan yang lain. Karena mereka mengganggap itu pemborosan dan pasti banyak pemuda pelajar yang ingin meminjam alat pancing.
Ketika pemuda pelajar laki-laki tau Shen Yan mempunyai alat pancing mereka ingin meminjamnya atas nama menghormati senior. Tapi dia tidak menyangka Shen Yan tidak mempedulikan mereka dan memberikan garis antara mereka.
Biasanya pemuda pelajar senior akan mendapatkan hormat para junior karena pemuda pelajar lebih tau mengenai desa daripada mereka yang baru datang. Dengan begitu pemuda pelajar junior kadang dimanfaatkan.
"Sepertinya senior tidak punya alat pancing. Saya tidak bisa bersama senior jika begitu. Saya pergi dulu, silakan lanjutkan makannya, senior." Shen Yan langsung pergi tanpa menunggu tanggapan seniornya. Dia tau bahwa senior pemuda pelajar disini karakternya tidak baik, dia tidak ingin terlalu dekat dengan mereka.
Liu Lang yang ditinggal Shen Yan tanpa mempedulikan dia yang belum menjawab. Sebagai yang lebih tua dari yang lain dia beranggapan yang lebih muda harus menghormatinya dan menyanjung dirinya agar mendapat pijakan disini.
Rencananya dia ingin ikut bersama Shen Yan memancing jika mereka ikut memancing tidak memiliki alatnya biasanya sebagai junior pasti akan mengirim ikan kepada seniornya karena tidak nyaman jika mereka tidak memberikan ikan tapi tidak menyangka dia akan ditolak.
"Dasar brengsek. Dia pikir dia siapa? Tidak menghormati seniornya begitu." Liu Lang mengutuk dengan keras sampai suasana makan menjadi tidak nyaman.
Jiang Yi tidak nyaman mendengar kutukan tersebut tidak ingin melanjutkan makan. Merasa tolakan Shen Yan cukup masuk akal pemuda pelajar yang ingin ikut memancing bersama tapi tidak memiliki alat pancing jika begitu pasti ada rencana terselubung.
"Kalian jangan seperti dia. Harus menghormati senior. Jika tau kita punya pancing seharusnya dia meminjamkan pada kita." Ucap Liu Lang kepada pemuda pelajar.
Li Feng yang mengenakan kacamata satu angkatan dengan Liu Lang tidak senang. "Liu Lang diam. Kamu merusak suasana makan." Suara Li Feng cukup keras menghentikan ucapan Liu Lang.
"Tapi Li Feng-"
"Cukup. Jika kamu tidak punya alat pancing kenapa kamu mengajak Shen Yan? Kamu pikir dia tidak tau rencana kamu. Cepat makan jangan membicarakannya lagi."
"Sebagai junior Shen Yan harusnya bisa meminjamkan alat pancing—" Liu Lang tidak terima diceramahi Li Feng
"Tutup mulutmu, apa kamu tidak melihat orang menatapmu tidak nyaman?" Sela Li Feng.
Liu Lang tidak jadi berbicara menatap anggota pemuda pelajar lain yang menatapnya seakan dia adalah orang tidak masuk akal.
"Apa kau liat-liat? Apa kalian juga akan seperti Shen Yan tidak menghormati yang lebih tua?" Liu Lang marah merasa tidak dihormati..
"Liu Lang, cepat duduk. Jika kamu begitu terus tentu mereka tidak akan menghormatimu. Jadi cepat duduk dan makan." Li Feng kesal dengan kelakuan Liu Lang, dia hanya ingin makan dengan tenang kenapa dia malah berdebat.
Liu Lang kembali duduk dan melanjutkan makan dengan enggan apa yang dikatakan Li Feng benar dia akan menyelesaikan akun Shen Yan nanti.
"Kalian juga lanjut makan." Li Feng menyuruh mereka untuk melanjutkan makan. Pemuda pelajar yang lain mengikuti apa yang disuruh Li Feng.
Xu Mo yang mendengar perdebatan mereka, dia menatap sumber masalah- Shen Yan yang meletakan piring pada rak.
"Kakak Yan, apa tidak apa-apa jika kamu memiliki hubungan yang buruk dengan senior Liu?" Tanya Xu Mo.
Liu Lang sebagai orang yang lebih dulu ke desa tentu akan memiliki pemahaman yang baik dari pada mereka mengenai desa. Tentu Xu Mo tidak ingin memiliki hubungan yang buruk dengannya. Shen Yan yang terlihat tidak masalah tentu dia akan mengikuti yang dilakukannya. Jika dia disuruh untuk memilih hubungan baik antara Shen Yan dan Liu Lang tentu dia akan mengikuti Shen Yan karena Selama dia mengikuti Shen Yan dia tidak akan menderita.
"Tidak apa-apa." Dengan nada tenang Shen Yan menjawab. Dia tidak terlalu mempedulikan urusan sosial dengan yang lain apalagi dia tau Li Feng sebagai ketua pemuda pelajar orang yang masuk akal. Pasti bisa meredakan permasalah itu dengan mulus.
__ADS_1
Xu Mo tidak tau harus menanggapi apa dengan sikap tenang Shen Yan, apakah dia harus kagum atau benci walaupun dia sudah berteman sejak kecil Xu Mo masih tidak terbiasa dengan sikap itu.
"Seharusnya aku tau kakak Yan akan begitu." Ucap Xu Mo