Still Love You

Still Love You
2. mama


__ADS_3

baru saja kita bertemu dua hari yang lalu. baru saja aku mulai untuk membiasakan diriku di lingkungan yang baru. dan kini kamu justru datang.


sebentar aku ingin mengingat namamu.


Ale...


"Ale?" sapaku sambil tersenyum manis melihatmu yang berdiri mematung di hadapanku.


"selamat siang dokter"


"ya? ada apa?"


"kami kesini untuk check up rutin"


dan aku mulai menyukaimu. wajah datarmu yang tanpa senyuman selalu membuatku tergelitik untuk mengukirnya.


"mari masuk" aku mengalungkan stetoskop di leher berwarna pink yang aku pesan khusus.


mulai untuk memeriksa sepuluh orang dan terakhir dirimu.


"ada keluhan lain?"


"pak Ale sulit tidur buk dokter" salah satu pria yang berbaris rapi mengadukan kebiasaan burukmu yang membuatku tersenyum.


"sudah punya pacar belum?" aku menimpali dan masih tetap memeriksa detak jantungmu yang ritmenya semakin cepat.


"belum dok, banyak yang keburu takut sebelum bisa jadi pacarnya ketua!" sahut yang lain diikuti dengan lirikan tajammu. seakan menegur dengan isyarat.


"kalau begitu mau jadi pacar saya?" aku masih berhenti mendengarkan jantungmu yang makin tak keruan debarannya. membuatku tersenyum senang.


"..." tatapanmu kini menatapku . dan aku yang tak pernah kenal takut justru balik menatapmu.


"bercanda"


sebenarnya kalimat itu aku ucapkan dengan sungguh2. mewakili seluruh perasaan yang sedang berkecamuk.


"saya suka pria yang punya seragam"


kali ini kamu justru terdiam terpaku di tempat denganku yang masih setia mendengar ritme jantung tak beraturan mu.


ditambah kesepuluh anggotamu yang tanpa disuruh keluar dari ruangan.


"apa kamu tau arti dari ucapanmu barusan?" berdiri sambil mengancing baju kemudian berdiri menatapku .


aku memasukkan kedua tangan ke dalam saku jas sambil menarik nafas panjang .


"saya tau, saya minta maaf"


"sudah pernah pacaran sama pria berseragam sebelumnya?" mendekatiku namun aku tetap berdiri di tempat mendongak melihat ke arahmu yang lebih tinggi dariku.


senyumku sirna degupan jantungku menjadi-jadi.


"belum"


satu tanganmu memeluk pinggangku dengan erat dan kemudian menatap ke mataku. entah apa yang kau cari disana.


tapi cukup bagiku untuk kehilangan satu pria. aku tak ingin pria yang lain lagi menghilang.


"kalau begitu apa kamu mau jadi satu-satunya milik saya?"


tanpa diperintah sepuluh orang tadi keluar dan tak ingin mengganggu kita.


jujur Ale. aku ingin mencintaimu. hanya saja seragam mu membuatku takut.


seragam itu membuat papa menghilang.

__ADS_1


lalu apakah kau juga akan menghilang?.


tersenyum dan membelai lembut wajahmu membuatku tersenyum geli.


"kita bicarakan selesai saya bekerja" aku melepas pelukanmu yang justru semakin mengencang.


"Ale?"


"jangan pernah bermain-main dengan ucapanmu Bu dokter. karena sebagai prajurit kami tidak pernah bermain-main dengan ucapan kami"


aku membuang wajah dan mencoba merenung kembali. aku memang jatuh cinta padamu. hanya saja aku takut.


apakah aku bisa jatuh cinta?


kata orang buah tak jatuh jauh dari pohonnya.


mungkin ini yang dimaksud mama?.


###


"ini kantinnya?" aku berbisik pada Tiur spesialis penyakit dalam suku Batak yang punya mendok Jawa.


"iya. tuh liat cakep banget anggota TNI nya. ada ya secakep itu? yang itu kaptennya" Tiur menunjuk dengan sendok ke arah Ale yang sibuk mengunyah makanannya


merasa diperhatikan Ale menghentikan kegiatannya dan melirik ke arah kami. lebih tepatnya tatapan itu tertuju padaku.


lidahku kelu, jantungku berdegup dengan cepat, suara hatiku bersorak-sorai.


dan kemudian lagu dangdut mulai terngiang-ngiang di telingaku.


"dia ngeliatin kita Kar"


"hmmm"


hentakan meja dan sosok di hadapanku yang baru saja meletakkan nampannya membuat perhatian kami teralihkan.


"halangi apa?" pria Cina tersebut menatap ke arah kami bergantian


"itu cowok cakep"


"gue udah selesai" aku berdiri dan pergi memilih untuk membaca buku di ruangan ku.


menatap gelang yang pernah di lingkarkan sempurna oleh papa namun sayangnya tak pernah dapat kulepaskan.


deringan ponsel.pintarku membuyarkan konsentrasi.


"halo ma" ucapku malas.


"mama sudah bicara dengan keluarga Satria. kalian berdua akan menikah"


"mama udah bicara sama Satrianya?"


"dia pasti setuju kalau kamu Nerima cintanya"


"Sekar berasa kaya Siti Nurbaya deh ma"


"ingat Sekar, mama tidak merestui siapa pun apalagi anggota militer atau polisi. mama tidak.mau kamu jadi seperti mama"


aku diam menggigit bibirku.


"apa mama bahagia sama papa?"


dan suara diseberang sana justru ganti terdiam.


"jaga kesehatanmu disana Sekar. mama mau pergi dulu"

__ADS_1


hari sudah semakin sore. aku memutuskan untuk kembali ke perkemahan yang ditujukan untuk para dokter dan perawat.


dan ketika itu kamu lewat.


"Ale" sapaku tanpa sengaja sambil tersenyum.


"dokter"


"panggil Sekar"


"Sekar" suaramu menyebut namaku dengan sempurna.


"saya mau balik ke camp" aku menjelaskan. karena tatapanmu bertanya.


astaga Ale.


"bisa bicara sebentar?" kau mengangguk menjawab pertanyaanku.


"Le apa kamu percaya sama cinta pada pandangan pertama?"


"..." kamu menoleh sambil mendengarkanku.


"saya percaya. karena itu yang saya rasakan ke kamu. tapi tentang pertanyaanmu tadi siang, saya blm bisa jawab"


"kenapa?"


"saya ragu gaji kamu cukup buat biaya in saya"


semenit kemudian aku tertawa menatap ekspresimu .


"bercanda"


"kamu suka bercanda?"


"maaf"


"lalu jawabannya?"


"saya harus pastikan ini rasa sebentar atau selamanya. kalau kamu bersedia menunggu saya akan sangat berterimah kasih"


dan ketika itu kamu mengangguk. membuat sebuah rasa lega menyebar di hatiku.


terimah kasih Ale . karena kau bersedia untuk sabar.


###


"gue tahu Sekar! kenapa Lo di rujuk ke daerah perbatasan!" Aura menyambut dengan semangat membuat Ale cepat-cepat pamit.


"kenapa?"


"Satria! dia dendam sama kamu karena udah nolak dia"


"oh gitu? dia kira gue takut?"


"bukan hanya itu masalahnya, dia rencana mau nyusul kamu kesini"


"mau ngapain?"


"tau, mungkin mau buat kamu cinta Ama dia kali"


"mimpi dia!" aku menggeram dalam hati.


cinta itu datang sendiri bukan dibuat.


sama seperti bagaimana cinta yang mampir dan membuat aku mulai mencintaimu Le.

__ADS_1


tapi aku masih takut.


###


__ADS_2